Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Gibah


__ADS_3

Pagi ini cuaca terlihat mendung.


Seorang gadis terbangun dari tidurnya dan langsung menuju dapur.


" Neneekkkkk " Panggil Sofia.


Hening tak ada jawaban.


" Nenekkkkkk " Panggil Sofia lagi.


Hening tak ada jawaban lagi.


Sofia kembali kedepan dan mengetuk pintu kamar utama.


" Nenekkk " Panggil Sofia.


" Kekkk bangun Kek " Pekik Sofia terus menggedor pintu.


Didalam,sepasang suami istri masih tiduran dengan saling memeluk satu sama lainnya.


Hampir seminggu dicueki akhirnya semalam Cila menyerahkan diri juga,David mendapat banyak hadiah menarik dari istrinya.


Bunyi pekikan terdengar nyaring mmebuat salah satu anak manusia itu terbangun.


" Emm " Lenguh Cila pelan.


Wanita itu membuka perlahan matanya dan mengernyit.


" Nekkk banguuunnnn " teriak Sofia makin kencang.


" Mas mas bangun " ucap Cila membangunkan David.


" Hmm " Lenguh David.


" Aduh nih anak berisik " gumam Cila bangun dan mengacak rambutnya.


" Kenapa Yank ?" tanya David mengernyit.


" Sofia teriak2 " Jawab Cila.


David ikut bangun dan melihat kearah pintu.


Tak ada lagi suara,pria itu menjatuhkan diri lagi keranjang karna masih mengantuk.


" kamu gak kerja ?" tanya Cila.


" Gak ah,mau dirumah aja " jawab David.


" Ya udah " Balas Cila santai.


Wanita itu pun melangkah keluar.


" Tumben2an dia gak marah aku gak mau kerja ?" Gumam David heran.


Dari tengah malam tadi pria itu dibuat bingung dengan tingkah istrinya.


Tak mau ambil pusing,David pun melanjutkan lagi tidurnya.


Diluar,Cila disambut wajah mengkrucut sang Cucu.


Gadis kecil itu marah2 karna Cila bangun terlambat.


" Kamu mau apa sayang ?" tanya Cila membujuk.


Sofia diam duduk disofa depan dengan tangan bersedekap dada.


" Maafin Nenek ya,tadi nenek udah bangun tapi sakit perut " Kata Cila ngeles.


" Ihh Nenek bohong,Via tau nenek masih tidur tadi sama Kakek " Kata Sofia ketus.

__ADS_1


" Nga,nenek udah bangun tadi beneran " Balas Cila.


Sofia kembali diam,tak lama terdengar suara perut gadis itu membuat Cila terkejut.


" Hehe Via laper ya ?" Tebak Cila.


" Iyalah,biasanya setelah subuh Via langsung sarapan sama Tante " Jawab Sofia ketus.


Deg....


Cila tersentak mendengar jawaban cucunya.


" Sarapan ? Pagi2 ?" Ulang Cila.


" Iya,Tante bikinin Via sarapan enak sama susu juga " Jawab Sofia.


Cila terdiam,wanita itu cukup terkejut dengan fakta tersebut.


" Jadi dia merawat Sofia ?" Batin Cila bertanya.


" Cepetan Nenek,Via laper ini udah mau siang " Kata Sofia kembali marah.


" Iya,Nenek ke dapur dulu " kata Cila bergegas.


Sofia diam melihat tingkah Neneknya yg kelabakan sendiri.


Gadis itu turun dari sofa dan membuka lebar pintu rumah.


Gadis itu menghirup udara segar dan duduk diayunan depan teras.


Gadis itu sudah besar,Sofia mulai tau dan bisa menerka2 apa yg orang sekitarnya lakukan.


Didapur,Cila membuka kulkas dan menggaruk kepala gatal.


Hanya ada sayur sawi dan jagung sepotong.


Merajuk beberapa hari kepada David mmebuat isi kulkasnya Zonk,wanita itu belum ke pasar.


Jam sudah menunjukkan pukul 8 kurang,pantes saja cucunya mengamuk pikir Cila.


Wanita itu berjalan lagi kedepan dan mengintip Sofia.


Masih dengan gaya yg sama Sofia bermain ayunan sendirian.


Cila berlari kebirit menuju kamarnya,ia harus menganjak David ke pasar.


Dan kebetulan David sudah bangun sedang memakai pelembab wajah didepan kaca.


" Yank,ayo ke pasar,Sofia mau makan " Ajak Cila serius.


" Gak ada makanan ?" tanya David tenang.


" Gak ada Yank,habis semua " Jawab Cila.


" Kan aku dah bilang kalo kulkas kosong itu langsung di isi biar gak kelabakan gini " kata David gemas.


" ck aku lupa,udah cepetan kamu kasih Sofia uang dulu biar dia jajan didepan " kata Cila mengambil jaketnya.


David menggeleng pelan,pria itu mengambil dompet Cila dan mengeluarkan uang 10 ribu.


David berjalan keluar menemui Sofia yg asik ayunan..


" Kenapa Kek ?" tanya Sofia melihat David menatapnya


" Jajan yuk " Ajak David memamerkan uang tersebut.


" Wahh hayyukk " Kata Sofia girang.


Gadis itu turun dari ayunan menghampiri David.

__ADS_1


David tersenyum kecil,keduanya pun turun dari rumah dengan sandal jepit berjalan kedepan.


Cila mengintip dari belakang dengan senyum kecilnya.


" Uh syukurlah,aku bisa bergegas ke pasar " Gumam Cila semangat.


Wanita parubaya itu mendekati motornya dan langsung tancap gas.


Sofia disambut ibu2 yg kebetulan nongkrong diwarung gorengan.


" Pak David gak kerja ?" tanya si ibu2 menegur.


" Libur Bu " Jawab David terkekeh.


" Haha enak ya Pak David,libur kapan aja boleh " Goda ibu lain.


David mmebalas dengan senyum kecil.


" Bu,gorengan 10 ribu ya " kata David menyerahkan uangnya.


" Iya Pak,ambil sndiri ya " Balas si penjual.


David mengangguk,Sofia mulai bergerak mengambil penjepit makanan.


Para warga dibuat terkekeh geli,pria sekaya David terlihat sangat sederhana apalagi cucunya juga tak banyak menuntut.


" Beruntung banget ya punya suami kayak Pak David " gumam salah satu ibu kagum.


" Iya,tapi kenapa Vero jadi brutal ya,padahal ibu bapaknya orang baik " kata salah satu ibu teringat.


" Gak bersyukur itu namanya,dikasih berlian malah pilih batu krikil "


" Iya aku dengar,Cila juga belum baikan tuh sama menantunya,sampe kemarin sempat kabur kan " Bisik tetangga lain.


David sibuk makan tak menghiraukan ibu2 tersebut sedangkan Sofia dengan telinganya yg tajam mendengar ucapan para warga tersebut.


Gadis itu menunduk dalam dengan memegang sendok sangat erat.


Ditempat lain,seorang wanita sudah basah dengan keringat.


Pagi2 sekali Hani sudah berberes rumah.


Gadis itu mencabut rumput dan mmebakar sampah disekeliling rumahnya.


Malam tadi ia tak jadi menginap,gadis itu teringat akan pesan Vero yg meminta untuk tetap disana.


" Huhh akhirnya selesai juga " Gumam Hani tersenyum kecil.


Rumput2 yg tinggi kini terpangkas rapi,para tetangga yg sedang joging melihat aneh gadis itu.


" Itu beneran istrinya mas Vero ya ?" Tanya seorang gadis seumuran dengan Hani.


" Iya,aku rasa gitu " jawab gadis lain.


" Lebih cocok jadi pembantu ya " Ucap gadis dengan pakaian joging ketat tersebut.


" Iya,kalo aku mah ogah ya bersih2 gitu,keluarga Mas Vero kan banyak uangnya,lagian suaminya juga dipenjara,jadi apa yg mau ditunjukin " Lanjut gadis2 tersebut..


Hani melihat kedepan dan tersenyum kecil menegur para penghuni kompleks tersebut.


Para gadis itu ikut tersenyum meski dengan wajah terpaksa mereka.


Tak banyak memang tetangga kiri kanan tapi didepan sana banyak rumh warga yg kebnyakan juga anak2 muda dan orang2 yg baru berumah tangga.


Hani masuk kerumahnya dan melanjutkan lagi aktiftas yg lain.


Untuk saat ini gadis itu memilih menutup telinga,ia tau banyak sekali omongan yg kurang menyenangkan yg sempat terdengar,tapi Hani berusaha kuat apalagi niatnya sudah mantap untuk bersama Vero.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2