
Kebesokan paginya,Sofia berpamitan kepada Daniel yg ada dirumah.
Orang tua Ridho tidak pulang lantaran mengurus perceraian Daniel.
Gadis kecil itu membawa ceria bagi dua pria yg sedang kalut dengan urusan mereka.
" Kamu gak balik kesini lagi ?" tanya Daniel mengkrucut.
" Nanti kalo Om Ridho bawa Via kesini,Via mau Om " Jawab Sofia tersenyum.
" Hehe iya,sering2 kesini temenin Om bercerita " Kata Daniel terkekeh.
Sofia mengangguk kecil,raut wajah gadis itu terlihat senang dikelilingi dua pria baik yg menjadikannya ratu.
Ridho tak banyak bicara,lelaki itu fokus makan dan bermain ponsel.
Daniel juga tak menghiraukan adiknya karna tau Ridho pasti mulai sibuk dengan pekerjaan.
" Iya sabar " Ucap Ridho menerima panggilan telepon..
"....."
" Iya ini kita lagi makan " Kata Ridho lagi terlihat kesal.
Tut.
Panggilan terputus,pria itu menaruh hapenya di meja dengan sdikit kasar.
" Kenapa Do ?" tanya Daniel mengernyit.
" Ayo Sofia kita pulang " Kata Ridho bangun.
" Mau sekarang ?" tanya Daniel aneh.
" Iya,dia mau ketemu Papanya " Jawab Ridho ketus.
" Wahh ketemu Papa Vero ya Om ?" tanya Sofia girang..
" Hm " Jawab Ridho malas.
" Asikkkkk,ayo Om Via udah gak sabar mau ketemu Papa " Kata Sofia turun dari kursi.
Ridho menghela nafas panjang,lelaki itu terlihat begitu kesal dengan hari ini.
" Dah sana,kasihan Sofia mau ketemu Papanya " Kata Daniel sambil menyuap nasi goreng..
" Ck buat apa,gue in...." Ucap Ridho tersendat.
" Apa ?" Tanya Daniel mengernyit.
" Haisdsttt sialan !" Umpat Ridho hampir terlepas.
Pria itu bangun dari duduknya dan berjalan keluar dapur.
" Om,Via pulang dulu ya,nanti Via kenalin sama Pacar Via hehe " kata Sofia pamit.
" Haha iya,jangan lupa ya " Goda Daniel.
Sofia tertawa renyah,gadis itu pun berlari keluar menyusul Ridho yg sudah badmood.
Keduanya menaiki mobil,Ridho memasang tampang seram membuat Sofia takut.
Disebuah rumah,seorang wanita terlihat gelisah.
" Duhh semoga aja Ridho gak bawa kabur Sofia " Ucap Yuna takut.
__ADS_1
Dari semalam pikiran wanita itu tidak tenang bagaimana tidak,Ridho tak membalikkan anaknya dari pagi.
Yuna pikir Ridho tak akan membawa gadis kecil itu pergi jauh mengingat lelaki tersebut belum menerima secara pasti Sofia sebagai anaknya.
Yuna mondar mandir didepan menunggu sang kekasih kembali.
Yuna sudah janjian dengan Vero bahwa hari ini Sofia akan di tes Dna..
Rasa was2 dirasakan wanita tersebut karna jika memang terbukti Sofia bukan anak Vero,maka kariernya berakhir dan Sofia juga akan merasakan dampak buruk.
Hampir menunggu 2 jam akhirnya sebuah mobil mendarat.
Yuna langsung berlari mendekati mobil yg ia kenali tersebut.
" Kamu gak papa sayang ?" Tanya Yuna melihat badan Sofia.
" Gak papa Ma,Papa Vero mana ?" tanya Sofia celingak celinguk.
Yuna melirik Ridho,lelaki itu membuang muka tanda tak suka.
" Hm Via ikut Mama dan Papa ya hari ini,kita mau cek kesehatan dirumah sakit " Kata Yuna lembut.
" Papa sakit ?" Tanya Sofia terkejut.
" Hm ya sedikit " jawab Yuna melirik Ridho.
" Wahh kasihan sekali Papa,pasti dia juga merindukan Via ya Ma " Kata Sofia sedih.
Yuna diam dengan senyum paksa.
" Gue balik dulu " Kata Ridho tenang.
" Kamu gak kerja hari ini ?" Tanya Yuna melihat pria tersebut.
" Gak Mood " Jawab Ridho ketus.
" Om makasih ya udah anter Via " Ucap Sofia tersenyum manis kepada Ridho.
" Iya " Jawab Ridho tersenyum canggung.
Sofia mendekat dan memeluk pinggang Ridho.
" Om mau gak jadi teman Via,sama kayak Om Daniel,nanti Via ceritain semua kisah Via,tapi jangan bilang siapa2 ya " kata Sofia terkekeh.
" Teman ?" tanya Ridho mencerna.
" Iya,soalnya Via udah punya pacar Om,namany Om Reka " Jawab Sofia mengkrucut.
" Terus si Vero apa ?" tanya Ridho memancing.
" Kalo Papa Vero ya Papa Via " Jawab Sofia polos.
" Fungsi nya ?" tanya Ridho lagi.
" Do " Tegur Yuna merasa pertanyaan lelaki itu memojok.
Ridho tak perduli,ia terlanjur penasaran dengn penilain gadis kecil tersebut.
" Fungsi Papa Vero apa ya ? em Papa baik dan Via sayang " Jawab Sofia malu.
" Om juga bisa baik sama kayak Vero " Kata Ridho tak mau kalah.
" Hehe gak bisa Om,Papa Via cuma 1,gak boleh 2 " Kata Sofia tak enak.
Ridho tersendat dengan jawabn lugu gadis tersebut.
__ADS_1
Yuna menghela nafas panjang,ia sudah bisa menebak bhwa jawaban anaknya pasti memihak kepada Vero.
" Ya udah Om,aku mau siap2 dulu ya buat ketemu Papa " kata Sofia melambaikan tangan.
Ridho mengangguk pasrah,gadis kecil itu menarik tangan Yuna agar masuk krrumah.
" Maafin aku Do " Ucap Yuna merasa bersalah.
Ridho tak menjawab,pria itu masuk kedalam mobilnya dan pergi dari sana.
Yuna menarik nafas panjang,ia juga bingung harus memihak kemana.
Sofia sudah terlanjur menjatuhkan hati kepada Vero dan Yuna tak bisa memaksa perasaan putrinya.
Keduanya pun bersiap2 menemui Vero yg ingin bukti nyata.
Ditempat lain,seorang wanita baru bangun dari tidurnya..
Hari ini Hani bangun terlambat lantaran malam tadi ia bergadang bersama Reka hingga subuh.
Gadis itu harus membantu Reka menyelesaikan pekerjaan yg harus dikumpul hari ini.
Sebenarnya Hani sangat lelah,tapi apa daya daripada melihat Reka susah,mending dirinya berkorban mengingat Reka juga tak pernah perhitungan.
" Kamu sudah bangun ?" Tanya seseorang diseberang.
" Iya Kak,ini mau kerja " jawab Hani serak.
" Ya udah,nanti kakak telfon lagi "
Hani mengangguk pelan.
Panggilan telfon pun terptus,gadis itu menarik nafas panjang.
" Huhhh gimana mau akhirin kalo Kak Daniel makin mendekat " Gumam Hani bingung.
Semalam ia mendapat banyak petuah dari Reka yg kurang setuju hubungannya dengan Daniel,bukan apa Reka tak mau nanti Hani dianggap tidak benar oleh sebagian orang.
" Huh semangat Hani,kamu harus menentukan pilihan sekarang " Ucap Hani menguatkan dirinya.
Gadis itu bangun dan berjalan keluar dari kamar.
Karna hari ini bekerja jadi ia harus menyiapkan mental yg kuat.
Hani berangkat bekerja seperti biasa,sesampainya dikantor gadis itu bertemu dengan seorang lelaki yg ia ketahui itu orang penting.
" Selamat pagi Pak " Tegur Hani sopan.
" Hm " Jawab lelaki itu melihat Hani dari ujung kepala hingga kaki.
Hani berjalan duluan dengan perasaan aneh,ia merasa diperhatikan.
" Hani " Panggil pria tersebut membuat Hani berhenti melangkah.
Hani berbalik badan dan melihat lelaki dengan pangkat lebih tinggi dari dirinya tersebut.
" Bisa bicara sebentar ?" tanya lelaki tua itu tenang.
Deg....
Hani tersentak,setelah skian purnama ia bergabung baru kali ini pria penting tersebut memintanya untuk bicara.
" Saya tunggu diruangan pak Yosef " Ucap pria itu lagi dengan senyum kecil.
" Siap Pak " Jawab Hani mengangguk pelan.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.