
Manik Vero celingak celinguk mencari warung buka untuk sarapan.
Lelaki itu terpaksa berkendara lumayan jauh karna para pedagang didekat rumahnya pada pulang kampung.
" Duh udah mau jam 7 nih,pasti Sofia bakal ngamuk " Gumam Vero melihat jam di mobilnya.
Pria itu kembali melihat kiri kanan dan Braaaakkkkkkkk.....
Sebuah bunyi tabrakan membuat lelaki itu terkejut.
" Wah ada kecelakaan " Gumam Vero pelan.
Para pengendara yg melintas langsung berlarian,ada yg mengeluarkan ponsel dan meninggalkan kendaraannya.
Vero berhenti sejenak,jalanan yg tadinya lenggang kini berubah ramai.
Pria itu menoleh kebelakang dan menggeleng pelan.
Àntrian mulai panjang,posisi mobilnya berada ditengah yg artian ia tidak bisa keluar.
Asik mencari cara untuk meninggalkan tempat itu tiba2 kaca mobilnya diketuk dri samping.
" Pak tolong Pak " Ucap seorang pria paru baya mengenakan helm.
Vero menurunkan kaca mobilnya dan melihat bapak tersebut.
" Tolong Pak didepan ada korban kecelakaan,tolong bawa kerumah sakit Pak " Ucap bapak itu panik.
" Jadi gak bisa lewat ?" Tanya Vero terkejut.
" Iya Pak,korbannya terluka parah,satu gak sadarkan diri " Jawab Bapak itu lagi.
Glek...
Vero menelan ludah kasar,pria itu melihat jam dan mulai bimbang.
" Duh gimana dengan Sofia,dia sendirian dirumah " Gumam Vero bingung.
" Pak Tolong Pak,kasihan Pak darahnya keluar terus " Kata si bapak berharap.
" Em gini Pak,saya mau nolong tapi...
" Ayo bawa ke mobil itu aja !" Ucap seorang warga menunjuk mobil Vero.
" Hah apa ?" Ucap Vero terkejut.
" Pak Tlong Pak,ini darurat !" Ucap bapak tadi masih berharap.
" Tapi anak saya...
Ceklek...
Pintu belakang terbuka,Vero yg tak siap langsung dibuat panik sendiri.
" Hati2 " Ucap warga menempatkan korban di kursi tengah.
Vero menoleh kebelakang dan mengernyit melihat korban yg bersimbur darah diwajahnya.
" Mana satu lagi ?" Ucap warga menunggu teman korban.
" Itu disana,ayo cepat bawa kesini " Teriak seorang warga lain.
Vero menghadap kedepan dan alangkah terkejutnya pria itu melihat seorang gadis dibantu warga berjalan dengan tangisan berderai.
" Hani " ucap Vero tak percaya.
" Hiks hiks Rek,Reka bangun huhuuu " Kata Hani menangis pilu.
__ADS_1
Vero menelan ludah kasar,pria itu melihat lagi kebelakang dan menyelisik wajah lelaki yg terbaring tak berdaya dikursi mobilnya.
" Mba nya duduk depan aja " kata warga meminta warga membuka pintu disamping Vero.
Vero langsung membantu,lelaki itu seolah tak percaya dengan apa yg ia lihat saat ini.
Setelah pintu terbuka,Hani melihat supir dan langsung terdiam.
" Hani " Ucap Vero lirih.
Tes....
Air mata Hani kembali turun membasahi wajahnya yg sudah pucat ditambah darah yg menetes didekat pipi.
Gadis itu seketika melemah hampir pingsan tapi di tahan oleh warga.
" Ayo Den,cepat bawa mereka kerumah sakit " Ucap Warga menegur Vero.
Vero masih diam melihat Hani yg kehabisan tenaga dibantu warga.
" Den Ayo,nanti korbannya meninggal !" Tegur warga lagi kesal melihat Vero diam.
" Ha i iya Pak " kata Vero kelabakan.
Pria itu dengan tangan bergetar menghidupkan mesin mobilnya dan mulai memutar stir.
Para warga terlihat memberi jalan untuk pria tersebut.
Hani melihat kebelakang dengan air mata tak henti menetes.
Sungguh hancur hatinya melihat sang sahabat tak sadarkan diri dengan luka memenuhi tubuh.
" Re ka hiks hiks " ucap Hani tersedu sedu.
" Sabar Han,aku akan menyelamatkan kalian " Ucap Vero tanpa sadar memegang tangan Hani.
Hani tak mengubris,gadis itu terus melihat Reka yg menjadi saksi perjalan hidupnya.
Hampir setengah jam perjalanan,akhirnya mereka sampai didepan UGD.
Vero langsung berlari keluar memanggil para personil penyelamatan.
Mobil dibuka,para perawat langsung mengeluarkan Hani dan Reka dari sana.
" Tolong selamatkan mereka " ucap Vero berharap.
" Apa anda penanggung jawabnya ?" Tanya Dokter melihat Vero.
" Hah em ya aku em aku " Jawab Vero tak yakin.
" Baiklah,ikut kami " kata Dokter tegas.
Vero mengangguk,brangkar mulai didorong dengan cepat oleh perawat.
Hani terbaring di ranjang kecil itu dengan tatapan nanar.
Sungguh gadis itu tak percaya dengan apa yg ia lalui barusan.
" Padahal kita baru saja tertawa lepas Rek,tapi kenapa sekarang begini " Ucap Hani lirih.
Keduanya langsung masuk ruang darurat.
Vero tidak diperbolehkan masuk oleh para Suster yg berjaga.
Pria itu diam menunggu didepan dengan perasaan campur aduk.
" Ya Tuhan selamatkan mereka " Gumam Vero berharap.
__ADS_1
Disebuah rumah,seorang gadis termenung dengan seragam sekolahny yg sudah lengkap.
Yap,Sofia masih menunggu kedatangan Vero diteras.
Gadis itu terlihat sangat lapar dan lesu.
Sudah 1 jam berlalu,tapi Ayah tercintanya belum juga pulang padahal tadi Vero bilang hanya pergi sebentar.
" Kenapa Papa bohong ? apa Papa juga mau ninggalin aku kayak Mama ?" Gumam Sofia menunduk.
Gadis itu sendirian dan kesepian.
Ia tidak berani keluar lantaran Vero tadi sudah memperingatinya,bahkan saat anak tetangga memanggilnya untuk pergi sekolah bersama Sofia menolak dengan alasan ada Vero yg mengantar.
" Huh Papa mana ya,kenapa lama banget " Gumam Sofia lagi.
Gadis itu diam lagi menunggu sambil sesekali mengintip pagar berharap Vero segera datang.
" Ya udah lah,,kayaknya aku gak usah sekolah aja hari ini,toh udah telat juga " Gumam Sofia sedih.
Gadis itu berjalan gontai masuk kerumah dan menganti bajunya.
Untuk menganjal rasa lapar,Sofia hanya minum air putih karna hanya itu yg mereka punya saat ini.
Ditempat lain,2 orang pria terlihat sibuk sendiri.
Daniel menelfon Hani hampir puluhan kali tapi belum juga diangkat gadis itu,Ridho pun tak tinggal diam ia melacak nomor hape gadis malang tersebut dengan kemampuan telekomunikasinya.
" Gimana Do,dapat gak ?" Tanya Daniel kepada Sang adik.
" Dapat Bang,tapi kayaknya ada yg gangjal deh " Jawab Ridho menyelisik komputer.
" Ganjal kenapa ?" Tanya Daniel mengrnyit.
" Hape dia berada disebuah hutan " Jawab Ridho menoleh.
" Apa !" Pekik Daniel terkejut.
" Ia Bang,dan gak jauh dari sini " Balas Ridho lagi.
" Coba kamu cari tau lebih dalam,kita telusuri jalan ini " Kata Daniel tegas.
Ridho mengangguk,kakak beradik itu pun kembali menjalankan aksi mereka.
Setibanya dititik lokasi,Daniel turun dan melihat keadaan.
" Disana Bang " Kata Ridho juga turun dan menunjuk kearah selatan.
Daniel berlari mendekati lokasi dan mendapati seorang bapak2 sedang memunggungi mereka.
Daniel dan Ridho saling melihat,keduanya seolah memberi kode yg hanya dimengerti mereka saja.
" Pak " Panggil Daniel menegur pria berbaju biru muda tersebut.
Bapak yg dìpanggil menoleh.
" Ini hape Hani " Kata Ridho mengenali hape yg dipegang bapak tersebut.
" Hah ini ?" Tanya si bapak memamerkan.
Daniel melihat casing hape tersebut dan mengenalinya.
" Bapak dapat dari mana ini ?" Tanya Daniel mencoba sopan..
" Oh ini hapenya korban tabrak lari tadi Den,berapa kali panggilan masuk tapi saya gak bisa mengangkatnya " Jawab si bapak menyerahkan hape tersebut.
" Apa Tabrak lari ?! " Pekik Daniel dan Ridho bersamaan.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.