
Pagi ini Hani bangun terlambat,gadis itu kelabakan saat Vero masuk kamar membangunkan dirinya.
Hani langsung berlari masuk kekamar mandi,David yang sedang mengopi menggeleng melihat gadis itu panik sendiri.
Hani mandi secepat kilat,gadis itu terlambat bangun karna kelelahan belajar.
Pagi ini Hani ada ujian semester kenaikan kelas dan sialnya ini hari pertama.
" Pa sarapan belum siap ?" tanya Vero menyingkap tudung saji dan mendapati ubi rebus disana.
" Gak tau,Mama kamu pagi2 dah hilang " Jawab David seraya menyesap kopi panasnya.
" Aduhh Mama pasti ngerumpi nih " Tebak Vero.
" Hani telat ?" tanya David mengalihkan
" Iya Pa,kecapean belajar semalam " Jawab Vero duduk bersama sang Papa.
" Bilang sama dia gak usah terlalu dikejar,nanti otaknya cape dipaksa terus " kata David iba.
" Hani mau dapat juara Pa,makanya gitu "Balas Vero mencomot ubi rebus yang masih hangat.
" Kamu minta dia gitu ?" tanya David menyelisik.
" Gak,aku gak pernah maksa,naik kelas aja udah syukur " Jawab Vero.
" Kirain kamu yang maksa sampe Hani gigih gitu " Kata David menghela nafas.
" Mungkin gak enak sama Mama kamu kali ya kalo dia gak juara " tebak David.
" Mungkin " jawab Vero.
Tak lama pintu kamar mandi terbuka,Hani kembali berlari memegang erat handuknya.
Vero yang melihat gadis itu sontak kaget apalagi Hani hanya mengenakan handuk sedada.
" Ehh liat apa !" Tegur David menyugar wajah Vero.
" Jalur gaza Pa " jawab Vero polos.
" Apa uhuk uhuk.." David langsung terbantuk mendengar jawaban asal anaknya.
" ehh maksdnya hahahahah " kata Vero tak sanggup menjelaskan.
Pletakkkk...
David menabok kepala Vero membuat pria itu kembali tertawa.
" Aduh aduhh akurnya anak dan suami ku " Kata Cila tiba2 datang mengejutkan 2 lelaki itu.
" Kamu datang dari mana ?" tanya David hampir terjengkang dari kursi.
" Hehe dari mana hayoo ?" tebak Cila duduk bersama mereka.
" Mama darimana aja sih,masak belum apa belum udah keluyuran " Gerutu Vero gemas.
" Ck,biasa ngumpul ibu2 dipangkalan " Jawab Cila santai seraya mengeluarkan kantong kreseknya.
" Kamu beli apa ?" tanya David mengernyit.
" Beli burger " Jawab Cila mengeluarkan satu persatu.
" Hah burger ?" tanya David kaget.
" Tumben beli burger biasanya gorengan " Cibir Vero.
" Kali2 beda lah,masa gorengan mulu kasihan tuh perut Papa kamu dah melendot " kata Cila menunjuk perut David dengan bibirnya.
Vero menoleh membuat David duduk tegak menahan nafas.
__ADS_1
" Hahahaha " Cila dan Vero tertawa melihat David menyembunyikan perut buncitnya.
Memang sekarang David sedikit berisi karna Cila sering masak berlemak membuat lelaki itu mau tidak mau harus makan,David juga sekarang sudah kurang olahraga bukan seperti dulu karna lelaki itu sibuk bekerja meski dihari weekend.
Saat asik2nya tertawa,Hani datang dengan seragam sekolahnya seraya menyisir rambut.
" Loh kamu sekolah ?" tanya Cila kaget.
" Iya Ma hari ini aku ulangan " Jawab Hani.
" Hah masa sih,bukannya semalam kamu bilang libur ?" Tanya Cila melotot.
" Siapa yang bilang libur,ini hari senin Ma aku sekolah " Jawab Hani gemas.
" Yahhh tau gitu tadi Mama bangunin kamu pagi2 " kata Cila terkekeh.
Hani menarik nafas sabar dan melirik Vero.
" Hehe sarapan dulu sayang biar gak keroncongan " kata Vero menyodorkan burger miliknya.
" Sambil jalan aja,antar aku yuk dah mau telat nih " Kata Hani sambil mengunyah.
" iya " jawab Vero bangkit.
" Nih minum kopi biar lancar jaya " Kata David menyodorkan kopi hitamnya kepada Hani.
Gadis itu menerima dan menyesap sedikit.
" Iuhhh pahittt " pekik Hani merinding.
" Hehe lupa kasih gula " jawab David cengengesan.
Hani melotot dan langsung lari mengambil air.
Cila menampar bahu suaminya yang masih sempat menjahili Hani.
" biar gak tegang " kata David terkekeh.
Vero dan Hani langsung berangkat,karna Hani tak sarapan dengan benar hari ini Cila memberi uang belanja lebih untuk gadis itu.
Meski Hani belum tentu menjadi menantunya tapi Cila sudah sayang kepada gadis itu apalagi Hani selalu menunjukkan kemampuan dirinya kepada keluarga Cila.
Bahkan sekarang Cila tak perlu repot2 membersihkan rumah karna Hani tau diri akan pekerjaannya dan itu semua sudah diketahui oleh Vero.
Hani pun merasa tak keberatan karna ia juga harus tau berterima kasih.
Sesampainya disekolahan,para murid sudah berdatangan.
Hani terlihat panik karna masih tinggal 5 menit.
" Eeh tunggu " Tahan Vero menarik tas punggung gadis itu.
" Kenapa ?" Tanya Hani menoleh.
" Gak salim dulu ?" tanya Vero.
" Oh iya hehe maaf lupa " Jawab Hani malu.
Hani pun mengambil tangan Vero dan mengecupnya takzim.
Vero menarik Hani dan memeluk gadis itu lembut.
" Belajar yang bener ya " Pinta Vero tersenyum.
" Iya,doain ya supaya aku bisa isi soal " jawab Hani.
Vero mengangguk dan mengecup lama kening gadis itu.
" Dah sana " kata Vero membuka pintu.
__ADS_1
Hani tersenyum lalu melesat keluar.
Vero menatap Hani nanar,dirinya ingin sekali menikahi Hani sekarang tapi Vero harus bisa menahan diri karna gadisnya masih ingin melanjutkan cita2.
Saat Vero ingin menghidupkan mobil,tiba2 didepannya berdiri seorang pria yang sedang membuang putung rokok.
Vero diam menatap lelaki itu dalam.
Diluar Reka mengambil minum lalu berkumur.
Lelaki itu terlihat urakan dengan baju masih diluar.
" Siapa pria ini sebenarnya ?" Gumam Vero curiga.
Reka yang merasa diperhatikan melihat kearah mobil Vero,keduanya saling bertatapan sejenak sebelum bel sekolah berbunyi.
Reka langsung berlari masuk seraya memasukkan bajunya ke dalam celana.
" Aku tidak bisa membiarkan Hani bergaul dengan pria itu sembarangan " Guman Vero tajam.
Dalam hitungan menit seketika sekolahan itu langsung sepi,Vero pun memutuskan untuk pulang karna dirinya juga harus siap2 bekerja.
Didalam kelas suasana sepi,Hani kebetulan satu kelas dengan Reka karna sistem acak.
Hani sudah siap untuk memulai ujiannya.
" Maaf saya terlambat " ucap Reka tiba2 masuk.
" Ujian baru akan dimulai,duduk lah " Ucap guru pengawasan.
Reka mengangguk paham dan mencari nomornya.
" Hei " Tegur Hani saat lelaki itu duduk disampingnya.
" Kau disini ?" tanya Reka pelan.
" Ya kita satu kelas,aku melihat nama mu di depan " Jawab Hani tersenyum..
Reka mengangguk,keduanya kembali diam saat guru mulai membagikan kertas.
Setelah semua murid mendapatkan lembar jawaban dan soal,mereka semua pun mulai mengerjakan ujian.
Hani mulai fokus,gadis itu membaca kata tiap kata di soal.
Reka juga melakukan hal yang sama,lelaki itu mengambil penanya dan menyilang apa yang dia mau.
Setelah semua sudah terisi,Reka menoleh ke Hani,gadis itu masih sibuk membaca lalu menyilang dilembar jawaban.
" lo udah selesai ?" tanya Bagas teman Reka.
" Ya " Jawab Reka mengangguk.
" Cepet banget,baru 10 menit " Kata Bagas kaget.
Reka hanya tersenyum,Hani menoleh dan pandangan mereka bertemu.
" Kau sudah selesai ?" tanya Hani kepada Reka.
" hm,ini lembaran ku ambilah " Kata Reka memberi lembaran jawabannya kepada Hani.
" Ehhh gak usah " kata Hani kaget.
Reka tersenyum melihat wajah panik gadis itu.
Hani mendengus mengusap dadanya hampir ketahuan guru.
" Dia imut juga " Gumam Reka tersenyum miring.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.