Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Mandi


__ADS_3

Rehan datang kekota menemui sahabatnya,kemarin malam David menelpon memberitahu bahwa usaha yang akan ia geluti sebentar lagi akan rintis.


Rehan yang masih berduka pun kian membaik,dirinya tak ingin terpuruk terlalu lama karna memang tak ada lagi yang bisa dia harapkan kecuali dirinya sendiri.


Rehan bertekad ingin mandiri.


" David ada dirumah ngak ya ?" Gumam Rehan khawatir.


Pria itu berjalan cepat membawa kopernya yang berisi semua barang dan baju yang ia perlukan.


Terlihat seorang wanita sedang menjemur anaknya di bawah sinar matahari.


" Ya ampun,ngejemur anak malah emaknya yang eksotis " Gumam Rehan tertawa melihat Cila mengenakan kaca mata hitam berbaring bersama bayi lelaki itu.


Cila terlihat sangat santai dengan baju tidur minions kembaran dengan putranya.


Seorang pria juga keluar dari rumah itu dan bergabung duduk di kursi bambu yang memang sudah disiapkan untuk berjemur.


" Alamak itu David ?" Gumam Rehan kaget melihat sahabatnya tak kalah gaya dengan sang istri.


David mengenakan baju yang sama dengan bawahan kolor spiderman serta kaca mata hitam.


Dengan santai keluarga kecil itu menikmati cuaca pagi yang cerah.


Suasana disana memang sepi,keberadaan rumah Cila sedikit jauh dari rumah tetangga hingga pasangan itu lebih leluasa melakukan hal gila.


" Astaga benar2 keluarga koplak " Gumam Rehan menggeleng pelan dan mendekati ke 3 anak manusia itu.


" Assalamualaikum " Sapa Rehan hangat didepan mereka.


David membuka kaca matanya dan tersenyum cerah melihat sahabatnya sudah sampai.


" Eh dah sampe Han,masuk gih " Tegur David hangat.


" Ck ck,untung rumah lo jauh dari warga lain kalo ngak udah habis kalian di ketawain " Kata Rehan kagum.


" Biarin lah,toh ngak ngusik mereka juga,iya ngak Yank ?" Tanya David kepada istrinya.


" Iya,kan ngak minjem nyawa juga sama mereka,saat nya menikmati hidup " Sorak Cila semangat.


Terlihat sang anak tak kalah gahulnya dengan emak bapaknya.


" Nih bocah anteng banget " Kagum Rehan mencubit pelan kaki bayi kecil itu.


" Hahaha " Vero hanya tertawa sedikit dan kembali memejamkan matanya karna silaw matahari.


" Gue masuk dulu ya,capek banget belum tidur " Kata Rehan pamit.


" Iya,dah sana jangan kacau " Usir David.


" Kalo Abang mau makan,di meja masih ada Bang habisin aja " Kata Cila teringat.


" Iya mau tidur dulu " Kata Rehan tersenyum.


Pria itu pun melangkah masuk bersama kopernya.

__ADS_1


Keluarga kecil itu kembali melanjutkan aktivitas mereka.


Vero yang mulai aktip membuat Cila sedikit kewalahan karna anak itu sudah bisa merespon dan mengambil apa saja yang dia mau tanpa minta.


" Eehhhh jangan dilepasin " Pekik Cila kaget melihat anaknya membuka penutup mata.


" Hiks huaaaaa " Vero menangis kencang mendengar suara kaget Cila barusan.


" Cup cup sayang,iya ngak papa lepasin aja " Kata David kasihan.


" Hua hua " Bayi itu menangis kencang.


" Males deh,baperan mulu kan Mama ngak marah" Kata Cila cemberut.


" Kamu sih larang dia tadi,dia kagetan tau " kata David terkekeh.


" Duh masih kecil udah kagetan aja " Kata Cila tertawa.


Terlihat bayi mungil itu sudah bersiap mengeluarkan tangisan mautnya karna terus terusan di goda.


" Dah ah masuk yuk,dah panas nih " Ajak David mulai keringatan.


" Yuk,Vero juga udah mutung nih " Kata Cila tertawa.


Terlihat bayi itu sudah tak tahan lagi dengan sinaran matahari yang kian meninggi.


" Kamu kira dia masakan apa,bisa mutung " Kata David tak terima.


" Iya iya becanda,anak sama Bapak sama2 baperan " kata Cila menggeleng pelan.


David mengcibir dan menggendong Vero masuk kerumah.


Rehan sudah bangun pagi2 sekali membantu Cila membersihkan rumah.


Meski sedikit tak enakan,tapi Rehan berusaha santai dirinya juga sedikit menjaga jarak dengan Cila agar tak menimbulkan kesalahpahaman diantara mereka,apalagi dengan sahabatnya yaitu David.


" Cil ini taruh dimana ?" Tanya Rehan membawa gantungan baju2 Vero.


" Udah kering belum ?" Tanya Cila dari arah dapur.


" Ngak tau sih belum aku periksa hehe " Kata Rehan cengengesan menggaruk kepalanya.


" Periksa dulu Bang,yang basah jangan di campurin sama yang kering nanti baunya apek " Kata Cila seraya memotong cumi menjadi kecil2.


Perempuan itu sedang sibuk mengolah bahan menjadi nasi goreng,karna David malam tadi request ingin makan makanan itu saat pagi.


Rehan sibuk memindahkan baju2 Vero kedalam bak yang sudah disiapkan,sedangkan David sibuk memandikan Vero di kamar mandi.


Terdengar suara tawa bocah kecil itu bersama Papanya.


" Jangan main sabun Mas " Peringat Cila.


" Iya,cuma dikit kok " Sahut David.


" Awas ya kalo ntar aku nyuci sabun habis lagi " Ancam Cila membuka pintu kamar mandi dengan spatula ditangannya.

__ADS_1


Glekkk....


David menelan ludah begitu pun Vero yang kaget melihat Mama nya berkacak pinggang dengan wajah sangar.


" Iya sayang ngak main sabun lagi " Kata David menjauhkan sabun cuci baju dari samping mereka.


Bukan kenapa Cila seperti itu,jika David yang memandikan putranya bisa dipastikan semua alat didalam kamar mandi habis,karna Bapak dan anak itu bermain2 dengan apapun yang ada disana,ntah mereka mencuci,bermain busa bahkan main perasutan dilantai dikarenakan lantai licin oleh buih sabun.


Tak jarang juga Cila melihat rambut putranya berdiri layaknya anak punk jalanan.


Dan yang akan menjadi korban untuk membersihkan kekacauan adalah Cila seorang.


" Bagus,udahan gih kasihan Vero kedinginan " Kata Cila tersenyum.


Vero menggeleng cepat seolah tak ingin bangkit dari bak mandinya.


" Tapi dia masih mau main Yank " Kata David kasihan melihat wajah putranya.


" Liat tuh matanya udah merah Mas,ntar masuk angin "


David menghela nafas dan melihat kearah sang putra.


Terlihat Vero berpegangan erat di bak mandinya seolah menolak untuk bangkit dari sana.


" Ayo Nak,nanti kamu masuk angin " Ajak David pelan.


Bocah itu melotot tak mau.


" Hadeehh nanti Papa yang dimarihin,kamu mah enak tinggal nangis udah dibujuk dapat susu langsung dari pabrik lagi,lah Papa bisa tidur diluar kalo ngak nurut " Kata David memelas.


Bocah itu tetap tak mau peduli dengan penderitaan Papa nya dan David melihat tanda2 akan ada nya teriakan sebentar lagi.


Cila langsung kabur dari sana saat melihat wajah putranya kian merengut.


" Cilaaaa jangan kabur kamuuuuu " Pekik David kesal.


" Hiks hiks..."


" Huaaaaa huaaaaaaaaa " Tangisan pun terdengar nyaring diruang kecil itu.


David menutup telinganya tak tahan,suara Vero benar2 meresahkan jika sudah berteriak.


Cila tertawa geli mendengar David membujuk anaknya supaya diam,perempuan itu dengan santai mengambil earphone dan memasangkan ditelinga dengan mendengarkan lagu dangdut.


" Seperti mati lampu ya sayang,seperti mati lampuuuuuuu uuu,cinta ku pada mu ya sayang bagai malam tanpa berlampuuuuu " Nyanyian Cila terdengar syahdu.


Perempuan itu bernyanyi sambil mengicau2kan nasi gorengnya diatas wajan.


David melewati perempuan itu dengan wajah kesal,Cila seolah tak mempunyai dosa setelah membuat Vero menangis.


" Huh anak teriak2,emaknya malah santai dengerin dangdut " Gerutu David sambil menggendong Vero dengan handuk sedada.


" Luasnya laut tak seluas cinta yang ku punya,tak sedalam cinta yang ku rasa,cinta ku satu untukmu,seperti mati lampuuuuuu...." Nyanyian Cila semakin menghayati perempuan itu hingga tak mendengar rintihan luka suaminya mengurus sang anak.


Rehan yang melihat drama keluarga itu pun tertawa terbahak bahak,sambil tangannya aktif melipat baju Vero asal2an.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment yaa


__ADS_2