
Keluarga David langsung bergegas menuju rumah sakit,Justin terlihat tenang berkendara karna tak ingin mertuanya semakin panik.
" kita mau kemana Pa ?" tanya Boy yg keheranan.
" Kamu pake sabuk pengaman ya " Jawab Justin melihat Boy dispion.
Boy mengangguk paham dan memakai sabuk pengaman.
Justin melirik David,wajah lelaki tua itu terlihat pucat.
Baru kali ini Justin melihat pemimpin perusahaan itu terlihat takut.
" Gak papa Pa " ucap Justin menenangkan.
" Bagaimana kalau itu memang Mama kamu " Kata David gemetar.
" Mama orang yg kuat gak mungkin selemah itu " Ucap Justin tenang.
David diam,istrinya memang kuat dan tahan banting tapi perasaannya tak bisa berpikir positif saat ini.
" Kita mau ketemu Nenek ya Kek ?" tanya Boy polos.
David berbalik badan dan tersenyum kecil.
" Kamu mau ketemu Nenek ?" tanya David lembut.
" Iya Kek,Boy kangen sama Nenek,kangen sama ocehan Nenek " Jawab Boy lesu.
David kembali tersenyum,Justin melihat putranya dari kaca spion.
Cila memang begitu dekat dengan para cucunya jadi tak heran jika Cila hilang seperti ini para Cucu tersebut begitu rindu.
" Ayo Tin cepetan " tegur David kepada Justin.
" iya Pa " jawab Justin dan menambah laju kendaraan.
Setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai dirumah sakit.
Justin sedikit terkejut dengan denah yg diberikan oleh anak buah David tadi.
" ini puskesmas Pa " kata Justin melihat sekeliling.
" iya dan ini jauh dari rumah " Balas David ikut melihat.
" Mana Nenek Pa ?" tanya Boy menggenggam tangan Justin.
" Ayo masuk dulu " Ucap David tak sabaran.
Lelaki tua itu pun masuk duluan disusul Boy,sedangkan Justin masih berdiam ditempat.
" Kenapa Mama bisa berada disini ?" Gumam Justin heran.
Lelaki itu mengambil hapenya dan menelfon anak buah David yg memberi info tadi.
Didalam,David mulai celingukan mencari cari sosok sang istri.
" Mba dimana pasien kecelakaannya ?" tanya David kepada salah satu pengurus.
" Kecelakaan apa Pak ?" tanya petugas tersebut mengernyit.
" Saya dengar ada ibu2 korban kecelakaan " Jawab David.
" Oh pasien pagi tadi " kata wanita itu mengingat.
" Dimana dia ?" tanya David cepat.
" Dia bukan korban kecelakaan Pak,hanya saja...
" cepat tunjukkan " Potong David.
Wanita itu terdiam,Lelaki didepannya saat ini terlihat sangat tak sabaran.
__ADS_1
Wanita itu melangkah masuk lebih dalam,Boy menggenggam tangan David mengikuti langkah sang Kakek.
Mereka tiba disalah satu pintu,jantung David berdegub sangat kencang.
" Kek " Panggil Boy merasa tangannya diremas begitu kuat.
" Aku harus kuat,aku harus terima apapun yg terjadi " Ucap David memejamkan matanya.
" Silahkan masuk Pak " ucap wanita tadi membuka pelan pintu.
David mengangguk dengan seribu ketakutan diwajahnya.
Kaki tua itu pun mulai memasuki ruangan,dari depan saja terlihat sangat senyap dan sunyi.
" Dia disana " Ucap wanita yg diduga perawat tersebut.
David melihat kedepan dan mendapati seorang wanita tidak terlalu berisi dan tidak juga gemuk terbaring di ranjang membelakangi dirinya.
" Cila " ucap David lirih.
" Apa dia istri bapak ?" tanya Perawat itu kepo.
" iya dia istri saya " Jawab David mengangguk.
" Kek,apa itu Nenek ?" tanya Boy menunjuk wanita tersebut.
David mengangguk pelan,ia yakin itu Cila karna dari bajunya saja David kenal karna ia yg membelinya untuk sang istri waktu mereka pergi pasar malam..
" Neneeekkkk " Pekik Boy berlari mendekati wanita parubaya tersebut.
Terlihat Boy sangat merindukan Cila membuat David haru.
" Baiklah kalau begitu saya tinggal dulu " Kata perawat undur diri.
David mengangguk pelan.
" Nenekkkk,Nenek kemana ajaa Boy kangen Nek " Ucap Boy memeluk Cila dari belakang.
" Kenapa Nenek pergi gitu aja ? Nenek gak sayang lagi ya sama aku,sama Sofia sama Adek huhu " kata Boy sambil menangis.
Tak ada jawaban,Boy terus memeluk tubuh wanita itu dengan erat sambil mencurahkan isi hatinya.
" Cila " panggil David pelan.
Heningg...
Tak ada jawaban.
" Cila,kenapa kamu ninggalin aku gini,kamu gak sayang lagi sama aku ?" tanya David sedih.
Wanita itu terus diam tak mengubris sama sekali.
Ceklek....
Pintu ruangan tiba2 terbuka,masuklah seorang bocah seumuran Boy melangkah dengan wajah terkejutnya.
" Kalian siapa ?" tanya Bocah itu syok bukan main.
Setelah bocah lelaki kini masuklah bocah perempuan dibawah umur Sofia.
" Kamu siapa ?" tanya Boy kaget dengan cepat berbalik badan.
" kalian yg siapa ? Kenapa ada disini ?" tanya bocah asing itu heran.
" Itu Emak aku " ucap bocah perempuan menunjuk wanita yg berbaring dibrangkar.
" Enak aja,ini nenek aku ! " kata Boy tak terima.
" itu Emak aku " ucap gadis didepannya sengit.
David mengernyit bingung,lelaki itu bingung dengan keadaan saat ini dimana adà 2 anak kecil mengaku istrinya sebagai ibu mereka.
__ADS_1
" Apa Cila nikah lagi ?" gumam David terlintas.
" gak gak mungkin,masa hilang 2 hari udah nikah sama orang lain dan punya anak segede ini ?" Lanjut David lagi.
" Atau ini anak tirinya,astaga gak2 Cila gak mungkin khianatin aku " kata David menggeleng cepat.
Tak lama pintu ruangan kembali terbuka,masuklah seorang wanita dengan pakaian lesuh dan kotor melangkah masuk.
" Nenekkkkk !!! " Pekik Boy terbelalak.
Wanita itu mendongak dan deg.....
Seketika maniknya melotot melihat siapa yg ada didepannya saat ini.
" Boy,Mas David " ucap wanita itu kenal.
" Cila " Ucap David ikut kaget.
" Neneeeekkkkkkk " Teriak Boy heboh berlari dan langsung memeluk Cila.
Cila yg tak siap pun hampir terhuyung mendapat serangan bocah tersebut.
" Nenek aku kangennnn " Rengek Boy manja.
" Kenapa kalian ada disini ?" Tanya Cila bingung.
Yap wanita itu adalah Cila,ia terpaksa turun kejalan untuk membantu kedua bocah yg sudah menyelamatkan dirinya tersebut.
Cila tak tega jika harus membiarkan kedua bersaudara itu berkeliaran dijalan apalagi yg cewek masih begitu polos dan tak tau bahayanya hidup dijalanan.
" Rizky " Panggil seseorang dengan suara serak.
" Makkk " Kata Rizky mendekati wanita dibrangkar.
Wanita itu perlahan berbalik badan dan membuat David terkejut.
" Dia bukan Cila " Batin David syok.
Wanita bernama Inah tersebut melihat David dengan wajah aneh.
" kamu siapa ?" tanya Inah berusaha bangun.
David diam memperhatikan wanita tersebut.
" Ayo bicara diluar " Kata David menarik tangan Cila.
" Lepas !"Balas Cila mengibas tangannya.
David tersentak dengan penolak wanita tersebut.
" Aku gak mau pulang lagi !" kata Cila tegas.
" jangan kekanakkan " Kata David tenang.
" Kalian yg kekanakkan! Menyembunyikan semua kebenaran dari aku !" kata Cila tajam.
" aku bisa jelasin " balas David membujuk.
" Apa yg mau dijelasin hah ! semuanya sudah jelas !" kata Cila emosi.
David terdiam,rasa kesal istrinya masih merajalela membuat David tak mau terburu2.
" Apa dia suami mu ?" tanya Inah kepada Cila.
Cila melihat teman barunya tersebut dan diam.
" Kenapa diam ?" tanya David melihat Cila.
" Dia tanya apa aku suami mu ?" Ulang David menatap manik Cila.
Cila terus diam tanpa menjawab.
__ADS_1
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like Coment ya