Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Mertua Vs Menantu


__ADS_3

Seorang pria bekerja dengan giat,keringat bercucuran di dahinya tapi tak menyurutkan semangat pria itu untuk mencari pundi2 rupiah.


" Vid nanti kamu sapu lagi ya ruangan sebelah,masih kotor tadi " Kata senior David.


" Iya Bang " Kata David mengangguk lemah.


Senior David berjalan menjauh dari sana,pagi ini memang banyak pekerjaan karena ada meeting semua staff disana.


Saat David sedang melanjutkan acara menyapunya,seorang wanita berpakaian sexy dengan belahan dada terlihat menghampiri pria itu.


" Kamu David ya ?" Tanya perempuan itu melihat David.


" Iya Bu,ada yang bisa saya bantu ?" Tanya David sopan.


David sedikit terkejut tak sengaja melihat belahan perempuan itu.


" Em ngak kok,aku cuma mau nyamperin kamu aja " Kata perempuan itu tersenyum malu.


" Hah " Kata David bingung.


" Kamu ganteng,banyak karyawan lain yang ngomongin kamu "


" Masag sih Bu ?" Tanya David malu.


" Iya,jangan panggil ibu lah saya belum menikah " Kata perempuan itu tersenyum.


" Oh iya em Mba " kata David tak enak.


Saat mereka sedang mengobrol tiba2 Reno lewat bersama Romi.


Reno berhenti sejenak melihat David yang asik ngobrol dengan karyawannya.


David menoleh dan kaget bukan main melihat Reno menatap mereka tajam.


" Eh Pak Reno " Kata perempuan itu menunduk hormat.


" Kerja yang bener Vid,ingat istri !" Tegur Reno.


Setelah mengatakan itu Reno berlalu bersama Romi yang mengikuti dari belakang.


Romi terkekeh pelan melihat wajah melongo David.


" Oh kamu udah punya istri ya ?" Tanya perempuan itu kaget.


" Hehe iya Mba " Kata David menggaruk kepalanya malu.


" Yah,padahal baru aja mau aku deketin " Kata perempuan itu jujur.


" Maaf ya Mba,istri saya galak " Kata David tersenyum malu.


" Ih ngeri ngak mau lah " Kata perempuan itu takut dan berlalu dari sana.


" Emang ya Kakak beradik sama2 edan,kalo kayak gini aku ngak bisa tebar pesona nih " Gumam David kesal.


" Huh kok aku merinding ya inget2 Cila,bisa mati aku kalo mesin dia mogok " Kata David takut.


" Ingat Vid,bini lo titisan singa betina jangan sampe dia ngamuk " Kata David untuk dirinya.


Dengan bulu kuduk merinding David kembali bekerja.


Karna sidang sudah mulai berjalan dan dihandle langsung oleh Reno,jadi David tak perlu khawatir karna dirinya yakin Reno pasti memberikan yang terbaik.


Ditempat lain,Cila sedang sibuk2 nya memilah barang yang baru sampai.


" Wah Ante ada lagi " Pekik Laura girang melihat mobil pick up masuk.

__ADS_1


" Ayo Om tulunin " Pekik Laura semangat.


Bapak2 itu tertawa melihat semangat Laura yang membara.


" Jangan deket2 nanti ketiban kamu " Tegur Siti.


" Iya Bu,ini aku udah jauh " kata Laura tersenyum.


2 orang pria pun mulai menurunkan barang yang diangkut dari ruko lama.


" Laura tolong Tante dong " Panggil Cila.


" Siap Ante " Kata Laura semangat.


Gadis itu berlari kearah Cila.


" Nih,kamu tempelin satu2 ya " Kata Cila memberi stempel harga.


" Taluh dimana Ante ?" tanya Laura polos.


" Dibaju yang dipegang ibu kamu " Kata Cila tersenyum.


" Siap Ante laksanakan " Kata Laura mengangguk hormat dan berlari kearah ibunya.


Cila tersenyum hangat kedatangan Laura benar2 memberi energi positif.


" Aku harap kamu tumbuh jadi gadis yang cerdas dan baik hati Laura " Gumam Cila kecil.


Meski Cila tau Laura sering nangis diam2 jika sudah bersama suaminya karna rindu sang Ayah,tapi Laura tetap lah gadis ceria,dia menebar segala pesonanya kepada orang2 terdekat.


Cila dan tim nya pun mulai bergerak aktif memasarkan produk2nya.


Kali ini Cila berani mengambil partai banyak karna mereka sudah tetap tinggal disana nanti.


Pulang bekerja Cila dikejutkan dengan kehadiran Bundanya dirumah Nisa.


Sintia terlihat cuek saja masih merajuk dengan putrinya itu.


" Maafin Cila ya Bunda,Cila lupa suer " Kata Cila memelas.


" Uh males Bunda sama kamu " Kata Sintia kesal.


Aktam dan Andrew mengulum senyum sedangkan Beni hanya melihat saja drama anak dan ibu itu.


" David mana ?" Tanya Sintai ketus.


" Mas David kerja Bunda " Kata Cila manja.


" Bun " Panggil Cila pelan.


" Kenapa ?" Tanya Sintia masih dengan wajah sangarnya.


" Bunda beliin kolor Mas David dimana ?" Tanya Cila pelan.


" Kenapa tanya gitu ?" Tanya Sintia heran.


" Soalnya Mas David cinta banget sama kolor yang Bunda kasih,bahkan lebih sayang itu daripada aku " Kata Cila kesal.


Sintia langsung tertawa terbahak..


" Beneran ?" Tanya Sintia tak percaya.


" Iya Bun,bahkan nih ya baru aja kering aku cuci eh malah langsung dipake sama dia ngak mau pake yang lain " Lapor Cila polos.


" Wah bearti keramat tuh kolor " Kata Sintia takjub.

__ADS_1


" Iya Bun,makanya kemarin aku di omelin sama dia karna ngak ngasih tau Bunda kita pindah sini,dia takut Bunda ngak mau lagi beliin kolor buat Mas David " Kata Cila sedih.


Sintia semakin keras tertawa mendengar cerita anaknya.


" Em ngomong2 gimana udah ada belum tanda Bunda sama Ayah bakal oma opa ?" Tanya Sintia memainkan mata.


" Mau nya gitu Bun,tapi ya kayak nya belum deh " Kata Cila lesu.


" Hm ngak papa,mungkin belum beruntung "Kata Sintia iba.


Cila mengangguk lemah dan melihat kearah sang Ayah yang sedang menemani Aktam dan Andrew bermain layangan.


Tak lama datang David sedikit berlari kearah mereka.


" Tuh laki mu sambut gih " Tegur Sintia.


Baru saja Cila ingin merentangkan tangannya,David sudah berteriak girang melihat Sintia.


" Bundaaaaaa " Pekik David berlari semakin kencang kearah Sintia.


Beni dan triplet menoleh kearah David yang terlihat seperti anak kecil.


" Eh mantu Bunda udah pulang " Kata Sintia menyambut menantunya.


" Iya Bunda aku baru pulang kerja " Kata David tersenyum.


" Uluh2 kasihannya anak Bunda,pasti capek ya duduk sini yuk Bunda pijitin " Kata Sintia lebay.


Cila menganga lebar melihat Sintia dan David seperti ibu dan anak,sama halnya dengan Beni dan triplet yang tak kalah terkejut.


" Bun,ada oleh2 ngak buat aku ?" Tanya David tersenyum malu.


" Yah,Bunda lupa beliin nanti kita sama2 beliin ya ada dipasar,tenang aja " Kata Sintia paham.


" Beneran Bun,yang ada gambar mickey mouse ya " Request David.


" Kamu suka mikey juga ?" Tanya Sintia kaget.


" Iya Bun,kalo minta Cila yang beliin dia mau pake foto dia,aku ngeri Bun " Lapor David polos.


Sintia melotot kaget dan melihat kearah Cila..


Terlihat Cila masih dengan wajah shock nya.


" Ayah biasa pake yang gambar apa Bun ? " Tanya David penasaran.


" Hm kalo Ayah sering nyolong punya Denis,biar banyak gantinya " Bisik Sintia.


David langsung tertawa geli dan melihat kearah Beni.


" Ngomongin apa sih,kok mencurigakan gitu ?" Tanya Beni heran.


" Hehe rahasia " Kata Sintia terkekeh pelan..


Beni menggeleng pelan dan kembali fokus ke layangan yang sudah dibawa kabur Aktam dan Andrew.


" Astaga anak itu tinggal sebentar langsung ngilang " Gumam Beni terkejut.


" Pamaaaan layangan nya putuuuuussss" Teriak Aktam heboh.


" Waduh " Pekik Beni kaget.


Pria itu langsung berlari kearah 2 anak kembar yang sudah pasrah layangan mereka melambaikan tangan ke langit.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa terus dukung author dengan Vote,Like,Coment ya


__ADS_2