
Dirumah seorang pria mendapat kabar dari anak buahnya bahwa sang anak melakukan tindak kriminal.
David memejamkan mata sejenak mencoba tenang meski jantungnya saat ini berdegub sangat kencang.
" Aduhhh " Ringis pria itu memegang dadanya yg tiba2 sakit.
" Assalamualaikum " Sapa seseorang dari luar dengan wajah ceria.
David menoleh dan mendapati istrinya baru pulang dari pasar.
" Halo Kakek " Sapa gadis kecil dibelakang Cila.
David diam dengan senyum kecil.
" kamu kenapa Mas ?" tanya Cila masuk kedalam seraya menenten banyak sayur dan diikuti Sofia juga menenteng plastik buah jeruk.
" Gak papa " Jawab David melepas dadanya.
" Oh iya Mas,hari ini kita makan ikan kecil ya soalnya dipasar ikan besar pada mahal " Kata Cila tersenyum malu.
" Iya Kek,mahal banget masa iya ikan segini harganya 60 ribu,Nenek minta turun 5 ribu,orang jualnya gak mau " Kata Sofia memperaktekkan ikan tersebut.
David menatap Cila dengan nanar,sungguh istrinya begitu berhemat dalam hidup padahal mereka bisa saja membeli kapal dengan gaji David sebulan.
" Emang kamu gak ada duit lagi ?" tanya David gemas.
" Ada sih Mas,cuma ya aku pikir itu terlalu mahal dengan ekonomi saat ini,bahan2 pada naik loh " jawab Cila mengkrucut.
" Ya udah terserah kamu aja " kata David mengerti.
Cila kembali tersenyum,wanita itu pun masuk kedapur dan meletakkan semua belanjaannya di wastafel.
" Sofia " Panggil David kepada cucunya.
" Iya Kek " Jawab Sofia tak jadi mengejar Cila.
" Sini sayang " Kata David melambaikan tangan.
Gadis kecil itu mendekati David dan duduk bersama.
" Kenapa Via beli jeruk ?" tanya David mengusap kepala gadis tersebut.
" Mau bikin es jeruk Kek " Jawab Sofia polos.
" Kenapa mau bikin,kan bisa beli " Kata David lagi.
" Kata Nenek kalo kita beli bahannya dan bikin sendiri,dapatnya lebih banyak " Kata Sofia tersenyum.
" Nenek bilang gitu ?" Tanya David kaget.
" Iya Kek,Nenek bilang juga kalo hasil bikinan sendiri itu punya kepuasan tersendiri " Jawab Sofia terkekeh.
" Puasnya gimana ?" Tanya David.
" Hm gak tau Kek,kan belum dicoba " jawab Sofia mengulum senyum.
David diam sejenak dan tertawa geli.
" Iya juga ya " Kata David setuju.
" Kakek mau Via bikinin ?" Tanya Sofia memainkan alisnya.
" Boleh " Jawab David.
__ADS_1
" Oke,nanti Via bikinin habis ini ya " Kata Sofia semangat.
David mengangguk,gadis itu pun turun tapi tangannya ditahan oleh David lagi.
" Kenapa Kek ?" tanya Sofia mengernyit.
" Kamu gak kangen sama Mama ?" tanya David hati2.
" Mama ?" Ulang Sofia.
" Iya Mama kamu " Jawab David.
" Mama sibuk terus Kek,Mama gak pernah lagi jenguk Via,kadang Via lupa kadang inget " Kata Sofia dengan seribu kepolosannya.
" Gak mau ketemu Mama ?" Tanya David hati2.
Sofia menggeleng pelan.
" Kata Papa nanti kalo Via udah gede,Via bakal tau alasan Mama pergi " Kata Sofia sedih.
David menghela nafas mengusap pelan lengan gadis kecil itu.
Ia merasa begitu kasihan,David tau mungkin Sofia begitu merindukan Yuna saat dikeheningan tapi bocah itu sangat pintar menutupinya dengan keçeriaan.
" Gimana nasib anak ini kalo Vero juga masuk Bui,siapa yg akan menjaganya dan siapa lagi yg harus ia percaya " Batin David takut.
Sungguh perasaan lelaki tua itu terombang ambing saat ini,Cila maupun Sofia tidak tau apa yg terjadi kepada Vero dan David pun merasa belum siap memberitahu istrinya apalagi Cila sedang bahagia.
David tak mau membuat wanita yg paling ia cintai tersebut bersedih,mengingat bagaimana setresnya Cila saat Vero masuk penjara pertama kali.
" Sofiaaaaaa " pekik Cila dari dapur.
" Duh Kek aku harus pergi " Kata Sofia kaget.
" Ya sana " kata David melepaskan gadis kecil itu.
David menatap lagi dan menghela nafas panjang.
Ia tak tau harus berbuat apa saat ini,Cila dan Sofia mungkin belum siap menerima kabar buruk darinya.
" Mending aku pergi aja dulu " Gumam David memutuskan.
Tanpa berpamitan,lelaki itu langsung keluar dari rumah dan berkendara dengan mobil mewahnya.
Ditempat lain,seorang gadis menghela nafas panjang melihat gadis yg lebih besar terbaring dibrangkar.
" Kakak gak cape ya rebahan terus ?" Tanya Suci menatap Angel.
" Emang kamu berharapnya Kakak harus ngapain ?" Tanya Angel menoleh.
" Ya jalan,atau melakukan hal yg positif gitu Kak " Jawab Suci berpangku dagu.
" Ck,gak bisa Dokter bilang aku harus rebahan terus " Jawab Angel ketus.
" Aku cape loh Kak,kenapa Kakek aku lama banget ya,tadi bilangnya sebentar " Kata Suci mulai menggerutu.
" Kamu kan cuma duduk doang gak melakukan apa2 " Kata Angel heran.
" Tetap aja cape Kak " Jawab Suci mengkrucut.
Angel memutar mata malas,sejak ia sadar Suci sudah ada diruangannya bahkan gadis itu sempat membuat Angel hampir terjengkang saking kagetnya karna gadis itu baru bangun tidur dengan rambut acak2an.
Operasi berhasil dengan sempurna,peluru pun dapat diambil tanpa meninggalkan bekas yg bearti meski lengan Angel harus dijahit.
__ADS_1
Hening....
Keduanya sama diam,Angel tak diizinkan bermain ponsel oleh Dokter dan Romi,tapi gadis itu difasilitasi tv yg cukup besar untuk menonton kartun.
" Hoaaammmm " Suci kembali mengantuk.
Angel menoleh dan menggeleng pelan.
" Jangan bilang kamu mau tidur lagi " Tebak Angel.
" Gak,aku cuma nguap doang gak tidur " Jawab Suci santai.
" Haistt itu tandanya kamu mau tidur " Kata Angel gemas.
" Kita ngapain ya Kak,tenguk banget loh aku " kata Suci kebingungan.
" Kenapa kamu gak pulang aja,atau sekolah gitu biar ada gunanya " Balas Angel.
" Aku lagi males pulang,kalo masuk sekolah yg ada aku diusir karna datang terlambat " Kata Suci mengangkat bahu.
" Makanya gak usah ikut2an " Cibir Angel.
" Kalo aku gak ikut nanti Kakak gak ditemukan gimana ? mau nginep diatas pohon terus ?" tanya Suci terkekeh.
Deg ...
Angel terbelalak,teringat akan kekocakannya menaiki batang tanpa mau turun kemarin.
" Kamu ngolokin aku ya !" Tuduh Angel kesal.
" Gak,aku cuma ngomong " Jawab Suci.
" Itu sama aja,kamu ngolokin aku akhhh !" Kata Angel geram.
" Hahahahahah " Suci tertawa ngakak.
Gadis kecil itu terlihat begitu puas menjahili Angel sampai gadis itu meringis kesakitan memegang lukanya yg belum kering.
" Gak usah garang2 deh,ntar nangessssss " Olok Suci kembali tertawa.
" Sialan nih bocah !" Umpat Angel menggigit bibir kesal.
Tawa Suci terus menggelegar membuat Angel panas bukan main.
Ia ingin sekali mengusir gadis nakal itu keluar tapi jika diusir Angel pasti akan dimarahi Romi habis2an apalagi mulut Suci begitu ember menambah bumbu kerusuhan.
" Tenang Jel,anggap aja nih bocah kecebong got " Gumam Angel menenangkan dirinya.
" Ahh aku laper Kak,jajan yuk " Kata Suci meraba perutnya.
" Gak tau kantin nya dimana " Balas Angel.
" Kita cari aja,pasti gak jauh kok " kata Suci turun dari sofa tempat ia duduk.
Angel diam sejenak,dirinya memang begitu tenguk diruangan tersebut apalagi tak bisa melakukan banyak hal.
" Lama deh,aku tinggal nih " Kata Suci jengah.
" Ck iya ya sabar,ada duitnya gak ?" tanya Angel ketus seraya turun dari brangkar.
" Ngutang dulu,nanti Kakek yg bayar " Jawab Suci santai.
" Apa !" pekik Angel terbelalak.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.