
Disebuah rumah seorang wanita terlihat kesal dan emosi melihat anak angkatnya pulang sekolah dengan wajah sembab.
Hari ini Hani tak bisa menjemput Sofia pulang sekolah seperti biasanya dikarenakan Vero melakukan sidang banding yg bisa membantu lelaki itu bebas.
Tapi bukannya senang,Hani malah disambut Rai tak bersahabat anak lelaki tersebut.
Hani sampai menelfon supir taxi yg menjemput anaknya itu.
Dan info dari supir Taxi,Sofia berlari masuk tanpa bicara sepatah kata pun selama diperjalanan.
Gadis itu sangat pendiam dan hanya menangis.
" Ayo cerita sama Tante siapa yg nakalin kamu ?" Tanya Hani tegas.
Sofia diam tak menjawab.
" Ayo Sofia,kamu harus jawab " Paksa Hani.
" Untuk apa ?" tanya Sofia kesal.
Hani tersentak mendengar suara keras wanita itu.
" Yg dibilang teman aku itu bener,aku anak penjahat !" kata Sofia emosi.
" Itu gak bener Sofia " Kata Hani mencoba sabar.
" Gak bener apanya ? Mama gak pernah Pulang,begitupun Papa,semua orang mengejek Sofia anak pembunuh dan Penipu ! Sofia gak suka !" Teriak Gadis polos itu geram.
Tangis kembali terdengar nyaring,bukan hanya sekali Sofia seperti ini dan yg menjadi tempat pelampiasannya hanya Hani seorang.
" Besok Tante datang ke sekolah kamu " kata Hani tenang.
" Aku gak mau sekolah lagi,aku benci mereka !" Kata Sofia tajam.
Deg....
Hani tersentak mendengar ucapan gadis tersebut.
" Jangan ngomong gitu,kamu harus sekolah sampe selesai !" Ucap Hani tegas.
" Gak aku gak mau,percuma aku sekolah gak ada gunanya !" kata Sofia garang.
" Sofia !" Tegur Hani mengeraskan suara.
Sofia seketika berhenti dengan wajah terkejutnya.
Tak lama kemudian,gadis kecil itu berlari masuk kekamarnya dan mengunci pintu.
" Ya Tuhan " Gumam Hani pasrah.
Hani menyugar rambut kasar,ia tak tau lagi harus bagaimana menghadapi Sofia yg meledak2.
Sesabar2 nya Hani,ia pasti punya titik jenuh jika anak asuhnya tak bisa diatur dengan baik.
Hani sudah berusaha sekuat tenaga tapi Sofia gadis yg cukup keras kepala.
Tanpa bicara Hani berlalu masuk kekamar dengan bantingan pintu yg sedikit keras..
Sofia diam dengan manik tajam dan rasa terkejut.
Kedua wanita itu terlihat sama2 keras dan egois.
Hani sudah berusaha memahami tapi Sofia seperti tidak mengerti perjuangannya.
Dikamar,wanita itu mencoba tenang meski jantungnya berdebar sangat kencang.
Hani ingin marah dan mengamuk tapi ia tak bisa melakukan itu semua saat ini,Hani hanya bisa menahannya sendiri.
" Aku juga lelah Sofia,kau anggap aku ini ?" Gumam Hani kesal.
Air mata tak bisa terelakkan,ia tak tau lagi harus bagaimana bisa menjelaskan kepada gadis kecil itu bahwa ia tidak sendirian.
Waktu terus berlalu hingga tak terasa hari sudah malam.
Hani yg kesal tak sengaja tertidur,saat ia bangun matahari sudah terbenam.
__ADS_1
Hani melihat kiri kanan,tak ada siapapun.
Gadis itu menghela nafas panjang dan bangkit dari tidurannya.
Hani berjalan keluar dan mengintai sekitar.
Suasana sepi senyap,Hani terus berjalan membuka pintu kamar Sofia.
Dan alangkah terkejutnya wanita itu melihat tak ada tanda2 anak tirinya.
" Kemana Sofia ?" gumam Hani panik seketika.
Hani berlari kekamar mandi dan naas tak ada orang.
Hani berlari lagi keluar kearah dapur dan taraa tak ada siapa2.
" Kemana anak itu ?" Gumam Hani makin panik.
Ia pikir Sofia akan tidur sama sepertinya mengingat gadis kecil itu lelah sekolah,tapi yg ada malah Sofia hilang.
" Gimana ini ?" Gumam Hani bingung.
Wanita itu mengambil hapenya dan mencari nama seseorang.
" Duh aku harus telfon siapa ? Masa telfon Kak Laura ? Nanti apa kta dia ?" Gumam Hani ragu.
" Tapi kalo gak hubungi dia aku harus hubungi siapa ? Mama ? Ah gak mungkin,bisa mati aku " Kata Hani tak berani.
Semua pintu dibuka sampai pintu luar dan pekarangan.
Tetapi Sofia tidak berada dimana mana.
Takut terjadi hal lebih buruk,wanita itu memberanikan diri menelfon Laura.
" Tuuuttttt " Panggilan tersambung.
Hani menunggu diangkat dengan wajah khwatirnya.
" Halo " sapa seseorang.
" Halo siapa ?" Tanya seorang lelaki.
" Ini anaknya Kak Laura ya ?" tanya Hani.
" Iya,aku lagi main game " Jawab bocah itu.
" Oh,Mama kamu ada gak sayang ?" tanya Hani.
" Mama lagi diluar " Jawab Boy.
" luar mana ?" tanya Hani cepat.
" Gak tau Tante,Boy sendirian dirumah " Jawab Boy polos.
" Aduhh Kak Laura kemana ?" Gumam Hani bingung.
" Udah dulu ya Te,aku mau lanjut main game " Kata Boy sopan.
" Oh iya sayang,makasih ya " kata Hani mengerti.
" Sama sama " Balas Boy.
Tut.
Panggilan terputus,Hani menghela nafas panjang.
" kemana Kak Laura ? Bearti Sofia gak ada disana ?" Gumam Hani pelan.
" Duhh kamu dimana Sofia ? kenapa pergi gak bilang2 sih ?" Gumam Hani heran.
Belum hilang rasa kesalnya kini gadis itu kembali di uji.
Hani merasa sangat lelah,dirinya ingin semua berjalan lancar tapi anak Vero tersebut selalu membuat ulah dan melampiaskan kekesalannya kepada Hani.
Ditempat lain,seorang lelaki dibuat terkejut dengan berdirinya seorang gadis kecil dipojokan sebuah kantor.
__ADS_1
Ridho yg ingin mengambil payung karna hujan langsung mematung seketika saat mengenali gadis tersebut.
" Sofia " Gumam Ridho pelan.
Gadis kecil itu diam dengan memeluk tubuhnya terkena serpihan air hujan yg cukup deras.
Tanpa bicara,Ridho langsung berlari mendekati gadis yg sedang berlindung tersebut.
" Sofiaa !" Teriak Ridho cukup kencang.
Sofia menoleh dan diam melihat lelaki dewasa tersebut.
" Sofia,kenapa kamu disini ?" Tanya Ridho memegang bahu Sofia.
" Om " ucap Sofia berlinang air mata.
" Kamu kenapa sayang ?" Tanya Ridho nanar.
Greb...
Sofia langsung memeluk lelaki itu membuat Ridho kaget.
" huhuhu " Sofia menangis sedih.
Ridho mengendong gadis itu dan mendekapnya dengan erat.
Terasa tubuh Sofia dingin,Ridho bisa menebak bahwa gadis itu sudah lama berada diluar.
" Ayo masuk " Ajak Ridho.
Sofia tak menjawab,gadis kecil itu terus memeluk Ayahnya dengan begitu erat.
Beberapa teman sesama fotografer dan tukang edit mengernyit melihat Ridho yg tiba2 pulang bawa anak,padahal tadi lelaki itu izin untuk beli rokok.
" Loh Do,anak siapa ini ?" Tanya teman Ridho aneh.
Ridho diam tak menjawab hingga ia mendudukkan Sofia dibangkunya.
" Kamu ganti baju dulu ya " kata Ridho lembut.
" Aku gak bawa baju " Jawab Sofia terisak.
" Kenapa kamu bisa ada disini ? Siapa yg bawa kamu kesini ?" Tanya Ridho.
" Aku sendirian,aku mau ketemu Om " Jawab Sofia.
" Ketemu Aku ?" Tanya Ridho terbelalak.
" Iya,aku kabur dari rumah " jawab Sofia polos.
" Apa !" pekik Ridho terbelalak.
Sofia menunduk melihat wajah terkejut Ridho.
" Eh Do,ini anak siapa lo bawa ? Nanti dicariin emaknya " kata Teman Ridho bernama Panji.
Ridho masih diam dengan wajah terkejut.
" Kenapa kamu lari dari rumah ?" tanya Ridho pelan.
Sofia menunduk dalam.
" Tante marah sama aku Om " kata Sofia sedih.
" Tante siapa ?" tanya Ridho tak paham.
" Tante Hani " Jawab Sofia polos.
Deg...
Manik Ridho kembali membulat.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1