
Magrib hampir menjelang,rumah yg tadinya kosong melompong kini sudah ditata rapi dengan berbagai dekor yg begitu cantik dan mewah.
Seorang gadis termenung menatap dirinya didepan kaca,terlihat begitu kucel dan berantakan.
" Apa ini sungguhan ? Oh ya Tuhan mengapa jadi begini ?" Gumam Hani bingung.
Gadis itu tak bisa kabur,Hani dijaga ketat oleh beberapa pria badan besar disekitaran rumah itu bahkan ada juga yg berjaga didalam.
" Aku harus bagaimana ? Reka udah tau belum ya ?" Gumam Hani pelan.
Rasa khwatirnya kembali menghampiri tak kala pikirannya mengarah ke Reka yg juga hidup sebatang kara.
Kuasa Reno benar2 membuatnya terkurung,gadis itu tak bisa melawan perintah pria tua tersebut.
Ceklek...
Pintu kamar tiba2 terbuka,Hani berbalik badan dan mengernyit melihat seorang wanita menatapnya diambang pintu.
" Kamu ya calonnya ?" tanya Wanita itu mendekat.
" Maaf Kakak siapa ?" tanya Hani sopan.
" Aku perias " Jawab wanita tersebut.
Hani diam sejenak dan memperhatikan wanita dengan hijab tersebut.
" Bawa masuk kesini barang2nya " Ucap wanita itu kepada anak buahnya.
Seorang pria masuk kedalam membawa kantong besar yg ntah apa isinya.
Hani bangun dari duduknya dan memperhatikan gerak gerik wanita tersebut.
Kesibukan terjadi,wanita parubaya didepannya terlihat sibuk menata baju yg dikeluarkan dari dalam tas.
" Kamu sudah mandi ?" tegur wanita itu melihat Hani.
" Belum " Jawab Hani polos.
" Kenapa belum ?" Tanya wanita itu kaget.
Hani diam tak menjawab,seorang wanita tiba2 masuk dengan memegang sekotak pizza.
" Makan dulu " Ucap wanita itu nyelonong masuk.
" Kamu dapat dari mana ?" tanya wanita disamping Hani.
" Para anak buah Papa yg beli "
" Papa " Ulang Hani mengernyit.
Kedua wanita parubaya itu menatap gadis tersebut.
" Apa jangan2...." Ucap Hani menutup mulutnya.
" Apa ?" tanya wanita dewasa tersebut mengernyit.
" Apa kalian anaknya Pak Reno ?" tanya Hani memasang wajah serius.
Kedua wanita tersebut mengangguk polos.
" Astagaaa " Ucap Hani langsung mundur.
" Kenapa ?" tanya salah satu wanita mengernyit.
Hani menggeleng pelan.
Yap,kedua wanita dewasa tersebut adalah Lulu dan Ana yg diperintahkan Reno untuk merias calon istri Vero berhubung anak menantunya tersebut seorang yg bisa merias dengan cantik.
__ADS_1
" Kamu udah mandi ?" tanya Ana melihat Hani yg begitu kotor.
" Belum mandi dy Na " jawab Lulu.
Glek....
Hani menelan ludah kasar,wajah Ana terlihat sangar persis seperti Reno jika sedang serius.
" Baguslah,ayo ikut aku " Kata Ana melepas pizzanya dan menarik gadis itu.
" Ki kita mau kemana Kak ?" Tanya Hani panik.
Ana terus menariknya hingga mereka tiba dikamar mandi.
" Mau ngapain ?" tanya Hani takut.
" Bentar " Jawab Ana berlalu keluar.
Wanita itu mendekati tasnya dan mengambil tas kecil.
" Kamu bawa semua ?" tanya Lulu kaget.
" Iya,biar Vero dapat jakpot malam ini " Jawab Ana terkekeh.
" Ih kamu Naaa " Kata Lulu menggeleng pelan.
Ana tertawa,wanita itu kembali berjalan menuju kamar mandi.
Hani diam menatap shower didepan matanya.
" ini kamu pake semua rangkaian ini dalam waktu 15 menit " Ucap Ana memberikan tas berisi berbagai alat kecantikan.
" Untuk apa Kak ?" tanya Hani polos.
" Ya untuk laki kamu nanti,masa iya kamu kasih Vero dalam keadaan bau " Jawab Ana gemas.
" Pokoknya kamu pake semua ya gak boleh ada yg ketinggalan !" kata Ana tajam.
" Aku gak tau Kak,gak pernah pake beginian " Balas Hani.
" Mulai hari ini harus dibiasakan,kamu bakal jadi Nyonya Vero !" Balas Ana tajam.
" Udah cepetan,kita gak punya waktu banyak lagi " Kata Ana keluar.
Hani mengangguk pelan dengan wajah mengkrucut.
Sungguh gadis itu terbengong dengan segala peraturan orang2 berkuasa tersebut.
Yg mencengangkan lagi adalah,Reno menyuruh anaknya sendiri dalam menandani Hani membuat gadis itu tak bisa berkutik.
" Gimana Na ?" tanya Lulu melihat iparnya datang.
" Aman,dia masa sih seorang polisi ? Polos banget " Kata Ana heran.
" Iya aku juga gak nyangka,tapi aku dengar Papa minta dia berhenti ya ?" Tanya Lulu penasaran.
" Gak tau deh,disuruh beginian aja tadi mendadak sama Papa sampe aku ninggalin kerjaan " Jawab Ana.
" Iya sama aku juga,untuk si Adek mau ditinggal sama Kakaknya " Jawab Lulu.
Kedua bersahabat tersebut menggeleng pelan,Reno jarang memberi perintah tapi sekalinya diperintah anggota keluarga harus menurut dan jangan sesskali melawan.
Dikamar mandi,Hani mulai mengeluarkan satu persatu alat2 kecantikan tersebut dan membaca aturan pakai.
" Wangi banget " Gumam Hani mencium bau sabun.
Gadis itu sangat takjub,beginilah kehidupan orang kaya pikir Hani.
__ADS_1
Gadis itu memulai aktifitasnya dengan mencoba menikmati treatment.
Dipenjara,seorang lelaki terlihat melototkan mata setelah mendapat kabar mengejutkan.
" Kalo kamu gak mau kasihan Papa dan anak mu " Ucap Reno kepada Vero.
" Kenapa harus sekarang Paman ? Kan akunya dipenjara ?" tanya Vero bingung.
" Ya gak papa,habis nikah kamu balik lagi kesini " Jawab Reno.
" Yah masa gitu sih,gak ada malam pertamanya dong " kata Vero mengkrucut.
Pletakkkmkj...
Kepala Vero mendapat jitakan tangan Reno yg gemas.
" Masih sempat2 nya kamu mikirin kawin !" Cibir Reno.
" Ya kan itu tujuannya hehe " Balas Vero terkekeh.
Reno mendengus,lelaki itu terpaksa datang sendiri karna takut nanti Vero menolak meski sebelumnya pernah mereka bicarakan.
" Apa Mama sudah tau ?" tanya Vero lagi.
" Sudah " Jawab Reno.
" Bagaimana responnya ?" tanya Vero khawatir.
" Dia hanya diam,mungkin masih membenci Hani karna membuat mu disni " jawab Reno menghela nafas.
" Aku rasa Mama akan lebih membenci Hani jika kami menikah " Kata Vero lesu.
" Nanti Hani dan Sofia akan tinggal dirumah baru itu,rumah lama kamu akan dijual David dalam waktu dekat " Balas Reno.
Vero diam,kini segala urusannya dipegang David dan Reno,Vero tak bisa protes karna semuanya memang pemberian David.
" Apa kamu sudah yakin dengan gadis itu ?" tanya Reno setelah beberapa saat diam.
" Ntah lah paman,aku tidak tau " Jawab Vero.
" Setelah magrib kau akan berganti status " Balas Reno.
" Bagaimana cara aku memberitahu Sofia ?" tanya Vero lagi.
" Dia akan terbiasa,makanya Hani Paman minta berhenti biar dia bisa fokus sama Sofia,kasihan juga gadis kecil itu terluntang lantung " Jawab Reno.
" Apa Paman yakin ini yg terbaik ?" tanya Vero menatap dalam Reno.
" Kadang kita memang harus mengambil resiko besar untuk hasil yg besar juga " Jawab Reno.
" Aku tidak seberani Paman " Kata Vero menggaruk kepala.
" Ya karna kau pecundang " Balas Reno santai.
Vero kaget dan mengkrucut kesal
" Ah sudahlah,kepala paman juga ikut sakit mengurusi masalah mu ini " Kata Reno bangun dari duduknya..
" Apa yg Papa lakukan saat ini paman ?" tanya Vero khawatir.
" Papa mu sedang meyakinkan Cila,kau tau ibumu itu begitu keras kepala " Jawab Reno.
Vero menghela nafas panjang dengan anggukan kecil.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1