
Vero kini sudah tertidur setelah diberikan obat penenang,Cila begitu ketakutan pasalnya ini sudah ketiga kali Vero mengamuk.
" Maaf ya Justin kamu dapat pemandangan kurang enak malam ini " Kata David canggung.
" Ngak papa Om,saya maklumi " Kata Justin sopan.
" Oh iya kalau begitu saya pamit dulu Om " Kata Justin melihat jam melingkar ditangannya.
" Hah iya,Laura masih dikamar Vero " Kata David tak enak.
" Boleh saya liat Om,sekalian pamit sama Laura " Pinta Justin nekad.
" Hm silahkan " Kata David tersenyum.
Justin mengangguk,David pun mengantar Justin menemui putrinya.
" Om tinggal ya,mau lihat kondisi Mama Laura dulu " Kata David sopan.
Justin mengangguk tersenyum.
Setelah David pergi,Justin melangkahkan kakinya kedepan mendekati Laura yang mengusap kening Vero dengan kain basah.
" Dia sakit ?" Tanya Justin bingung.
" Eh Kak Justin " Ujar Laura terkejut.
" Ngak Kak,Vero suka aja keningnya dibasahin gini" Kata Laura tersenyum hangat.
Justin beroh ria dan memegang bahu perempuan itu.
" Kamu yang kuat ya " kata Justin pelan.
Laura menunduk mengangguk lemah.
" Aku tau kamu pasti sedih banget Vero kayak gini,tapi aku yakin dia pasti bakalan sembuh " Kata Justin tersenyum.
" Makasih Kak " Ujar Laura mendongak melihat manik lelaki itu.
Justin memeluk pelan tubuh gadis itu memberi ketenangan.
" Aku pulang dulu ya,kamu istirahat " Kata Justin lembut.
Laura mengangguk lemah..
Pria itu pun pulang dari rumah sederhana itu.
Diperjalanan pulang,Justin mendapat telepon dari teman2nya.
Ini malam minggu otomatis lelaki itu biasa punya jadwal tersendiri.
" Sorry Bro,gue ngak bisa malam ini " Kata Justin fokus menyetir.
" Kenapa,malam ini ada barang baru masuk masih seger walaupun udah bolong " Kata teman Justin diseberang.
" Gue capek,kalian aja yang hajar duluan "
" Yah lo ngak seru amat sih,tadi pulang cepat,sekarang malah nolak "
" Iya gue pengen istirahat malam ini,dah dulu ya "
Tut.
Panggilan dimatikan,Justin melepas earphone yang terpasang ditelinganya dan menghela nafas.
Baru kali ini Justin menolak diajak ke Club,biasanya pria itu yang akan maju kedepan apalagi disuguhi menu favorit,tapi kali ini Justin ingin menenangkan dirinya.
Apalagi setelah bertemu Laura membuat jiwa lelaki itu tenang.
" Huuufftt kenapa gue malah mikirin si Laura sih " Gumam Justin menggelengkan kepalanya.
Otak pria itu terus terbayang bayang wajah Laura yang imut dan menggemaskan,apalagi gadis itu hanya setinggi dadanya.
Dirumah David,Vero terbangun saat mendengar suara percikan air.
" Kakak " Gumam Vero serak.
Laura yang sedang memeras handuk basah pun tersentak kaget.
" Vero " Gumam Laura menoleh kebelakang.
__ADS_1
Vero menatap gadis itu tersenyum cerah.
" Peluk " Pinta Vero merentangkan tangannya.
Laura tersenyum dan mendekati pria itu.
" Kamu udah ingat sama Kakak ?" Tanya Laura girang.
Vero menggeleng pelan.
" Aku selalu dengar pria yang mengaku Papa menyebut kamu Kakak " Kata Vero polos.
" Jadi kamu ngak ingat ?" Tanya Laura lesu.
Vero menggeleng.
" Ya udah ngak papa,kamu maunya apa ?" tanya Laura berusaha sabar meski rasa kecewa ia rasai sekarang.
" Boleh kamu peluk aku,aku mau tidur kepala ku masih sakit " Kata Vero memelas.
Laura mengangguk.
" Tunggu sebentar ya Kakak ganti baju dulu " Kata Laura tersenyum.
Vero mengangguk setuju.
Gadis itu pun masuk kedalam kamarnya berganti baju tidur.
" Kok bawa selimut ?" tanya Cila keluar dari kamar dan kaget melihat sang putri juga keluar dari kamarnya..
" Iya Ma,Vero minta ditemani tidur " Kata Laura tersenyum.
Cila menghela nafas.
" Kenapa Yank ?" tanya David mendekat.
" Vero minta ditemani tidur lagi Mas " Adu Cila.
David melihat Laura,gadis itu hanya diam menunduk.
" Maaf ya Nak,Vero kembali nyusahin kamu " Kata David tak enak.
" Vero ngak ngapa ngapain kamu kan ?" Tanya David hati2.
" Maksudnya ?" Tanya Laura polos.
Cila menginjak kaki sang suami agar tak melanjutkan pertanyaan.
" Hehe ngak papa,tuh dah dipanggil Vero " Kata Cila memotong.
" Kalau ada apa2 panggil Papa sama Mama ya " Pinta David serius.
Laura mengangguk pelan dan masuk kedalam kamar.
Setelah Laura pergi,Cila berkacak pinggang melototi David.
" Kamu apa2an sih nanya gitu !" Kata Cila kesal.
" Ya aku cuma takut aja Yank,kalo Vero suka sama Laura gimana " Kata David takut.
" Ya ngak mungkin lah,Vero itu anggap Laura Kakaknya !" kata Cila yakin.
" Itu dulu,sekarang udah beda apalagi Vero ngak ingat siapa Laura,sama kita aja kadang masih dipanggil Tante sama Om " Kata David mengkrucut.
" Emang sih,tapi ngak mungkin lah Vero pasti anggap Laura saudaranya secara kan Laura tiap hari sama dia " kata Cila menepis pikiran buruk David.
" Semoga aja gitu,kan ngak mungkin Laura berubah jadi menantu " Kata David terkekeh pelan.
" Haha jadi judul film terbang dong ya 'Anak ku menantu ku '
" Haha dari pada ngaco mulu,mending usaha lagi yok bikin anak,siapa tau jadi " Kata David menyenggol perempuan itu.
" Ish kamu mah,ayok lah " Kata Cila tertawa.
David kira Cila akan menolak,tapi tidak Cila masih Cila yang dulu penuh dengan kejutan.
" Tapi jangan kenceng2 ya,takut kedengaran Laura kan bisa berabe " Kata Cila cekikikan.
" Aman,bisa diatur " Kata David mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
" Gendong dong,biar ada nuasa romance nya " Goda Cila.
" Haha kasih goyangan ya upahnya " Pinta David tak kalah menggoda.
" Siap,full service tenang aja " Kata Cila tersenyum mesum.
David terkekeh pelan dan dengan cepat menggendong perempuan itu kekamar mereka.
Malam panjang pun dimulai.
Didalam kamar Vero,gadis itu menepuk pelan punggung Vero yang memeluk dirinya.
Laura sangat menyayangi Vero,karna sedari kecil pria itu lah yang selalu menemaninya.
" Tidurlah " Kata Cila lembut.
Vero mengangguk dan semakin mengeratkan pelukan.
Laura tau ini merupakan hal yang salah bagi sebagian orang,tapi gadis itu harus melakukannya agar Vero cepat sembuh,karna Dokter pun menyarankan agar Vero harus diberi perhatian lebih agar pria itu tak merasa asing.
Hari semakin larut,Laura sudah terkantuk2 menidurkan Vero.
Hingga tak terasa gadis ikut memejamkan mata bersama adik tercintanya.
Kebesokan paginya,setelah sarapan rumah mereka diketuk dari luar.
Vero yang sedang menonton tv berinisiatif membuka sendiri pintu rumahnya.
" Hay " Sapa seseorang tersenyum lebar.
" Mama kamu mana ?" tanya pria itu tersenyum.
Vero menunjuk kedalam tanpa mengeluarkan suaranya.
" Nih buat kamu dari Bunda Nisa " Kata pria itu ramah.
Vero menerima dan mengintip isinya.
" Bolu coklat lumer ?" Tanya Vero.
Pria itu mengangguk.
" Silahkan masuk " Kata Vero tersenyum ramah.
Si pria pun masuk dengan gagahnya.
Cila keluar dari kamar dan terbelalak.
" Haloooo tampan " Sapa Cila hangat.
" Eh ada Andrew,sama siapa kesini ?" Tanya David kaget melihat pria itu berdiri menjulang.
" Sendiri Bang,nganterin pesanan dari Bundà buat Vero " Kata Andrew tersenyum.
Seorang gadis keluar dari dapur dengan handuk melingkar dikepalanya.
" Alamak Bang Andrew,gawat aku masih dasteran" Pekik Laura kaget.
" Aduh gimana ini " Kata Laura panik sendiri..
Pria itu berjalan kedapur dan terdiam melihat Laura panik sendiri.
" Kamu kenapa ?" Tanya Andrew melihat Laura layaknya cacing kepanasan.
Laura melotot kaget dan mematung ditempat.
Andrew terlihat sangat keren dan juga macho.
Lelaki itu dengan santai menuangkan air ke gelas dan meminumnya.
" Gadis2 kok belum mandi ckckc " Decak Andrew menggeleng pelan.
Setelah minum pria itu kembali keluar dari dapur bergabung dengan David dan Cila serta Vero yang sedang memotong kue.
" Astaga,bisa diskip dulu gak sih sampe aku dandan cantik baru dia muncul,kalo gini kan Bang Andrew bisa ilfil " Gumam Laura menghentak kakinya kesal.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa terus dukung author dengan cara Vote,Like,Coment ya
__ADS_1