
Disebuah rumah terlihat anggota keluarga dibuat terkejut dengan kedatangan seseorang.
Malam yg sertai hujan deras membuat seorang wanita dan gadis kecil menepi kesebuah rumah mewah tak bertingkat.
" Cari siapa ?" tanya seorang bocah lelaki menyambut.
" Apa ini rumah Serkan ?" tanya wanita tua dengan kerudung tersebut.
" Iya,ini rumah kami ? maaf Nenek siapa ya ?" Tanya Sutar lagi.
Wanita itu melihat sang bocah dengan mata berkaca kaca.
" Kau tidak mengenali Nenek ?" Tanya wanita itu sedih.
" Nek ini rumah siapa ? ayo kita pulang aja " Ucap si gadis kecil dengan baju basah kuyup.
" Sutaaaarrr " Panggil seorang wanita dari dalam rumah.
" Iya Maaa ada tamuuuuuu " Teriak Sutar dari luar.
Wanita yg memanggil tadi berjalan perlahan sambil menggendong anak yg baru ia lahirkan.
" Mama " Ucap Histi terkejut melihat tamu tersebut.
Wanita beranak dua itu sungguh dibuat kaget dengan kedatangan mertuanya.
" Yaaaankkk " Panggil Histi memanggil Serkan.
Beberapa kali dipanggil akhirnya Serkan keluar dari sebuah pintu.
" Ada apa Yank ?" Tanya Serkan mengernyit.
" Mama kamu " Jawab Histi menunjuk.
Serkan melihat kearah pintu dan seketika melotot.
" Mama !" Pekik Serkan tak percaya.
Camelia yg belum dipersilahkan masuk terlihat berkaca kaca menatap putra tunggalnya yg sudah lama tak bertemu.
" Mama masuk Ma " Kata Serkan berjalan cepat.
" Nenek mereka siapa ?" tanya Gadis cilik itu menarik baju Camelia.
" Sutar kenapa Nenek gak disuruh masuk ?" Tanya Serkan tegas kepada putranya.
" Aku gak tau Pa,kan Papa yg suruh kalo orang asing gak boleh sembarangan masuk kerumah kita " Jawab Sutar polos.
Deg....
Semua orang dibuat tersentak dengan kata2 polos bocah lelaki itu.
" Tapi ini....
" Gak Papa Serkan,jangan dimarahin " Potong Camelia tersenyum getir.
" Maafin aku Ma " kata Serkan merasa bersalah.
" Oh iya,apa kalian punya Handuk,kasihan dia kedinginan karna hujan " Kata Camelia menunjuk gadis kecil yg ia bawa.
" Oh ya tentu,ayo masuk dulu Ma " kata Serkan mempersilahkan.
Camelia mengangguk,saat akan berjalan tangan gadis itu menarik baju Camelia membuat mereka berhenti berjalan.
__ADS_1
" Kia gak mau Nek,ayo kita pulang saja " Ucap gadis berkerudung itu merengek.
" Gak papa sayang,ini rumah anaknya Nenek mereka baik " Kata Camelia tersenyum.
Gadis bernama Zaskia itu melirik Sutar dan naas Sutar menatapnya kesal dan membunuh.
Zaskia kembali menggeleng.
Histi yg tau gadis itu takut dengan Sutar langsung memanggil nama sang Putra.
Sutar melongos begitu saja membuat Serkan ikut kesal dengan sikap tak sopan anaknya.
" Gak baik gitu,dia nenek kamu !" Kata Histi mengomeli Sutar.
" Kalo Nenek kenapa gak pernah kesini jenguk cucunya ?" tanya Sutar malas.
Deg...
Histi tersentak,memang Camelia tak pernah bermain kerumahnya,Sutar pun bertemu hanya beberapa kali saat kecil jadi wajar jika sang anak tak mengenali wanita tua tersebut.
Yg Sutar tau Nenek dan Kakeknya hanya Romi dan Yuni di pihak Serkan dan Zaiva serta Bara dipihak Histi.
Bocah kecil itu tak tau bagaimana riwayat Papanya saat dulu.
Serkan terlihat sibuk mengambil handuk dan membuatkan teh hangat.
Ia tak bisa menyuruh Histi karna kondisi istrinya juga sedang lemah setelah melahirkan anak kedua.
" Sutar ambilin baju kamu " Ucap Serkan kepada anaknya yg sedang bergurau dengan sang adik di pegangan Histi.
" Buat apa Pa ?" tanya Sutar mengernyit.
" Pinjamin ke dia,bajunya basah nanti masuk angin " jawab Serkan melihat Zaskia.
" Hah dia yg pake ih gak mau " kata Sutar merinding.
" Kenapa ?" tanya Serkan terkejut.
" Terus pake baju siapa ? kalo bukan kamu ?" Tanya Serkan memutar mata.
" Gak mau pake baju aku " Kata Sutar kekeh.
Bocah itu bangkit dari duduknya dan berjalan menjauh.
Camelia melihat Zaskia,gadis kecil itu menunduk dengan wajah sedih.
" Maaf ya,Sutar belum kenal makanya dia sewot begitu " Kata Histi tak enak hati.
" Iya gak papa His " Kata Camelia mencoba paham.
" Nek ayo pulañg " Rengek Zaskia lagi.
" Apa ini anaknya alm ?" tanya Serkan hati2.
" Iya,tadi kita gak jauh dari sini kerumah teman ibunya,eh malah hujan " Jawab Camelia.
Serkan mengangguk paham,lelaki itu terlihat kasihan dengan nasib Zaskia yg ditinggal sang Ibu saat dirinya baru lahir.
" Ayahnya dimana ?" tanya Serkan lagi.
" Radit menikah lagi,tapi Zaskia gak mau tinggal sama Ibu sambungnya " Jawab Camelia.
" Kenapa ?" tanya Serkan terkejut.
__ADS_1
" Dia bilang pernah didorong depan wc " Jawab Camelia menghela nafas.
" Apa !" kata Histi terkejut.
" Radit tau Ma ?" tanya Histi terlihat geram.
" Kia gak mau kasih tau,dia takut His " Jawab Camelia.
" Harus dikasih tau itu Ma,gak boleh dibiarin " Balas Histi kesal.
" Udah Mama kasih tau,Radit minta Mama buat jaga Kia karna dirinya takut gak bisa pantau 24 jam " Ucap Camelia mengusap kepala gadis tersebut.
Histi menggeleng pelan,wanita itu terlihat sangat kasihan dengan nasib gadis kecil yg seumùran dengan putranya tersebut.
" Ya udah,aku cari baju ganti dulu " kata Serkan pamit.
" Nek ayo pulang " Rengek Zaskia lagi.
" Masih hujan sayang,nanti kamu sakit " kata Camelia lembut.
" Kia gak mau disini Nek,kita mau pulang " Rengek Zaskia hampir menangis.
" Cup2 sayang,ada nenek jangan takut " kata Camelia memeluk gadis itu.
Histi diam memperhatikan kedekatakan keduanya,meski dulu sempat dendam dengan ibu sang gadis karna mencoba merebut Serkan tapi kini Histi berùbah kasihan dengan keturunannya yg bernasib kurang baik.
Dikamar,Sutar dibuat kesal lagi dengan aksi Papanya yg membongkar baju dilemari.
" Papa ngapain ?" tanya Sutar bangun dari tiduran.
" Mana baju kamu warna Pink ?" Tanya Serkan tanpa basa basi.
" Hah mana ada baju aku warna Pink ?" Tanya Sutar kaget..
" Ck,mana Sutar cepetan ambil " Titah Serkan.
" Gak ada warna Pink,lagian buat apa sih ? Papa mau pake ?" tanya Sutar heran.
" Enak aja,kamu pikir Papa belok apa !" Jawab Serkan kesal.
" ihh gak usah bongkar2 napa,cape aku nanti dimarahin Mama " kata Sutar menghalang aksi Serkan.
" makanya cepat ambil,warna apa aja yg muat pake Kia " Balas Serkan gemas.
" Kia ? siapa gadis itu ?" tanya Sutar kesal.
" Iyaaa,cepetan " kata Serkan mulai gedeg.
" gak ada,aku gak mau aroma tubuh aku dicium sama dia " kata Sutar bersedekap dada.
" Eh siapa yg mau cium bau amis kamu hah,gak tertarik dia " kata Serkan menepuk jidat dengan kenarsisan sang anak.
" Yankk " Panggil Histi dari luar.
" Iya bentar " jawab Serkan dari dalam.
" Ck kelamaan deh kamu " Ucap Serkan mengibas tubuh anaknya kesamping dan mengambil asal.
" Eehhh Semvak aku jangan Paaaaaaa " Teriak Sutar histeris.
Serkan tak perduli dan membawa kabur benda berharga anaknya.
" Ppaaaaa,balikinnn ini pelecahan namanya Paaaa " Teriak Sutar kesal sendiri.
__ADS_1
❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.