
Kini Cila sudah duduk dihadapan Reno dan Nisa.
Mereka sedang membicarakan masalah kuliah Cila yang tinggal sedikit lagi.
" Gimana kalo kamu kuliah online aja ? Tanya Reno memberi solusi.
" Emang bisa Kak ? Tanya Cila.
" Bisa nanti Kakak yang urus,tapi 1minggu ini kamu masuk dulu,untuk membuat laporan "
" Iya Kak " Jawab Cila mengangguk setuju.
" Kamu udah izin sama suami kamu ? Tanya Nisa.
" Udah Kak "
" Gimana hubungan kamu sama David ? Tanya Reno.
" Ya gitu lah Kak,kami baik2 aja " Kata Cila tersenyum getir.
" Kakak tau ini mungkin ini akan sulit untuk kalian terima,tapi Kakak yakin kalian pasti bisa mengatasi nya " Kata Reno menasehati.
" Iya Kak,meski Mas David masih dingin sama aku tapi dia ngak pernah berlaku kasar " Kata Cila jujur.
" Bagus lah kalo begitu,kamu harus sabar ya mungkin David masih terkejut dengan kondisi nya yang sekarang,tapi Kakak yakin kok dia pria yang bertanggunh jawab " Kata Reno yakin.
" Iya Kak " Kata Ana tersenyum getir.
Setelah pembicaraan selesai Cila masuk kedalam kamarnya dulu.
Gadis itu bebaring disana menatap atap rumah yang sangat bagus,beda hal dengan rumah yang ia tempati beberapa hari lalu.
Cila mengangkat tangannya dan tersenyum menatap cincin yang melingkar disana.
" Mas,kamu udah makan belum ? Kamu baca ngak surat dari aku ?? " Gumam Cila kecil melihat cincin kawin nya.
" Aku ngak tau Mas,harus bagaimana yang aku tau aku harus terus berjuang untuk rumah tangga kita,aku mau kita tetap terikat hingga maut memisahkan,bantu aku Mas,bantu aku untuk mendapatkan hati kamu " Kata Cila lirih memeluk tangannya sendiri.
" Aku mau jadi istri kamu selamanya Mas,tunggu aku ya,tunggu aku untuk mendapatkan cinta kamu " Kata Cila menitikkan air mata.
Ntah mengapa malam ini gadis itu merasa kesepian,hatinya tak tenang,otaknya selalu memikirkan sang suami yang ntah lagi apa dirumah sederhana mereka.
Cila bahkan tak bisa menghubungi David,dan lebih parahnya Cila tak mempunyai no hape suami nya sendiri.
" Aduhh aku kangen kamu Mas,rasanya tidur aku kurang enak kalo ngak lihat punggung kamu " Kata Cila kembali bangkit dari tidurannya dan mengusap wajahnya kasar.
" Baru berapa hari kita jadi suami istri Mas,kamu udah berhasil curi hati aku,tapi kenapa aku sulit ya untuk mwncuri hati kamu ? Apa aku kurang cekatan ya ? Gumam Cila terus berdialog dengan sendirinya.
" Huuuuuffttttt " Desah Cila melihat jam di hp nya.
" Udah jam 10 pasti Mas David udah tidur " Gumam Cila kembali berbaring dan mengambil guling.
" Tunggu aku kembali ya Mas " Gumam Cila tersenyum malu melihat foto pernikahan mereka yang dikrim Clara beberapa hari yang lalu.
" Muuuuuuuuuuaaaaachhhh,selamat malam suami ku yang dingin " Kata Cila terkekeh pelan dan menciumi wajah suami nya di hp.
__ADS_1
Gadis itu pun berusaha tidur dengan memeluk guling yang ia anggap sebagai David,sang suami.
Di rumah David,pria itu masih berbaring di kasur yang dipakai Cila tidur.
Bahkan aroma gadis itu bisa David rasakan ditambah seprei itu masih sangat wangi karna baru dicuci Cila.
" Huuuuuffftttt " David menghela nafas lelah.
Dirinya terus berusaha melupakan Cila,tapi semakin semangat melupakan Cila,semakin nyata juga wajah gadis itu melayang di otaknya.
" Akkkhhhh sialan,gadis itu membuat kepala ku sakit " Umpat David kesal.
Bahkan Pas foto yang pecah tadi pun,belum dia rapikan sama sekali.
David tak mau melihat wajah cantik gadis itu,karna itu sangat membuatnya terluka.
Pria itu pun memaksa tidur meski pekirannya terus melau ntah kemana.
Sudah 3 hari berlalu,tak ada yang saling mengabari karna sibuk masing2 dan David tak bisa di hubungi.
Pria itu sedikit lega karna selama itu juga dirinya tak harus melihat Cila,David menjalani hidup nya seperti biasa,bahkan tak ada Cila David terlihat lebih fresh.
Tak ada yang tau apa salah gadis polos itu,hanya David yang tau dengan perasaannya sendiri.
Pria itu berangkat dan pulang bekerja seperti biasa,tak ada yang membuat nya emosi,David merasa hidupnya tenang dan damai.
Ditempat lain,Cila sedang fokus mendengarkan arahan dosennya,karna sebentar lagi Cila akan kuliah online karna jarak rumah yang jauh.
Cila tak bisa terus terusan tinggal dirumah Reno,karna dirinya ada kewajiban lain yang tak baik untuk dia tinggalkan.
Setelah dibujuk dan diberitau lagi,Cila pun setuju karna dirinya juga tak enak mengecewakan Reno dan Nisa yang sudah sangat baik kepadanya.
Beni juga ikut membantu,tapi Reno kini menolak tegas karna Reno masih mampu membiayai Cila.
Pria itu meminta Beni untuk fokus kepada Denis saja.
" Huuuufffttt " Desah Cila melihat tugas yang sudah bertumpuk di meja nya.
" Gak papa lah,yang penting aku masih bisa melayani Mas David dirumah " Gumam Cila tersenyum.
Gadis itu sangat bersemangat saat mengingat sang suami,apalagi melihat David yang sangat pekerja keras.
" Ayo Cila semangaaaattt " Kata Cila menyemangati dirinya.
Terlihat dari kejauhan seorang pria tersenyum kearahnya.
Bryan sudah menatap Cila dari kejauhan,pria itu ikut tersenyum melihat sang mantan bahagia.
" Maafkan aku Cil,aku memang tak pantas untuk kamu,aku bukan pria yang tegas " Lirih Bryan sedih mengingat hubungannya yang dulu bersama gadis ceria itu.
Tak lama datang segerombolan orang mendatangi Cila dengan gaya angkuh nya.
" Eh loe cwek pengadu " Kata seorang wanita berambut pirang menggebrak meja Cila.
Cila yang tadinya sibuk menulis,sedikit terkejut dan mendongak melihat siapa yang menggebrak meja nya.
__ADS_1
" Kenapa ? Tanya Cila dingin.
" Kenapa kata loh !! gara2 loe Nesta di marahi bokap nya ! " Kata wanita itu marah.
" Loh salah aku dimana ?? tanya Cila terkekeh pelan.
" Udah sikat aja " Kata Temannya yang lain geram melihat Cila.
Cila tersenyum miring dan bersedekap dada menghadap mereka semua.
" Bajingan lo ya,mati aja lo sana,menuhin kampus tau ngak !!" Kata wanita itu garang.
" Emang loe Tuhan yang bisa seenakknya nyuruhin orang mati " Kata Cila kesal.
" Nih anak lama2 ngelawan ya,berani loe sama gue Hah "
Cila tersenyum mengejek dan merapikan buku2nya.
Tiba2 mood gadis itu langsung berantakan.
" Mau kemana loh Hah !! " Kata wanita itu mencekal tangan Cila yang merapikan buku nya.
" Lepasin ! " Teriak Cila mengibas tangannya.
" Sial,sini lo gadis kampung " Kata wanita itu menjambak rambut Cila.
Gadis itu tak terima rambutnya di jambak,dengan kuat Cila menendang perut gadis itu hingga wanita berambut pirang itu tersungkur kebelakang..
Nafas Cila sudah memburu,wajahnya merah menyala dengan emosi meletup letup.
Teman2 wanita itu sedikit ngeri dan memilih mundur menjauhi Cila yang sudah tak terkontrol.
Dengan kasar Cila mencengkram dagu wanita itu dengan kuku nya yang tajam.
" Sekali lagi kamu berani mengusik aku dan keluarga ku,maka terima saja akibatnya,aku tak akan tinggal diam begitu saja !!! " Ancam Cila dengan tegas melepas kasar wajah mulus itu.
Cila langsung bangkit dan mengambil tasnya pergi dari sana.
Tak ada yang berani mencegah gadis itu,Bryan yang menatap Cila melewatinya pun menganga tak percaya kepada gadis yang terkenal diam itu.
" Brengseeeeeekkkkk " Teriak Gadis itu meringis kesakitan.
Dengan cepat teman2 nya yang tadi menolong perempuan sok garang itu.
Cila duduk di taman kampus itu dengan nafas memburu,dirinya masih sangat kesal apalgi mengingat kata2 Nisa tadi yang memberi tau bahwa dalang penyebaran fitnah kafe nya dan Clara itu adalah teman2 yang mendukung Nesta.
Dan Cila tau orang2 itu.
" Aaakhhh Sial " umpat Cila mengacak acak rambutnya prustasi.
Tapi hati nya sedikit lega karna sudah berhasil memberi pelajaran kepada wanita jahat itu.
❤❤❤
Hay guysssss jangan lupa trus dukung author ya biar author semangat Up hehe
__ADS_1