Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Undangan


__ADS_3

Acara dimulai,para tamu undangan sudah berantusias menghadiri acara ulang tahun plus syukuran cucu Salders.


Nisa dan Reno duduk paling depan menyaksikan para cucunya.


" Arshad ganteng banget " Ucap Nisa takjub


" Ya lah ganteng,nurun dari Kakeknya " Jawab Reno.


" Helehh,pasti dari aku itu,makanya dia selalu kalem dan tenang " Balas Nisa.


" Ya sifatnya nurun kamu,tapi wajahnya nurun aku " kata Reno tak mau kalah


" Semoga aja Arshad gak playboy " Doa Nisa.


" Maksud kamu ?" Kata Reno mengernyit.


Nisa diam dengan desusan pelan membuat Reno bingung.


Lelaki itu seolah lupa bahwa masa mudanya dipenuhi oleh wanita sebelum Reno insyaf.


Arshad berdiri disamping Azura,keduanya memang menjadi objek tontonan hari ini.


" Baiklah para hadirin semua,acaranya kita buka dengan membaca bismillah ya " kata Ana tiba2 menjadi Mc dadakan.


" Iyaaaa " jawab Para hadirin dengan semangat.


Ucapan basmallah pun diucapkan serentak,Satria juga ikut mengucapkan dengan pasih dan mendapat lirikan dari Byanca yg diam2 memperhatikan lelaki itu.


" Duhh nih bule agamanya apa ya ? Kok dia ngucap juga ?" batin Byanca penasaran.


Gadis itu ingin selalu dekat dengan Satria yg sampai detik ini tak tau apa hubungannya dengan keluarga Salders.


Byanca sudah berusaha mencari tau,tapi tak ada yg memberi informasi jelas karna pihak rumah sedang sibuk2nya.


Bahkan Nisa juga tau belum mmeberitahu meski sudah Byanca tanya berulang2.


Karna merasa diperhatikan,Satria menoleh kesamping dan membuat Byanca panik seketika.


" duhh keciduk lagi " gumam Byanca membuang muka.


Satria melihat gadis remaja itu dengan wajah aneh,ia merasa terintimidasi dirumah tersebut apalagi sebelumnya Angel juga ngomel2 tak karuan.


Satria mundur dan berjalan keluar,Byanca menatap punggung lelaki itu dengan wajah menyelisiknya.


" Acuuu " Panggil seseorang membuat Byanca kaget.


" Haissst kamu !" Kata Byanca mengusap dadanya.


" kenapa terkejut ?" tanya Suci heran.


" ya karna kamu ngagetin " Jawab Byanca.


Suci mengkrucut dan menatap Byanca nanar.


" Ada apa ?" tanya Byanca heran.


" Sutar mana sih ? Aku gak punya temen " Kata Suci bersedekap dada.


" Belum datang ?" tanya Byanca mengernyit.


" Belum,aku gak ada lihat dia " jawab Suci.


" Bentar lagi sampe " balas Byanca.


" Acu lagi liatin cowo putih itu ya ?" tanya Suci menunjuk..


" Eehhh jarinya " Kata Byanca menurunkan tangan Suci.


" Hehe,Acu naksir ya sama Cowok itu ?" goda Suci.


" Apaan sih kamu,masih kecil udah tau cowo2an " cibir Byanca.


" Heleehhh,di kelas aku udah banyak yg pacaran " kata Suci santai.


" Kamu juga ?" Tuduh Byanca tajam.


" Ya engga lah,aku kan masih kecil,kencing aku belum lurus " Jawab Suci polos.

__ADS_1


" Pppffttttt " Byanca hampir tertawa mendengar ucapan gadis tersebut.


" Yaa bener,harus lurus dulu baru boleh pacaran " kata Byanca menahan tawanya.


Dengan wajah lugu Suci mengiyakan.


Bukan tanpa alasan Suci bisa tau hal2 dewasa,Romi sangat sering menceramahi Byanca didepannya hingga gadis itu ikut terbawa2.


Tak lama Sutar datang,keluarga Serkan terlihat terlambat.


Senyum Byanca mengembang saat maniknya melihat seorang gadis remaja yg cukup dewasa berjalan dengan anggun mengenakan gaun yg cukup vulgar.


" Waah itu anaknya dokter Serkan ?" tanya salah satu warga yg ikut diundang.


" Masa sih ? Bukannya Dokter Serkan hanya punya anak kecil ?" tanya ibu lain.


" Terus gadis itu siapa ?"


" Ntah lah,mungkin anak angkatnya atau adiknya "


Desas desus terdengar ramai,Serkan dan Histi berjalan anggun tanpa menghiraukan orang2 yg memperhatikan mereka.


" Halo Nenek " Sapa Sutar kepada Nisa.


" Halo sayang Nenek " Balas Nisa lembut.


Sutar mengangguk dan memeluk wanita tua itu dengan hangat.


Reno diam saja dengan wajah mengkrucut karna tak disapa.


" Sapa kakek mu " Bisik Nisa pelan.


Sutar mengangguk dan beralih ke Reno.


" Hehe gantian ya Kek " kata Sutar cengengesan.


" uhh sombong !" Cibir Reno kesal.


Sutar tertawa geli dan ikut memeluk Reno lembut.


Diatas podium seorang pria terdiam saat maniknya melihat gadis yg begitu anggun dan manis berdiri dibelakang Serkan dan Histi.


" Selamat ya Arshad,Azura " kata Histi tersenyum manis.


" Makasih Kak " Balas Azura dan Arshad bersamaan.


" Oh iya San,hadiah mereka mana ?" Tanya Histi.


" Ini Te " jawab Sania mengangkat kedua tangannya.


" Apa itu Kak ?" tanya Azura kepo.


" Rahasia " Jawab Histi.


Arshad diam memperhatikan Sofia yg banyak menunduk.


" Sana serahin " Tegur Serkan.


" iya Om " jawab Sania mengerti.


Gadis itu pun maju kedepan dan menyerahkan satu hadiah kepada Azura.


" Terima kasih Sania " Sabut Azura sopan.


" Sama2 Kak " balas Sania


" Dan ini untuk Abang " Kata Sania menyerahkan kotak satu lagi kepada Arshad.


Arshad diam melihat manik gadis itu.


" Duhh tenang Saan,jangan gerogi " batin Sania meloncat2.


" Ehm " dehem Serkan yg memperhatikan kedua anak manusia tersebut.


Arshad melihat Serkan dan mendapat anggukan bahwa Arshad harus menerimanya.


Sania mundur sambil mengcengkram tangannya yg tiba2 bergetar.

__ADS_1


Sungguh gadis itu tak bisa berlama2 berada ditempat yg sama dengan Arshad apalagi harus berhadapan.


Sania takut dirinya tak bisa mengontrol diri apalagi Arshad penuh misteri.


Juna datang dengan senyum mengembangnya membuat para ibu2 histeris sejenak.


" Selamat Syad " ucap Juna merangkul lelaki itu.


" Iya Bang,makasih " Jawab Arshad.


" Gimana si Sania cakep gak ?" bisik Juna.


" Hm " jawab Arshad ambigu.


" Apa ?" Tanya Juna tak paham


" Aku gak tau " Jawab Arshad.


" Coba lihat dulu Syad,kayaknya pilihan Abang gak salah deh " kata Juna terkekeh.


Arshad melihat Sania lagi dan kebetulan gadis itu diajak ngobrol oleh Zaiva dan Ana.


Arshad melihat ibunya dan terlihat wanita itu sibuk sendiri dengan adik kecilnya yg sedikit rewel.


" huuftttt " Arshad menghela nafas panjang.


Ntah apa yg ada dipikiran lelaki itu hanya dirinya dan Tuhan yg tau.


Juna terlihat senang,pria itu suka dengan keakraban Zaiva yg tanpa sungkan menegur Sania.


" Kenapa gak ajak ibu kamu ?" Tanya Zaiva ramah.


" Ibu di kampung Bi " Jawab Sania malu.


" Terus kesini tadi sama Histy ?" tanya Zaiva lagi.


" Iya " jawab Sania.


" Yg pilihin baju ini siapa ?" Tanya Zaiva melihat costume Sania yg cukup berani.


Glek....


Sania menelan ludah kasar,gadis itu sedikit menaikkan bajunya agar tak terlalu menampakkan alur dada.


" Histy ?" Tebak Zaiva.


" bukan Bi " Jawab Sania cepat.


" Siapa ? Serkan ?" tebak Zaiva lagi.


" Eeh nggak " kata Sania panik.


" Kayaknya emang gak mungkin Serkan " Gumam Zaiva mengingat prangai Menantunya.


" Terus siapa ? Masa kamu sendiri ?" Tanya Zaiva sedikit menyindir.


Sania menunduk,gadis itu ragu untuk mengucapkan nama karna Sania yakin wanita muslimah didepannya saat ini pasti terkejut.


" Kenapa Ma ?" tanya Juna mendekat dan merangkul wanita tua tersebut.


" Gak,Mama penasaran aja siapa yg suruh Sania pake baju gini,kalo Serkan kan gak mungkin " kata Zaiva menjelaskan.


Juna melihat Sania,gadis itu melirik Juna dan kembali menunduk takut dan malu.


" Heheh " Juna cengengesan menggaruk kepalanya.


Zaiva mengernyit melihat tingkah sang anak.


" Aku yg beliin Ma " Kata Juna pelan.


" Apa !" pekik Zaiva terbelalak.


Semua tamu undangan melihat kearah sumber suara membuat Juna kelabakan sendiri.


" Aduhh Mama " kata Juna malu.


" Ka ka kamu...." ucap Zaiva tak percaya dengan mata melototnya.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2