
Sesampai dirumah terlihat sepasang suami istri duduk diayunan menanti kedatangan mereka.
Vero menghela nafas panjang,jam sudah menunjukkan pukul 11 malam tapi David dan Cila masih belum tidur.
Yuna yg berada disamping melirik suaminya dengan wajah takut.
Vero terlihat sangat tenang tapi dibalik ketenangan lelaki itu pasti menyimpan sesuatu yg begitu membuatnya kesal.
Mobil berhenti didepan rumah,David dan Cila bangun dari ayunan dan berdiri menyambut.
Mobil terbuka,nampaklah Vero dan Yuna serta anak kesayangan yg sudah tidur dipelukan ibunya.
" Kalian sudah pulang ? uh Mama sangat khawatir " Ucap Cila menghela nafas.
" Iya,gimana Ver apa Sofia aman ?" Tanya David ikut khwatir.
" Aman Pa " Jawab Vero singkat.
Lelaki itu langsung masuk kedalam rumah.
Kedua orang tuanya mengernyit dengan sikap dingin Vero barusan.
Yuna melirik mertuanya dan memutuskan masuk kedalam rumah.
" Yuna " Panggil Cila.
Deg...
Yuna yg ingin melangkah sontak berhenti dan menelan ludah kasar.
" Gawat nih pasti diamukin " Batin Wanita itu ngeri.
Yuna berbalik badan dan menatap Cila dan David dengan wajah tenang.
" Kenapa Ma ?" tanya Yuna.
" Kenapa ? kau bilang kenapa ?" Tanya Cila balik.
" Sudah,ini udah malam gak enak sama tetangga " Tegur David menyenggol Cila.
" Kita tinggal dipojokan hutan tak ada yg mendengar " Balas Cila.
David menghela nafas,lelaki itu berlalu tak mau ikut campur.
David tau Cila mungkin sangat marah apalagi tadi Vero sempat bertelfon dengan istrinya tepat didepan wanita itu.
Kini tinggallah Yuna dan Cila berhadapan,Sofia masih dalam pelukan.
Gadis itu tertidur pulas merasa sangat mengantuk didalam mobil dan memang sudah jam tidur.
" Taruh Sofia di kamar dan temuin Mama didapur " Kata Cila tegas.
Yuna mengangguk kecil,Cila langsung berlalu menuju lokasi.
Yuna menghela nafas dan melangkah masuk kekamarnya.
Sebenarnya Yuna tak mau kerumah Cila,,tapi Vero tanpa bicara membawa mereka kesana.
Keduanya sudah pindah sejak Sofia berusia 2 tahun yg lalu..
Dikamar wanita itu bertemu dengan Vero yg sedang menyender di ranjang.
Wajah tenangnya terlihat menyimpan banyak rahasia.
Yuna menaruh sang putri berbaring disamping lelaki itu.
" Mama " Ucap Sofia mengigau.
" Iya sayang,tidur ya " Kata Yuna menepuk pelan bokong putrinya.
__ADS_1
Vero mengambil sesuatu dan meletakkan benda tersebut di samping putrinya.
Sofia langsung ngeh dan memeluk boneka beruang tersebut.
Yuna melihat Vero,rasa bersalah mulai dirasakan wanita tersebut.
Meski Vero terlihat cuek tapi suaminya begitu peka dan mengerti apa yg diinginkan Sofia.
" Aku akan menemui Mama " Ucap Yuna pelan.
Vero tak menjawab,lelaki itu mulai berbaring dan mengusap lembut wajah sang putri.
Yuna yg merasa dicueki kembali menghela nafas dan berlalu dari kamar.
Vero melihat sejenak dan menatap nanar pintu yg tertutup rapat.
" Kamu akan baik2 saja Nak,kamu punya Papa yg kuat " Ucap Vero berbisìk lembut.
Lelaki itu sangat menyayangi putrinya bahkan Sofia menjadi alasan kenapa ia masih bertahan dengan Yuna sampai detik ini.
Didapur Yuna mulai deg degan,terlihat Cila sudah menunggu di kursi makan dengan teh hangat didepannya.
Wanita muda itu menggeser kursi dan duduk berhadapan dengan sang mertua.
" Kenapa Ma ?" tanya Yuna tenang.
" Kenapa Sofia bisa hilang ?" tanya Cila melihat manik menantunya.
" Tadi dia lagi main,terus gak tau kapan dia hilang " Jawab Yuna polos.
" Memangnya apa yg kau kerjakan sampai tak menyadari anak mu punya kaki dan mata ?" Tanya Cila gemas.
Yuna menunduk,ia memang salah membiarkan gadis kecil itu bermain sendiri.
" Kau tak punya mulut ?" Tanya Cila.
" Aku sedang mengobrol dengan teman ku " Jawab Yuna jujur.
" Hah,bukan Ma dia manager ku dulu " Jawab Yuna melotot..
" Dan kau melupakan anak mu ?" Kata Cila kesal.
Yuna menunduk dalam,Cila menatap tajam wanita tersebut.
" Aku tidak tau lagi harus bicara apa dan bagaimana cara mendidikmu dengan benar,aku memang tak berhak mencampuri urusan rumah tangga kalian tapi menyangkut Sofia cucu ku,aku akan melakukannya !" Kata Cila tegas.
Yuna diam tak membalas.
Keduanya sama2 diam sejenak hingga Vero masuk keruangan dan berlalu melawati mereka.
Lelaki itu mengambil minum dan diam saja.
Cila bangkit dari duduknya menuju kamar.
" Huh ini mengesalkan sekali " Gumam Yuna kesal.
Dirinya disalahkan semua pihak,ia tak bisa mmebela diri sejak anaknya lahir.
" Ver " Panggil Yuna pelan.
" Aku tidak ingin bicara dengan mu " Kata Vero datar.
" Aku tau kau marah tapi ini tidak sengaja " Kata Yuna bangkit.
" Tidak sengaja ? kau hampir membuat anak mu hilang !" Bentak Vero.
Pyyaaaaarrrr....
Gelas yg dipegang lelaki itu sontak pecah menghantam lantai.
__ADS_1
Cila yg baru akan menutup pintu kamar sontak kaget mendengar suara pecahan dari dapur.
" Kenapa Ma ?" tanya David ikut kaget
" Vero ngamuk " Jawab Cila menghela nafas.
David menggeleng pelan,ia sudah menduga anak sulungnya sangat marah.
" Biarlah,Vero bisa menyelesaikannya sendiri " Kata Cila masuk dan menutup pintu kamar.
Didapur Yuna terkejut bukan main,baru kali ini Vero melempar sesuatu dengan sengaja.
" Kau tau bagaimana ketakutan aku saat ditelfon oleh nomor asing yg ternyata seorang polisi ?" Tanya Vero mendekat.
Glek...
Yuna menelan ludah kasar,lelaki itu makin mendekat dan berdiri didepannya.
" Tapi Sofia baik2 saja " Cicit Yuna pelan.
" Hahha ya kau benar,Sofia baik2 saja karna dia diselamatkan oleh orang baik !" Kata Vero geram.
" Dan orang yg kau bilang baik itu mantan mu ?" Tanya Yuna terkekeh.
Deg....
Manik Vero membesar,sekilas ia ingat Hani yg menyelamatkan putrinya.
" Tidak usah mengalihkan topik " Kata Vero datar.
" Kenapa ? kau ingin aku menyanjungnya karna menolong anak ku ?" Tanya Yuna berani.
" Kau !" ucap Vero tertahan.
" Aku melihat semuanya Vero,gadis itu berusaha menggoda mu lagi dengan memberi selembar tisu !" Kata Yuna tajam.
Plakkkkkkkkk.....
Tamparan keras mendarat dipipi sang istri.
Emosi Vero tak bisa terbendung lagi,ia begitu marah mendengar Hani di remehkan.
Yuna tertawa,wanita itu bangkit seolah menantang suaminya.
" Kau ingin berpisah ?" Tanya Yuna tenang.
Deg...
Vero terkejut dengan mata melotot.
" Kau tidak perlu takut akan nasib Sofia jika berpisah dengan ku " Kata Yuna tenang.
" Apa maksud mu ?" tanya Vero mengernyit.
Yuna tak menjawab lagi,wanita itu berlalu begitu saja membiarkan Vero dengan pertanyaan dikepala.
Tangan Yuna bergetar,wanita itu mencoba tenang menuju kamar.
" Apa maksud Yuna ?" Gumam Vero penasaran.
Lelaki itu duduk dibangku dan menjabak kesal rambutnya.
Tiba2 bayangan Hani kembali mengitari otaknya,gadis itu terlihat sangat cantik dan dewasa.
Sikap hangatnya masih Vero kenal dengan jelas.
" Ya Tuhan apa yg aku pikirkan !" Gumam Vero makin kesal.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jàngan lupa Vote,Like,Coment ya.