Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pulang


__ADS_3

Disebuah rumah,seorang pria baru saja sampai.


lelaki dewasa itu disambut hangat oleh seorang wanita hamil yg sedang berjaga.


" Ada apa Om ? Tumben malam2 kesini ?" Tanya Hani terkejut saat membukakan pintu.


" Han,ada Rania gak ?" Tanya Denis dengan seragam polisinya.


" Rania? Gak ada Om " Jawab Hani.


" Astaga kemana anak itu ?" Gumam Denis menyugar wajahnya.


" Ada apa Om? Emangnya Rania kemana ?" Tanya Hani bingung.


" Rania belum pulang dari siang tadi Han,padahal tadi dia sama Om " Jawab Denis.


" Ya ampunnn,Rania kemana jadinya ini,dirumah gak ada Om ?" Tanya Hani khwatir.


" Ga ada Han,Mama nya telfon Om biar jemput dia kesini,eh sama aja gak ada " Jawab Denis.


Hening....


Hani diam memikirkan kemana gadis itu pergi,Denis juga terlihat kesal tapi lelaki itu mencoba bersikap tenang.


Dari kejauhan terlihat sebuah motor mendekat kearah rumah.


Hani mengernyit kesilauan begitupun Denis.


Saat motor itu makin mendekat,keduanya langsung terbelakak.


" Rania "


" Reka " ucap Hani dan Denis bersamaan.


Motor berhenti,Rania yg melihat Denis ada disana langsung melototkan matanya.


" Duhh gawat " Batin Rania deg degan.


" Wadduhhh ada bapaknya lagi " Batin Reka tak kalah deg degan.


Denis diam,Rania turun dari motor menghampiri Denis dan Hani yg menatap mereka berdua.


" Dari mana ?" Tanya Denis dingin.


" maaf Pa " Jawab Rania.


" Assalamualaikum " Ucap Reka tak enak.


" Waalaikumsalam " Jawab Hani.


Denis diam tak memberi jawaban.


" Ehm " Dehem Reka mencoba mencairkan


" Ayo pulang " Ucap Denis kepada Rania.


" Maaf Om " Sahut Reka.


Denis menoleh menatap tajam lelaki tersebut.


" Duhh rame nih " Batin Hani deg degan.


Wanita itu sebenarnya juga syok akut saat tau Rania ada bersama Reka,apalagi tak ada yg tau hubungan keduanya.


Reka mendekati Denis dan berdiri didepan lelaki dewasa tersebut.


" hm,Rania memang bersama saya Om,dia tadi dirumah saya " Ucap Reka jujur.

__ADS_1


Rania melototkan matanya mendengar ucapan polos Reka yg akan menjerumuskan mereka.


" Maksud kamu ?" tanya Denis sedikit nyalang.


" Ya,Rania bersama saya dari sore hingga sekarang,tadi sebenarnya dia sudah lama pulang,tapi saya tahan karna ingin mengantarnya kerumah Om " Jawab Reka.


" Kenapa Anak saya bisa sama kamu ?" Tanya Denis menantang.


" Em...." Ucap Reka menelan ludah kasar


Pria itu melirik Rania,gadis tersebut menunduk pasrah jika Reka membongkar tingkah lakunya tadi.


" saya gak tau Om,tadi pas saya pulang kerja dia sudah ada diteras rumah dengan tangannya terluka " Jawab Reka.


Denis melihat tangan Rania,gadis itu masih menggunakan perban yg masih baru.


" Terluka maksud kamu ?" Tanya Denis lagi.


" Mungkin terjadi sesuatu dan membuat tangannya penuh darah jadi saya juga mengganti perbannya " balas Reka.


" Apa itu benar Rania ?" Tanya Denis tegas.


Rania mengangguk pelan.


" Apa yg terjadi sama kamu ?" tanya Denis lagi.


Rania diam masih dengan wajah menunduk.


" Rania " Panggil Denis dengan nada peringatan.


" Maaf Pa,tadi aku diganggu pria jadi aku em melawan dan tangan aku berdarah lagi " Ucap Rania gemeteran.


" Kenapa bisa kamu ada dirumah Reka ?" Tanya Denis tegas.


Deg...


" Em aku em aku kebetulan lewat Pa,soalnya sekalian pulang dari rumah Lauren " Jawab Rania asal.


" Lauren mana ?" tanya Denis baru mendengar nama tersebut.


" Teman aku Pa,rumahnya gak jauh dari rumah Kak Reka " jawab Rania merangkai kata.


Denis diam,lelaki itu mencoba menyelisik wajah putrinya yg penuh kecurigaaan.


" Maaf Pak,tapi jujur kami gak ngapaian2 " Celetuk Reka meyakinkan.


" Memangnya saya ada nuduh kamu ngapaian2 anak saya ?" tanya Denis heran.


Reka menggaruk kepala gatal,pria itu takut Denis berpikir macam2 tentang dirinya dan Rania.


" Pulang Ran " Ajak Denis.


" Iya Pa " Jawab Rania patuh.


Gadis itu melangkah dan melewati Reka yg menatapnya tajam.


" Pintu rumah jangan lupa dikunci Han,jaga diri baik2 " Ucap Denis sebelum pergi.


" Iya Om,makasih " Jawab Hani tersenyum.


Bapak dan anak itu menghilang dibalik mobil.


Setelah keduanya pergi,Hani menampar lengan Reka yg masih berdiri disampingnya.


" Aduhh Han,sakit tau " ucap Reka meringis.


" Eh kamu ngapain sih bawa2 Rania " Oceh Hani berkacak pinggang.

__ADS_1


" Bukan aku yg nyamperin,dia datang sendiri kerumah aku Han " Jelas Reka.


" Mana bisa,Rania itu masih polos banget Rek " ucal Hani tak percaya


" Astaga jadi maksud kamu,aku gitu yg jebak Rania ?" Tanya Reka kesal.


" Kamu suka sama dia ?" tanya Hani lagi.


" Eehhh " Pekik Reka terbelakak.


" Kenapa nuduh aku gitu ?" Tanya Reka tak terima.


" Ya kamu kan playboy sekarang,udah deh Rek,kamu kan dekat sama Tania,Ranianya jangan ikut2an,kasihan " Kata Hani memelas.


" Han sumpeh,aku gak mainin tuh 2 bocah " Kata Reka serius.


" Tania suka loh sama kamu Rek,dia sampe tanya2 aku kamu sukanya apa,hoby apa,semua tentang kamu ditanyain " Jelas Hani.


" masa sih ?" tanya Reka terkejut.


" Iya,makanya jangan php anak orang,emaknya galak !" Jawab Hani ngeri.


" Eh kira2 Rania diomelin ga ya ?" Tanya Reka serius.


Hani diam,wanita hamil itu tak yakin hidup Rania akan tenang setelah Miska tau yg sebenarnya.


" Tadi dia gak mau pulang Han,aku rasa Rania banyak masalah deh " Kata Reka perhatian.


" Yaa,dia selisih paham sama Mamanya " Jawab Hani.


" Kok bisa ? Apa karna masalalu mereka ya ?" Tanya Reka lagi.


" Ga tau juga Rek,udah ah masalah aku aja gak kelar2 nih,mana suami lama keluar dari penjara sedangkan aku mau lahiran bentar lagi,gimana nasib aku coba !" kata Hani menghela nafas.


" Seenggaknya kamu punya mertua yg baik Han,mau rawat kamu dan anak kamu " Kata Reka menguatkan.


" Hm ya sih,aku ada beruntungnya juga nikah sama Vero " Balas Hani.


" dàh ah,bumil gak boleh mikir macem2 ntar anaknya ngereog didalam sama " Kata Reka.terkekekh.


" Sontoloyo,dah sana pulang aku mau tidur " Usir Hani.


" Ishhh,iyaaaa "Balas Reka kesal.


Pria itu mendekati motornya dan berpamitan pulang.


Hani tersenyum tipis,adanya Reka malam ini menambah semangatnya untuk tetap bersyukur.


Disisi lain,Hani juga bangga karna Reka mampu menjelaskan kesalahpahaman yg mungkin akan terjadi saat ia dan Rania bersama.


Hani masuk kerumahnya dan terkejut melihat anak sambungnya belum tidur.


" Mama dari mana ?" tanya Sofia dengan wajah layu.


" Duh kenapa belum tidur ?" Tanya Hani mengusap dadanya.


" Nungguin Mama,tadi aku mimpi Papa Ma,makanya kebangun " Jawab Sofia sedih.


Hani menghela nafas dan mengusap lembut kepala anak sambungnya tersebut.


" Sabar ya Sayang,bentar lagi Papa pulang kok dan kita bakal kumpul lagi kayak dulu,sama adek baru juga " ucap Hani memberi semangat.


" Kapan Ma,Sofia udah gak sabar " Ucap Sofia sedih.


Hani tersenyum kecil meski dirinya merasa kasihan dengan nasib mereka.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2