Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pilihan


__ADS_3

Malam ini Justin menyudahi acara menagih hutang karna moodnya sedikit berantakan dengan cerita sang Daddy,lelaki itu takut jika terlalu memaksa nanti malah membuat Daddynya dalam bahaya.


" Nanti jika aku sudah pindah,Daddy ikut tinggal bersama ku " Kata Justin tegas.


" Hah ngak usah,kan kalian juga baru mau berumah tangga " Kata Abraham kaget.


" Daddy sering sakit2an,siapa yang akan mengurus Daddy jika aku jauh ?" Tanya Aktam tenang.


Abraham diam,memang akhir2 ini kesehatannya mulai terganggu lagi karna obat yang biasa ia minum tak mampu ia beli.


" Aku akan pulang dan bicarakan ini kepada Istri ku " Kata Justin tegas.


" Iya,Daddy ngak mau nanti kamu dan Laura berkelahi gara2 Daddy " Kata Abraham tak enak.


Justin mengangguk,lelaki itu pun pamit pulang dengan membawa cek uang yang diserahkan Daddynya.


Saat sampai dirumah,Justin berjalan mengendap masuk dan berpapasan dengan Vero yang keluar dari kamar.


" Astagfirullah " Kata Vero terkaget2.


Justin ikut kaget mengusap dadanya.


" Kakak dari mana ? kek maling aja ngendap2 " Kata Vero kesal.


" Hehe,habis dari luar " Jawab Justin cengengesan.


" Laura udah tidur ya ?" tanya Justin.


" Tuh liat jam " Kata Vero menunjuk jam dinding.


Justin melihat dan sedikit kaget melihat jarum jam menunjuk pukul 2 malam.


" Dah ah ngalangin aku pipis aja " Kata Vero berjalan kedapur.


" Lah emang aku yang megang burung nya ?" Gumam Justin bingung.


Lelaki itu pun membuka pintu kamar dengan pelan.


" Ngapain ?" Tanya Cila mengagetkan lelaki itu.


Justin kembali terkancat kaget dan menoleh kearah suara.


" Mama,untung jantung aku ngak loncat " Gerutu Justin.


Cila menguap lebar menatap pria itu datar.


" Dari mana ?" Tanya Cila menggaruk wajahnya.


" Habis keluar sama Daddy " Jawab Justin pelan.


" Nagih hutang ?" Tanya Cila.


" Shutttt jangan gede2 ntar ketahuan Laura " Kata Justin gemas.


Cila terkekeh pelan mengangguk paham.


" Dapat ngak ?" tanya Cila kepo.


" Dapat,nih " Kata Justin memberi cek kepada perempuan itu.


" Apa nih ?" Tanya Cila menyipitkan matanya.


" Seratus juta rupiah " Kata Cila membaca satu persatu huruf disana.


" Hm " Kata Justin mengangguk.


" Apa seratus juta !" pekik Cila kaget.

__ADS_1


" Mamaaaaaa " Kata Justin melototkan matanya.


Cila membekap mulutnya kaget sendiri.


" Yang bener ? ini kamu nagih hutang apa menang judi ?" Tanya Cila syok.


" Judi apaan,aku ngak main judi Ma " Kata Justin kesal.


" Ya mana ada orang bayar hutang langsung 100 juta gitu " Kata Cila heran.


" Pengusaha " Jawab Justin.


Cila mangut2 mengerti dan menatap Vero yang berjalan tak menghiraukan mereka berdua.


" Dah ah,mau nyusul Laura " Kata Justin mengambil lagi cek itu dari tangan mertuanya.


" Itu bisa difoto kopi ngak ?" Tanya Cila terkekeh.


" Haha mana bisa,ngak laku cek ini asli " Jawab Justin tertawa.


" Ya siapa tau Bank mau terima yang foto kopian " Kata Cila mengkrucut.


Justin menggeleng kepala melihat mertuanya yang sangat somplak.


" Dah sana masuk,Mama mau tidur lagi siapa tau dapat juga cek kayak gitu " Kata Cila masuk kekamarnya.


" Hm " Jawab Justin terkekeh.


Pria itu pun masuk kekamar istrinya.


Terlihat Laura sedang tidur dengan nyaman memeluk guling.


Justin berganti pakaian dengan tenang serta menaruh cek berharga itu dengan baik agar tak hilang.


Setelah siap,Justin naik ke ranjang masuk keselimut.


Justin mengintip sedikit dan terkekeh pelan..


" Nurut juga nih bocah " Gumam Justin melihat penampilan Laura seperti keinginannya..


Justin pun membuang bantal guling perempuan itu dengan asal dan mengganti tubuhnya yang dipeluk Laura..


" Kak " Panggil Laura kaget langsung membuka matanya.


" Iya sayang,ayo tidur " Ajak Justin lembut.


" Kapan pulang ?" tanya Laura ingin bangun tapi Justin menahannya tetap berbaring.


" Barusan " jawab Justin jujur.


" Kakak kemana ?" Tanya Laura heran.


Justin tak menjawab,lelaki itu mengecup mesra bibir Laura membuat Laura terdiam.


Justin memangut sebentar dan kembali memeluk Laura.


" Ayo tidur aku ngantuk " Ajak Justin memejamkan mata.


" Kakak bilang mau main ?" tanya Laura malu.


" Ntar aja " Jawab Justin terkekeh.


" Aku udah pake baju ini " Kata Laura menunjuk seragam dinasnya.


" Iya kamu cantik,tapi nanti aja ya aku capek " Kata Justin lembut.


Laura mengangguk tersenyum karna matanya juga sangat mengantuk.

__ADS_1


Mereka pun saling berpelukan hangat hingga sama2 tertidur pulas.


Kebesokan paginya Laura baru selesai mandi dan mengernyit melihat sang suami sudah siap dengan pakaian formal.


" Mau kemana Kak ?" tanya Laura heran.


" Cari kerja " Jawab Justin tenang.


" Hah yang bener ?" tanya Laura kaget.


" Iya,kalo ngak kerja aku ngasih makan kamu pake apa ?" Tanya Justin gemas.


Laura terkekeh dan mendekati lelaki itu memeluk Justin.


" Kalo aku kerja juga boleh ngak ?" Tanya Laura pelan.


" Ngak,kamu dirumah aja jadi IRT kayak Mama " Kata Justin tegas.


" Kan aku juga mau bantu kerja cari duit " Kata Laura memelas.


" Laura " Panggil Justin pelan.


Laura mendongak menatap wajah tampan suaminya yang kini ditumbuhi bulu2 halus ditulang rahang menambah kemacoan lelaki itu.


" Selama aku masih sehat kuat,aku yang harus bekerja cari nafkah,kamu dirumah aja rawat diri medicure kayak Mama atau ngapain kek yang bikin kamu seneng,masalah cari uang itu urusan aku " Kata Justin tersenyum.


" Aku ngak bisa kayak Mama,Mama terlalu santai " Kata Laura mengkrucut.


" Harusnya gitu,bearti Papa ngak bikin susah hati Mama,lihat tuh Mama tiap hari ceria banget,malah kayak orang lagi kasmaran kalo dah sama Papa " Kata Justin terkekeh.


" Kakak ngak tau aja kalo mereka udah berkelahi ramenya kek apa " Kata Laura mendengus.


" Ya berkelahi itu hal wajar lah tiap pasangan pasti ada yang ngak sepaham " Kata Justin bijak


" Iya " Jawab Laura kembali memeluk Justin.


" Emang mau cari kerja dimana ?" tanya Laura pelan.


" Belum tau,doain aja ya semoga aku bisa cepet dapat kerja " Kata Justin sedikit gugup.


Laura mengangguk lemah dan menarik tangan Justin keluar kamar.


Mereka pun sarapan bersama,David dan Cila juga bertanya hal yang sama dan dibalas Justin dengan jawaban yang sama.


" Kamu ngak mau kerja dipabrik ?" Tanya David disela makannya.


" Aku ngak ada jiwa disana Pa " Jawab Justin jujur.


" Kan bisa belajar " Kata Cila menyambung.


Justin menggeleng pelan,bekerja seperti itu bukanlah fashion nya,Justin merasa tak mampu.


David dan Cila pun pasrah,karna memang tak semua orang tau cara membuat kerajinan.


Justin berpamitan kepada Laura,perempuan itu sedikit khawatir tapi Laura berusaha tenang dan percaya.


" Huh kalo Laura tau aku jadi model dia marah ngak ya ?" Gumam Justin sambil berkendara.


Saat lelaki itu pulang semalam teman lama Justin menawarkan kepada pria itu untuk menjadi model produknya,Justin yang memang sedang butuh kerjaan pun mengiyakan meski belum bertanya kepada Laura.


Keuangan mereka setiap hari berkurang,Justin tak mungkin terus mengharapkan mertuanya untuk memberi mereka makan apalagi Daddy Justin juga butuh makan dan tempat tinggal.


Justin pun langsung menuju kestudio untuk melakukan pemotretan.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2