
Kini David sudah berada di depan kantor Reno,pria itu mendongak melihat gedung pencakar langit yang sangat tinggi dan mewah.
" Gila keren banget " Gumam David takjub.
" Ayo masuk " Ajak Reno memegang pundak pria itu.
David mengangguk dan masuk bersama Reno,terlihat seorang pria sudah menunggu diambang pintu bersama karyawan lain disana menantikan kedatangan Bosnya.
" Selamat pagi Pak Reno " Sapa Romi sang asisten.
" Pagi Rom,oh iya kenalin ini David " Kata Reno memperkenalkan David.
" Saya Romi,asisten Pak Reno" Kata Romi mengulurkan tangannya.
" Saya David " Kata David tersenyum.
" Nanti tolong kamu antar ke bagian CS ya,saya ada kerjaan " Kata Reno sopan.
" Siapa Pak " kata Romi hormat.
" Kamu sama dia ya,santai aja " Kata Reno kepada David.
" Iya Pak makasih banyak " Kata David menunduk hormat.
Reno tersenyum geli David memanggilnya bapak,tapi pria itu menghargai karna ini lingkungan kantor.
" Ya sudah " Kata Reno berjalan menjauh diikuti 2 manager yang memang sudah menunggu disana.
David melangkah dengan tegas,meski masih malu karna tatapan orang2 melihatnya aneh tapi David berusaha fokus,karna tujuannya kesini untuk bekerja.
" Nah ini ruangannya,semua sudah ada dsini,nanti kamu beresi lantai tertentu saja bersama tim yang lain " Jelas Romi.
" Siap Pak " kata David menunduk hormat.
" Semoga kamu betah ya,Pak Reno taruh kamu disini untuk melatih kamu dari Nol " Kata Romi tersenyum.
" Iya Pak,saya tau " Kata David ramah.
" Baiklah,kamu kerja yang benar ya kalau ada kendala bisa hubungi saya " kata Romi tersenyum.
David mengangguk mengerti.
Romi pun melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.
" Cila mendapatkan pria yang pas,aku tak khawatir lagi jika perempuan itu bersama pria yang bertanggung jawab dan bekerja keras seperti David " Gumam Romi pelan.
Dengan langkah mantap Romi pun berjalan cepat ke ruangan bosnya menyerahkan berkas yang harus ditanda tangani.
" Kamu anak baru ya ?" Tanya seorang lelaki mendekati David.
" Iya Bang,mohon bantuannya ya " Kata David ramah.
Pria itu tersenyum miring melihat David.
" Saya dengar kamu di masukin langsung kesini sama si Bos ya " Kata pria itu menelisik.
David menangkap aura yang kurang enak disana.
" Iya " kata David cuek.
" Jangan seenaknya lo ya,kita kerja sama2 jangan mentang2 lo keluarganya Bos lo bisa seenaknya aja " Kata pria itu tajam.
" Lah tadi kan saya udah bilang mohon bantuannya " Kata David mulai kesal.
" Jangan sok jagoan lo dsini " Kata pria itu marah.
David berusaha sabar dan hanya mengangguk tak mau membuat keributan.
" Apa yang harus saya kerjakan Bang " Kata David sabar.
" Lo bersihin gudang lantai 3,5,7 " Kata pria itu cuek.
David mengangguk dan membawa alat kebersihan.
__ADS_1
" Yang bersih lo awas saat gue kesana masih banyak kotor "
" Iya " Kata David malas.
Mood nya tiba2 hancur menerima sambutan tak mengenakan dari kepala Cs itu.
" Sabar Bang,dia emang gitu suka merintah dan sok berkuasa " kata Seorang gadis berpakaian lengkap dengan profesinya.
" Iya Mba,saya sabar kok " Kata David tersenyum.
" Abang baru ya disini ?" Tanya gadis itu.
" Iya baru hari ini "
" Oh kenalin Bang,nama saya Beti " Kata gadis itu ramah.
" Saya David " Kata David tersenyum.
" Ya udah yuk kerja " Ajak perempuan itu semangat.
David mengangguk dan menaiki lift menuju ruangan.
Ditempat lain,Cila berjalan bersama Siti mencari ruko murah dan kontrakan untuk mereka tinggal.
Cila tak ingin membebani Reno dan Nisa terus, begitupun Siti yang tak enak cuma makan tidur drumah itu.
Makanya Siti juga ikut membantu art Nisa bekerja.
" Ini Non ada baca disewakan " Kata Siti menunjuk 1 rumah yang terlihat bersih.
" Iya,ayok kita tanya " Kata Cila semangat.
Mereka pun menghubungi nomor yang tertera di tempelan itu.
10 menit berbicara ditelepon,kini Cila dan Siti sudah sampai disalah satu rumah warga yang mempunyai kontrakan itu.
" Sebulannya berapaan Pa ?" Tanya Cila serius.
" berapa kamar ?"
" 2 Neng,tapi dempetan,ruang tamu,dapur dan kamar mandi nyampur cuma disekat sedikit untuk kamar mandinya " jelas pria itu.
" Gimana Bu ?" Tanya Cila.
" Ngak bisa kurang lagi Pak ?" Tawar Siti.
" Udah segitu harganya Neng,ini juga udah murah loh "
" Kalo ruko dimana Pak ?" Tanya Cila.
" Oh ada disana,kebetulan orangnya juga mau jual murah buat pergi haji "
" Wah beneran Pak,berapaan ?" Tanya Cila semangat.
" Kurang tau Neng,coba langsung kesana aja "
" Ya udah Pak,kita lihat sana dulu ya kalo pas kami sewa 2 kontrakannya "
Pria itu mengangguk tersenyum.
Mereka berdua pun dengan cepat berjalan keluar gang menemui ruko diseberang jalan.
" Wah lebih murah disini ternyata " Gumam Cila setelah bernego.
" Iya Neng,ini juga lumayan besar " Kata Siti menimpali.
" Ya udah,aku kasih tau Mas David dulu ntar malam Bu " Kata Cila tersenyum.
" Iya Neng,kalo jadi rukonya sekalian kontrakan nya juga,ngak papa 700 ribu sebulan " Kata Siti tersenyum.
" Ya udah yuk kita pulang dulu " Ajak Cila.
Siti mengangguk,mereka pun pulang kerumah Nisa.
__ADS_1
Dirumah lama Cila seorang pria mengumpat kesal karna kecolongan,mereka mengira David masih tinggal dirumah kontrakan itu,tapi saat ditanya kepada warga mereka bilang David sudah pindah ke kota.
" Sial,gimana nih ?" Tanya seorang pria bertato kepada temannya.
" Kita harus lapor Bos dulu " kata temannya itu kesal.
" Ya sudah ayo balik "
2 orang pria itu pun berbalik meninggalkan rumah kosong David,tanpa mereka sadari seorang bocah mengintip dari rumah sebelahnya dan mengadu kepada sang ibu.
" Ma om yang kemarin itu datang lagi " Adu bocah itu berapi api.
" Iya,ambil hp Mama " Titah wanita yang sedang menyusui anaknya.
" Nih Ma,telepon Om David ya " Kata anak itu semangat.
" Iya,bilangin sama dia orang kemarin datang lagi"
" Oke " Kata bocah perempuan itu mengerti dan mencari nama David di hp ibunya.
Bocah itu menunggu panggilan tersambung.
" Halo " Sapa seseorang wanita diseberang.
" Halo Tante ini aku Bila te,anaknya Mama Rita " Kata bocah itu heboh.
" Oh Bila,ada apa sayang ?" Tanya Cila diseberang.
" Te,ada Om jahat itu kerumah kalian lagi " Lapor Bila.
" Benarkah ?" Tnya Cila kaget.
" Iya Te,mereka ada 2 orang " Kata Bila semangat.
Bocah itu menceritakan apa yang dia lihat dan dengar.
Beberapa menit bercakap akhirnya panggilan diputuskan.
Didepan rumah sudah ada seorang gadis kecil bermain ayunan dirumah temannya.
" Bila,cepetan " Teriak temannya tak sabaran.
" Iya tunggu dulu " Teriak balik Bila.
" Woi jangan berisikkkkkk " Teriak Mama Bila tak kalah kencangnya.
Gadis kecil yang bermain ayunan pun langsung panik dan kabur kerumah sebelahnya.
" Gila,Mama nya Bila garang banget " Kata Priska mengusap dadanya kaget.
" Coba aja kalo Tante Cila dan Om David masih tinggal disini,pasti aku bisa makan gratis " Desah bocah itu lesu.
" Gara2 pria2 berengsek itu Om dan Tante sampe pindah,awas aja kalo aku tau siapa mereka bakal aku pecahin telornya buat jadi telor dadar " Ancam bocah itu tajam.
" Riska " Panggil seseorang lirih.
Gadis itu celingak celinguk mencari suara,dan kaget melihat temannya tadi menjinjing sandal berjalan mengendap endap.
" Ayo cepetan ntar bebeb kita dah nungguin " Kata bocah itu pelan.
Riska pun mengangguk tersenyum dan mengikuti temannya yang berjalan mengendap.
" Bilaaa susu adek mana ?" Pekik Mama nya dari dalam rumah.
" Kabur kabur " Pekik bocah itu kelabalakan dan langsung berlari kencang.
" Salsabilaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa " Teriak Mama Bila emosi melihat bocah itu berlari dengan kencang keluar jalan.
" Oekkkkkkkkkkkk " Adiknya pun ikut menjerit memanggil sang Kakak yang sudah otw menemui pacar mereka.
❤❤❤❤
Hay guys,jangan lupa Vote,Like,Coment ya
__ADS_1