
Sudah 3 hari berlalu,seorang gadis pergi kuliah dengan wajah tenang.
Gadis yg jarang tersenyum tersebut terlihat begitu masam dan jutek membuat beberapa orang hanya bisa menggelengkan kepala.
" Rann " Panggil seseorang dari belakang.
Gadis yg dipanggil terus berjalan tanpa mendengar.
" Raaann " Panggil orang itu lagi.
Rania berhenti berjalan dan berbalik badan.
" Eh lo budeg ya gue panggil gak nyahut2 " Ucap seorang gadis dengan wajah kesalnya.
" Ada apa ?" tanya Rania tenang.
" si Tania mana Ran ? Kok gak masuk ?" Tanya gadis bernama Vina tersebut.
Rania diam sejenak.
" Dia tanyain sama Dosen Nino " Ucap Vina terkekeh.
Rania terus diam.
" Kayaknya Si Nino emang suka deh sama Adek lo nanyain mulu,pusing gue kalo ketemu dijalan " Kata Vina malah curhat.
" Gak tau " Kata Rania masa bodoh
" Eh eh lo mau kemana ?" tanya Vina menahan gadis itu.
" Ketemu Pak Ciko,mau ikut ?" tanya Rania
" Idihh dosen galak dan tua itu,idih ogah " Jawab Vina merinding.
" Ya udah " Balas Rania santai.
Gadis itu kembali berjalan menjauh sambil menyeret tubuhnya yg sangatlah malas.
Mood Rania berapa hari ini tidak baik sejak kejadian tempo lalu.
Dan yg membuat Rania malas adalah orang2 disekelilingnya yg selalu membandingka 2 bersaudara tersebut.
Bisa dibilang Tania cukul terkenal karna kepintaran dan cara bergaul gadis tersebut.
Bahkan tak sedikit yg menitipkan salam kepada anak Denis itu.
Rania terus berjalan dan memasuki sebuah ruangan.
Terlihat seorang lelaki duduk dibangkunya dengan laptop diatas meja.
" Siang Pak " Sapa Rania sopan.
Pria itu mendongak dan diam melihat Rania melangkah masuk.
" Maaf Pak,ada apa ya manggil saya ?" tanya Rania sopan.
" Kamu bertanya ?" Ucap lelaki itu tenang.
Rania mengernyit bingung.
" kamu tau apa yg sudah kamu lakukan ?" tanya Pria bernama Ciko tersebut.
" Kenapa Pak ? Apa salah saya ?" tanya Rania.
" Kamu ngirim berkas ke perusahaan J tanpa pemberitahuan saya !" balas lelaki itu menggebrak meja.
__ADS_1
Deg...
Rania terkejut dan ssketika mundur selangkah.
" Kenapa kamu mendahului saya ? Kamu pikir kamu siapa ?" tanya Ciko emosi.
" Saya sudah tanya pak Samson sbelumnya Pak dan dia bilang oke " Kata Rania menjelaskan.
" Siapa pembimbing kamu hah ? Saya atau dia !" Kata Ciko garang.
Glek...
Rania menelan ludah kasar,gadis itu menciut mendengar suara keras.
" Gara2 kamu saya dimarahin sama kepala bagian kampus ini,kamu begitu berani Rania !" Kata lelaki itu kesal.
" Maaf Pak saya tidak tau " kata Rania menunduk
" Kalau tidak tau itu bertanya,bukan langsung mengerjakan hal yg bukan pekerjaan kamu !"
Rania terus menunduk,gadis itu tak tau bahwa laporan yg ia kirim 2 hari lalu kini menjadi bomerang sendiri.
" Jadi saya harus ngapain Pak ?" tanya Rania hati2.
" Kamu harus ikut praktek ulang ditempat lain !" Balas lelaki itu tegas.
" Apa ! Tapi masa magang saya udah hampir selesai Pak " kata Rania panik.
" Ya itu urusan kamu,kamu yg buat masalah orang perusahaan gak mau lagi kamu magang ditempat mereka " kata pria itu ikut kesal.
" Astaga " Ucap Rania tak percaya.
" Pusing saya ngurusin kamu Ran,kenapa kamu berbeda banget sih dari saudara kamu,Tania itu dipuji loh sama perusahaan yg dia magang " kata lelaki itu heran.
Nyesss....
" Harusnya kamu itu kasih contoh yg baik dong,masa masih baikan adik daripada kakaknya " Cibir lelaki itu lagi.
" Maaf Pak,jika sudah selesai saya permisi " Ucap Rania datar.
" Saya itu kasih kamu masukan biar kamu bisa belajar dari kesalahan ".
" ya saya akan cari perusahaan yg mau menampung sya untk segera lulus dari sini !" Balas Rania.
Ciko menatap gadis itu kesal,Rania memang terkenal sangat berani kepada Dosen bahkan yg paling terkiler dikampus.
Gadis itu keluar tanpa mengucapkan kata lagi,emosinya sudah naik ke ubun2.
Rania mengepalkan tangan geram
" Ran " Ucap seorang lelaki kaget berpapasan dengan gadis itu.
Rania tak menyahut,dengan langkah cepat gadis itu menjauh dari ruangan.
" Ya Tuhan,ada apa lagi sama gadis itu,kasihan Rania " Ucap pria yg sempat menjadi cinta pertama sang gadis.
Ditempat lain,seorang lelaki terlihat dimarahi oleh atasannya.
" Harusnya kamu cek dulu sebelum mengirim laporan " Ucap seorang wanita sedikit kesal.
" Maaf Bu,itu copyannya saya pikir Ibu udah baca " Balas lelaki yg bernama Reka tersebut.
" Iya Rek,tapi sayangnya saya belum baca dan itu langsung naik ke Hrd,kalo ketahuan Bos gimana,bahaya itu Rek kita bisa dipecat " Kata wanita itu ngeri.
" Duhhh,,ya udah Bu nanti aku cari langsung orangnya,soalnya saya juga dikirimin si Nuri,dia bilang minta saya kirim ke Ibu " kata Reka menggaruk kepala.
__ADS_1
" Itu yg ngerjainnya anak magang,terus kenapa data kita bisa bocor sih,harusnya jangan seluruh data itu dikasih sama mereka nanti Pak Justin marah "
Reka makin pusing,lelaki itu hanya meneruskan pesan saja tapi naas dirinya yg terkena semprotan karna Reka sudah dipilih untuk memegang suatu bagian penting perusahaan.
Lama diskusi,lelaki itu keluar dari ruangan dan berpapasan dengan David.
" Kenapa Rek ?" tanya David menegur.
" Eh Pak,gak papa,mau cari Pak Justin ya ?" tanya Reka mengalihkan.
" Iya Rek,ada gak Justinnya ?" tanya David.
" Ada,beliau diatas " Balas Reka.
" Ya udah saya kesana dulu " kata David pamit.
Reka mengangguk sopan,David pun berlalu.
" Uhh Pak David bikin aku deg degan aja " Ucap Reka mengusap dadanya tenang.
Lelaki itu kembali berjalan dan berusaha mendapatkan pelaku yg menjadi biang kerok.
Sore harinya,Reka pulang seperti biasa.
Lelaki itu menunggu ojek didepan karna motornya sedang mogok.
" Mau balik Rek ?" tegur David lagi.
" Eh iya Pak " Jawab Reka sopan.
" Hayo sekalian sama saya " Ajak David.
" Eh gak usah Pak " Tolak Reka tak enak.
" Hayoo gak papa,daripada magrib dijalan " kata David terkekeh.
" Biasa juga mau isya pak baru pulang " Batin Reka gemas.
Pintu terbuka,Reka mau tak mau naik kedalam mobil mewah tersebut.
Ini baru pertama Reka diantar David,biasanya Justin juga sering menawarkan tumpangan tapi Reka menolak karna tak enak dilihat karyawan lain.
Selama dijalan,keduanya diam.
David fokus menyetir,lelaki itu terlihat masih sangat bugar dan tampan.
" Wah2 Rek,cewek tuh " ucap David menunjuk seorang gadis berpakain sexy didepan lampu merah.
" Hehe iya Om " Balas Reka terkekeh.
" Punya pacar Rek ?" Tanya David.
" Hm Belum Pak " Jawab Reka jujur.
" Wah wah Rek,kapan mau nikah nya,kamu udah berumur loh " Goda David.
" Hehe ceweknya udah jadi menantu Bapak " Balas Reka bercanda.
" Hahahaha si Hani ?" Tanya David tertawa.
" Hehe iya Pak,becanda doang " Kata Reka ngeri2 sedap.
David kembali tertawa seolah tau pria muda disampingnya hanya bergurau.
" Duh,semoga Pak David gak mikir aneh2 " Batin Reka ngeri.
__ADS_1
❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.