Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Ancaman


__ADS_3

Vero menatap Hani dengan wajah yg sulit dimengerti,lelaki itu terlihat tidak suka dengan perlakuan kasar gadis tersebut.


" Kau mengusir ku ?" tanya Vero tajam


" Ya aku mengusir mu " Jawab Hani bersedekap dada.


" Han !" Bentak Vero tertahan.


" Kenapa ? kau tidak terima ?" Tanya Hani menantang.


" Apa yg kau lakukan hah! ini bukan dirimu " Kata Vero tegas.


Hani diam membuang muka.


" Apa yg sudah terjadi ? siapa yg membuat mu begini ?" Tanya Vero membalik tubuh Hani menghadap dirinya.


" Jawab !" Paksa Vero tegas.


Hani menoleh dan menatap wajah pria yg sudah memberinya kehidupan dulu.


" Kau bertanya ?" tanya Hani mendongak.


" Jawab aku " Pinta Vero melemah.


" Pergi dari sini " Usir Hani melepas tangan Vero dari bahunya


" Jawab !" Paksa Vero geram.


Plakkkkkk.....


Kini tangan Hani melayang menghempas pipi lelaki itu.


" Apa yang....


" Kau ! kau pelakunya !" Kata Hani tajam.


" maksud mu ?" tanya Vero terbelalak.


" Kau menghancurkan hidup ku Vero !" Bentak Hani.


Vero langsung mundur mendengar ucapan wanita itu.


" Kau tau sebodoh apa aku setelah kau menghancurkan segalanya ! aku kehilangan diri ku sendiri,kau tau betapa hancurnya aku dibuang begitu saja !" Bentak Hani menahan tangis.


" Han " Kata Vero lirih.


" Kau pria bajingan yg pernah aku temui didunia ini ! " Ucap Hani penuh emosi.


" Kenapa kau menuduh ku ?" tanya Vero bingung.


" Menuduh ? kau lupa apa yg telah kau lakukan kepada ku ?" tanya Hani terbelalak.


" Aku tau aku salah karna pernah melukai mu Han tap....


" Aku lelah berpura baik2 saja,semua orang memojokkan diri ku tanpa tau yg sebenarnya " Kata Hani berkaca kaca.


" Aku tidak setuju kau dengan Daniel karna dia masih....


" Suami orang ?" Lanjut Hani terkekeh.


" Ya kita tidak tau dia sudah berpisah atau belum dengan istrinya " Jawab Vero.

__ADS_1


" Dia sudah meninggalkan wanita itu,dan ingin hidup dengan ku " Balas Hani terkekeh.


Deg....


Vero tersentak,sungguh ia tidak mengenali wanita didepannya saat ini.


Hani sekarang begitu berbeda dengan Hani yg dulu.


" Kau menyukainya ?" Tanya Vero lemah.


" Suka atau tidak itu urusan ku " Jawab Hani.


Vero terdiam seketika,lelaki itu maju dan melihat Hani dengan tatapan dalam.


Gadis itu membuang muka seolah tak mau ditatap.


" Aku tau kamu gadis yg baik Han,dan kamu tidak akan melakukan itu kepada orang yg baik juga " Kata Vero lembut.


" Jaga diri mu Han,maafkan semua kesalahan aku jika aku menjadi penyebab kau begini " Ucap Vero sungguh2.


" Jika waktu dapat diputar kembali,aku juga rasanya ingin memilih menghindar dari kenakalan dan tetap menjaga cinta yg kamu berikan,tapi aku begitu payah Han,aku terlalu egois dan mementingkan diri sendiri " Kata Vero menunduk.


Tes....


Air mata Hani sanggup lagi ia tahan,gadis itu dengan cepat menyeka air matanya sebelum ketahuan Vero.


Tangan Vero terangkat dan mengusap lembut kepala gadis malang tersebut.


" Aku bahagia melihat mu sudah dewasa sekarang,jalan yg kau lalui begitu rumit tapi aku selalu yakin kau bisa melakukannya dengan baik "Lanjut Vero.


Hani memejamkan mata mencoba tenang meski hatinya sudah hancur lebur didalam sana.


" Aku pulang dulu,terima kasih untuk makan malamnya " Kata Vero tersenyum.


Hani masih didapur dengan tubuh yg mulai gemetar.


" Ayo sayang kita pulang " Ajak Vero lembut.


" Papa " Ucap Sofia mengantuk.


" Iya Nak,kita pulang kerumah ya " Kata Vero menggendong Sofia.


" Tante mana Pa ?" tanya Sofia melihat2.


Vero menggeleng pelan dan bergegas keluar.


Setelah mesin mobil terdengar,Hani langsung luluh kelantai dengan air mata mengenang.


" Vero hiks hiks " Tangis gadis itu seketika pecah.


Hani sudah tak sanggup lagi menahan sesak yg luar biasa dihatinya


" Kenapa kau tega lakukan ini sama aku Vero huhuhu " Kata Hani terus terisak.


Gadis malang itu begitu sakit dengan kisah hidupnya..


Hani terpaksa menjadi orang lain agar ia terlihat kuat dihadapan lelaki yg telah membuat dirinya terpuruk tersebut.


Sungguh Hani tak ingin Vero menganggap lemah dirinya lagi,ia ingin membuktikan bahwa ia bisa mendapatkan yg lebih meski itu sangat menyiksa dirinya sendiri.


Tangis Hani terdengar miris malam ini,rasa rindu suka duka ia rasakan dalam waktu bersamaan.

__ADS_1


" Perasaan itu masih ada Vero,aku tidak bisa menghilangkanya,ini sangat menyiksa ku huhu " kata Hani penuh drama.


Bertahun2 ia mencoba melepaskan Vero,sehebat apapun Hani menghindar tapi adakalanya ia sangat menginginkan lelaki yg telah merubah hidupnya tersebut.


Rasa budinya kepada Vero seolah menjadi cinta mati yg sudah berakar.


Tapi sikap egois keduanya menghalang pintu besar tersebut membuat Hani maupun Vero seolah tak ingin menunjukkan dirinya satu sama lain.


Dijalan Vero diam dengan otak berkecamuk,melihat kekehan Hani tadi sungguh membuatnya emosi.


Tapi disisi lain,pria itu bisa memahami kepada Hani bersikap diluar prediksinya.


" Apa kesalahan ku begitu fatal ?" gumam Vero mulai mengingat..


Pria itu mencoba apa yg telah ia lakukan kepada Hani tempo dulu.


Memang Hani bukan gadis yg sangat terbuka,Hani lebih suka menunjukkan cintanya melalui tindakan daripada kata2..


" Ya Tuhaannnn,itu pasti membuatnya sangat trauma " Gumam Vero mengacak rambut frustasi.


Pria itu ingat dimana saat ia mengatakan berpisah dengan alasan yg tak jelas dan meninggalkan Hani dengan keadaan yg cukup memprihatinkan.


" Tapi kenapa tadi dia bilang baru terkena tamparan ? siapa yg menamparnya ?" Gumam Vero teringat lagi.


" Apa Hani sudah bertemu dengan istri pria tersebut ? atau pria itu yg melakukannya ?" Tanya Vero menerka.


Lelaki itu mulai tak tenang,rasa bersalahnya semakin berkecamuk membuat ia tak fokus berkendara.


Vero melihat Sofia,gadis kecil itu tertidur pulas dikursi sambil memeluk boneka yg tak pernah absen dri bangku.


" Jika aku mencari tau malam ini,siapa yg akan jaga Sofia dirumah ?" Gumam Vero menghela nafas.


Ia tak bisa meninggalkan gadis itu sendirian saja apalagi Sofia masih kecil dan begitu labi


" Ya udah aku cari besok aja kali ya,Hani gak boleh terlalu jauh lagi,dia tak punya siapa2 untuk memberi perlindungan "Kata Vero iba.


Lelaki itu memutuskan untuk pulang,ia akan mencari cara dulu agar semua berjalan lancar.


Flashback....


Kemarin siang,Hani mendatangi Nial disebuah tempat.


Tanpa banyak bicara dan basa basi Hani mendapat 1 tamparan keras dari wanita itu,tak tinggal diam Hani pun melakukan hal yg sama.


" Kenapa kau tidak terima aku melawan ?" tanya Hani tersenyum smirk.


" Kau !" Ucap Nial tajam.


" Aku bisa saja menjebloskan kamu ke penjara dengan pasal pembunuhan berencana !" Kata Hani menahan emosi..


" Kau sudah tau ?" tanya Nial terkekeh.


" Kau psikopat !" Hujat Hani tajam


" Hahaha,aku berencana melakukannya sendiri,tapi Ayah Daniel ingin membantu ku menyingkirkan krikil seperti mu " Kata Nial membuka topengnya.


Hani menatap wanita itu nyalang,Nial bersedekap dada melihat keberanian gadis tersebut.


" Aku awalnya ingin memutuskan untuk meninggalkan Kak Daniel karna iba dengan mu,tapi Kak Daniel memilih pilihan yg tepat untuk lepas dari mahkluk seperti mu !" Cibir Hani tajam.


" Kita lihat saja nanti " Balas Nial terkekeh.

__ADS_1


❤❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2