Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Hari H


__ADS_3

Rombongan Cila datang kerumah Laura dengan wajah ceria.


Cila terlihat begitu bersemangat begitupun Hani yang sudah tak sabar melihat perjodohan yang dilakukan calon mertuanya.


" Aduh Cila aku malu " Ucap Nita tak pede.


" Ck tenang aja,besan aku baik kok orangnya " Jawab Cila tenang.


" Mak,kita mau ketemu bapak ya ?" tanya Amat polos.


David menahan senyum mendengar pertanyaan bocah itu.


" Iya Mat,mau ketemu bapak baru " Jawab Vero terkekeh.


" Emang Bapak disurga udah izinin Emak kawin lagi ?" tanya Amat.


" Hahahaha " Vero dan David langsung tertawa.


Hani menunduk menahan tawa yang akan meledak.


" Kenapa Om ketawa ? kasihan Bapak aku Om kalo emak kawin lagi " Kata Amat sedih.


David menarik nafas untuk tenang sebelum memberi pencerahan kepada bocah beranjak remaja itu.


" Bapak kamu tetap dihati Emak kamu Mat,cuma ini beda alam " kata Cila tenang.


" Tetep aja Bi,ntar Bapak gak ikhlas gimana ?" tanya Amat khwatir.


" Kita masuk dulu,kamu lihat calon bapak baru kamu kalo kamu setuju kita lanjut tapi kalo gak ya kita gak lanjut " Ujar Cila.


" Baiklah " Kata Amat mengangguk setuju.


Vero tersenyum geli sedangkan Nita terlihat menahan malu dengan tingkah anaknya.


David membunyikan bel rumah dan langsung mendapat sahutan.


Ceklek...


Pintu terbuka,terlihat lah seorang pria tampan dengan kaos navi nongol depan pintu.


" Hah ini bapak baru nya ? astaga masih muda " Kata Amat melotot.


" Eeh bukan " Pekik Cila kaget.


" Ada apa ?" Tanya Justin bingung.


" Dia kira kamu yang bakal jadi bapaknya " Jawab Vero menahan tawa.


" Hah " Pekik Justin melotot.


David kembali tertawa,mood pria itu benar2 baik saat ini.


" Ayo masuk " Ajak Justin membuka lebar pintu rumah.


Semua orang masuk kedalam,terlihat Laura membawa piring kue berjalan kearah mereka.


Hani langsung berlari menolong perempuan hamil besar itu.


" Sini Kak biar aku aja " Ucap Hani mengambil alih piring


" Gak usah Han,Kakak bisa kok " Jawab Laura.


" Aku takut " kata Hani merinding.


" Tenang aja aman,kamu ambil dibelakang aja " Kata Laura tersenyum.


Hani mengangguk dan berjalan kebelakang.


" Mana mertua kamu ?" tanya Cila to the point.


" Lagi dikamar " Jawab Laura


" Sakit ?" tanya Cila waspada.


" Gak kok,lagi dandan mungkin " Jawab Laura terkekeh.

__ADS_1


Cila ikut terkekeh,tak lama yang ditunggu pun keluar.


Nita yang dari tadi hanya diam sontak kaget melihat lelaki sedikit tua dengan beberapa uban dikepalanya terlihat modis dan gagah.


" Halo selamat malam " Sapa pria itu sopan.


" Malam San " Jawab David tersenyum.


" Sudah lama datang ?" tanya Abraham basa basi.


" Baru aja " Jawab David.


" Oh ini San cewek yang aku maksud,,gimana cakep gak ?" Ucap Cila tanpa basa basi.


Abraham melihat Nita,wanita beranak satu itu menunduk dengan wajah malu2.


" Itu anak kamu ?" Tanya Abraham melihat Amat yang juga melihatnya.


" Iya " Jawab Nita pelan.


" Oh oke " Balas Abraham tersenyum.


" Oh jadi Om ini ya mau dikawinin sama Emak aku ?" tanya Amat.


" Iya,gimana kamu setuju gak ?" tanya Cila.


" Bisa bayar uang sekolah aku gak Bi ? aku mau masuk SMP sebentar lagi " Tanya Amat polos.


" Ehh jangan gitu " Kata Nita kaget.


Abraham tersenyum,bocah lelaki itu terlihat masih murni seperti bocah kampung lainnya.


" Jangankan SMP Mat,sampe kamu lulus semua sekolah juga mampu " Jawab Cila.


" Yang bener Bi ? soalnya kemarin ada juga yang mau sama Emak tapi gak mau bayar uang sekolah aku nanti " Kata Amat jujur.


Nita kembali menunduk,wanita itu ingin menegur anaknya tapi apa boleh buat bocah itu tak bisa diam.


" Apa benar ?" tanya Abraham kepada Nita.


" Jangan panggil Tuan,kita sama aja " Kata Abraham tak suka.


Nita mengangguk sopan dan menyepak kaki Cila pelan.


" Jadi gimana San ? dia cuma punya 1 anak ya ini si Mamat,bapaknya meninggal kecelakaan " Ujar Cila.


" Iya San,aku tergantung Nita nya aja mau atau enggak " Jawab Abraham tenang.


" Emang Om mau sama emak aku ?" tanya Amat menyelisik.


Abraham mengangguk kecil.


" Cieeeeeeee " Goda Vero langsung tertawa.


David kembali tertawa menghadap lain sedangkan Justin hanya mesem2 geli.


" Emang kamu mau menikah sama saya ?" Tanya Abraham kepada Nita.


" Cieeeeeee " Vero kembali berulah,kali ini Laura dan Hani menahan tawa seraya membawa beberapa kue dan buah.


Nita mengangguk malu2.


Semua orang langsung tertawa ngakak,Cila pun tak bisa membendung tawanya yang akan meledak2.


" Baru kali ini lihat orang tua dicomblangin,mudah banget tinggal ketemu ajak kawin udah " Kata Justin disela tawanya.


" Iya gak ribet " Sahut Laura.


" Apa yang mau diribetin,udah tua juga gak perlu pacaran2 " Kata Cila tenang.


" Ya udah deh,aku mau Om ini jadi bapak aku,tapi jangan jahatin Emak ya Pak " kata Amat tersenyum.


" Cieee Amat punya bapak baru " Goda Vero.


" hehe " Amat cengengesan malu dan sontak membuat tawa pecah lagi.

__ADS_1


Setelah deal dengan semua kesepakatan,keduanya akan dinikahkan jum'at depan dikampung Nita.


Amat sangat bahagia melihat ibunya juga bisa tersenyum manis dan Justin serta Laura menerima mereka dengan ramah.


Mereka bercincang2 dengan hangat sesekali menggoda pasangan baru itu.


Tak terasa hari pernikahan pun akan dilaksanakan pagi ini.


Laura merasa sangat mulas,wanita itu bolak balik kamar mandi tapi tak juga membuang hajat.


Justin yang sedang tidur merasa terganggu dengan jencatan kasur saat wanita itu bangun.


" Sayang kamu kenapa ?" tanya Justin mengusap matanya.


" Sakit perut Yank " Jawab Laura pucat.


" Hah kamu mau lahiran ?" tanya Justin terbelakak.


" Gak tau Yank,mules " Jawab Laura berkeringat dingin.


" Aduh gimana ini " Kata Justin panik.


Lelaki itu berjalan keluar dan berpapasan dengan Daddy nya yang sedang ngopi didapur.


" Kenapa Tin ?" tanya Abraham heran.


" Laura mau lahiran Dad " Jawab Justin bingung mau apa dia didapur.


" Hah " Pekik Abraham melotot.


" Aduh apa ya yang mau aku ambil ?" tanya Justin melihat sana sini.


Abraham langsung bangun dan masuk kekamar anaknya.


Terlihat Laura duduk setengah berbaring.


" Laura " Pekik Abraham mendekat.


" Dad " Ucap Laura kaget.


Wanita itu berusaha bangun tapi sangat kesusahan.


" Kenapa Nak ? kamu mau lahiran ya ?" tanya Abraham.


" Kayak nya iya Dad,mules ini tapi gak keluar " Jawab Laura meringis.


" Ya udah kita kerumah sakit ya " Kata Abraham cepat.


" Hah tapi kan Daddy mau nikah hari ini " Kata Laura bingung.


" Gak usah mikirin Daddy,ayo bangun " Kata Abraham membantu Laura bangkit.


Wanita itu menurut,Justin masuk dengan tangan kosong.


" Siapkan mobil kita kerumah sakit sekarang !" Ucap Abraham tegas.


" Hah tapi Dad..


" Gak usah tapi2an,,telfon mertua kamu bilang Laura mau lahiran " Ptong Abraham.


Justin mengangguk dan berlari keluar menyiapkan mobil..


" Daddy maaf " Ucap Laura sudah menangis.


" Gak papa,cucu Daddy lebih penting dari segalanya,ayo hati2 melangkah " Ucap Abraham tenang.


Laura mengangguk masih dengan air mata yang berderai.


Mereka langsung menuju kerumah sakit,selama dijalan Laura berapa kali meringis merasa anaknya menendang nendang.


Justin berkendara dengan cepat dan berapa kali mendapat marahan dari Daddynya untuk keselamatan.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2