Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pilihan


__ADS_3

Angel mendumel tak henti2 membuat Prito salah tingkah.


Ana hanya diam saja menyaksikan suaminya malu di marahi sang putri.


" Udah Njell " Kata Prito memelas.


" Kalo mau gitu harusnya Papa tutup pintu dulu kek biar aku sama Jack ga lihat " Kata Angel kesal.


" Ck kamu yg ga ketuk pintu Njel,asal masuk aja " Dumel Prito.


" Apa sih pagi2 udah sewot2an aja " Tegur Aktam berjalan mendahului ibu bapak dan anak itu.


" Iya,kamu kenapa Njel ?" Sahut Lulu berjalan berdampingan.


" tuh si papa dan ma....


" aduhhhh kaki kuuuuuu " pekik Prito membuat Angel terkejut dan langsung menoleh.


" Aduhh kayaknya kaki ku keseleoo " Kata Prito kesakitan


" Dihh dramaa " Cibir Ana melihat sejenak dan berjalan meninggalkan mereka semua.


" Aduhhhh " Pekik Prito lagi seolah dirinya memang kesakitan.


" Bawa kerumah sakit aja Njell " Kata Lulu panik.


" ehh jangan,ntar di operasi,bawa tukang urut aja " Kata Angel menolak rumah sakit.


" Iya jangan rumah sakit " Kata Prito mulai panas dingin.


Angel dan Lulu membantu Prito berjalan,lelaki itu mulai salah tingkah.


" Kalo aku ga sandiwara bisa 1 rumah tau karna mulut Angel " Batin Prito ngeri.


" Pa " Tegur Angel melihat Prito diam.


" Ha iya,kayaknya udah sembuh deh " kata Prito melepas tangan putrinya.


" Hah cepat amet " kata Angel kaget.


Prito mencat2 menunjukkan dirinya baik2 saja.


" Tapi tadi....


" Papa kerjaa dulu daahhhh " kata Prito langsung berlari sambil melambaikan tangan.


Angel menganga begitupun Lulu yg sama polosnya.


" Udah sembuh ?" Tanya Lulu melihat Angel.


Angel menggeleng tidak tau.


" Kayaknya Papa kamu sandiwara aja barusan Njel " Kata Lulu yakin.


Angel diam,gadis itu melihat jam ditangannya dan ssketika melotot.


" Waduhh Bi,aku berangkat dulu udah mau telat " Kata Angel bergegas lari.


" Kamu belum sarapan Njel " Pekik Lulu.


" bungkusss " Balas Angel sambil tersenyum.


Gadis itu menghilang,,Angel sudah keluar.


Lulu menggeleng pelan.


" Nga anak,nga emaknya,ngga bapaknya,semua sama " Ucap Lulu heran.


" Aku ngga " Ucap seseorang membuat Lulu kaget bukan main.


" eeh Jack,kok kamu disini ?" tanya Lulu syok.


" Emang aku disini dari tadi dengerin kalian ngomong " Jawab Jack memutar mata.


" masa sih,ga keliatan hehe " balas Lulu terkekeh

__ADS_1


" Dah sana kamu sekolah ntar telat juga ".


" Iya Bi,aku pergi dulu " ucap Jack sambil menyalami Lulu.


Lulu tersenyum seraya mengusap kepala bocah Sd tersebut.


Jack kini sudah mandiri,ia tak terlalu bergantung kepada Ana maupun Prito.


Bahkan sekarang,Jack tak butuh orangtuanya dalam mengantar dan menyiapkan perlengkapan sekolah karna sudah ada supir pribadi dan Jack bisa melakukan segalanya sendirian.


Lulu berjalan lagi,wanita itu berencana ingin mengecek anak2nya sudah pada siap menyambut hari apa belum.


Dari kejauhan,manik Lulu melihat anak bungsunya sedang digendong Aktam.


Pria dewasa itu terlihat sedang bermain didepan taman rumah.


" Den Aktam ga kerja Non ?" Tanya Art rumah.


" Kayaknya masuk siang Bi " jawab Lulu.


" Haha iya,lupa Bibi Den Aktam kan bos ya,bisa masuk kapan aja " Balas Bibi terkekeh.


Lulu tersenyum kecil,wanita itu tidak merasa suaminya adalah Bos besar karna Aktam masih di gaji Reno tiap bulan.


" Non mau teh biar Bibi siapin ?" Tanya Art lagi


" Ga usah Bi,oh iya Arshad udah bangun belum ?" tanya Lulu teringat.


" Hm Bibi ga liat Den Arshad hari ini " Jawab bibi mengingat.


" Apa dia masih tidur ?" Gumam Lulu mengernyit.


Kedua wanita itu diam hingga Aktam mendekati sang istri.


" Kenapa Yank ?" tanya Aktam


" Ha ga,udah mainnya ?" tanya Lulu mengalihkan.


" Udah nih,mandiin dulu gih bau acem " Jawab Aktam.


" Kamu ga kerja ?" Tanya Lulu mengambil alih sang anak.


" Kayaknya hari ini mau kerumah orang tua kamu " Jawab Aktam.


" Kenapa ?" tanya Lulu mengernyit.


" Ga tau,Mama minta aku kesana " jawab Aktam lagi.


" Loh aku ga dikasih tau ?" Kata Lulu syok.


Aktam mengangkat bahu tidak tau,dirinya juga mendapat kabar mendadak subuh tadi tanpa memberitahu istrinya dahulu.


" Ya udah,aku siap2 dulu " kata Aktam pamit.


Lelaki itu berjalan sambil menepuk pelan bokong sang istri.


Lulu diam sejenak mencoba berpikir.


" Mama kenapa minta Aktam kerumah ?" Gumam Lulu penasaran.


" Mama " tegur sang bayi melihat ibunya bengong.


" Iya sayang,Adek mandi dulu ya " Kata Lulu tersadar.


Keduanya pun berjalan masuk.


Ditempat lain,sepasang anak manusia terlihat tidur dengan lelap dibawah selimut.


Tak ada yg aneh,keduanya hanya tidur bersama dalam 1 ranjang.


" Syaddddd " Pekik seseorang membuat Arshad langsung membuka matanya.


Pria itu menoleh dan melihat Hiro bangun dengan wajah panik.


" Kita telat " kata Hiro melotot.

__ADS_1


" Udah pagi ?" tanya Arshad tenang seraya mengusap wajahnya.


" Iya,udah jam 7 nih " Balas Hiro.


" Kamu kerja jam berapa ?" tanya Arshad lagi.


" Setengah 8 " jawab Hiro mengingat.


" Ya udah,kamu siap2 nanti aku anter " Balas Arshad santai.


" Aku mau pulang dulu,baju aku dirumah " Ujar Hiro.


" Pake baju aku aja " Kata Arshad lagi.


Hiro melihat Rania,gadis itu masih asik tidur tanpa terganggu.


" bangunin dia aja,bajunya disimpan Rania " Kata Arshad bangun.


Hiro mengangguk dan langsung menjalankan aksinya.


Arshad berjalan kekamar mandi,lelaki itu terlihat sangat santai dan tak panik sama sekali.


Setelah Rania bangun,Arshad dan Hiro berpamitan pulang..


" Kalian ga sarapan dulu ?" tanya Rania masih mengantuk.


" Emang ada yg bisa dimakan ?" tanya Hiro mengangkat alis.


" Hehe " Rania terkekeh sambil melirik Arshad.


" Makan diluar aja " Kata Arshad paham.


" Aku ikut ya,nanti pulang nya aku naik angkot ga papa " kata Rania berharap.


" Beneran ?" tanya Hiro kaget.


Rania mengangguk pelan.


" Sekalian hari ini aku mau cari kost juga,bisa miskin aku lama2 disini " Kata Rania menghela nafas.


Hiro melihat Arshad,lelaki itu hanya diam tanpa menjawab.


" Ya udah nanti sama2 nyarinya " Jawab Hiro.


Rania tersenyum,mereka pun langsung berangkat..


Seperti diawal,Rania mulai tak canggung lagi dengan teman2nya terutama Arshad.


Gadis itu juga tak perduli jika ada yg menilai dirinya sebagai gadis nakal.


Tak jauh dari tempat kerja Hiro,ketiganya makan diwarung sederhana.


Arshad makan nasi uduk,Rania bubur dan Hiro memilih dibungkus.


Lelaki itu sangat takut terlambat karna Hiro bilang bosnya sangat garang.


Tinggallah Rania dan Arshad disana.


Keduanya saling diam menghabiskan sarapan pagi.


" Kamu yakin mau cari kost lagi ?" tanya Arshad tiba2.


" iya Syad " Jawab Rania.


" Kerja ditempat aku mau ?" tawar Arshad.


Rania menoleh melihat lelaki tampan itu sejenak.


" Aku ga tega Ran liat kamu luntang lantung " kata Arshad tenang.


Rania terus melihat Arshad hingga senyum manis terukir diwajahnya.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2