Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Malam Panjang


__ADS_3

Semua sanak adik kakak berkumpul disatu ruang keluarga,besok adalah hari persidangan perebutan harta warisan.


" Bang aku ngak mau ya sampe jatuh miskin " Kata Teti takut.


" Aku juga ngak mau Bang,utang dibank aja belum lunas " Kata adik ke 3.


" Iya Bang,gimana ini David sudah pindah kita ngak bisa mengancam dia "


Adik kakak itu ketakutan sendiri,bahkan mereka tidur tak tenang.


" Apa yang masih kamu punya ?" Tanya Kakak pertama mereka.


" Aku masih punya 2 lahan sama emas " Kata adik ke 3.


" Aku ngak ada lagi Bang,semua udah aku jual buat kuliahin Wisma " Kata adik ke 2.


Pria yang berprofesi sebagai pengacara itu pun menyugar rambutnya kasar.


Harta keluarga David yang sangat banyak dulu kini sudah habis dimakan waktu.


" Kita jalani saja sidangnya,beberapa surat sudah aku rubah " Kata pria itu berusaha tenang.


Mereka semua mengangguk meski getir masih terasa.


Dirumah besar David baru pulang bekerja,terlihat Cila sedang bermain sepeda bersama Ana dan Bara.


Terlihat Aktam membantu Laura menaiki sepeda,sedangkan Andrew berkeliling memboncengi Zaiva yang duduk merimping memeluk pinggang Andrew.


" Angkat Dek baju kamu nanti muter di ban " Kata Andrew ngeri.


" Iya Bang,ini udah aku angkat " Kata Zaiva menggulung baju panjangnya.


Mereka berkeliling ditaman rumah itu.


David yang lelah pun seketika tersenyum mengembang melihat keceriaan keluarga Reno.


" Ayo Dek ayuhkan sepeda nya,Abang dibelakang " Kata Aktam serius.


" Aku takut jatuh Bang " Pekik Laura.


" Ngak,Abang pegangi kok " kata Aktam yakin.


Dengan bergetar Laura mulai mengincangi sepeda itu dengan Aktam yang menyeimbangi dari belakang.


Terlihat Siti menangis haru melihat anaknya sangat ceria.


" Ayo kamu bisa " Teriak Cila heboh kepada Laura yang masih belum lancar.


" Ibuuuuu,Lala pake sepeda Bu " Teriak Laura bahagia.


Siti mengangguk dengan air mata menetes,selama ini Laura tak pernah menaiki sepeda karna Siti belum mampu membelinya.


Biasanya anak itu hanya melihat dari kejauhan saja,saat anak2 di pekarangan rumah bermain tanpa menganjak Laura.


" Ayo balapan " Ajak Ana semangat.


" Eee etttt mau kemana ?" Pekik Cila menarik kuping gadis itu.


" Adu aduh sakitt " Pekik Ana kaget.


" Ayo bantu Abang kamu benerin dulu rantai nya " Kata Cila berkacak pinggang.


" Ck,ngak mau lah nanti tangan aku hitam kena oli " Kata Ana menolak.


" Mana sini Abang bantuin " Kata David tiba2 nongol disana.


" Ma..


" Abang David " Pekik Ana heboh.


Cila yang ingin memeluk suami nya pun,langsung tak jadi saat Ana menghambur duluan ketubuh lelaki itu.


" Hahaha kangen ya sama Abang " kata David menjawil hidung gadis kecil itu.

__ADS_1


" Iya Bang,rasanya aku ngak nafsu makan kalo belum lihat wajah tampan abang " Kata Ana lesu.


" Bohong Bang,dia makan banyak banget tadi "Celetuk Bara.


" Ck,diam dulu napa biarkan adik cantik mu ini berkreasi " Kata Ana kesal.


Bara menggeleng pelan dan kembali memperbaiki rantai sepeda yang memang sering jatuh.


Mereka main dengan puas,sampai menjelang magrib.


Setelah selesai makan,Reno memanggil David keruangannya.


" Vid,besok sidang,kamu udah siap kan?" Tanya Reno tegas.


" Iya Bang,aku bakal berjuang " Kata David yakin.


" Bagus kamu ngak boleh lemah,saat mereka mengajukan pertanyaan yang aneh2 jangan ragu minta jawaban sama Abang "


David mengangguk mengerti.


David pun kembali kekamarnya.


Terlihat Cila tersenyum hangat menyambutnya diranjang.


" Mas,ada yang mau aku omongin " Kata Cila serius.


" Kenapa ?" Tanya David berbaring dipaha perempuan itu.


" Tadi ada Bela nelfon aku dia bilang orang2 yang nerror kita datang lagi " Lapor Cila.


" Masag sih ?" Tanya David terkejut.


" Iya Mas,kayak nya mereka mengintai kita deh " Kata Cila takut.


" Biarin lah toh kita udah dsini,dan besok sidang akan di mulai "Kata David tenang.


" Kamu harus bisa ya " Kata Cila tersenyum.


" Iya jika harta orang tua ku sudah kembali,aku bakal ngasih kehidupan layak buat kamu " Kata David menggenggam tangan Cila.


" Aku cinta banget sama kamu Mas " Kata Cila manja.


" Aku juga cinta sama kamu " Kata David lembut.


Mereka tersenyum bahagia.


" Tidur yuk,aku capek banget hari ini " Kata David bangkit.


Cila mengangguk dan mundur lalu berbaring mengangkat selimut.


" Disini adem ya,ada Ac nya " Kata David merenggangkan otot2nya.


" Iya,makin enak buat pelukan " Kata Cila mencolek pinggang pria itu.


David yang tadinya ingin menguap pun tak jadi dan menarik Cila mendekat kepadanya.


" Tidur yuk besok harus pagi ke pengadilan " Kata David merengkuh perempuan itu.


" Ngak main dulu ?" Tanya Cila mendongak.


David terkekeh pelan dan mencium kening Cila.


" Aku lelah banget Yank,cuma pengen peluk doang tapi ngak tau menit berikutnya " Kata David mengantuk.


Cila mengusap lembut pipi suaminya dan menyelusupkan kepalanya di leher pria itu.


" Kapan pun kamu mau,aku siap kok Mas,aku bakal jadi ladang buat kamu nyangkul " Kata Cila malu.


" Uhh dah bisa gombal ya " Kata David tersenyum geli.


" Hm,aku cuma mau jadi tempat peristirahatan kamu,aku ingin jadi istri yang bisa melayani lahir batin suami " Kata Cila serius.


" Hm " Jawab David.

__ADS_1


" Aku mau punya anak banyak sama kamu biar rumah kita rame "


" Hm "


" Aku mau hanya aku wanita dalam hati kamu sampai akhir hayat kita "


" Hm "


Cila terus membicarakan planing nya kedepan.


" Aku mau...yah malah tidur " Kata Cila tak jadi berhayal lagi saat melihat David memejamkan mata.


" Mas,ck kamu mah ngak ngajak2." Gerutu Cila kesal.


David sudah tak sadar lagi karna pria itu benar2 lelah seharian.


Cila berbaring miring melihat suami nya tertidur dengan damai.


" Kamu ganteng banget sih Mas " Gumam Cila takjub.


" Aku tuh kalo dah sama kamu bawaan nya ***** mulu Mas,gemes aku tuh " Kata Cila tertawa sendiri.


Perempuan itu meraba wajah suaminya dengan lembut.


" Ini nih yang bikin aku sering kewalahan " Gumam Cila menyentil bibir sexy pria itu.


" Tuhan itu emang adil ya Mas,mereka nyiptain manusia beda2,coba aja kalo nyiptanya sama semua,duh bisa ketuker aku kalo ketemu dijalan " Gumam Cila bersyukur.


Gadis itu dengan nakal membuka kerah piyama suaminya.


Ntah mengapa Cila selalu ingin menghabiskan malam panjangnya bersama sang suami,bahkan mereka hampir setiap malam bercinta meski hanya sebentar2 saja.


" Emh " Lenguh David sedikit terganggu dengan kelakuan istrinya.


Cila tersenyum geli dan mencium pucuk dada suaminya dengan lembut.


Tangan Cila terus turun kebawah dan mencari apa yang dia mau.


" Kamu ngapain ?" Pekik David kaget saat Cila membuka celananya.


" Hehe aku lagi pengen Mas " Rengek Cila.


" Apa !" Pekik David terkejut.


" Ayo,udah ngak tahan nih " Kata Cila hampir menangis.


David menelan ludahnya kasar,dirinya sangat mengantuk tapi permintaan Cila tak bisa ditolak begitu saja.


" Kamu diatas ya " Pinta David menguap.


" Hm,kamu tidur aja " Kata Cila tersenyum mesum.


David sedikit ngeri,mood Cila benar2 sulit ditebak,biasanya David yang harus membujuk tapi kali ini Cila yang merengek duluan.


Pria itu pun berbaring telantang,Cila mulai menaiki suaminya.


Saat mereka benar2 sudah siap.


Cila dengan takut2 memulai mengambil alih.


" Awwwwhhhh " Pekik Cila sedikit merasa janggal.


" Ah jangan gerak dulu Yank " Kata David menahan istrinya.


" Mas hm ah nusuk Mas " Pekik Cila masih kaget.


David berusaha tenang dan rileks.


" Ayo " Kata David sudah siap.


Cila pun memulai semuanya dengan perlahan,perempuan itu menutup mulutnya menahan suara desahan yang selalu ingin keluar.


" Waw amazing " Pekik David membantu perempuan itu bereaksi.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2