Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Jalan2


__ADS_3

Menjelang subuh berkumandang,pintu rumah terbuka.


Keluarlah seorang wanita berdaster celingak celinguk diluar dan kaget melihat sepasang kekasih tidur diayunan cinta depan rumahnya.


" Cihh,emang cari kesempatan nih bocah 2 " Gumam Cila kesal.


Terlihat Vero dan Hani tidur saling berpelukan,keduanya bak pasangan romantis yang sedang dimabuk asmara.


Cila menyelisik dan mendekati Vero.


" Plakkkkkk...


Jidat Vero mendapat tamparan gemas dari ibunya.


Sontak lelaki itu langsung terbangun kelabakan.


" aaaa brugh....


Keduanya pun terguling ke lantai.


Cila langsung mundur dengan mata melotot.


" Aduhhhh " Ringis Hani meraba bokongnya dengan mata ngantuk.


Vero juga menggosok pinggang dan membuka mata lebar.


" Mama !" Pekik Vero melihat Cila.


" Ada nyamuk dijidat kamu " kata Cila tanpa dosa.


" Hah " pekik Vero.


Hani melihat kekasihnya dan benar saja ada mayat nyamuk disana beserta darah Vero sebagai bukti nyata.


Vero bangun dan menatap Cila kesal.


" Apa ?" tanya Cila garang.


" Gak apa apa " jawab Vero menciut.


Hani ikut bangun dan memberikan kotak pizza semalam kepada Cila.


" Maaf Ma semalam kita ada masalah sedikit " Ucap Hani takut2.


Cila mendengus berjalan masuk kedalam rumah.


" Yahhh masih berlanjut Yank " Kata Hani sedih.


Vero menggaruk kepalanya gatal dan masuk kedalam rumah.


Hani pun ikut masuk membawa semua barang mereka.


David keluar kamar dan berpapasan dengan wajah datar sang istri.


" Ada apa gerangan sayang ?" Tanya David gemas.


Cila tak menjawab dan menyingkap tabir dapur dengan kasar.


" Papa " Panggil Vero menghentak kaki kesal.


David menoleh dan kaget melihat wajah Vero mengkrucut.


" Kok bisa masuk ?" tanya David polos.


" Ohh Papa sekongkol ya sama Mama gak kasih aku sama Hani masuk !" Tuduh Vero.


" Bukan gitu,semalam Papa mau bukain kalian pintu tapi kunci dalam nya disimpan Mama kamu " Jelas David.


" Kan bisa lewat belakang " Kata Vero kesal.


" Lewat mana ? kandang ayam ?" Tanya David gemas.


Vero terdiam,pria itu lupa kalau kandang ayam ibunya mengalami perluasan lahan.


" Haistt udah ah,tuh pizza nya udah setengah aku makan sama Hani buat ganjel perut " kata Vero ketus.


" Marah ya ?" Tanya David polos.


" Gak,kita seneng tidur diluar bisa uwu2an mandang bintang dilangit " Jawab Vero kesal.


" Hahahahaa " David langsung tertawa ngakak dengan jawaban sang anak.

__ADS_1


Vero langsung berjalan kearah kamarnya dan melewati Hani yang membawa barang mereka keruang tamu.


" Pa ini Pizza nya " ucap Hani takut2.


" Taruh didapur gih " Titah David tersenyum.


" Takut ada Mama " balas Hani mengkrucut.


" Hahahahahaha " David kembali tertawa dan mengambil pizza ditangan Hani.


" Ya udah biar Papa aja yang kasih,lain kali kalo Mama pesen makanan jangan mampir kemana2 " Kata David lembut.


" Iya Pa,semalam kita bantu temen " Kata Hani menunduk.


" Iya,dah sana masuk kamar,olesin tuh tangan kamu digigitin srigala " Kata David menunjul kulit Hani bentol2.


" Nyamuk Papa,kalo srigala udah tinggal nama " Kata Hani gemas.


David tertawa geli dan mengusap kepala gadis itu gemas.


Pria tampan itu pun masuk kedapur menyusul istrinya.


Didapur,Cila mengangkat sebelah kakinya dikursi seraya menikmati teh panas.


Memang sudah kebiasaan mereka bangun subuh mengeteh atau ngopi dulu setelah solat.


" Nih buat cecelan " Kata David menyodorkan pizza semalam.


" Ngak selera " Jawab Cila ketus.


" Ya udah,mana kopi aku ?" tanya David santai.


" Itu apa ? Bom atom ?" tanya Cila menunjuk gelas kopi David.


" Hehe iya " Jawab David cengengesan.


Keduanya pun duduk berseblahan,David membuka kotak pizza dan kaget melihat isinya tinggal 2 potong.


" tuh lihat anak kamu,masa ngasih kita sisa mereka !" Ucap Cila kembali emosi.


" Mereka kelaperan semalam makanya makan pizza " Kata David tenang mengambil satu potong dan menggigitnya.


" Harusnya mereka beli lebih dong,kan aku mintanya 2 kotak bukan dua biji " Kata Cila masih kesal.


" Ihh jangan diambil lagi napa " Kata Cila menampar tangan David yang mengambil potongan terakhir.


" Kan kamu bilang gak selera ?" kata David bingung.


" Huh aku nyicip doang " Kata Cila mendengus mengambil potongan pizza itu dan menggigitnya.


David bersedekap dada melihat sang istri yang bilang menyicipi tapi kenyataannya malah melahap semua dengan berutal.


" Enak ?" tanya David menyindir.


Cila mengangguk dengan senyum malunya.


" Haistttt nih cewekkk bikin gemes aja " kata David mencubit pipi Cila.


Wajah Cila bersemu malu mengusel dibahu David.


" Udah marahnya kamu jelek tau ngomel2 " kata David menyesap lagi kopi hitam.


" Habisnya anak kamu tuh bikin aku kesel " Balas Cila.


" Iya malam nanti kita buat lagi,dan Vero kasih ke orang aja " Kata David tenang.


" hahaha siapa yang mau nerima udah bongsor gitu " Kata Cila tertawa.


David ikut tertawa geli dengan ucapannya sendiri.


Mood Cila pun kembali membaik,pasangan sengklek itu pun saling bercanda mengenang masa kecil Vero yang begitu nakal.


Siang harinya,Vero menganjak Cila jalan2 untuk menebus dosanya kepada perempuan itu.


Kali ini Hani tak ikut karna gadis itu sibuk dengan sekolahnya.


" Kita ajak Laura sekalian ya " Kata Cila duduk manis disamping Vero.


" Emang Kak Laura mau ?" tanya Vero.


" Ya mau lah pasti kalo Mama yang ajak " Jawab Cila yakin.

__ADS_1


" Ya udah kita kesana " Kata Vero setuju.


Cila mengangguk ceria.


Vero mengemudi dengan sedikit cepat dijalanan yang sepi.


Tak lama mereka pun sampai dirumah Laura,terlihat mobil Justin terparkir dipekarangan.


Keduanya langsung masuk dan mendapati Justin sedang menyuapi Laura makan buah didepan tv.


" Mama,Vero " Pekik Laura heboh.


" Alhamdulillah " Ucap Justin pelan.


" Kalian ngapain ?" Tanya Cila mengernyit.


" Lagi makan buah " jawab Laura polos.


Cila terdiam,Vero berjalan kedapur mencari makanan seperti yang sering ia lakukan.


Kini hubungan Justin dan Vero sudah baikan,keduanya tak ada lagi menyimpan dendam.


" Mau ikut gak ?" tanya Cila.


" Kemana ?" tanya Laura.


" Jalan2 " Jawab Cila.


" Mau2 " kata Laura semangat.


" Kamu ngizinin ?" Tanya Cila kepada Justin.


" Apa yang gak untuk istri ku yang cantik ini " Jawab Justin mengusap perut besar Laura.


" Iueee lebay " Cibir Cila memutar mata.


Justin tertawa begitu pun Laura menampar gemas tangan suaminya.


" Oh iya Hani gak ikut ?" Tanya Laura tak melihat calon ipar.


" Kamu gak tau Hani itu seorang siswa ?" Tanya Cila gemas.


" Haha iya juga ya " kata Laura teringat.


Vero kembali datang sambil menguyah sesuatu.


" Ayo Kak,durasi " Kata Vero sudah siap.


" Bentar Kakak ganti baju dulu " Kata Laura berusaha bangun.


" Hati2 Yank " Kata Justin ngeri.


" Aman " Kata Laura tenang.


Perempuan itu pun berjalan menuju kamar dengan cepat,Justin,Cila dan Vero menganga melihat Laura yang terlalu bersemangat.


" Laura gak papa kan ?" tanya Cila kepada Justin.


" Gak papa Ma,cuma berapa hari ini sering gaduh sakit pinggang " Jawab Justin.


" Hmm jangan kenceng2 kalo main " kata Cila ambigu.


" Uhuk uhuk..." Vero terbatuk mendengar celetukan ibunya.


Glek..


Justin menelan ludah kasar melihat Cila yang memasang tampang tenang.


" Hehe iya Ma " Kata Justin bersemu.


Vero terbelalak melihat Justin mengakui.


" Astagaaaaa " Kata Vero menggelengkan kepalanya tak habis pikir.


Meski omongan kedua orang itu begitu menyesatkan tapi Vero tau kemana arah otak ibunya.


" Gak usah dibayangin !" kata Cila menoyor kepala Vero.


Justin langsung tertawa sedangkan Vero mendengus kesal.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2