Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Anak Buah Baru


__ADS_3

Malam hari semua keluarga berkumpul dimeja makan rumah besar Kakak Cila.


" Jadi kalian benar pindah nih ?" Tanya Reno setelah mengusap bibirnya dengan tisu.


" Iya Kak,ada yang terror rumah kami " Lapor Cila.


David mengangguk kecil mengiyakan perkataan istrinya.


" Siapa yang neror ?" Tanya Reno serius.


" Aku belum tau siapa Bang,tapi dari pesan yang dikirimkan disana,itu menuju saudaranya Ayah aku " Kata David yakin.


" Beneran ?" Tanya Nisa.


" Iya Kak,mereka naruh foto aku disana terus dibalik foto itu ancaman2 gitu,dan isi kotaknya selalu darah ****** gitu " Kata Cila merinding.


Triplet dan Bara yang sedang makan pun berhenti sejenak dan menatap Cila tajam.


" Hehe maaf maksudnya em anu " Kata Cila menelan ludahnya kasar melihat tatapan maut anak2 Reno,beda hal dengan Laura yang terlihat santai menikmati makan malamnya.


" Bisa dipidana itu Vid" Kata Reno tenang.


" Iya Bang,tapi aku ngak ada bukti bahwa mereka yang kirim " kata David lesu.


" Makanya kita langsung kesini Kak,takut mereka ngancem lagi " Kata Cila ngeri.


" Ya sudah kalian tenang2 aja dirumah dulu,nanti Abang cari info nya "


David dan Cila mengangguk kecil.


Siti hanya diam saja tanpa menyahuti.


" Em Kak,Bu Siti sama Laura gimana ?" Tanya Cila tak enak.


Reno melihat kearah Siti dan Laura yang sedang makan dengan nyaman.


Terlihat anak kecil itu sangat lahap,bahkan sudah 2 kali menambah.


" Gimana Yank ?" Tanya Reno menyenggol Nisa.


" Ya aku sih yes,ada kamar kosong juga " Kata Nisa tersenyum kecil.


" Gimana anak2 ku sekalian ?" Tanya Reno kepada triplet dan Bara.


" Aku Yes Pa " Kata Ana kencang.


" Aku juga Yes " Kata Aktam tersenyum.


" Aku juga Yes Pa,Laura anak yang baik dia dulu pernah ketemu aku ditempat Kak Cila kerja " Kata Bara tertawa.


Laura menunduk malu.


" Kamu gimana Boy ?" Tanya Reno kepada Andrew.


" Terserah aja " Kata Andrew cuek.


" Loh kok gitu ?" Tanya Reno bingung.


" Iya mau gimana lagi,suara aku bakal kalah sama mereka ber3 " Gerutu Andrew.


Mereka semua terkekeh pelan,dan memang benar kalau Ana sudah setuju maka semuanya harus setuju.


" Ya sudah,kalian boleh tinggal disini semau kalian " Kata Reno tersenyum.


" Tidak usah Tuan,kami pindah saja mencari kontrakan murah " Kata Siti tak enak.

__ADS_1


" Ngak papa selama mencari,kalian disini dulu,nanti saya bantu cari "


" Terima kasih Tuan " Kata Siti terharu.


Reno mengangguk dan bangkit dari duduknya.


" Nanti keruangan Abang " Kata Reno menepuk pundak David.


" Siap Bang " Kata David semangat.


Makan malam pun berakhir,triplet menganjak Laura bermain diluar rumah menikmati angin malam.


" Yank aku temuin Bang Reno dulu ya " Kata David pamit.


Terlihat Cila tengkurap di kasur memainkan hpnya.


" Jangan lama2 ya,ntar aku kangen " Kata Cila manja.


" Kalo kangen,harus dituntaskan berarti " Kata David tersenyum mesum.


Cila terkekeh pelan dan mengangguk kecil.


" Nanti pake baju tipis itu ya,biar ada gregetnya " Pinta David manja.


" Yang warna apa ?" Tanya Cila fokus dengan hp.


" Warna hitam,kita malam ini pake tema batmen " Kata David tertawa.


" Yang ada topeng nya ya " Kata Cila menimpali.


" Wahahaha iya,biar lengket terus aw " Kata David tertawa terbahak.


" Ih merinding disko aku Mas " Kata Cila tertawa.


" Ya udah,tungguin Mamas mu balik ya,kita indihoy malam ini " Kata David vulgar.


" Yah,kok gitu ?" Tanya David kaget.


" Pabrik tutup "


" Lembur lah Yank " Pinta David memelas.


" Hahaah iya iya,makanya cepetan ntar aku dah tidur "


" Oke Beb,dah " kata David melesat keluar dari kamar.


Cila tertawa lucu melihat David yang sangat semangat.


Diruangan Reno,pria itu dengan serius membaca lagi sebuah berkas yang beberapa hari lalu diberi pengacaranya.


Tok tok..


Pintu diketuk dari luar,Reno mempersilahkan tamunya masuk.


David berjalan tenang mendekati Reno yang mengenakan kaca mata bening.


" Waw,gila kalo dilihat gini Bang Reno bener2 seperti pemimpin perusahaan besar,meski hanya pake piyama tidur " Batin David takjub.


"Duduk Vid " Tegur Reno melihat aneh David yang terdiam.


" Ah iya Bang " Kata David tersentak.


Mereka duduk berhadapan,aura tegas Reno mulai mencuar keluar.


" Ini berkas gugatan kamu " Kata Reno menyerahkan berkas2 didepannya.

__ADS_1


David mengambil dan melihat isinya,pria itu tersenyum kecil dan mengangguk.


" Nanti jika sudah terjadwal,kita akan melakukan sidang,kamu ngak boleh lemah,apapun harus kamu lakukan agar bisa merebut lagi hak orang tuamu " Kata Reno tegas.


" Tapi disini aku diminta harus punya saksi Bang " Kata David lesu.


" Kamu punya ngak tetangga atau saudara lain yang bisa bantu kamu ?" Tanya Reno serius..


" Dulu ada tetangga aku yang mau bantu rebut harta itu,tapi aku sama dia sekarang udah pisah Bang,karna dia dulu mau jaga ibunya dikota lain " Kata David lesu.


Reno mengangguk mengerti.


" Begini saja,Abang akan usahakan buat bantu kamu,tapi kamu juga jangan berleha leha karna lawan kamu bukan orang sembarangan,mereka punya kekuasaan juga " Kata Reno tegas.


" Iya Bang,aku bakal nuruti semua perkataan Abang " kata David yakin.


" Ya sudah dan untuk pekerjaan kamu besok udah bisa bekerja di kantor Abang sebagai cleaning service "


" Iya Bang,aku mau " Kata David semangat.


" Ya sudah,kamu bantu Abang beresi semua berkas2 lama dsini ya,Nisa capek " Pinta Reno.


" Oke Bang sini aku bantu " Kata David tersenyum.


2 pria itu pun saling bahu membahu membersihkan ruangan yang memang sedikit berantakan.


Diluar sana Cila didatangi 2 bocah ingusan yang kini sudah bersahabat.


" Kak,main diluar yuk " Ajak Ana duduk di kasur.


" Males ah,mau tidur " Kata Cila cuek.


Laura tak menanggapi,gadis itu sibuk mengendong bayi kucing didalam kain gendong.


" Cup2 sayang,mau cucu nanti ya " Kata Laura menenangkan anak kucing yang terus mengeong.


" Bos,bayi nya nangis " Lapor Laura.


" Uhuk2 " Cila tiba2 terselak ludahnya sendiri mendengar Laura berbicara seperti itu.


" Apa!! Bos ?" Peki Cila kaget.


Laura mengangguk,sedangkan Ana memasang wajah bangganya.


" Kamu beneran mau jadi anak buah dia ?" Tanya Cila ngeri.


" Emang nya kenapa Ante,Bos Ana baik sama aku,dia mau main sama aku Ante " Kata Laura polos.


" Ya tapi ngak jadi pengikut dia juga " Kata Cila menepuk jidatnya.


" Kenapa sih sirik amat jadi orang " Kata Ana memainkan kukunya.


" Ya kamu nya aneh,nanti Laura ketularan gilanya sama kamu " Gerutu Cila.


" Ya ngak papa biar aku ngak gila sendirian " Kata Ana cuek.


" Oh Tuhan,kenapa aku harus punya ponaan seperti ini ?" Gumam Cila pasrah..


" Hehe besok Zaiva mau kesini loh Kak,dia mau ngaduin foto adik barunya " Kata Ana semangat.


" Oh Tuhan,jangan tambah lagi penderitaan hamba " Kata Cila memelas.


Ana dan Laura tertawa geli melihat wajah Cila yang berantakan.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2