
Cila dan David terdiam mendengar cerita Bara barusan,pasangan itu tak menyangka Reno juga mengalami hal buruk.
Cila sedikit kecewa dengan alm.Siska yang berani mengecewakan Reno yang dia dan Clara juluki sebagai malaikat pelindung,padahal Reno tak pernah membuat masalah setau mereka.
Cila tak tau apapun tentang rumah tangga Reno dan Siska,karna dirinya masih kecil dan tidak dekat bahkan kenal dengan wanita itu.
Cila sering mendengar dari Clara bahwa Siska adalah sosok Kakak yang sangat menyayangi Nisa dan Clara,dan rela memberikan Reno kepada Nisa untuk melanjutkan dirinya sebagai seorang istri dan juga ibu sambung untuk Bara,karna hanya Nisa kepercayaan wanita itu.
Sedangkan diotak David,pria itu sama halnya tak menyangka orang sesempurna Reno masih di khianati oleh istrinya sendiri.
David merasa was was kepada Cila yang sedikit pencicilan apalagi dirinya tak tau bagaimna Cila dibelakang nya.
" Kenapa liatin aku gitu ? Tanya Cila aneh kepada David yang menatap nya intens.
" Hah,ngak papa " Kata David kelabakan.
" Kamu takut aku juga selingkuh ? " Tanya Cila penasaran.
" Ngak tuh biasa aja " Kata David mengelak.
" Beneran ? Jangan nangis ya ntar kalo liat aku jalan sama cowok lain " Kata Cila Pede.
David terkejut dan langsung melotot melihat istri kecilnya itu.
" Jangan macem2 kamu,kalo ngak mau aku gantungin di batang talas " Ancam David menunjukkan tinju nya.
Cila dan Bara terkejut,detik kemudian mereka tertawa melihat wajah David berubah kesal.
" Bang David cinta banget ya sama Kakak " Goda Bara dengan wajah sembab nya.
Deg...
David dan Cila mematung,mereka terdiam.
Bara yang tadinya tersenyum langsung berubah heran melihat mereka berdua.
" Kenapa ? " Tanya Bara bingung.
" Ngak papa kok,lidah Kak David kelu " Kata Cila asal.
Gadis itu tersenyum getir melihat suaminya yang diam saja.
" Hmm jadi Bara ngak mau pulang nih ? " Tanya Cila mengalihkan.
Baŕa mengangguk kecil.
" Aku ngak mau lagi repotin Papa dan Bunda,Bara ngak pantas tinggal disana " Kata Bara berkaca kaca.
" Jangan Bara,kasihan Bunda dan adik2 kamu,kamu tau tadi sebelum kamu sampai di sini Bunda kamu nelfon nangis2,Andrew kepala nya di perban,Kak Clara pingsan,Papa kamu yang sedang di Inggris harus pulang saat itu juga mendengar kamu hilang,kamu ngak kasihan sama mereka ? Gimana kalo Kakek kamu denger,kamu ngak kasian juga sama 2 Kakek kamu yang sudah tua ? " Tanya Cila lembut.
Bara menunduk kembali menangis.
" Bara ngak mau Kak,Bara sayang mereka " Kata Bara tersedu sedu.
__ADS_1
" Kamu harus bisa,kamu udah gede sekarang,mungkin itu hanya akal akalan orang itu saja,sekarang kan lagi musim tuh edit editan foto " Kata Cila membujuk.
" Tapi foto itu nyata Kak,Mama dibawah selimut sama Om itu hiks hiks "
Cila terdiam,dirinya pun merasa ada yang tak beres,tapi siapa yang berani mengusik anak tak berdosa ini pikir Cila.
" Ya udah nanti Kakak cari solusinya,kamu tidur ya ini udah malam "
" Jangan beritahu Bunda aku disini Kak,aku mohon aku ngak mau lagi nyakitin Bunda " Kata Bara menggenggam tangan Cila.
Cila menatap nanar anak itu,air mata Bara terus menetes.
Cila ikut terluka,baru kali ini Cila melihat Bara sangat terpuruk sampai nekad lari dari rumah,meski Bara sering dimarahi Reno karna membuat kesalahan,tak pernah Bara sampai senangis ini,bocah itu biasanya lebih santai menghadapi Reno yang tegas,bahkan tak jarang Bara menganjak Reno ngopi agar pria itu tak jadi marah2.
" Iya,ayo Kakak anter ke kamar " Ajak Cila lembut.
David masih diam hanya melihat saja 2 kakak beradik itu.
Bara bangkit dari duduknya dan jalan perlahan karna Kaki nya sakit dan keram.
Cila menidurkan Bara di kasur baru mereka,kipas angin pun dinyalakan.
" Kak aku mau pipis " Kata Bara lirih.
" Ya udah gih sana,tau kan caranya " Kata Cila khawatir.
Bara mengangguk tersenyum kecil.
Bukan apa Cila seperti itu,dia sangat paham bahwa anak2 Nisa tak pernah kekurangan,sama saat dirumah Clara dulu Cila pun berlaku demikian kepada anak2 Nisa.
David menoleh dan terkejut melihat Cila tiba2 memeluknya.
" Kenapa ? " Tanya David tenang.
Cila melingkarkan tangannya di pinggang David dan menyenderkan kepalanya di dada lelaki itu.
David diam saja tanpa membalas pelukan Cila.
Cila tersenyum menggigit bibir bawahnya kelu,David tak pernah membalas pelukannya meski Cila memeluk nya setiap hari.
" Ada apa ? " Tanya David lagi.
" Ngak papa,aku cuma kangen sama kamu " Kata Cila bergetar.
" Hah ! " Kata David bingung.
" Kamu kenapa sih aneh banget "
" Ngak papa,kita malam ini tidur diruang tamu ya,biar Bara tidur dikamar " Pinta Cila mendongak.
David tersenyum kecil dan mengangguk.
" Emang kamu ngak papa,tidur diluar banyak nyamuk "
__ADS_1
" Ngak papa,kan ada kamu yang makan nyamuk nya " Kata Cila mencoba berguyon.
David terkekeh pelan mencubit bibir tipis Cila dengan jari nya.
" Cium Mas,bukan di cubit gitu " Kata Cila kesal.
" Ogah,dah sana aku mau keluar " Kata David melepaskan pelukan mereka.
" Ngak mau " Kata Cila menggeleng manja.
" Ck,aku mau merokok bentar " Kata David menjauhkan tangan Cila yang meraba Dada nya.
" Mau ikut juga " Kata Cila asal.
" Gila,udah sana ntar di liatin Bara "
" Biarin,aku kan istri kamu " Kata Cila kekeh.
Tanpa mereka sadari saat Bara keluar dari wc pun anak itu sudah melihat ke uwu uwuan mereka berdua.
Bahkan pasangan itu tak menyadari Bara masuk kedalam kamar dan mengintip sekilas.
" Kak Cila sama Ana sebelas dua belas " Kata Bara menggeleng pelan melihat Cila yang manja kepada David.
Bara kembali duduk diam mengingat kebersamaan dia bersama adik2 nya,biasanya jam segini mereka sedang heboh2 nya bermain lari larian,atau menonton televisi bahkan ikut bermain masak masakan bersama Ana atau bermain salon2an,dengan Andrew sebagai bahan percobaan,setelah mereka semua selesai mengerjakan Pr.
" Maafin Abang Dek hiks hiks " Bara menangis pilu mengenang kebersamaan dirinya bersama adik2 jahil nya.
Meski mereka tukang rusuh,tapi mereka penghibur Bara saat sedih.
Saat dimarahi Reno pun,adik2 nya itu yang selalu menjadi tombak untuk menghancurkan kemarahan Reno,sehingga Bara selamat dari amukan pria itu.
Bahkan sang Bunda tak segan2 membalas Reno yang telah memarahi nya.
Tapi dibalik drama itu semua,Reno kembali baik kepadanya,Bara tau itu didikan untuk dirinya agar menjadi pria bertanggung jawab.
" Hiks hiks maafin Bara,Bunda,Papa, Bara bukan anak yang baik seperti yang kalian inginkan." Kata Bara meringkuk di kasur lantai itu dengan air mata terus mengalir.
Setelah puas menangis memeluk guling Cila,anak sulung Reno itu tertidur dengan semua penyesalan dan rasa sakit nya.
Di depan rumah,Cila menatap David dengan intens.
" Udah sana masuk,ngak baik anak kecil disini " Usir David.
" Mas,kecil2 gini bisa kasih kamu anak loh " Kata Cila serius.
Deg
David menelan ludah kasar di skakmat oleh gadis licik nya.
❤❤❤
Guysssss mana nih VOTE,LIKE,COMENT NYA kok sepi sihhhh...
__ADS_1
Mau lanjut ngak nih ???🙂