Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Gara2 Pelakor


__ADS_3

Mereka disambut hangat oleh Tuan rumah,meski awalnya ada kejadian kurang menegenakan untuk Cila karna lupa mengenalkan Siti dan Laura kepada sang Kakak.


Kini mereka duduk dengan tenang diruang tamu Nisa,Laura sangat tegang tak bergerak sama sekali.


David terkekeh pelan melihat wajah pucat gadis itu.


" Ngak papa Kak Nisa ngak makan orang kok " Kata David melucon.


Laura mengangguk,masih dengan wajah tegangnya.


Nisa dan Cila terkekeh pelan.


Tak lama datanglah Art Nisa membawa banyak makanan kedepan mereka.


" Waw " Gumam Laura pelan langsung berbinar2 melihat banyak snack,buah segar serta minuman dingin di cerek.


" Bu,aku haus " Kata Laura menarik baju Siti.


Siti tersenyum malu kepada Nisa merasa tak enak hati.


" Kamu haus ya sini Tante ambilkan " Kata Nisa menuang minuman ber es batu itu kedalam gelas.


" Nih " Kata Nisa memberi gelas kepada Laura.


" Makasih Ante " Kata Laura tersenyum malu.


" Aku juga haus Yank " Kata David membisik Cila.


" Ambil sendiri lah Mas " Kata Cila cuek.


David mengkrucut kesal dan mengambil gelas sendiri.


Nisa terkekeh pelan,dan menyenggol Cila agar tak seperti itu.


" Hehe iya Kak " Kata Cila cengengesan melihat wajah garang Nisa.


" Mau kue ngak Beb ?" Tanya Cila manja kepada David.


David terkekeh pelan dan mengangguk kecil.


Nisa yang melihatnya menggeleng kepala.


" Kamu sama Clara sama aja giliran ditegur baru mau layani suami " Gerutu Nisa.


" Tiap hari juga aku layani dia Kak,apalagi kalo malem " Kata Cila kecoplosan.


Byurrrrrr..


David langsung menyembur kaget mendengar perkataan Cila barusan.


" Ups Sorry " Kata Cila menepuk bibirnya kesal.


Siti terkekeh pelan bersama Nisa yang langsung mencubit gemas paha Cila.


" Kamu nih ngomong nya,masih ada Laura neh " Tegur Nisa.


" Hehe aku keceplosan Kak,tapi bener kok aku layani Mas David sampe encok " Kata Cila yakin.


David sudah memerah menahan malu didepan Nisa dan Siti,lain hal dengan Laura yang tak memperdulikan obrolan orang dewasa,gadis kecil itu sibuk mengunyah makanan dan menyesap minuman dingin yang sudah disiapkan didepannya.


" Ya udah,kalian istirahat gih nanti tunggu Mas Reno baru cari tempat tinggal " Titah Nisa.


" Bu Siti sama Laura gimana Kak ?" Tanya Cila khawatir.


Ibu dan anak itu kembali menunduk banyak takutnya.

__ADS_1


" Masih ada kamar 1 lagi yang kosong di ujung,tapi biasanya dipake pembantu " Kata Nisa pelan.


" Em kalo mau boleh aja kalian istirahat disana dulu,tapi ngak ada Ac nya " Lanjut Nisa.


" Gimana Bu ? " Tanya David.


" Ngak papa Den,dimana aja saya mau " Kata Siti tersenyum.


" Ibu yakin ?" Tanya Cila.


" Dirumah saya ngak ada apapun Non,jadi saya dan Laura udah biasa "


Mereka tersenyum kecil.


Nisa sedikit iba melihat Laura yang makan dengan lahap,terlihat sekali gadis kecil itu sangat lapar.


" Ya udah,kalian istirahat dulu ya nanti aku panggil buat makan siang " kata Nisa tersenyum.


Mereka semua mengangguk dan bangkit dari duduk.


Cila mengantar Siti dan Laura kekamar,sedangkan David membawa barang2 nya kekamar.


" Waah ada kucing " Pekik Laura girang melihat seekor kucing kecil berlari lari dikejar induknya.


Gadis itu pun sepontan mengambil dan langsung menggendongnya.


" Eeettt jangan dipegang " Kata Cila kaget melihat Laura menimang kucing itu.


" Kenapa Ante,Lala cuma mau gendong aja " Kata Laura sedih.


" Jangan,nanti yang punya bakal ngamuk " Kata Cila melihat kiri kanan.


Laura ikut menoleh kiri dan kanan,tapi tak ada siapapun disana.


" Ayo lepas " Kata Siti tegas.


" Kalo ketahuan Triplet bisa gawat nih,Zaiva aja dihajar sama Ana apalagi Laura yang dia ngak tau " Gumam Cila ngeri.


" Jangan sentuh apapun,yang bukan punya kamu!" Kata Siti memarahi Laura.


" Iya Bu,maafin Lala " Kata Laura hampir menangis.


" Bukannya ngak ngasih,tapi yang punya kucing ini galak,dan jahil banget,Tante ngak mau nanti kamu diamukin dia,dia hoby makan anak kecil " Kata Cila serius.


" Benelan Ante ?" Tanya Laura percaya.


" Iya,bentar lagi dia pulang,kalo kamu udah ketemu dia mending kamu diam2 aja daripada nanti kamu jadi korban kejahilannya "


Laura dengan polos mengangguk paham dan sedikit merinding.


" Ya sudah,ayo jalan lagi " Ajak Cila menggandeng tangan kecil itu.


Laura mengangguk tersenyum.


Beberapa jam kemudian,rumah sudah ramai teriakan mulai terdengar.


" Bundaaaaa iam comiiiiiiinggg " Pekik Triplet turun dari mobil.


Cila dan David yang sedang bermesraan dibawah pohon pun menoleh dan menggeleng pelan melihat Triplet yang sangat girang masuk kerumah.


" Woi " Teriak Cila kencang.


Ke3 bocah yang ingin berlari masuk kedalam rumah pun mengurungkan niat mereka dan menoleh kearah sumber suara.


" Bang Davidddddd " Pekik Ana heboh langsung berlari kearah mereka.

__ADS_1


Gadis itu langsung mendorong Cila menjauh dan duduk dipangkuan David.


" Abang apa kabar,Ana kangen banget sama Abang " Kata Ana dengan senyum mengembang.


" Nyesel dah aku manggil barusan " Gumam Cila kesal.


" Abang baik,kamu apa kabar makin cantik aja " Goda David mencolek dagu gadis itu.


" Ah,si Abang bisa aja,Ana memang makin cantik Bang " Kata Ana malu.


Cila memasang wajah ingin muntahnya melihat gadis itu.


" Oh iya,kapan Abang kesini ? kenapa ngak telepon Ana ?" Tanya Ana memasang wajah merajuk.


David terkekeh pelan dan mencubit gemas pipi Ana.


" Baru tadi,gimana mau nelpon nomor kamu aja Abang ngak tau " Kata David mengkrucut.


" Hehe nanti kalo aku udah punya hp sendiri,aku bakal kasih nomor hp aku sama Abang biar kita bisa telponan tiap malam " Kata Ana centil.


" Memang nya kamu ngak punya hp sendiri ?" tanya David shock.


" Ngak ada Bang,biasa pake hp Bunda atau Papa buat nonton yutub " Kata Ana lesu.


" Oh gitu " Kata David mulai paham dan sedikit tak menyangka anak orang kaya ini tidak punya hp sendiri.


" Iya Kak,makanya nanti kalo Ana udah punya hp sendiri kita chat2an ya,kayak Abg2 gitu " Kata Ana mengedipkan matanya sebelah.


" Pepet teroooosssss " Sindir Cila kesal seubun2,dirinya hanya dianggap patung oleh 2 orang beda kelamin itu.


Ana memasang wajah cengengesannya,detik berikutnya memasang wajah tajam.


" Iya iya,ngak papa lanjut terus " Kata Cila kesal tau ancaman gadis kecil itu.


" Nah gitu dong,jadi Kakak itu harus sayang sama adiknya,harus mengalah " Kata Ana sombong.


" Iya,tapi ngak gitu juga dong rayu suami Kakak depan Kakak langsung huhu " Kata Cila memasang wajah memelas hampir menangis.


" Biar gregetnya dapat Kak " Kata Ana tertawa.


David menggeleng pelan mengusap rambut acak2an Ana yang kuncirnya sudah tinggi sebelah.


" Dek,ganti baju dulu " Pekik Aktam dari arah pintu rumah.


" Iya Banggg " Pekik Ana balik.


" Udah dulu ya Bang,Ana mau ganti baju,makan,mandi,tidur lalu menemui abang lagi " Kata Ana manja.


" Ueekkk " Kata Cila pura2 muntah.


" Dah Abang ganteengg jangan rindu ya " Kata Ana bangkit.


" Iya cantik " Kata David ikut menjahili.


Pletaaaakkkk..


Lelaki itu langsung mendapat hantaman dari ranting kayu yang dipegang Cila.


Ana yang melihat pun langsung ikut meringis ngilu,dengan kekuatan super bocah itu berlari kencang menjauh dari sana.


" Hehe becanda Yank " Kata David mencolek dagu Cila.


" Becanda2,awas aja kamu gatel gitu sama cwek lain " Ancam Cila mengancungkan lagi ranting kayu itu.


David menelan ludah kasar dan mengangguk cepat,dari pada matanya buta terkena colokan maut sang istri.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2