
Disebuah rumah seorang gadis baru pulang sekolah,hari ini tak ada masalah apapun yang terjadi disekolahan.
Masalah Reka pun bisa diredam dengan kepala dingin meski sempat adu mulut dengan Sandri.
Hani celingak celinguk mencari calon mertuanya tapi sampai ke kandang ayam Hani mencari Cila tak ada dimana mana.
" Mama kemana ya ?" Gumam Hani heran.
Biasanya jam segini Cila akan rebahan depan tv menikmati es cendol atau tidur siang,tapi sekarang jangankan Cila bekas telapak kaki perempuan itu pun tak ada dirumah.
" Apa Mama minggat ya ? tapi mana mungkin mau minggat kemana ?" gumam Hani menebak.
Perempuan itu membuka kulkas dan mendapati sejemput kue disana.
" Uh lumayan " Gumam Hani mengeluarkan piring tersebut.
Hani tau kue itu pasti Cila tinggalkan untuk dirinya karna biasanya juga seperti itu,apa yang Cila beli dan makan selalu ia membagi Hani walaupun hanya sepotong.
" Hm enak " Gumam Hani terkejut dengan rasanya.
Gadis itu pun makan dengan lahap sebelum makan siang.
Tak ada siapa pun dirumah,Hani tak tau kemana Cila pergi,Vero juga tak menjemputnya hari ini.
Setelah makan siang,Hani berjalan mengeluarkan buku2nya dalam tas mengganti jadwal baru.
Drt drt drt.
Hape Hani berdering dikasur,gadis itu melihat nama dilayar dan tersenyum.
" Halo Ma " Sapa Hani hangat.
" Kamu udah pulang ?" tanya Cila diseberang.
" Udah " Jawab Hani membesarkan suara.
" Kue Mama tinggal dikulkas makan aja " Kata Cila tenang.
" Udah habis " Jawab Hani terkekeh.
" Siapa yang makan ? tikus ?" tanya Cila kaget.
" Ya aku lah Ma siapa lagi " Jawab Hani memutar mata.
" Oh " Jawab Cila cuek.
" Mama dimana ?" Tanya Hani kepo.
" Di Mall " Jawab Cila.
" Wihhh gak ajak2 " Kata Hani kaget.
" Iya,Mama lagi di shoppingin sama Vero " Kata Cila terkekeh.
" Ada Vero juga ?" tanya Hani kembali kaget.
" Iya,kita mau cari calon mantu baru " Jawab Cila.
Deg...
Hani melototkan matanya mendengar ucapan asal sang calon mertua.
" Mama ihhh,kan udah ada aku " Gerutu Hani.
" Males ah,masih bocil " Jawab Cila santai.
" Mamaaaaaaa " Rengek Hani kesal.
__ADS_1
Terdengar suara tawa diseberang,Hani semakin kesal mengenali suara kekasihnya.
" Udah ya,kami mau ketemuan sama cewek cakep dulu " kata Cila pamit.
" Gak boleh,Vero punya aku Ma gak usah aneh2 deh " Kata Hani kesal.
" Kan belum halal,ya masih milik bersama dong ya gak Vero ?" tanya Cila.
" Hm " Jawab Vero berdehem.
" Kebangetan ya kalian " Kata Hani ingin menangis.
" See youu,rumah disapu di pel,Mama pulang rumah udah kinclong " Kata Cila tegas.
" Gak mau ah,aku mogok kerja " Tolak Hani.
" Ya udah,Mama kawinin nih Vero sama si gadis baru " Ancam Cila.
" Ehhh jangan dong " Pekik Hani.
Suara tawa kembali terdengar,Hani semakin panik dengan kebar2an Cila.
" Ya udah,kamu tidur siang sana nanti pas bangun biar seger lihat Vero gandeng cewek baru " Kata Cila semakin jahil.
" Ihhhh gak mauuuuu " Teriak Hani mematikan panggilan.
Tut.
Gadis itu melempar asal hapenya dan menatap kesal.
" Mama apaan sih,masa iya Vero mau dijodohin sama perempuan lain,kan udah jelas Vero itu punya aku !" gerutu Hani geram.
" Apa karna aku masih SMA Mama gak mau sama aku lagi ? haisssttt kan udah sepakat nikahnya pas udah lulus aja " Lanjut Hani semakin kesal sendiri.
Gadis itu mengacak2 rambutnya kesal dan berjalan keluar.
Laura terus tertawa melihat wanita itu tanpa dosa menjahili Hani.
" Awas ya kalo pulang nanti Hani marah2 sama aku " Ancam Vero.
" Biarin derita lo " Balas Cila santai.
" Mama ihh gak tanggung jawab deh,ntar aku yang dibejek sama Hani " kata Vero kesal.
" Kamu kayak gak tau Mama aja kalo udah bikin api gak bisa mademin lagi " Kata Laura menggeleng pelan.
" Ck,Hani gak bakal marah paling sekarang dia lagi makan banyak biar gak setres " kata Cila santai.
" Mama tau ?" tanya Laura.
" Ya tau lah,Mama tiap hari sama dia dirumah " Jawab Cila tenang.
" Lah kalo sama aku gak gitu Ma,yang ada malah diem gak mau makan apapun " kata Vero heran.
" Ck,iya depan kamu depan Mama beda lagi " Kata Cila malas.
Vero dan Laura saling melihat,Laura kembali tertawa dengan tingkah calon iparnya.
Hani memang sering menampakkan wajah polosnya depan Vero,tapi beda hal jika depan Cila,gadis itu sudah menganggap Cila seperti ibunya sendiri jadi tak ada canggung lagi diantara keduanya.
" Biasanya cewek bakal jaga image depan mertua tapi ini malah kebalikannya " Gumam Cila menghela nafas.
Vero terkekeh geli dan kembali menjilati es krim.
Hari semakin sore,uang Vero sudah habis 5 juta membiayai belanjaan kedua perempuan itu hari ini.
Cila dan Laura sangat bahagia bisa membeli barang2 yang mereka mau tanpa mengeluarkan uang dikantong.
__ADS_1
" Lain kali gini lagi ya Dek " kata Laura duduk tenang dimobil.
" Bisa bangkrut aku kalo keseringan " Gerutu Vero.
" Hehe rejeki loh nurutin ibu hamil " Kata Laura mencari kesempatan.
" Iya iyaaaa demi ponaan " jawab Vero malas.
" Sama kayak Mama,kamu dapat uang banyak juga berkat doa Mama jadi kamu harus sering bahagiain Mama " kata Cila tak kalah liciknya.
" Iyaaa semua karna kaliannn " Jawab Vero gemas.
Cila dan Laura tertawa dan bertos ria.
Pria itu pun buru2 pulang sebelum uang dalam atmnya terkuras lebih banyak.
Bukan pelit hanya saja Vero juga harus menabung untuk acara pernikahannya dengan Hani nanti.
sedangkan Cila kalau sudah belanja sering kalap,dan sering juga mendapat omelan dari David.
bukan tanpa alasan,Cila jika belanja semua isi mall mau dibelinya.
Setibanya dirumah,terlihat Hani sedang menyapu lantai dengan daster sebetis.
Gadis itu memasang wajah super datar melihat mobil Vero mendekat.
Seorang perempuan hamil turun dengan hati2 seraya membawa beberapa bungkusan putih dengan logo brand ternama.
" Hayyy " Sapa Laura tersenyum.
Hani diam memperhatikan.
" Ahhh lelahnya,Kakak pinjam kamar kamu ya mau rebahan " Kata Laura masuk tanpa menunggu jawaban.
Hani kembali diam dan menatap ibu dan anak keluar bersamaan.
" Haloo sayang " sapa Vero tersenyum.
" Gak usah deket2 " Kata Hani ketus.
" Kenapa ? gak mau peluk aku ?" tanya Vero.
" Gak " jawab Hani membuang muka.
Vero melihat Cila,wanita itu tersenyum tanpa dosa dan melewati mereka begitu saja.
" Kamu keterlaluan ya !" kata Hani memukul Vero dengan sapu.
" Aduh aduh kenapa aku kenapa ?" tanya Vero kelabakan.
" Ketemuan sama cewek mana kamu hah ?" Tanya Hani masih memukul kaki Vero.
" Gak sayang,itu bercandaan doang " Kata Vero menahan sapu gadis itu.
" Bohong pasti kamu ketemuan kan sama cewek itu,ngaku gak !" Kata Hani emosi.
" Mamaaaaaaaaa " Teriak Vero melengking.
Hani kembali memukul Vero dengan kesal,tanpa pasangan itu sadari David sudah pulang bekerja dan melewati mereka dengan santai tanpa mau membantu anaknya yang sedang dihajar Hani.
" Papaaaaa tolonginnnnnn " Teriak Vero kesal.
David bukannya menolong malah berlari masuk membuat Hani ingin tertawa.
" Haistt bener2 dah " Kata Vero mengacak2 rambutnya.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya