
Sore hari pun tiba,Cila sengaja mengulur waktu agar Bara tak curiga ada orang tuanya dirumah.
" Kita mau kemana Kak ?" Tanya Bara bingung.
" Em kita cari makan dulu baru pulang " Kata Cila tersenyum gugup.
Bara mengangguk dan menggenggam tangan Cila berjalan keluar dari ruko.
" Abang pulang dulu ya,nanti kita ketemu lagi " Kata Bara ramah kepada Laura yang menggandeng tangan ibu nya.
" Ini Bu,gaji hari ini " Kata Cila memberi uang 75 ribu kepada wanita itu.
" Terima kasih Non " Kata Siti tersenyum mengambil uang itu.
Bara hanya diam memperhatikan wajah Laura yang tersenyum manis.
" Em Bang Bala,lala pulang dulu ya " Kata Laura melambai tangannya.
Bara mengangguk dan ikut melambai tangannya.
Bara dan Cila berjalan ke tepi jalan mencari makanan disana.
" Kak aku mau sate " Kata Bara bergelayutan manja di lengan Cila.
" Huh kamu sama aja kayak Ana,pecinta sate " Kata Cila mencubit gemas pipi pria itu.
" Iya,Kakak kan juga suka " Kata Bara tersenyum.
Cila mengangguk dan merangkul pundak pria itu.
Saat mereka mendekati warung itu Cila kaget ada suaminya disana yang juga menunggu antrian.
" Bang David " Pekik Bara langsung berlari kearah pria itu.
David menoleh dan sedikit terkejut melihat Cila dan Bara.
" Loh kok kalian disini ?" Tanya David heran.
" Kami pulang beker..."
" Kami jalan2 Mas " Kata Cila dengan cepat membekap mulut Bara.
" Hmpppt hmmpptt " Pekik Bara menampar2 tangan Cila dimulutnya.
" Oh,ayo pulang,aku kebetulan pulang cepet " Kata David mengambil pesanan nya.
Cila dengan cepat mengeluarkan uang disakunya saat David mau membayar.
" Ini uang nya ada " Kata David memberi uang 50 ribu.
" Udah,itu untuk kamu besok " Kata Cila menahan tangan pria itu.
" Ya udah,ayok " Ajak David merangkul bahu Bara..
Cila mengkrucut kesal 2 lelaki itu meninggalkan dirinya seorang diri.
" Huh selalu aja " Kesal Cila menghentak hentak kakinya.
David dan Bara sudah duduk santai diatas motor seraya melihat wajah Cila yang masih merajuk.
" Gimana boncengin nya ? " Tanya Bara heran.
" Bisa,ayo naik " Ajak David.
" Bara kamu naik dulu,kakak di belakang " Kata Cila kesal.
" Wajahnya di benerin dulu dong,ntar kita ditilang polisi kalo wajah kamu manyun gitu " Goda David.
" Heh,males aku " Kata Cila kesal.
Bara mengembangkan hidungnya malas dan duduk di belakang David.
Dan ajaib nya motor itu muat menampung mereka semua meski harus sempit sempitan.
Layaknya anak alay,ketiga orang itu bergoncengan di jalan raya.
Cila menutup wajahnya dengan topi hoodie yang dikenakan Bara,sedangkan Bara dan David terlihat biasa saja menampang wajahnya di jalanan.
__ADS_1
Mereka melewati jalan tikus agar tak ketahuan polisi.
Cila berapa kali hampir terjungkal kebelakang dan berteriak histeris saat motor David tak sengaja menumbur lubang.
Bara sangat senang,pria itu tak henti hentinya tertawa keras melihat ketakutan Cila meski lehernya hampir putus di tarik Cila dari belakang.
Setelah melewati banyak rintangan akhirnya mereka sampai dirumah David.
Cila menghela nafas dan langsung turun saat motor suami nya sudah berhenti.
Bara yang tadinya tertawa seketika langsung terdiam saat melihat mobil yang sangat dia kenali.
" Abaaaaaaangggg " Pekik seorang bocah perempuan diambang pintu rumah kontrakan itu.
Deg.
Bara langsung mematung ditempat melihat Ana berlari kearahnya,David langsung menahan tangan Bara agar pria itu tidak lari..
" Bang lepasin aku Bang,aku ngak mau ketemu mereka Bang " Teriak Bara ingin lepas dari cekalan David.
" Ngak,kamu harus selesaikan masalah kamu Bara " Kata David meninggi.
" Ngak mau,aku ngak mau mereka bukan orang tua aku Bang,hiks hiks lepasin aku Bang " Kata Bara memberontak dalam tangis nya.
" Abang hiks hiks,aku adik Abang huhuh " Kata Ana menangis tersedu sedu.
Cila langsung memdekap gadis yang sering menjahilinya itu.
" Barra..." Panggil seseorang diambang pintu.
Mereka semua menoleh,Bara terkejut lagi saat melihat wanita yang paling dia sayangi berdiri diambang pintu.
" Bara,ini Bunda Nak hiks hiks " Kata Nisa pelan mendekati anak itu.
Reno menatap Nisa dan Bara dengan iba,pria itu tak bisa bergerak karna Aktam dan Andrew memeluk kakinya.
" Bawa masuk Mas " Titah Cila kepada David.
Para tetangga mulai heboh melihat kegaduhan yang mereka ciptakan.
" Bara hiks hiks apa salah Bunda Nak " Kata Nisa bersimpuh didepan Bara.
" Kakak "
" Bundaaa "
Pekik Triplet dan Cila barengan melihat Nisa memegang kaki Bara seraya menangis..
" Apa salah Bunda sayang,kenapa kamu meninggalkan Bunda ?" Tanya Nisa pilu.
Bara menahan air matanya dan tak mau melihat kearah Nisa yang bisa saja langsung menghancurkan pertahanan nya.
" Bilang sama Bunda Nak,apa salah Bunda agar Bunda bisa perbaiki semua nya " Kata Nisa bergetar dengan air mata terus menetes.
" Kalian bukan orang tua aku,aku tak pantas tinggal bersama kalian " Kata Bara dingin.
Deg...
Nisa dan Reno terkejut bukan main,begitupun triplet yang menganga lebar tak percaya.
Cila dan David menghela nafas lelah.
" Kenapa kamu bisa berfikir begitu Bara,aku ini Papa kamu ! " Kata Reno marah.
" Kamu bukan Papa aku hiks hiks,aku bukan anak kaliannnnn !!! " Teriak Bara melengking..
Nisa semakin terisak pilu menutup kupingnya tak mau mendengarkan.
" Aku hanya anak selingkuhan Mama,aku bukan anak kaliaaaan " Kata Bara langsung berbalik ingin berlari.
" Baraaaaa...." Teriak Nisa dan langsung pingsan.
" Bundaaaaaaa "
" Kakkaaaaakkk "
Teriak Cila dan Triplet histeris.
__ADS_1
David berlari mengejar Bara yang berlari keluar.
" Lepasin aku Bang " Teriak Bara menggigit kasar tangan David.
Meski kesakitan David tak melepas tangannya dari Bara.
" Bawa masuk Vid " Kata Reno menyugar rambutnya kasar.
Cila dan triplet menangis histeris membangunkan Nisa yang tak sadar kan diri.
Reno menarik tangan Bara dan mendudukkan anak itu didepan Nisa yang pingsan.
" Kamu lihat sekarang,kamu mau membuat Bunda mu meninggal Hah !! " Teriak Reno dengan wajah memerah.
Triplet langsung ketakutan dan memeluk Cila.
David menelan ludahnya kasar melihat tatapan membunuh Reno.
" Bilang sama Papa,kamu mau membunuh Bunda mu perlahan ? " Tanya Reno menarik kerah baju Bara.
" Bang tenang Bang " Kata David menahan tangan Reno.
" Hiks hiks " Bara menangis pilu melihat Nisa yang tergolek lemas.
" Bilang sama Papa Bara,kamu tidak sayang dengan wanita ini,wanita yang memberi kamu kasih sayang dari kamu lahir sampai sekarang hah ! apa seperti ini kamu membalas budi seorang Ibu ?" Tanya Reno semakin mencengkram kerah baju Bara..
Bara terisak dalam,sedangkan David masih berusaha menahan Reno agar tak menyakiti Bara.
" Mas,tolong Bara Mas " Pinta Cila lirih.
Triplet menangis histeris melihat Reno dan Bara bersitegang.
" Maafin Bara Pa,hiks hiks,Bara sayang Bunda Pa,huhuhu Bara ngak mau bikin Bunda sakit Pa " Kata Bara lirih.
Reno menangis pilu melihat keluarga nya saat ini.
" Siapa yang membuat kamu seperti ini Nak ?" Tanya Reno lirih.
" Maafin Bara Pa,Bara sayang Bunda Pa Bara ngak mau kehilangan Bunda hiks hiks Bunda " Kata Bara sudah lemas.
Reno melepas cengkraman nya dan mengusap wajahnya menangis tersedu sedu.
Bara menghambur memeluk Nisa yang tak sadarkan diri dilantai..
" Bunda hiks hiks Bunda bangun Bunda,maafin Bara Bunda huhuh " Bara menangis membangunkan Nisa.
David masuk kedalam kamar mencari obat angin agar Nisa bangun dari pingsannya.
" Bang,bawa ke kamar Bang " Kata David cepat.
Reno masih terisak dalam menutup wajahnya dengan tangan.
Triplet langsung menghambur memeluk Reno dan menangis disana.
" Pa bawa Bunda Pa huhu aku ngak mau ditinggal Bunda Pa hiks hiks " Kata Andrew menangis pilu.
Bara merangkak kearah Reno dan memegang kaki pria itu.
" Bara mohon Pa,selamatkan Bunda Pa hiks hiks maafin Bara Pa,Bara sayang Bunda Pa " Kata Bara bersujud dikaki Reno.
Reno membuka tangannya dan langsung memeluk anak2nya.
" Maafkan Papa Nak,hiks hiks Maafkan Papa " Kata Reno pilu.
" Selamatkan Bunda Pa " Kata mereka serempak dengan lelehan air mata.
Reno mengangguk dan bangkit dari duduknya langsung menggendong Nisa kekamar.
❤❤❤
Hay semua seperti biasa ya jangan lupa VOTE,LIKE,COMENT...
Oh iya author mau kasih tau nih karya terbaru author dah nongol lagi judulnya.
" Tak Sengaja Jatuh Cinta "
Ayo ramein kesebelah kalo yang ini belum Up hehe,jangan lupa tinggalin jejak kalian ya,lihat di profil🙈
__ADS_1