Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Sang Pelindung


__ADS_3

Cila dan David tertidur saling menyender satu sama lain setelah bercerita panjang lebar tadi,Beni melihat haru anak dan menantunya yang tidur berpegangan tangan,mereka masih dalam bis yang akan membawa mereka menuju kediaman Tante nya David.


" Mas,kenapa kita ngak minta bantuan Reno ?" Tanya Sintia takut2.


" Kalo kita bisa,kenapa harus melibatkan orang lain,ini rumah tangga Cila anak kita,kita sebagai orang tua harus membantunya,meskipun yang bermasalah bukan Cila tapi suaminya,kita tetap yang harus maju kedepan,karna David juga sudah menjadi anak menantu kita " Jelas Beni pelan.


" Aku kasihan banget sama David Mas,mereka bener2 ngak berfikir apa David hidup sebatang kara lontang lantung sendirian mencari perlindungan " Kata Sintia sedih.


" Dan kamu lihat hasilnya,dia bisa,David bekerja keras banting tulang untuk bangkit menghidupi dirinya sendiri,bahkan bayarin hutang orang tuanya meski sebenarnya bisa di bayar jika harta milik orang tua nya itu dijual "


" Iya juga sih Mas,aku bangga loh sama dia,meski pun susah payah,tapi lihat Cila sebagai istrinya sekarang ngak pernah tuh mengaduh sulit " Kata Sintia tersenyum.


" Kita ngak tau apa yang mereka lewati selama ini,dan anak kamu pun sudah dewasa,bisa menutupi kekurangan suaminya " Balas Beni tersenyum.


" Iya Mas,aku bahagia banget Cila dan Clara kini udah bahagia bersama suami mereka,kita juga udah punya cucu mau 2 lagi " Kata Sintia terharu.


Beni tersenyum mengangguk,menggenggam tangan wanita yang terasa kasar itu.


" Aku juga bahagia,meski pun Cila dan Clara bukan anak aku,tapi aku sangat menyayangi mereka seperti Denis " Kata Beni lembut.


Sintia mengangguk memeluk lengan pria itu.


" Dah,tidur dulu gih nanti aku bangunin kalo udah sampe,jangan sampe kamu kelelahan lagi,jauh mau pulang kalo kamu pingsan " kata Beni menggoda..


" Ish,jangan ngolokin napa " Kata Sintia mencubit lengan pria itu.


Beni tersenyum manis mencium pucuk kepala istrinya.


" Dah bobo " Titah Beni menaruh kepada Sintia di pundaknya.


Meski sudah berumur,tapi kemesraan mereka tak kalah dari anak2nya,bahkan Denis sering pura2 muntah tak tahan jika sang Ayah sering menggoda bundanya itu,hingga bersemu merah.


Beni menghela nafas seraya mengusap kepala istrinya dengan sayang,otaknya berfikir keras bagaimana cara mengambil hak menantu nya itu lagi.


" Gue bakal minta bantuan Reno jika keadaan benar2 mendesak "


Beni akui permainan saudara menantunya ini sangat licik,mereka memanfaatkan kepolosan David untuk mengeruk seluruh harta David,Beni tak habis pikir dimana otak mereka.


Tak melihat kah mereka David yatim piatu dan masih kecil saat itu,bukan hal yang mudah menerima kematian orang tuanya ditambah hidup tak jelas hingga memilih pergi dengan bekal seadanya.


" Memikirkannya saja gue udah kesel" Gumam Beni pelan.


Pria itu mencoba tenang agar tak tersulut emosi.


Beberapa jam kemudian,mereka kini sudah sampai di depan rumah besar itu.


" Ini Yah rumahnya " Kata David menunduk.


Cila dan Sintia menelan ludahnya kasar melihat aura kejam Beni yang tiba2 muncul diwajah sangar pria itu..


" Bunda,aku takut " Kata Cila pelan.


" Tenang aja,Ayah kamu bisa ngontrol emosinya " Kata Sintia menenangkan anaknya.


" Ayo masuk " Ajak Beni menarik tangan Sintia pelan.


David mengangguk dan menarik tangan Cila yang sudah keringat dingin.

__ADS_1


Rumah tertutup rapat,Beni mengetok pintu dengan sopan seraya mengucap salam.


" Mana orang nya ?" tanya Beni 3 kali mengetuk pintu.


" Mungkin keluar kali Yah " Kata Sintia lembut.


Kriiiiiiettttttt....


Tiba2 pintu dibuka dari dalam keluarlah seorang pria tinggi dengan pakain santai menatap mereka satu persatu.


" Ada apa ?" Tanya pria itu garang.


" Mana Nyokap lo ?" Tanya David tak kalah garang.


" Mas,yang sopan dong " Tegur Cila tak suka.


" Ibu kamu ada ?" Tanya Sintia lembut.


" Kagak,Mama lagi kerumah temannya " Kata pria itu songong.


Beni masih diam dengan tangan terkepal.


" Suruh pulang Nyokap lo sekarang ! " Titah David tegas.


" Kenapa lagi lo,belum puas lo masih mau gue tonjok " Kata Lelaki itu tak suka.


" Brengs*k lo " Umpat David kesal.


" Tenang Nak " Kata Sintia menahan menantunya.


Cila hanya diam,dirinya pun kesal setengah mati kepada pria yang sudah melukainya itu.


" Ada pengemis nih,usir gih ganggu orang tidur aja " Kata Pria itu masuk kedalam.


Cila menganga lebar begitu pun Beni dan Sintia yang kaget bukan main.


" Eh Kak David,pulang aja ya Kak,Mama ngak ada dirumah " Kata gadis itu tak enak.


" Suruh Mama kamu pulang sekarang atau aku bakar rumah kalian " Ancam David serius.


Deg..


Gadis itu langsung kaget dan ketakutan.


Tin tin...


Bunyi klakson terdengar,gadis itu berlari keluar membuka pagar gerbang.


Keluarlah seorang wanita bersama seorang pria yang David kenal.


" Kenapa lagi kamu kesini ?" Tanya Teti garang.


" David " Gumam seorang pria seumuran Beni masuk kesana,mengenali David.


" Kenapa kamu disini ? kemana aja kamu selama ini ?" Tanya pria itu mendekati David.


" Ngak sok baik deh kalian,jijik gue lihatnya " Kata David muak.

__ADS_1


Deg...


" Maksud kamu apa,Om kangen sama kamu Vid,kenapa kamu lari dari rumah Tante kamu dulu?" Tanya lelaki itu sedih.


" Cuih,simpan saja acting kalian itu dipengadilan nanti " Kata David benar2 kesal.


" Dasar anak kurang ajar,berani2 nya kamu ngomong gitu sama orang tua !" Kata pria itu emosi dan mau menampar David.


" Et,kenapa marah2 ?" Tanya Beni menghalangi pria itu.


" Kamu siapa hah,ngak usah ikut campur ! " Kata pria itu marah.


" Gue mertuanya David,mau apa lo Hah ! " Bentak Beni garang.


" Owh,jadi kamu udah menikah Vid,oh astaga "Kata pria itu tertawa sumbang.


" Jadi bocah kecil ini istri kamu hm ?" Tanya pria itu lagi.


" Iya aku istrinya kenapa ?" Tanya Cila maju kedepan membusungkan dadanya garang.


David terkejut melihat keberanian istri ciliknya itu.


" Heh anak sama Bapak sama sama sok2an,dasar orang kampung " Kata wanita itu terkekeh geli.


Plakkkkkk....


Sintia yang dari tadi terdiam langsung melayangkan tamparan keras dipipi perempuan paru baya itu.


" Jangan menghina anak dan suami ku " Kata Sintia berapi api.


Plakkkk...


Wanita itu menampar balik Sintia..


" Brengs*k berani kamu menampar ku ! " Kata Teti kesal.


Plakkk


Sintia kembali menampar wajah Teti dengan kasar.


" Mama " Teriak Gadis itu langsung menangis ketakutan.


Pria yang masuk kerumah tadi langsung keluar,mendengar suara ribut.


" Kamu wanita tak berotak,dimana jiwa keibuan kamu melihat anak yatim piatu ini lontang lantung dijalan,kalian dengan teganya memakan harta orang tuanya dengan kejam,bagaimana jika nasib David terjadi kepada anak kamu Hah ! " Bentak Sintia garang menunjuk David yang terdiam.


" Tau apa kamu,orang tua David itu banyak hutang kepada saya,jadi wajar saya mengambil harta nya sebagian " Kata wanita itu tak terima seraya menggenggam wajahnya yang nyeri.


" Urusan hutang bisa dibicarakan baik2,jangan asal ambil milik orang sembarangan,kalian memakan harta haram !"


" Jaga mulutmu " Kata lelaki paru baya itu ingin menampar Sintia.


David dan Beni langsung melindungi Sintia dari tangan lelaki itu.


" Berani lo sentuh istri gue,gue pastiin lo jadi ****** hari ini " Kata Beni tajam.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Comentr😭😭


__ADS_2