
Tinggal 2 hari lagi hari pernikahan Cila dan David,meski begitu David terlihat biasa saja pria itu masih saja bekerja untuk mengumpulkan pundi2 rupiah karna bertepatan hari itu juga pria itu harus menyerahkan uang untuk membayar hutang,tak banyak yang dipikirkan pria itu karna bagi nya pernikahan itu hal biasa dan David menganggap nya seperti pekerjaan yang harus ia lalui.
Apalagi pria itu tak mempunyai perasaan apapun kepada pasangan nya nanti.
" Vid,loe beneran mau nikah ? Tanya Rehan masih belum yakin.
" Iya,hari jum'at ini dateng ya " Jawab David cuek.
" Ya gue usahain,oh oiya yang nganterin lo nanti siapa ? Biasanya kan ada pendamping gitu ? " Tanya Rehan.
David terkejut dan baru menyadari hal itu,pria itu tersenyum getir seraya menggeleng pelan.
" Gue bakal datang sendiri " Kata David pelan.
Rehan menepuk pundak nya,pria itu merasa kasihan kepada David yang selama ini hanya hidup sendiri.
" Lo tau kan gue ngak punya siapa2 sejak orang tua dan adik gue meninggal.
Sepupu2 dan bibi paman gue ninggalin gue gitu aja setelah 1 tahun orang tua gue pergi " Kata David tersenyum kecut.
Rehan terkejut dan tak menyangka bahwa mereka tega melakukan hal itu.
Bibi dan Paman David serta sepupu nya dulu lumayan banyak dan tergolong orang kaya juga sama seperti orang tua nya,dulu mereka sangat baik,hingga semuanya berubah saat orang tua David meninggalkan dan ada tunggakan hutang yang harus dibayar.
Mereka satu persatu pergi,saat David kecil datang kerumah mereka meminta nasi untuk dimakan,mereka mulai enggan memberi dan selalu meminta balasan dari nasi tersebut,David kecil selalu disuruh membersihkan rumah mereka,mencuci baju dan melakukan pekerjaan lainnya.
Karna David kecil belum tau apa2,pria itu hanya menurut saja,bahkan David pernah diberi makanan sisa,bahkan basi,meski harus kesakitan setelah memakannya,David kecil menerima dengan lapang dada karna menganggap dirinya cukup beruntung bisa makan..
Bahkan saat rumah besar nya dulu dijual yang katanya untuk membayar hutang,nyata nya tidak demikian,uang hasil dari menjual harta benda orang tua nya itu mereka bagi sesama mereka,saat David bertanya mengapa ? Mereka menjawab itu sebagai balasan mereka sudah menghidupi,memberi makan David kecil selama satu tahun..
Karna terlalu polos dan tak tau apa2,David kecil hanya menerima dan menerima semua perlakuan bibi dan paman nya,David kecil hanya mendapat uang 1 juta rupiah dari hasil menjual rumah gedong itu bahkan mobil yang lain juga mereka membagi sesama mereka.
Jangan ditanya lagi kenapa David tak bertindak,jawaban nya masih sama pria itu tak bisa berbuat apa2,meski para tetangga nya iba melihat pria kecil itu,tapi mereka tak bisa membantu lebih,dulu pernah para tetangga ingin menolong David mengambil harta peninggalan orang tua nya,bukan nya disambut hangat para paman dan bibi David mengamuk dan tak terima mereka ikut campur masalah keluarga.
Saat David mulai beranjak dewasa dan hidupnya semakin lontang lantung,dengan sisa perabotan rumah dan emas serta rumah pondok yang lumayan bagus milik sang ibu,yang Paman dan Bibi nya tidak tau.
David menjual barang2 berharga itu dengan bantuan tetangga nya.
Dengan hasil itu David bisa melanjutkan sekolahnya yang 2 tahun terputus saat itu.
Berkat bantuan tetangga nya yang baik hati itu juga David pindah ke kota,meninggalkan semua kenangan masa kecil nya disana.
Pria itu mulai belajar dan belajar hingga bisa mendapat beasiswa disekolah elit, serta di dukung oleh kemampuan nya yang bisa bermain basket dengan handal.
Saat kelas 1 SMA,David remaja mulai di datangi pihak Bank untuk menangih semua hutang2 orang tua nya,karna Paman dan Bibi nya tidak mau ikut campur meski semua uang milik orang tua David sebenarnya bisa membayar hutang itu.
Karna terus di desak dan diancam akan hidup dipenjara saat masih remaja angkat dewasa,David tak mau kehidupannya semakin suram,mulai dari itu David minta keringanan dan akan membayar dengan menyicil setiap bulannya.
Dengan kesungguhan itu David remaja yang kini tumbuh dewasa,masih berusaha melunasi semua tunggakan hutang keluarga nya.
" Gue baik2 aja kok,meski ngak ada pendamping toh ini juga pernikahan tertutup hanya keluara mereka yang tau " Kata David tersenyum.
" Nanti gue minta ibu gue buat dampingin loe juga,loe ngak mungkin datang sendiri " Kata Rehan iba.
__ADS_1
" Iya serah lo aja,kalo ibu loe mau ya gue bersyukur " Kata David tertawa.
Rehan mengangguk dan ikut tertawa miris.
" Gue mungkin ngak akan sekuat lo Vid,jika harus merasakan semua kesakitan lo " Batin Rehan.
" Dah yuk kerja lagi,ntar diamukin Bos " Kata David bangkit dari duduk nya.
Rehan kembali mengangguk dan merangkul pundak pria itu.
Mereka kembali bekerja dengan giat.
Dirumah Beni,seorang perempuan menangis tersedu sedu.
Clara baru dikabari oleh keluarga angkatnya itu hari ini,Clara sangat kesal karna diri nya dan sang suami tak ada siapapun yang memberi tau bahwa saudra nya akan menikah.
" Ayah sama Bunda jahat,kenapa kalian ngak kasih tau Clara huhuhu " Kata Clara menangis memeluk putri nya.
" Maafin Ayah sayang,ini mendadak Ayah juga baru ketemu sama calonnya Cila semalam " Kata Beni membujuk perempuan itu.
" Hiks hiks Mama " Rengek Zaiva menangis melihat Clara yang sudah terisak.
" Ayo sini sayang sama Aunty " Kata Cila mengambil bocah itu.
Zaiva menggangguk dan meminta Cila menggendong nya.
" Nih,beliin Zaiva kue di toko " Kata Sintia memberi uang 5 ribu untuk jajan anak itu.
Clara masih menangis merasa kecewa terhadap orang tua nya.
" Maafin Ayah dan Bunda ya,kami baru bisa mengabari kamu sekarang " Kata Sintia mengusap lembut kepala anak angkat nya itu.
" Bunda sama Ayah ngak menganggap Clara anak kalian lagi,makanya kalian ngak ngasih tau Clara apapun tentang Cila " Kata Clara menangis pilu.
Deg..
Beni dan Sintia terkejut dan saling bertatapan.
" Ngak gitu sayang,beneran Ayah ngak bermaksud gitu,kamu tetap anak ayah,Ayah ngak pernah melupakan kamu " Kata Beni memeluk putri nya itu.
Clara menangis terisak isak.
" Huhuhu Ayah jahaaatttt,Ayah membuang Clara " Kata Clara memukul dada pria itu.
Sintia menghela nafas mengusap lembut kepala putri nya yang merasa tak dianggap,meski mereka tak berniat melakukan semua itu.
" Mas,aku liat Denis dulu " Kata Sintia pamit.
Beni mengangguk dan kembali memeluk putri manja nya itu.
" Maafin Ayah ya " Kata Beni lembut mengusap punggung bergetar itu.
Clara menangis seperti anak kecil menarik2 ingus nya makin dalam.
__ADS_1
" Ya ampun anak ayah masih manja2 gini " Kata Beni terkekeh pelan.
Clara mencebik dan mengusap air matanya dengan punggung tangan.
" Udah gede loh,tuh Zaiva aja udah mau gadis masag emaknya masih nangis2 gini,mau tandingan sama cucu Ayah " Goda Beni tertawa mengejek.
" ihhh Ayah,aku lagi marah nih " Kata Clara bersedekap dada.
" Wahahahaha " Beni langsung tertawa dan mencubit gemas pipi anak perempuan nya.
" Ayaaaaaaaahhhhh ihhhh Clara kesel sama Ayah sama Bunda "
" Mana lagi nih Bunda main kabur aja,ngak tau apa aku lagi protes " Kata Clara meluapkan kesal nya.
Beni hanya mengulum senyum dan memeluk lagi putri nya.
" Kamu tetap menjadi putri kecil ayah yang lucu dan imut,kalo nangis2 terus ngak malu nanti di lihat calon suami nya Cila " Goda Beni.
" Emang calon suami Cila seperti apa sih Yah ? Kok kabar nya mendadak ?? " Tanya Clara sudah mulai tenang.
" Ya gitu lah yang jelas laki2 "
" Yaaa itu emang wajib,maksud nya gimana rupa gitu,ganteng ngak Yah ???
Gantengan mana sama suami aku ?? Tanya Clara kepo.
" Eemmm...." Gumam Beni berpikir
" Gantengan calon aku lah " Kata Cila tiba2 masuk dengan es coklat di tangan nya.
" Astagaaaa " Pekik Clara menggeleng tak percaya.
Beni pun melotot melihat penampilan Cila jauh dari kata baik.
" Ini mau nikah 2 hari lagi ?? Tanya Clara mengejek.
" Ck ck ck Ayaaahhhh,seperti nya Ayah harus memantau psikologis menantu ayah nanti " Kata Clara menepuk pundak Beni.
" Ya ampun Nak,kamu kok kotor gitu,jangan gitu ih " Kata Beni tak percaya.
" Hehe tadi ketumpahan es nya Zaiva Yah " Kata Cila malu seraya membersihkan baju dan area bibir nya yang di penuhi coklat.
" Kayak nya calon suami kamu harus menyetok kesabaran yang berlipat " Kata Beni terkekeh pelan.
" Ihhh Aaaayyyyaaaahhh " Kata Cila kesal dan berjalan seraya menghentak hentakan kaki nya ke kamar mandi.
Cila dan Beni tertawa terpingkal pingkal melihat gadis yang akan menjadi istri orang itu sedang merajuk.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa kasih VOTE,LIKE,COMENT YAA
Auhtor lemes nih ratenya berkurang🤕
__ADS_1