Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Ketahuan


__ADS_3

Disebuah rumah 2 orang wanita beda usia terlihat kebingungan menatap diri mereka didepan kaca.


" Kita kenapa pake baju gini Nek ? Emang mau kemana ?" Tanya Sofia kepada Cila.


" Ntah Nenek juga gak tau " Jawab Cila bingung.


Laura yg membantu mengancingkan baju Cila diam seribu bahasa.


" Emang mau kemana si La ?" tanya Cila kepada sang anak.


" Kondangan " Jawab Laura asal.


" Siapa yg kawinan ?" tanya Cila lagi.


Laura diam tak menjawab.


" Kamu udah selesai ? Gih sana temuin Boy dulu " Kata Laura kepada Sofia.


" Iya Bi " Jawab Sofia mengangguk.


Gadis itu pun keluar dengan rok yg lumayan sempit.


Laura selesai memperbaiki baju Cila,wanita satu anak itu ingin keluar tapi tangannya ditahan.


" Ada apa sih Laura ? Bilang sama Mama !" Kata Cila tegas.


Laura diam tak menjawab.


" Kamu mau Mama sumpahi Budeg beneran ?" tanya Cila mulai kesal.


" Ya jangan dong Ma " Jawab Laura kaget.


" Makanya jawab !" Paksa Cila.


Laura kembali diam,wanita itu terlihat takut dan menyimpan rahasia besar.


" Cepetan !" kata Cila kesal.


" Ma,jangan marah ya " kata Laura takut.


" apanya ?" tanya Cila lagi.


" Hmm sebenarnya " kata Laura ngeri.


" Cepetan!" Paksa Cila tak sabar.


" Huh aku merasa ini juga sangat konyol tapi aku.." Ucap Laura bingung.


" Apa sih,ngomong yg bener dong " kata Cila tak tahan lagi.


" Kita akan mengadiri pernikahan " ucap Laura menarik nafas.


" Nikah siapa malam2 ?" tanya Cila heran.


" Vero " Jawab Laura pelan.


" Apa !" Pekik Cila terbelalak.


" iya Ma,kita akan melihat Vero nikah lagi malam ini " Jawab Laura ketakutan.


Jedderr......


Cila bagaikan tersambar petir mendengar ucapan anak angkatnya yg diluar nalar.


" Nikah kamu bilang ?" Tanya Cila nanar.


" Iya Ma,tapi gak dirumah ini " jawab Laura.


" Sama siapa La ? Kenapa Mama gak tau ?" tanya Cila bingung.


" Hani Ma " Jawab Laura lagi.


Deg...


Manik Cila kembali melotot.


" Anak tak tau diri itu ?" Tanya Cila tak percaya


" Ma " Tegur Laura kaget.


" Bagaimana bisa ?" tanya Cila terduduk diranjang.


" Papa sudah menyiapkan semuanya kita tinggal pergi aja " Jawab Laura takut.

__ADS_1


" Papa kamu ? Mas David ?" Ulang Cila syok.


Laura mengangguk pelan.


" Kenapa kalian membuat keputusan tanpa persetujuan Mama ?" tanya Cila tak percaya.


Laura diam lagi bingung harus menjawab apa.


Memang keputusan David terbilang sepihak karna Cila selaku ibu tak tau apapun dengan pernikahan anaknya yg mendadak.


" Mana Papa kamu ?" tanya Cila serius.


" Papa udah pergi " Jawab Laura.


" Pergi kemana ?" tanya Cila kesal.


" Kepernikahan Vero " jawab Laura hati2.


Deg....


Jantung Cila terasa berhenti berdenyut,suami tercintanya sungguh membuat Cila sangat kecewa.


" Maafin kita Ma,tapi ini demi kebaikan Sofia dan Vero juga " ucap Laura merasa bersalah.


" Kalian gak anggap Mama lagi ?" tanya Cila nanar.


" Bukan gitu Ma " Jawab Laura memegang tangan Cila.


Cila mengibas tangannya dan menarik konde yg berada dikepalanya.


" Maa " pekik Laura kaget.


" Kalian gak anggap Mama lagi kan " kata Cila dengan wajah kesalnya.


Wanita itu melucuti baju kebaya tersebut dengan paksa tanpa takut merobeki baju mahal tersebut.


" Ma jangan gini Ma,nanti Papa akan jelaskan semuanya !" kata Laura menahan Cila.


Cila menggeleng pelan dan tetap membuka semua yg ada ditubuhnya.


" Mama memang gak ada artinya lagi buat kalian !" kata Cila menahan tangis.


" Ma aku mohon jangan seperti ini,semua punya alasannya Ma !" kata Laura sedih.


" Nenek,loh kenapa bajunya dilepas ?" tanya Sofia kaget.


Justin dan Boy yg berada diruang tamu juga ikut kaget.


Cila melihat Justin dan terkekeh pelan.


" Mama pikir kamu tidak akan mengecewakan Mama,tapi nyatanya kalian sama saja !" Kata Cila kepada Justin.


" Apa yg terjadi Ma ?" tanya Justin bingung.


" Gak usah pura2 bodoh ! Kalian sama aja !" Teriak Cila geram.


Dengan wajah emosinya wanita itu keluar dari rumah dan menghidupkan motor.


" Maaaaaa Mama mau kemanaaaa " teriak Laura mengejar wanita itu.


" Ngueeengggggg......Motor Cila terus melaju tanpa memperdulikan apapun.


" Mamaaaaa "


" Neeeneeekkkkkkk "


Teriak Laura dan Sofia serta Boy bersamaan.


" Neeneeekk jangan tinggalin Via Neekkk huhuhuhu " Teriak Sofia histeris.


" Sayang ada apa ?" tanya Justin kepada Laura yg begitu panik.


" Mama gak mau hadirin pernikahan Vero Yank " Jawab Laura tak diam.


" Apa !" pekik Justin tertahan.


" Terus gimana ?" tanya Justin bingung.


" Aku gak tau,Mama mau kemana itu Yank huhu " kata Laura mulai menangis.


Justin diam dan melihat lagi asap kepul bekas snarpot Cila.


" Kamu yg tenang ya,Nenek kita pasti pulang " Kata Boy kepada Sofia.

__ADS_1


" Nenekkk huhuhu " Sofia terus menangis dilantai memanggil Cila.


Justin menghela nafas panjang,tiba2 ponselnya berdering membuat semua orang terdiam.


Lelaki itu mendekati anaknya yg sedang memengan ponsel tersebut.


" Minta Papa ya sayang " Ucap Justin kepada anak bungsunya.


Gadis kecil itu mengangguk dan menyerahkan hape mahal Justin.


" Papa nelfon " ucap Justin membaca nama dilayar.


" Angkat Yank " Jawab Laura cepat.


Justin langsung memencet tombol hijau dan panggilan pun tersambung.


" Kalian dimana ?" tanya David disebrang.


" Masih dirumah Pa " Jawab Justin.


" Mama mau pergi kan ?" tanya David lagi.


Deg...


Justin terdiam begitupun Laura yg ikut diam.


" huhuhu kakekk huhuhu Nenek pergi " Ucap Sofia sambil menangis mendengar suara David.


" Kenapa Sofia nangis ?" tanya David mendengar tangisan Cucunya.


" Pa,Mama gak mau ikut dan sekarang kabur gak tau kemana " Ucap Justin jujur


" Apa !" pekik David kaget.


" Kita harus gimana Pa ?" tanya Justin bingung.


David diam tak menjawab.


" Pa,Mama sudah tau Pa,dia bertanya terus sama aku dan aku gak bisa bohong " Jawab Laura sedih.


" Kalian datang dulu kesini,acaranya akan segera dimulai " Ucap David tenang.


" Lalu bagaimana dengan mama ?" tanya Laura.


" Temani Vero dulu,Hani tak ada yg mewakilkan " Jawab David.


Laura dan Justin saling melihat,pasangan itu dibuat bimbang dengan keputusan David.


" Neneeeekkkk huaaaaaa " Tangis Sofia makin kencang.


Terdengar helaan nafas panjang dari David.


" Ya udah Pa kita kesana dulu " Kata Justin memutuskan.


" Iya,bawa sekalian Sofia "Balas David.


Tut.


Panggilan terputus sepihak,David melihat Sofia dan menarik nafas panjang.


Pria itu begitu kasihan kepada gadis malang tersebut bagaimana tidak,Sofia terombang ambing kesana kemari tanpa jelas,mulai dari orang tuanya berselingkuh,Ibu nya masuk penjara,disusul Vero juga dan mengenaskan lagi hingga kini Sofia tidak tau bahwa dirinya bukan anak kandung Vero,Justin tak bisa membayangkan bagaimana suatu hari nanti Sofia mengetahui semuanya.


" Ayo kita pergi dulu " Ucap Justin kepada Laura.


" Bagaimana dengan Mama ?" tanya Laura sedih.


" Mama akan baik2 saja,biarkan dia sendiri dulu buat nenangin dirinya " Jawab Justin.


Laura memejamkan mata sejenak dan melihat Sofia dengan bedak yg sudah berantakan.


" Kamu akan baik2 saja Sayang,Bibi gak akan lepasin kamu gitu aja " ucap Laura mengusap kepala Sofia.


" Iya Via,aku juga akan selalu lindungi kamu sampe kita besar nanti " Sahut Boy memegang tangan Sofia.


Gadis kecil itu menoleh dan tersenyum kecil.


" Makasih Abang Boy " kata Sofia memeluk bocah lelaki tersebut.


Justin tersenyum manis,putranya begitu pintar mengalihkan situasi.


Mereka semua pun keluar dari rumah dan menuju lokasi.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2