Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Ditempat kerja Laura kedatangan seorang pria yang selalu membuat Laura salah tingkah.


Datang2 Andrew langsung berbaring disofa yang berada dirukonya,hari ini Laura sendirian karna anak buah Laura meminta izin ulang pulang kampung 2 hari,jadi lah gadis itu yang mengurus semuanya untuk 2 hari kedepan.


" Abang kenapa ? galau ?" Tanya Laura mengernyit.


Andrew bangkit membuka jaket nya didepan perempuan itu tanpa menjawab.


" Duh,Bang Andrew kenapa sih kan aku bingung kalo dia ngak ngomong gini " Batin Laura deg degan.


" Ada air dingin ngak ?" Tanya Andrew kembali duduk.


Cuaca memang sangat panas bahkan keringat Andrew menetes deras di sela2 kening pria itu.


" Em ngak ada Bang,Abang mau es ?" tanya Laura gugup.


" Hm,bisa tolong beliin ngak ?" Tanya Andrew tersenyum.


" Astaga nih orang,bisa ngak sih jangan senyum2 gitu bisa cair aku lama2 " Batin Laura bersemu merah.


" Kamu kenapa sih ?" Tanya Andrew heran.


" Ah ngak papa hehe " Jawab Laura malu.


" Cepetan,haus nih " Rengek Andrew manja.


Deg...


Gadis itu terdiam,selama hidupnya baru kali ini Laura melihat Andrew manja seperti itu.


" I iy ya Bang,tung g gu sebentar " Kata Laura terbata.


Andrew mengangguk dan memutar kepala kipas angin menghadap dirinya.


" Nih,sekalian beli sirup ya atau apalah buat nyegerin " Kata Andrew memberi dompetnya.


" Pake uang aku aja " Kata Laura menolak.


" Jangan lah,ini ambil aja cepetan " Paksa Andrew.


Laura mengangguk dan membawa dompet pria itu keluar.


" Astaga jantung,bisa ngak selow respon aja kalo kedengeran Bang Andrew kan bisa gawat " Kata Laura mengusap dadanya yang berdegub kencang.


Gadis itu menggelengkan kepalanya dan pergi ke toko klontong tak jauh dari ruko.


Didalam ruko,Andrew mulai tak tenang pria itu merasa kepanasan,bahkan kipas angin pun tak mempan.


" Huh ngak ada Ac lagi " Gumam Andrew mengibas wajahnya.


Maklum anak sultan mudah kagetan sama hal2 yang berbau sederhana.


Pria itu membuka bajunya dan menampilkan otot2 perutnya yang selalu diberi suplemen.


Pria itu pun bertelanjang dada,Andrew menyelisik ruko Laura yang lumayan besar dengan dus2 yang belum terbuka semua.


" Rajin juga ya Laura " Gumam Andrew tersenyum.


Pria itu duduk didepan barang2 yang tadi Laura kerjakan,karna tangannya menganggur jadilah Andrew membantu Laura memasukkan barañg2 kedalam plastik dan mensteplesnya satu2.


Di warung gadis itu melihat dari kejauhan 2 orang yang ia kenali sedang mendorong sebuah sepeda motor.


" Bukannya itu Kak Ana ya ?" Gumam Laura menyelidik.


Terlihat 2 orang gadis berjilbab bahu membahu mendorong motor bagus diujung jalan.


" Iya itu memang Kak Ana,tapi siapa dibelakangnya ?" Tanya Laura bingung.


" Ini Neng kembaliannya " Kata ibu2 tukang warung memberi sisa uang kepada Laura.


" Iya Bu,makasih " Kata Laura tersenyum.

__ADS_1


Gadis itu berjalan mendekat kearah 2 orang gadis yang ia kenali.


" Kak Ana " Teriak Laura.


Salah satu gadis mendongak dan melotot melihat siapa yang memanggil namanya.


" Alhamdulillah bantuan datang " Pekik gadis itu girang.


Ana pun langsung berlari meninggalkan temannya yang masih mendorong.


" Woi Na tungguin " Pekik gadis bernama Lulu kelabakan.


Ana tak perduli dan mendekati Laura.


" Hosh hosh hosh " Nafas Ana tersenggal senggal.


" Kakak kenapa ?" Tanya Laura heran.


" Motor nya mogok La,bantuin Kakak dong " kata Ana mengatur nafasnya.


" Ini minum dulu " Kata Laura kasihan kepada gadis itu.


Keringat Ana bercucuran,bahkan bajunya pun sampai basah.


Tanpa banyak cakap,gadis bernama Ana itu menandas minuman layaknya orang kekeringan.


" Naaa bagiiiiiiii " Teriak Lulu histeris melihat sahabatnya mendapatkan minum.


" Itu bukannya Kak Lulu yang kemarin lalu ya ?" Tanya Laura menyelidik.


" Iya,gara2 dia motornya mogok " kata Ana mengusap lehernya setelah menghabiskan setengah botol minuman.


Lulu masih mendorong motor nya dibelakang.


Laura mendekati gadis itu dan memberi minum.


" Hosh hosh hosh " Nafas Lulu tersendak sendak.


" Makasih,rasanya aku bentar lagi pingsan " kata Lulu dengan wajah memerah.


" Heleh,udah dari tadi ngomong gitu tapi ngak pingsan juga aku liat2 " Cibir Ana.


Lulu tak perduli,gadis itu menandas air hingga habis.


" Huh alhamdulillah " Gumam Lulu membersihkan bibirnya.


" Ayo ketempat aku dulu " Ajak Laura melihat 2 gadis itu sudah baikan.


" Iya,tapi bantu dorong ya " Pinta Ana cengengesan.


" Iya " Kata Laura tersenyum.


Ketiga gadis itu pun kembali mendorong motor mogok itu hingga sampai di ruko.


" Huh panasnya " Gumam Ana menggaruk kepalanya gatal.


Lulu tanpa permisi langsung masuk kedalam ruko dan terbaring di lantai.


" Ahhh indahnya duniaaaaa " Gumam Lulu merasa wajahnya diterpa angin sepoi2.


Ana langsung berlari dan melakukan hal yang sama.


Laura terkekeh pelan melihat tingkah absurd 2 orang itu.


Gadis itu masuk kedalam dan melotot kaget melihat Andrew menganga dengan wajah syok.


Ana dan Lulu terlihat tak sadar dengan adanya orang lain diantara mereka,kedua gadis itu tertawa terbahak bahak.


" Bang maaf ini esnya " Tegur Laura melihat Andrew diam.


2 gadis itu saling melihat dan menoleh kebelakang.

__ADS_1


" Abang !" Pekik Ana melotot melihat Andrew bersedekap dada.


" Astagfirullahalazim Aurat " Pekik Lulu menutup wajahnya.


Andrew mencebik dan mengambil kaos lalu memakainya dengan santai.


" Kok Abang ada disini ?" Tanya Ana heran melihat saudara kembarnya ada disana.


" Nepi dari panasnya kehidupan " Kata Andrew cuek.


" Hahah iya Bang,panas banget " Kata Ana menimpali.


" Ya Tuhan,badannya Bang Andrew bagus banget " Batin Laura hampir nyeces melihat tubuh kekar pria itu.


" Ngak usah mesum !" Kata Andrew menjitak kepala Laura.


" Aduuuhhh,habisnya Abang menggoda banget sih kan aku jadi pengennya anu " Kata Laura bersemu merah.


" Ihhh nafsuan ya,sana2 " Usir Andrew ngeri.


Laura menutup wajahnya malu.


" Temen kamu mau sampai kapan nutup wajah,emang dia pikir mau main cilukba apa !" Hujat Andrew melihat sahabat Ana masih menutup wajahnya.


" Hahaha kamu ngapain sih ?" Tanya Ana tertawa melihat tingkah konyol Lulu.


" Abang kamu tuh tua2 ngak sadar diri !" Hujat Lulu kesal.


" Kenapa ?" tanya Ana.


" Udah tau panas begini,malah buka2an,kalo aku nafsu terus buka baju juga gimana " Kata Lulu mengkrucut.


Deg..


Andrew melotot kaget,sedangkan Ana dan Laura langsung tertawa.


" Haha ngak gitu konsepnya maemunah !" Hujat Ana tertawa terpingkal2.


" Dasar setres " Hujat Andrew.


" Dek,ambilin tempat buat mecahin es batunya,tenggorokan Abang udah seret nih " Titah Andrew kepada Laura.


" Iya Bang " Sahut Laura mengangguk.


Gadis itu langsung berjalan kebelakang mengambil wadah.


" Na pinjem kepala kamu ya buat mecahin es batunya " Ujar Andrew mengulum senyum.


Ana yang sedang menganga depan kipas pun seketika melotot.


" Emang kepala aku batu apa,seenaknya aja !" Hujat Ana emosi.


" Kan ngak guna " Kata Andrew santai.


" Sialan " Kata Ana melempar pria itu dengan barang yang ada disana.


Andrew dengan cepat mengelak dan


Bughhh...


Wajah Laura terkena hantaman centok nasi unik tersebut saat keluar dari dapur.


" Aduuuhh kepala ku " Ringis Laura mengusap kepalanya.


" Alamak,maaf Dek,Kakak ngak sengaja " Kata Ana langsung menghampiri gadis itu dan menyebu kening Laura.


Andrew tertawa di pojokan,Lulu menatap pria itu dengan serius bagaimana si pria bisa tertawa lepas melihat penderitaan adiknya.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote Like Coment.

__ADS_1


__ADS_2