Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pindah Rumah


__ADS_3

Pagi ini David pergi sendirian ke ruko menemui Siti dan Laura yang pasti sudah menunggu disana.


Saat David sampai,benar saja Laura sedang menggambar sesuatu ditanah.


" Loh Den,sendirian aja Non Cila mana ?" Tanya Siti bangkit dari duduknya.


" Cila ngak kesini Bu,saya kesini mau ajak Ibu dan Laura pindah siang nanti " Kata David to the point.


" Hah jadi mau pindah sekarang ?" Tanya Siti kaget.


" Iya Bu "


David melihat kiri kanan takut ada yang mendengar pembicaraan mereka.


" Ya udah Den,ibu pulang dulu kalo gitu ambil baju" Kata Siti mengangguk.


" Ayo saya antar biar cepat " Kata David mendekati Laura.


" Kita mau pelgi ya Om ?" Tanya Laura polos.


" Iya,ayo Om antar pulang dulu " Kata David menggendong anak itu.


Laura terpekik senang dan melingkarkan tangannya di leher pria itu.


David pun mengantar Siti dan Laura pulang kerumah.


" Ini rumah saya Den " Kata Siti menunjuk 1 rumah yang hampir roboh dengan bolong dimana2,beda dengam rumah sebelahnya yang layak huni dan terbilang kaya.


" Ya sudah,saya tunggu diluar " Kata David tersenyum.


Siti mengangguk dan meminta Laura turun.


David terdiam disana memperhatikan rumah hampir roboh itu.


" Ini lebih parah dari rumah kontrakan gue " Gumam David pelan.


Pria itu sangat kasihan,Siti hanya seorang janda yang berusaha mati matian menghidupi Laura yang masih sangat kecil,sebenarnya Laura harus masuk Tk,tapi keterbatasan biaya membuat gadis kecil itu hanya bisa belajar dirumah.


" Gue kira cuma gue yang hidupnya malang,ternyata ada yang lebih parah,gue harus banyak bersyukur " Gumam David tersenyum kecil.


Tak lama muncul Laura dengan tas mickey mouse yang resletingnya sudah rusak,dan hanya ditempeli peniti besar agar tak menganga.


David tersenyum miris,dirinya ingin sekali membantu gadis ceria ini,tapi keluarga nya pun sangat butuh bantuan saat ini,ditambah teror rumah mereka yang semakin menjadi.


" Ayo Den " Ajak Siti setelah mengunci pintu rumah itu.


" Ini rumah pribadi ibu ?" Tanya David kepo.


" Iya Den,ini rumah mertua saya dulu,lalu dikasih ke suami saya,tapi mereka sudah meninggal semua nya,jadi saya dan Laura deh yang nempatin " Cerita Siti.


" Kenapa ngak dijual aja cari yang baru ?"


" Ada yang mau beli Den,tapi cuma 7 juta karna rumahnya sangat kecil dan Den lihat sendiri lah kondisinya,saya belum mau jual karna saya butuh tempat tinggal " Jelas Siti.


" Astaga 7 juta rugi Bu,lahan aja semeternya mahal " Kata David kaget.


" Biasa lah Den,saya orang miskin jadi mereka seenaknya sama saya,bahkan kemarin saya sempat dihina juga karna ngak mau jual rumah ini." Kata Siti tersenyum.

__ADS_1


David menggeleng pelan,dirinya tau rasa nya di posisi Siti,karna David juga sering mendapat hinaan.


" Ngak papa Om,Ibu aku kuat kok,ayo belangkat aku dah kangen sama Ante " Celetuk Laura.


David tersenyum dan mengangguk.


Laura sangat ceria dan tak pernah ambil pusing jika ada orang yang menghina mereka karna percuma juga buat ngelawan,dirinya tak akan menang.


" Ayo kita berangkat " Ajak David memberi tempat untuk Laura duduk didepan.


Tak banyak bawaan Siti hanya sekantong baju saja,tanpa barang yang lain,karna menurut Siti mereka tak punya barang bagus untuk dibawa.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai drumah David dan Cila.


Laura turun bersama Ibunya.


" Ayo masuk " Ajak David tersenyum.


Mereka mengangguk dan masuk kedalam rumah.


" Eh udah sampe ya,maaf aku baru habis mandi " Kata Cila cengengesan dengan handuk melilit rambut.


" Iya Non,ngak papa " Kata Siti tersenyum.


" Jadi beneran mau ikut nih pindah kota ?" Tanya Cila.


" Iya Ante,ini Ibu udah bawa baju2 " kata Laura tersenyum manis.


" Ya udah,bentar lagi ya aku beres2 dulu " Kata Cila pamit masuk kamar.


Cila hanya membawa koper berisi barang berharga saja,untuk barang2 nanti mereka angkut karna ini pindahan mendadak karna David tak mau Cila takut jika harus di terror terus.


" Mba,kami pamit ya " Kata Cila menyalami tetangga nya.


" Kalian bener ngak balik lagi kesini ?" Tanya wanita itu.


" Belum tau Mba,sepertinya bakal lama disana,uang kontrakan kita juga udah dibayar lunas "


" Oh ya sudah,kalian hati2 ya " Kata wanitu itu tersenyum.


Cila mengangguk tersenyum.


" Ayo kita berangkat " Ajak Ďavid membawa koper.


Mereka mengangguk dan berjalan meninggalkan rumah sederhana,saksi bisu perjuangan Cila merebut hati suaminya selama ini.


Ditempat lain sekawanan adik beradik berkumpul dirumah Kakak tertua mereka sibuk membicarakan harta gono gini.


" Gimana orang suruhan kamu sudah berhasil membuat mereka ketakutan ?" Tanya pria tua duduk dengan angkuh dikursi goyang nya.


" Sudah Bang,menurut anak buah aku,David sangat marah dan istrinya ketakutan " Lapor adik pertama.


" Bagus lah,kita tak bisa tinggal diam,jika David berani membawa masalah harta itu kepengadilan bisa2 kita semua dipenjara "


" Aku ngak mau dipenjara Bang " Kata Adik ke3


" Iya,aku juga ngak mau,salah dia sendiri dulu kenapa ngak minta sama kita " Kata Adik ke 4.

__ADS_1


" Iya,sekarang aja mau bela2 minta lagi kan udah habis semuanya " Kata Adik ke 5 nimbrung.


" Teman kamu kemarin ngak jadi tuh jadi pengacara David ?" Tanya Kakak tertua kepada adiknya.


" Ngak jadi Bang,David cabut lagi berkas nya gara2 mertua nya yang sok2an ikut campur itu " Kata sang adik pengacara kesal.


" Huh padahal sedikit lagi,kita bisa mengsahkan harta itu jadi milik kita " Kata adik ke 3 ikut kesal.


" Gimana kalo istri nya aja kita culik,sebagai ancaman buat David,aku yakin pasti David tak berdaya dan mencabut semua tuntutan nya "


Mereka semua terdiam sejenak menelaah ide adik mereka barusan.


" Aku ngak mau ikut campur urusan itu,terlalu bahaya untuk profesi aku " Kata pengacara itu menolak.


" Biar kami aja yang urus,Abang tetap aman kok "


" Terserah kalian,kalo urusan itu aku tak ikut campur" Kata pria itu tegas.


" Ya sudah,nanti minta anak buah kamu buat ikutin istri nya David,nanti jika waktunya tepat kita culik dia,biar David mampus kali ini menyusul orang tuanya yang pelit dan serakah " Kata kakak tertua ayah David tertawa renyah.


Mereka ikut tertawa miring dengan ide briliant sang Kakak.


Keluarga itu pun bubar menjali kehidupan masing2.


***


Beberapa jam di perjalanan kini David dan the genk sudah sampai dirumah besar Reno.


Saat diperjalanan tadi Cila sempat menelpon Nisa untuk memberitahu bahwa mereka akan berkunjung dan dijawab manis oleh Nisa.


" Ini lumah siapa Ante ?" Tanya Laura mendongak melihat pagar menjulang tinggi dipinggir jalan.


" Ini rumah Kakak nya Tante " Kata Cila tersenyum.


" Wawwww besal banget lumah nya " Kata Laura takjub.


" Ayo masuk " Ajak Cila menggandeng tangan kecil itu.


Mereka mulai melangkah,David berhenti sejenak melihat Siti terdiam disana menatap rumah besar dan megah itu.


" Kenapa Bu ?" Tanya David bingung.


" Saya malu Den " Kata Siti jujur melihat penampilannya yang seperti orang kampung.


" Saya juga sebenarnya malu,tapi warga rumah itu sangat baik kok Bu,apalagi Kakak Nisa dan anak2nya " Kata David tersenyum.


" Beneran Den,nanti saya dan Laura diusir kasihan anak saya " Kata Siti menunduk.


" Ibu tenang aja,Tuan rumah ini sangat baik dijamin " Kata Cila menghampiri.


Laura tersenyum manis meyakinkan ibunya.


" Ya sudah " Kata Siti tersenyum dan ikut melangkah masuk kedalam.


❤❤❤❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,like,coment yaaa

__ADS_1


__ADS_2