Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Bujukan


__ADS_3

Seorang pria tua berdiri diambang pintu rumah David dengan piyama tertutup jaket.


" Silahkan masuk " Ucap David sopan.


" Maaf mengganggu tengah malam " Ucap Abraham tak enak.


" Siapa Pa ?" Tanya Laura bingung.


Abraham masuk kedalam rumah,Laura yang melihat lelaki itu pun kaget bukan main.


Gadis itu langsung berdiri membungkuk hormat.


" Maaf saya mengganggu waktu istirahat kalian " Ucap Abraham lagi.


" Tidak apa2,silahkan duduk " Balas David ramah.


Semua orang pun duduk dengan tenang,Laura berjalan kebelakang membuatkan lelaki itu kopi hitam yang sama dengan Papanya.


" Oh iya ada apa gerangan anda datang kerumah saya ?" Tanya David.


" Begini Pak,saya mau menagih janji kalian soal Laura kemarin,saya benar2 butuh bantuan Laura,kondisi anak saya semakin memperihatinkan,sekarang istri saya disana sedang kewalahan mengurus Justin,saya tidak bisa setiap hari mendampingi putra saya karna pekerjaan disini " Ucap Abraham.


David mangut2 mengerti.


" Saya sudah bicarakan dengan keluarga saya masalah itu,semuanya tergantung Laura,saya sebagai orang tua tak bisa melarang jika Laura bersedia " kata David tenang.


" Bagaimana dengan jawaban Laura apakah dia bersedia menolong Justin ?" Tanya Abraham berharap.


" Kita tunggu saja jawaban Laura sebentar lagi " Jawab David.


Abraham mengangguk,Laura pun datang dengan segelas kopi panas dan menaruh didepan lelaki itu.


" Silahkan diminum Om " Ucap Laura sopan.


" Terima kasih Laura " Balas Abraham tersenyum melihat kepekaan gadis itu.


" Orang tua Justin nanyain jawaban kamu,kondisi Justin makin parah katanya " Ucap David.


Laura terkejut dan melihat Abraham.


" Ya Laura,Justin makin tak terkendali,setiap hari dia selalu mengamuk seperti orang gila,bahkan Dokter pun kewalahan menenangkannya " Kata Abraham sedih.


" Saya tidak punya jiwa seorang perawat Om,saya hanya gadis biasa " kata Laura sopan.


" Ya saya tau,tapi kamu punya hati yang lembut Laura,saya yakin kamu bisa mengembalikan Justin,tidak jarang Justin memanggil nama kamu saat dia tertidur " Ucap Justin.


Laura menelan ludah kasar,hatinya sedikit berdenyut mendengar semua kabar itu.


" Saya mohon sama kamu,tolong selamatkan anak saya,dia satu2nya bagi saya Laura,saya ini sudah tua tak ada yang merawat kami jika Justin masih seperti ini saat kami sakit2an " Kata Abraham membujuk.


Laura melihat David,pria itu terlihat tenang tak berkomentar apapun.

__ADS_1


" Apapun yang kamu mau saya akan kabulkan,jika kamu mau setengah dari harta saya saya akan berikan asal kamu bisa membuat Justin seperti dulu lagi " Kata Abraham putus asa.


Degg...


Laura dan David melotot kaget,mereka tau lelaki tua ini bukan lah orang sembarangan.


" Maaf Om,saya sudah biasa hidup sederhana dan saya tidak butuh harta Om karna Papa saya selalu mengajari saya untuk bekerja keras " Kata Laura sopan.


David tersenyum kecil,Laura masih ingat dengan pesan2 nya..


" Bukan maksudnya saya merendakan kamu,tapi ini jaman dimana semuanya diukur dengan nominal " kata Abraham tak enak.


" Saya tau semua butuh uang,tapi tak semuanya bisa dibeli dengan uang " ucap Laura pelan.


Abraham kaget dan cukup takjub dengan jawaban monohok gadis itu.


Abraham semakin yakin bahwa Laura lah orang yang tepat untuk menyembuhkan anaknya.


" Jadi apakah kamu mau menolong anak saya ?" tanya Abraham.


" Apakah Papa mengizinkan ?" tanya Laura menoleh ke David.


" Semua tergantung kamu sayang " Jawab David lembut.


Laura tersenyum mengangguk.


Abraham menggeleng tak percaya,ikatan batin Laura dengan orang tua angkatnya begitu kuat,sungguh hal langka yang tak pernah ia sangka2.


" Baiklah Om,kapan saya harus memulai ?" tanya Laura.


" Hm,saya akan mencobanya sebisa mungkin tapi Om harus memenuhi beberapa syarat dari Papa saya " kata Laura setuju.


" Baiklah,katakan apapun persyaratannya akan saya sanggupi " Kata Abraham tak pikir panjang.


" Kamu yakin ?" Tanya David melihat putrinya.


" Iya Pa,Mama selalu bilang kalau mau nolong orang jangan pandang bulu kalo kita bisa tolong " Ucap Laura tersenyum.


David mengangguk terharu dengan anak gadisnya yang memang sangat baik hati,bahkan Laura bersedia melakukan apapun agar orang disekitarnya bahagia.


" Baiklah,Papa akan minta beberapa persyaratan " Kata David sepakat.


David pun mulai bertanya2 lebih dalam tentang Justin dan apa saja yang harus putri nya lakukan disana.


Abraham pun menjelaskan secara detail tanpa ada kebohongan,pria itu juga memberitau bahwa Laura akan tinggal berdua bersama Justin untuk pendekatan,karna istrinya akan pulang menemaninya.


Meski sedikit khawatir tapi Laura menjelaskan semuanya akan baik2 saja karna ia dan Justin pernah tinggal bersama dan tak melakukan hal senonoh.


" Semua yang saya ucapkan tadi akan saya buat format filenya agar bisa dipertanggung jawabkan " Ucap Daddy Justin tegas.


" Ya begitu lebih baik,agar kami punya bukti jika sewaktu2 melakukan pelanggaran " Kata David ikut tegas.

__ADS_1


Abraham mengangguk mereka pun bersalaman setelah memutuskan 2 hari lagi Laura akan berangkat ke USA.


" Papa harap kamu tidak menyesal Laura " Ucap David didepan Abraham.


Laura mengangguk yakin dan tersenyum.


Abraham pun pamit pulang dengan perasaan bahagia..


Kebesokan paginya,David menceritakan semuanya kepada sang istri dan Vero.


" Jadi Laura beneran mau Pa ?" Tanya Cila syok.


" Iya,tidak ada salahnya membantu orang lain " kata David tenang.


" Tapi Amerika itu jauh Pa dan pergaulan disana sangat bebas,lihat aja Film yang sering Vero tonton banyak adegan vulgarnya " kata Cila menggebu gebu.


Vero tersedak ludahnya sendiri mendengar wanita itu membuka aib.


" Papa sudah membuat beberapa persyaratan dan orang tua Justin setuju,Laura tetap aman " Kata David tenang.


" Tapi Pa,kita ngak tau Justin itu gimana,kalo dia maksain Kakak lagi gimana ?" tanya Vero khawatir.


" Tinggal kawinin aja mereka selesai " kata David tenang.


" Apa !" Kata Vero syok.


" Kenapa kamu cemburu ?" Tanya Cila penuh selidik.


" Hah ngak mana ada " kata Vero salah tingkah.


Laura terkekeh dan mencubit lengan pria itu.


" Ya aku ngak ikhlas aja,Kakak ku yang super polos ini di sia2in orang " kata Vero tenang.


" Bukannya kamu dulu yang nyia nyian aku " Sindir Laura.


" Hehe " Vero cengengesan menggaruk kepalanya.


" Keputusan sudah diambil,besok Laura akan berangkat nanti kalo Bunda sama Ayah tanya jelaskan saja yang sebenarnya " Ucap David.


Cila mengangguk patuh dan menatap Laura iba.


" Kamu jaga diri disana ya,kalo Justin minta aneh2 telepon Mama,biar pasukan Mama nyerang dia " Kata Cila mengusap kepala gadis itu.


" Hehe pasukan montok Mama ?" tanya Laura.


" Iya,selain jago berubah jadi duit mereka juga jago matuk " kata Cila terkekeh.


David tertawa geli melihat istrinya yang mulai kambuh.


Keluarga kecil itu pun menikmati hari terakhir bersama Laura karna gadis itu akan menetap cukup lama di negara orang.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2