
Dirumah masih terjadi kehebohan,Nisa yg tak tau apa2 merasa aneh melihat Ana menangis dan ditenangkan oleh Zaiva dan juga Lulu.
" Ada apa ini ?" tanya Nisa berjalan ssdikit cepat.
" Nenek " panggil Arshad menahan wanita itu.
" Ada apa Syad ? kenapa Bibi mu menangis ?" Tanya Nisa kepada sang cucu.
" Hm Nenek kekamar aja ya,Bibi kalah main sama Mama " Jawab Arshad asal.
Zaiva dan Lulu memberi kode kepada lelaki itu untuk membawa Nisa pergi.
" Main apa ?" tanya Nisa mengernyit.
" Itu Nek arisan kocok,Mama mau nomor 2 tapi Bibi mau nomor sama " Jawab Arshad mencari ide.
" Hah " kata Nisa tak paham.
Wanita tua itu melihat lagi kearah anak menantunya,Ana dibawa pergi oleh Lulu sedangkan Zaiva bersikap tenang dan mendekati Nisa.
" Gak apa2 Bund,ayo ke kamar aja " Kata Zaiva memutar bahu Nisa.
" Itu Ana nangis kenapa ? biasanya gak pernah ?" tanya Nisa merasa aneh.
" Gak papa,biasa lah Bun kalah tanding " Jawab Zaiva ikut asalan.
Arshad mengangguk mengiyakan takut Neneknya curiga.
" Ayo Bun,Bunda gak boleh kecapean,inget kata Dokter " Ucap Zaiva menganjak Nisa berjalan.
" Bunda mau gabung lah sama kalian " Jawab Nisa mengkrucut.
" Nanti aja Nek,orang2 juga pada keluar " Balas Arshad.
" Kemana ?" tanya Nisa mengernyit.
Zaiva mempelototi lelaki itu membuat Arshad kelabakan.
" Main gap " Jawab Arshad makin asal.
" Kakek mu ikut juga ?" tanya Nisa menebak.
" Iya,Kakek kan selalu ikut gak sadar tua " Jawab Arshad menggaruk kepala.
" Haha kamu bisa aja " balas Nisa tertawa.
Zaiva kembali menarik tangan Nisa pelan membujuk wanita itu untuk kembali ke kamar.
Para cucu menantu memang merahasiakan kabar Angel tersebut takut Nisa syok dan malah semakin sakit.
Bukan cuma itu saja,Reno dan Aktam tadi sudah berpesan kepada penghuni rumah agar tetap tenang,karna para lelaki yg akan mencari Angel sampai dapat.
Setelah Nisa pergi,Arshad menghela nafas panjang.
Lelaki itu tak ikut karna ia harus menjaga Jack yg juga sempat histeris tadi.
Bocah lelaki itu juga dikurung dikamar agar tidak berbuat nekad.
Arshad langsung berlari menyusul Jack dan saat sampai dikamar benar saja bocah itu mencari cara agar keluar.
" Kak ayo pergi " Ajak Jack disela air matanya.
" Jangan Jack,gak dibolehin Kakek " Balas Arshad.
" Gak bisa Kak,Kak Angel diculik,dia pasti ketakutan " Kata Jack bergetar.
" Kamu yg tenang ya,Papa mu dan semuanya akan segera menemukan Angel " Kata Arshad menenangkan.
__ADS_1
" Aku gak bisa tunggu disini Kak,Kak Angel mungkin butuh aku " Kata Jack kembali menangis.
Arshad menghela nafas panjang,lelaki itu cukup takjub dengan kepedulian Jack kepada Kakaknya,karna biasanya Jack dan Angel jarang akur bahkan keduanya tak sungkan berkelahi adu jontos.
Jack terus menangis menganjak Arshad pergi tapi lelaki menuju dewasa itu tetap kekeh untuk berada dirumah sesuai saran Papa dan Kakeknya.
Dikamar lain,Lulu mencoba menenangkan Ana yg dari tadi berontak.
" Sabar Na,Prito sama yg lainnya lagi usaha " Kata Lulu ikutan panik.
" Gimana Angel Lu huhu dia itu polos banget,kalo diapa2in orang gimana ?" Tanya Ana takut.
" Gak,itu gak mungkin kan Angel pinter,dia pasti bisa lwan " Jawab Lulu.
" Angel itu badannya aja gede,otaknya kecil dia gak sehebat aku dalam menanggapi masalah " balas Ana begitu khawatir.
Lulu menghela nafas panjng,Angel memang jago debat dan berkelahi tapi kali ini lawan gadis itu begitu berat dan berbahaya.
" Aku harus susul mereka Lu,aku harus ikut cari Angel " Kata Ana bangkit dari duduknya.
" Eeehhh jangan " Pekik Lulu menarik tangan Ana.
" Lepasin aku Lu !" kata Ana berontak.
" jangan Na Bahaya ! nanti kamu dimarahin Prito !" kata Lulu tegas.
" Aku gak perduli Lu,anak ku dalam bahaya " Balas Ana tajam.
" Na,kamu harus percaya kalo kamu keluar dan Prito lihat dia pasti merasa sangat bersalah !" Kata Lulu tetap menahan Ana.
Deg...
Ana tersentak,wanita itu perlahan melemah.
Lulu melepaskan tangan Ana dan menarik wanita itu dalam peluknya.
" Kalo terjadi apa2 sama kamu,mungkin dia gak akan bisa memaafkan dirinya sendiri " Lanjut Lulu lagi.
" Tapi Angel dalam bahaya Lu " kata Ana nanar.
" Iya aku tau,aku juga khwatir,tapi kita harus percaya suami kita bisa temukan Angel " balas lulu lembut.
" Angeeell huaaaaaaa " Ana makin menangis deras.
Ibu 2 anak tersebut terlihat sangat mengkhawatirkan putrinya.
Ditempat lain,beberapa orang pria berkumpul parkir apartemen.
Keluarga Reno bergerak cepat,bukan hanya keluarga inti saja tapi Reno juga mengerahkan anak buahnya untuk mencari.
Para penghuni apartemen dibuat kebingungan dengan ramainya orang2.
" Jadi kalian tadi melihatnya ?" Tanya Reno mencoba tenang.
" Iya Pak,saya yakin dia mmebawa Angel soalnya tadi barang Angel berserakan dimotor " Jawab Daniel menunjuk.
" Itu motor siapa ?" tanya Prito melihat kendaraan yg tak dia kenali.
" Mungkin motor temannya " Jawab Daniel.
" Kenapa Angel bisa berada disini,siapa yg mmebawanya ?" tanya Bara merasa aneh.
" Saya Bang,tadi Angel emang ikut saya kerumah buat ambil obat sakit gigi temannya " Jawab Daniel.
" Hah " Kata Aktam dan Bara kaget.
" Emang gak ada diapotik ?" Tanya Bara heran.
__ADS_1
" Rame dan Angel males ngantri,makanya tadi ketemu saya disana " Jawab Daniel menjelaskan.
" Kita harus gimana ini Pa ?" tanya Prito tak mempermasalahkan kedtangan putrinya kerumah Daniel.
" Apa ada hape Angel ?" tanya Reno tenang.
" Dia tinggalkan,sepertinya Angel tadi sempat minta tolong " Jawab Daniel merogoh sakunya dan memberikan hape mahal gadis itu.
Prito langsung mengecek hape dan benar saja banyak telfon balik dari teman2 Angel.
Pria itu menelfon kembali teman Angel dan langsung diangkat.
" Jel lo kenapa ? sekarang dimana ?" tanya seorang gadis diseberang.
" Apa Angel ada ngomong sesuatu ?" tanya Prito tenang.
" Eh kok laki " jawab gadis tersebut kaget.
" Saya Papanya Angel " Balas Prito.
" Ohh maaf Om,tadi Angel sempat wa grup nge P doang " kata gadis itu memberitahu.
" Baiklah terima kasih " Kata Prito memutuskan panggilan.
Bara dan Aktam mulai berjalan,2 kakak beradik itu mencari2 sesuatu.
" Ini Pak " kata Hani tiba2 berlari kearah mereka.
" Apa ini ?" Tanya Reno mengernyit melihat gadis manis tersebut.
" Ini salinan foto yg kami ambil tadi,mereka membawa Angel dengan mobil ini " Jawab Hani.
Reno melihat mobil tersebut dan diam.
" Papa kenal mobilnya ?" tanya Prito hati2.
Reno tak menjawab,lelaki itu memanggil satu anak buahnya dan langsung disamperi bodyguard tersebut.
Tanpa bicara Reno memberikan salinan tersebut dan langsung dipahami oleh anak buahnya.
Prito dan Daniel diam dengan kode rahasia lelaki tua tersebut.
" Tenang Prito,kita akan menemukan Angel " kata Reno menepuk bahu menantunya.
" Aku khwatir Pa " Balas Prito sedih.
Reno tersenyum kecil dan berjalan mendekati kedua putranya yg masih mencari2.
" Maafin gue To,ini semua karna gue bawa Angel kesini " Kata Daniel merasa bersalah.
" Em apa kamu punya musuh ?" tanya Prito.
Deg....
Daniel tersentak dengan ucapan lelaki itu.
Hani dan Daniel saling melihat.
" Apa mereka orang yg menyerang kita kemarin ?" tanya Prito lagi.
Daniel seketika terdiam.
Tanpa bicara Prito langsung mengejar Mertuanya dan memberitahu sesuatu.
" Gimana ini Kak ?" Tanya Hani merasa ngeri melihat keluarga Reno.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.