
Seharian Cila dan Hani berada dirumah Laura.
Rumah baru itu sudah kinclong berkat tangan ajaib ibunya,diatas meja pun sudah tersedia berbagai macam masakan buatan perempuan itu.
Laura sangat bersyukur meski Cila memarahiny habis2an tapi wanita itu ikut membantu bahkan tak sungkan mengatur beberapa perabotan yang menurut Cila tak sedap dipandang.
Ketiganya terlihat sedang mengadem dibawah Ac ruang tamu.
Laura kembali tertidur setelah mengahabiskan makan siangnya dan beberapa camilan.
Hani berbaring bersama perempuan itu,kini gadis kecil tersebut mengenakan baju Laura karna Cila mengaduh sakit mata melihat calon menantunya seperti gadis ingusan jika mengenakan seragam tersebut.
Cila terlihat ceria,perempuan tua itu sedang vidio call bersama suaminya yang sedang makan siang diruangan kerja.
" Ma udahan dulu ya,Papa mau lanjut " kata David setelah menyelesaikan acara makannya.
" Yahhh nanti dong Pa,Mama masih kangen " Kata Cila mengkrucut.
" Kan dirumah bisa ketemu " kata David menggaruk kepala.
" Emangnya ada orang yang disana ?" Tanya Cila.
" Iya,ada Vero baru masuk " Jawab David cengengesan.
Detik berikutnya wajah tampan sang anak pun memenuhi layar.
" Bener2 ya,pantesan telfon aku ditolak,ternyata disini nyangkutnya " Kata Vero kesal.
" Kamu nelfon waktunya gak pas " jawab Cila terkekeh.
" Huh,gak sadar tua !" Hujat Pria itu.
" Biarin " Balas Cila mengolok.
" Haisttt,mana calon istri ku ?" tanya Vero.
" Udah Mama jual sama tukang cilok " Jawab Cila asal.
" Hah !" pekik Vero melotot.
Tawa Hani terdengar,pria itu terihat kesal menatap wajah gemas ibunya.
" Aku disini " Ucap Hani disela tawanya.
" kamu dimana sayang,bebeb gak keliatan " Kata Vero alay.
Terlihat David dan Cila mengkual mendengar gombalan lelaki itu.
Hani menunduk malu,Cila memberikan hapenya kepada gadis itu dan bangun mengambil air dingin.
Vero pun terlihat menjauh.
" Gak usah lama2 " pekik David terdengar.
" Iya " Jawab Vero malas.
Hani tersenyum melihat wajah Vero terlihat tampan dan fresh.
" Gimana sekolah hari ini ?" Tanya Vero menatap gadis itu.
" Lumayan baik,aku dijahili Meta lagi " Jawab Hani mengsedih.
" Dijahilin kenapa ?" tanya Vero mengernyit.
" Dia minta jawaban sama aku,eh ketahuan guru jadi nilai aku dikurangin " jawab Hani.
" Kenapa dikasih ?" tanya Vero kesal.
" ya mau gimana,ngak dikasih dia marah " Jawab Hani.
" ya laporin lah sama gurunya,enak bener kamu yang cape belajar dia minta contekan aja " Cerocos Vero.
Hani diam tak membalas.
__ADS_1
" Kamu gak boleh lemah,kalo mereka nindas kamu tindas balik,mentang2 kamu anak baru mereka mau seenaknya aja " Kata Vero berlanjut.
" Aku gak mau cari masalah " Balas Hani pelan.
" Kamu gak cari masalah tapi mereka ngasih kamu masalah " Kata Vero kesal
" Ya aku tau " Jawab Hani.
Vero terlihat menarik nafas sabar,sudah berapa kali Hani mengadu bahwa teman kelasnya sering menindas gadis itu,bahkan ada yang ingin mencelakannya.
Vero tak ingin tinggal diam karna ia tau Hani tak ingin membalas karna memikirkan sekolahnya yang baru seumur jagung.
" Dapat nilai berapa ?" tanya Vero berusaha tenang.
" 60 " jawab Hani takut.
" Astagaa,gimana mau dapat beasiswa kalo nilainya kecil " Kata Vero kembali murka.
" Nanti aku perbaiki " Jawab Hani ngeri.
" Ya udah " Kata Vero pasrah.
" Maaf Om " Jawab Hani menunduk
" ya udah gak papa,nanti kalo dijahilin lagi kamu balas jangan diam,nnti mereka semaunya sama kamu " Kata Vero tenang.
Hani mengangguk paham,lelaki itu memutuskan panggilan.
" Huuufttt " Gadis itu menghela nafas panjang.
Sudah berapa kali Vero memaharinya dengan kasus yang sama.
Hani sangat ingin dapat beasiswa agar tak menyusahkan Vero dan membanggakan Cila tapi gadis itu tau untuk menuju kesana ia harus berusaha dengan keras.
Hani berjalan lesu mendekati Cila yang kini duduk memakan buah.
" Kenapa ?" Tanya Cila datar.
" Em gak papa Te " Jawab Hani deg degan.
" Sini makan buah " Ajak Cila.
" Iya Te " Jawab Hani tersenyum.
Kedua perempuan itu pun makan buah yang ada dipiring.
Sore harinya,Vero datang bersama sang Papa menjemput kekasih hati mereka.
Cila sangat girang dijemput David,keduanya terlihat saling merindukan layaknya sepasang kekasih yang jarang bertemu.
Abraham dan Justin juga baru pulang,kedua lelaki itu dibuat terkejut dengan kedatangan mertuanya.
" Mama " Sapa Justin menyalami Cila dan David.
" Iya " Jawab David tersenyum.
" Ayo masuk Ma,Pa " Ajak Justin ramah.
" Udah seharian disini " Jawab Cila.terkekeh
" Masa sih ?" tanya Justin kaget.
" Iya,ini mau pulang " Jawab Cila.
" Yyaaaah padahal aku baru pulang " Jawab Justin lesu.
" Nanti kami kesini lagi,bawa Laura kerumah sakit besok kayaknya dia sakit " Kata Cila serius.
" Hah sakit ?" tanya Justin kaget dan langsung melihat istrinya yang baru bangun tidur terlihat dari maniknya yang sembab.
" Iya gak tau juga sih,dia malas banget hari ini " Kata Cila mengangkat bahu.
" Iya Ma,besok kami periksa " Jawab Justin paham.
__ADS_1
" Nanti main kesini lagi ya Hani " Kata Laura tersenyum kepada Hani yang sudah memakai seragamnya lagi.
" Iya Kak " Jawab Hani tersenyum.
Vero merangkul bahu kekasihnya mendekati mobil setelah mereka semua bersalaman pamit pulang.
Didalam mobil,Vero dan Hani menjadi penonton keromantisan orang tuanya.
David terlihat manja kepada Cila,wanita itu pun membucin aku kepada sang suami.
" Ini cakep nih Pa " Kata Cila menunjuk layar hape David.
" Masa sih ? menurut aku gak " Jawab David.
" Kenapa ?" tanya Cila mengernyit.
" Karna kamu lebih cakep dari segalanya " Gombal David malu.
Blusshhhhh....
Wajah Cila bersemu malu digombali suami gantengnya.
Vero dan Hani yang dari tadi menjadi cunguk seketika merinding.
Hani menutup mulutnya yang ingin tertawa mendengar bisik2 pasangan tua tersebut.
" Maaf ya Hani,kamu kalo mau muntah bilang ya " Kata Vero menggaruk kepala malu.
Hani mengangguk dengan mengulum senyum.
Vero terlihat kesal,,pasangan itu jika mau romantisan tak pernah lihat tempat membuat Vero kesal dan malu sbagai anak apalagi lelaki itu sudah dewasa.
David dan Cila saling cekikikan melihat Vero dan Hani diam tak bersuara.
" Pasti mereka iri Pa " Kata Cila pelan.
" Hm,biarin aja siapa suruh diem2an " kata David cuek.
Cila mengangguk,perempuan itu pun kembali berselancar dihape suaminya melihat foto2 kebersamaan mereka.
Vero mengantar Hani pulang kekontrakan dulu baru pulang kerumahnya.
" Makasih ya Te,Pak " Kata Hani menyalami kedua orng itu.
" Jangan lah panggil Pak,panggil Papa aja Hani " Tegur David gemas.
" Malu Pak " Jawab Hani menunduk
" Dibiasain dong,kan nanti juga bakal manggil Papa kalo jodoh " Kata David sedikit membesarkan suaranya di kata "Jodoh".
" Harus jodoh " Tegur Vero.
" Dih maksa " Cibir Cila.
Vero mendengus menghadap ke stir mobil.
Hani tersenyum mengangguk.
" Iya Pa " jawab Hani lembut.
" Nah gitu kan enak dengernya " Kata David tersenyum.
Hani terlihat malu2.
Mereka pun berpisah disana.
Hani melambaikan tangannya melihat mobil sang kekasih mudur perlahan.
" Alhamdulillah masih ada orang baik didunia ini " Gumam Hani tersenyum.
Gadis itu pun berjalan kearah kostan nya,tapi langkah Hani terhenti saat melihat seorang pria sedang berdiri menatap rumah kecil itu.
" Ayah " Gumam Hani terbelalak.
__ADS_1
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.