
Setelah berganti baju Ridho keluar dari kamarnya menuju dapur.
Pria itu masih terlihat kesal dan penasaran dengan gadis asing yg berani masuk kekamarnya tadi.
Terlihat Angel dan Daniel makan bersama dengan lahap apalagi gadis itu seperti tak ada malu sama sekali dengan sang Kakak.
" sini Do makan dulu " tegur Daniel melihat sang adik.
Angel mendongak dan melihat Ridho sekilas.
Pria tampan itu memasang wajah datar dan cuek seraya melangkah mendekat.
" Tuh udah abang siapin buat kamu " kata Daniel menunjuk piring.
Ridho menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Angel.
Gadis sengklek itu menarik kursinya mendekat kearah Daniel.
Sungguh Angel takut dengan adik lelaki itu,tatapan Ridho seperti ingin menelannya bulat2.
" Gimana Zini udah baikan ?" tanya Ridho membuka topik.
" Gitu lah,Ibu mau kita segera bawa dia " jawab Daniel tenang.
" Ya aku udah kasih tau sama temen disana dan mereka mau bantu " Balas Ridho.
Daniel mengangguk pelan,pria itu melanjutkan makan lagi meski dengan isi kepala penuh.
" Eh lo gak pulang ?" tanya Ridho melihat Angel diam.
Angel mendongak memasang tampang polosnya.
" Nanti aku antar " kata Daniel tenang.
" Kenapa dibawa kerumah Bang ? Pungut dimana ?" tanya Ridho asal.
" ehh " ucap Angel terbelalak.
" Di cafe yg sempat kamu datangi itu " Jawab Daniel.
" Cafe mana ?" tanya Ridho mengernyit.
" itu yang....
" Uhuk uhukkkkk " Tiba2 Angel terbatuk membuat Daniel berhenti bicara.
Kedua pria itu melihat Angel,Daniel sigap mmeberikan minum.
" Hati2 " Ucap Daniel lembut.
" Iya Om " jawab Angel lirih.
" Aduhh Om itu kodeee,jangan kasih tau adik Om yg rese ini,,ntar aku makin dikira gadis liar " Batin Angel berontak.
" Dimana ?" tanya Ridho lagi.
" Uhukkk " Angel kembali terbatuk membuat Daniel peka dan langsung tertawa.
" Iya2 gak dikasih tau " kata Daniel gemas.
Angel menunduk dan melirik Ridho takut.
Ridho diam menatap tajam gadis asing tersebut.
Pria tampan itu masih heran dimana sang Kakak menemukan gadis aneh didepannya tersebut.
" Aku udah kenyang Om " kata Angel menyodorkan piring kosong.
" cuci " Ucap Ridho datar
Angel melihat lelaki itu dan mendpat tatapan tajam dari Ridho.
" Gak papa biar Om aja nanti yg cuci " kata Daniel melerai.
__ADS_1
" Gak papa Om,aku bisa kok cuci piring " kata Angel tersenyum.
" Ya lah,masa cuci piring aja gak tau " Cibir Ridho.
" Ridho " tegur Daniel.
" apa ? Gak lucu dong seorang wanita gak tau cuci piring,apa kata dunia ?" kata Ridho merasa tak bersalah.
Angel menghela nafas panjang,ia harus bersabar menghadapi lelaki judes didepannya saat ini.
Angel bangun dari duduknya dan mengambil piring Daniel yg sudah selesai.
" Kamu yakin ?" tanya Daniel ragu.
" iya Om,kalo Om minta mandiin juga aku bisa " jawab Angel gemas.
" eehhh " ucap Daniel terbelalak.
Angel mengulum senyum dan kembali datar saat Ridho menatapnya lagi.
Daniel menggeleng pelan,pria itu cukup takjub dengan keberanian Angel.
Gadis itu pun mencuci piring,ia harus bernabat dirumah tersebut apalagi Daniel sudah cukup baik kepadanya.
Daniel dan Ridho keluar ruangan,kakak beradik itu bicara serius mengenai perawatan Zini yg tak boleh dianggap sebelah mata.
Angel menunggu didapur sambil melihat2.
Rumah itu cukup bersih dan tertata rapi.
Beberapa baju anak kecil itu terlihat masih basah digantungan dekat kamar mandi.
" Emangnya anak Om Daniel sakit apa ya ? Kayaknya mereka serius banget " Gumam Angel penasaran.
Semalam ia tak terlalu jelas mendengar karna obrolan Ibu Daniel begitu pelan.
Ia hanya menangkap sedikit saja dan bisa menyimpulkan bahwa gadis itu sedang tak baik2 saja.
" Kamu yakin langsung pulang ?" tanya Daniel menoleh.
" Hm,tapi nanti didepan gerbang aja " jawab Angel
" kenapa ?" tanya Daniel mengernyit.
" Iya soalnya kalo masuk nanti bakal rame " Jwab Angel jujur.
" Ya udah terserah kamu aja " Balas Daniel tenang.
" hmmm,Om mau kerumah sakit lagi ya ?" tanya Angel ragu.
" iya,saya mau periksa Zini dulu " Jawab Daniel jujur.
" ibu nya mana Om ?" tanya Angel cepat.
Deg.
Daniel tersentak begitupun Angel yg langsung menutup mulutnya kaget.
Sungguh gadis itu tak sengaja bertanya,tapi lidah gatalnya sudah diujung mulut.
" Maaf Om " kata Angel merasa bersalah.
" Gak papa,Ibunya pergi " Jawab Daniel tenang.
" pergi ?" Ulang Angel terkejut.
" Hm " jawab Daniel mengangguk.
" Kenapa ?" tanya Angel serius.
Daniel diam tak menjawab.
Angel pun memilih diam karna tau Daniel mungkin belum mau menjawab.
__ADS_1
" Hehe Om " Panggil Angel lagi sambil cengengesan.
" Iya " Jawab Daniel tenang fokus menyetir.
" hm makasih ya,Om udah baik sama aku " kata Angel malu.
" Iya,lain kali jangan gitu lagi Jel,bahaya " Kata Daniel tenang.
" Iya Om,aku juga sebenarnya takut " kata Angel mengkrucut.
Daniel mengusap kepala gadis itu membuat Angel tertunduk malu.
Tak lama mereka pun sampai,seperti permintaan Angel.
Mobil Daniel parkir sedikit jauh dari rumah,pria itu juga bingung mau memberi alasan apa kepada Prito mengenai ia mengantar Angel.
" Makasih ya Om " ucap Angel membuka pintu mobil.
" Iya sama2,kamu hati2 " kata Daniel lembut.
" iya Om juga ya " Balas Angel tersenyum.
Gadis itu pun bergegas turun dan langsung berlari mendekati gerbang yg begitu tinggi.
Daniel melihat dari mobil dengan gelengan pelan.
Meski Angel sudah beranjak dewasa tapi tingkah gadis itu masih seperti anak kecil.
Tapi Daniel tak mengapa,setidaknya beban pikirannya sedikit berkurang mengenai masalah sang anak.
" Huh aku harus kerumah sakit " Gumam Daniel kembali tegas.
Setelah Angel menghilang dibalik pagar,pria itu pun putar balik menuju rumah sakit.
Disana keadaan cukup aman,Zini sudah mau makan walau hanya sedikit.
" Papa " Ucap Zini kepada Neneknya.
" Iya bentar lagi sampe,kamu yg sabar ya " kata Ibu Daniel lembut.
" Kakek " Ucap Zini lagi seolah bertanya.
" Kakek kamu belum bisa kesini " Jawab Wanita itu menghela nafas.
Zini menunduk dalam,ia merindukan Kakeknya yg dari kecil mengasuh dirinya tapi disaat seperti ini malah pria itu tak datang menjenguk.
" Kasihan sekali kamu Nak " Batin Ibu Daniel kasihan.
Masalah mereka masih membulat ditempat,belum ada titik terang apalagi mantan Mertua Daniel berkasus bersama putrinya.
Tak lama Daniel datang,pria itu membawa skantong buah segar dengan senyum mengembang.
" Halo sayang " sapa Daniel lembut.
Zini tersenyum dan merentangkan tangannya untuk dipeluk.
Dengan senang hati lelaki itu memeluk cintanya tersebut.
" Zini mau jalan2 gak ?" tanya Daniel penuh kasih sayang.
Zini yg paham mengangguk dan menunjuk keluar.
" Kita main ke taman ya " kata Daniel lembut.
" Dia harus ambil darah siang nanti " kata Ibu Daniel mengingatkan.
" Iya,aku temui dokternya dulu Bu,kasihan Zini disini terus,dia bosan " kata Daniel pelan.
Ibu Daniel mengangguk paham,gadis kecil itu pun disuruh duduk dan Daniel keluar lagi menemui Dokter anaknya.
❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1