Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Danau


__ADS_3

Reka membawa Hani kesebuah danau,lelaki itu bingung mau pergi kemana dan Hani pun sama.


Mereka tak bisa pergi jauh2 karna Hani harus mengingat Vero.


Gadis itu tau diri bahwa kini ia sudah tak sebebas dulu lagi.


Hani pun sudah minta izin kepada Vero meski lelaki itu punya keinginan lebih saat di sel.


" Disni aja Han tduh " kata Reka menurunkan kaki motor.


" Iya,belum rame juga " balas Hani.


" kamu bawa baju ganti ?" Tanya Reka memainkan alisnya.


" jangan aneh ya,kamu itu lagi sakit gak usah main air " jawab Hani tajam.


" hehe siapa tau anget Han " Balas Reka terkekeh.


" Udah ah,ayo duduk " Kata Hani mengalihkan.


Reka mengangguk,lelaki itu membuka jok dan mengambil hamock.


Terlihat beberapa pasangan juga berada tak jauh dari mereka.


Suasana memang sejuk dan pas untuk sekedar relaxsasi.


" Aduh Han aku pusing lagi " kata Reka memegang kepalanya.


" Ck makanya gak usah banyak tingkah,sini biar aku aja " kata Hani mengambil alih.


Reka duduk dirumput melihat Hani mengembangkan hamock tersebut.


" Ayo baring disini " kata Hani tenang.


Reka mengangguk seperti bocah kecil dan merebahkan tubuhnya disana.


" Mana obatnya ?" tanya Hani.


Reka menyerahkan obatnya dengan wajah malu.


Gadis itu bergerak cepat,kondisi Reka memang kurang fit.


Tapi jika hanya dirumah saja yg ada lelaki itu makin sakit.


" Sini minum obat dulu " Kata Hani lembut.


Reka bangun dan mengambil pil yg sudah disiapkan.


Dengan sekali tegukan,beberapa tablet itu ludes seketika.


Hani menghela nafas panjang,rasa khwatir begitu tumbuh dihatinya melihat keadaan sang sahabat.


Kini Reka benar2 sendirian,nenekny sudah berpulang meninggalkan lelaki itu dengan semua kenangan.


satu alasan bagi Hani tak bisa membiarkan Reka hidup sendiri,Hani begitu paham rasanya ditinggal orang yg paling berjasa dalam hidup.


" Kamu kenapa bengong ?" tanya Reka mengernyit.


" Rek " panggil Hani pelan.


" iya " jawab Reka.


" Kenapa gak nikah aja sih kemarin sama cewek itu ?" tanya hani.


" kenapa bahas itu lagi ?" tanya Reka malas.


" Aku kasihan lihat kamu gini " jawab Hani jujur.


" Aku bisa sendiri Han,gak ada yg perlu dikasihani " balas Reka santai.


" Dia cukup baik loh Rek " kata Hani mengingat.


" Hm emang baik,tapi dia gak bisa hidup susah Han " Balas Reka.


" Ya mana mau lah cewek kamu ajak susah Rek " Kata Hani menggeleng.


" Dia gak suka sama nenek aku kemarin,dia bilang bakal repot ngurusin orang tua " Kata Reka menghela nafas.


Deg....


Hani tersentak mendengar jawaban pria itu.

__ADS_1


" jadi karna itu kamu gak mau ?" tanya Hani menebak.


" Iya,sampe Nenek bilang sama aku gak usah urusin dia kalo aku udah nikah,Nenek gak mau nyusahin aku dan istri ku " jawab Reka sedih.


Hani terdiam dengan wajah terkejutnya.


" Makanya dulu Nenek pernah suruh aku ajak kamu nikah,tapi kamunya sama Daniel " Balas Reka terkekeh.


" Maaf Rek " kata Hani menunduk.


" Gak papa Han,gak semuanya harus jodoh kan,kita masih bisa temenan baik " kata Reka santai.


" iya aku tetap pengen deket sama kamu,pengen liat kamu seneng " kata Hani berkaca kaca.


" Iyaa " Balas Reka memutar mata.


" Terus sekarang kamu sama siapa ?" tanya hani lagi.


" aku free,ada yg butuh call boy gak yah ?" tanya Reka malu.


" Eehhhh " pekik Hani terbelalak


" Lumayan kan Freeland gitu " Lanjut Reka asal.


Hani menampar lengan lelaki itu dengan kesal,sungguh ia tak terima sahabatnya berpikiran hal yg tidak baik.


" Iya iya aku bercanda " kata Reka tak tahan


" Awas kamu ya macem2,kamu mau jadi gigolo apa !" kata Hani geram


" Gak Hann,mana mau perempuan sama aku " kata Reka mengkrucut.


Hani mendengus,sebenarnya banyak gadis yg menyukai pria itu hanya saja Reka bukan tipe pria peka.


Ia tak terlalu memperhatikan gadis2 disekitarnya jika tak ada yg benar2 menarik


Selama ini hanya hani teman perempuan yg paling ia dekat bahkan tau kisah hidup masing2.


Asik mengobrol tiba2 sebuah botol melayang mengenai kepala Reka.


Sontak lelaki itu terkejut begitupun Hani.


" siapa yg lempar ?" tanya Hani terbelalak.


" Siapa Rek ?" tanya Hani mencari pelaku.


Reka melihat kiri kanan dan tak melihat siapapun.


Lelaki itu bangun dari duduknya dan berjalan.


" Rek mau kemana ?" tanya hani panik.


Reka terus berjalan dnegan wajah yg sulit ditebak.


" Kenapa kamu lempar hh,itu kena orangnya " bisik2 terdengar disebelah mobil.


" biarin " jawab seorang gadis dengan wajah judes.


" Astaga Rania,kita bisa dipenjara kalo kamu asalan gini !" Kata Lelaki yg sudah menjadi pacar gadis itu.


" aku gak perduli,itu belum seberapa !" kata Rania tajam


" emangnya kamu ada masalah apa sih sama mereka ?" tanya Putra heran


" Permisi " ucap seseorang dibelakang mereka.


Deg....


Putra dan Rania terkejut,lelaki itu berbalik badan dan melihat seorang pria yg cukup dewasa memegang botol bekas.


" Iya " Jawab Putra tenang.


" Maaf apa ini punya kalian ?" tanya Reka mengangkat botol.


Putra melirik Rania,gadis itu masih membelakangi Reka yg menahan kesal setengah mampus.


" Bubukan " Jawab Putra terbata.


" Apa punya gadis itu ?" tanya Reka menunjuk Rania.


Rania masih diam dengan bersedekap dada.

__ADS_1


" Rek udah " Ucap Hani tiba2 menarik Reka mundur.


" Gak aku cuma tanya " kata Reka tenang.


Rania yg mengenali suara Hani,mengepalkan tangan.


Sungguh gadis itu tak terima istri anak bibinya dipermainkan.


" Sialan !" Umpat Rania geram


Hani melihat gadis tersebut dan mengernyitkan mata.


Ia merasa kenal dengan fostur terssbut tapi Hani ragu menegurnya.


" Apa benar ini punya kalian ?" tanya Reka lagi dengan nada tegasnya.


Putra diam menunduk,lelaki itu bingung harus jujur atau berbohong karna Rania juga seperti menunjukkan bahwa memang itu perbuatan mereka.


" hei kau !" kata Reka mulai emosi.


Rania masih diam tak membalas.


Reka manju selangkah dan membalik tubuh gadis tersebut.


Alangkah kagetnya Hani dan Reka melihat wajah sang pelaku.


" kamu !" pekik Reka terbelakak.


" Rania " gumam Hani mengenali.


Rania menatap keduanya dengan wajah nyalang,membuat Putra takut dan bingung.


" Ohhh jadi ini kerjaan kamu ?" tanya Reka dengan wajah garangnya.


" Iya kenapa ?" tanya Rania santai.


Deg....


Hani tersentak dengan pengakuan gadis tersebut.


" Kenapa kamu melakukannya ?" tanya Hani bingung.


Rania melihat Hani dan tersenyum smirk.


Hani diam sejenak menatap wajah tak bersahabat gadis tersebut.


" Enak ya pacaran didanau ditemani angin sepoy2 sedangkan suami mu dipenjara dengan tangan terborgol." Sindir Rania.


Deg....


Hani terkejut begitupun semua yg ada disana.


" Hati2 kalau bicara " kata Reka tajam.


" kenapa ? anda tersindir ?" tanya Rania nyalang.


Reka mengepalkan tangannya dan ditahan Hani.


" Kamu salah paham Rania " kata Hani tenang.


" Cihhh,gak tau diri emang " cibir Rania tajam


" Kau !" Ucap Reka mengayunkan tangannya dan tertahan tak jadi melesat.


" Rek jangan " Tegur Hani tegas.


" Ayo bicara " Kata Reka melemah.


Lelaki itu langsung berbalik badan dan duduk ditempat lesehannya tadi.


Putra sudah pucat,lelaki itu begitu takut dengan apa yg ia lihat saat ini.


" Ayo " Kata Hani memegang lengan Rania.


" Gak usah pegang2 !" Kata Rania mengibas bahunya.


Hani menghela nafas panjang dengan anggukan pelan.


Masalah baru tercipta lagi pikir Hani.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay Guys jangan lupa Vote,Like Coment ya.


__ADS_2