Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Sel


__ADS_3

Seharian Cila ditemani para ponaan dan cucunya,wanita itu merasa senang sekaligus lelah menghadapi uniknya kepribadian mereka semua.


Seperti hari ini Cila baru selesai memberi obat kepada sang cucu.


Kondisi Sofia naik turun,gadis itu sakit tapi masih bisa bermain meski tak terlalu asik.


" Mual lagi ?" tanya Cila memperhatikan.


" Via mau main lagi boleh gak Nek ?" tanya Sofia menoleh.


" Nanti,kamu lagi gak enak badan " Jawab Cila khawatir.


" Tapi Via mau main sepeda Nek,Boy kelihatannya seneng banget balapan sama Kak Tania " Kata Sofia mengkrucut.


" Udah,mending kamu gabung sama Rania aja gih dikamar " Kata Cila bangun dari duduknya.


" Males ah,sama Kak Rania nonton drama mulu,gak nyata Nek " Kata Sofia lesu.


Cila terkekeh geli dan terus berjalan.


Wanita itu mengintip kamar Vero dan mendapati Rania sedang asik dengan hapenya.


Gadis satu itu memang sedikit unik,jika Rania suka rebahan bedahal adiknya yg suka berjalan dan terbilang aktif.


Sofia berjalan kearah teras dengan helaan nafas panjang.


Ia ingin sekali bermain,tapi seperti kata Cila tadi tubuhnya belum terlalu kuat untuk menjalankan aktifitas.


Teriakan pekikan terdengar nyaring,Boy begitu lihay memboncengi Tania meski keduanya sempat terjatuh berulang2.


Ditempat lain,seorang wanita diantar oleh karyawan suaminya ke kantor polisi.


Yap hari ini Laura mendatangi Yuna untuk pertama kalinya sejak wanita itu masuk kesana.


Laura tak datang dengan tangan kosong,wanita itu membawa beberapa bekal.


" Ibu beneran mau sendiri ?" tanya Asisten Justin khwatir.


" Iya Rek,kamu balik aja ke kantor nanti saya pulang naik taxi " Jawab Laura tersenyum.


" Aduhh Bu,saya khwatir " Kata Reka ngeri.


Yap lelaki itu kini diangkat Justin menjadi asisten pribadinya karna asisten Justin kemarin sudah diangkat menjadi kepala bagian yg menangani keuangan perusahaan.


" Tenang aja Rek,,udah biasa suami saya juga udah tau kok " kata Laura meyakinkan.


Reka masih terlihat bimbang,lelaki itu sedikit khwatir meninggalkan istri bosnya apalagi ditempat yg sddikit rawan.


" Udah sana nanti jam besuknya habis " Usir Laura gemas.


" Beneran Bu ?" tanya Reka ngeri.


" Iyaaa udah sana " Kata Laura makin mengusir.


Reka menghela nafas panjang dengan anggukan pelan.


" Kalo ada apa2 langsung telfon saya ya Bu " Pinta Reka berharap.


" Hahaha aduhh Rekaaaa,kamu ini mau jadi suami kedua saya apa gimana ?" tanya Laura tertawa geli.


" Bukan gitu Bu,soalnya Ibu kan....


" Iya2 saya ngerti " Potong Laura malas.


Reka cengengesan dengan menggaruk kepalanya.

__ADS_1


Laura mulai berjalan,wanita itu terlihat begitu anggun membuat Reka diam sejenak memperhatikan.


" Huh pantesan Pak Justin bucin akut,la bentukan Bini nya spik bidadari banget " Gumam Reka takjub.


Laura makin menjauh,saat akan masuk kedalam wanita itu berbalik badan dengan senyum kecil.


" Iya Bu " kata Reka mengerti lambaian tangan Laura.


Wanita itu melangkah lagi dan menghilang dibalik pintu.


" Huhhh semoga aja gak dimarahin Pak Justin ninggalin bininya disini,lagian Bu Laura ngapain ya ke kantor polisi ? siapa yg mau dijenguk ?" Gumam Reka penasaran.


Lelaki itu tak tau apa tujuan Laura datang kesana karna wanita itu juga tidak memberitahu Reka sama sekali dan Reka juga tak berani bertanya.


Karna pekerjaannya masih ada,jadilah Reka langsung tancap gas ke kantor.


Laura mendekati sipir dan menanyai orang yg ingin ia temui.


" Sebelah sana Bu " Ucap wanita berseragam itu menunjuk.


Laura mengangguk dan mulai melangkah.


Saat ia mendekati sel terlihat seorang wanita sedang duduk diam bersama wanita2 lainnya.


" Yuna " Panggil Sipir tenang.


Hening tak ada yg menjawab.


" Yuna " Panggil sipir lagi.


" Iyaa dia disini " Pekik seorang tahanan lain menunjuk.


Sipir mendekat dan berdiri sedikit jauh dari sel.


" Kenapa Bu ?" Tanya Yuna bangun dari duduknya.


" Siapa ?" tanya Yuna mengernyit.


" Ayo keluar " Jawab wanita itu.


Yuna mengangguk meski sedikit kebingungan.


Gadis itu berjalan dengan tangan diborgol.


Beberapa tahanan lain melihat wanita itu dengan tatapan yg sulit dimengerti.


Setibanya dipintu,Yuna dibuat terkejut karna mengenali wanita asing didepannya.


" Sebelah sana " Kata Sipir menunjuk ruangan pertemuan.


Yuna diam memperhatikan wanita itu begitu pun Laura yg melihat mantan adik iparnya dari ujung kaki hingga kepala.


Keduanya berjalan mendekati ruangan dan diberi waktu untuk bicara.


" Kenapa Kakak kesini ?" tanya Yuna membuka suara.


" Apa kabar mu ?" Tanya Laura tenang.


" Kabar ?" Ulang Yuna terkekeh.


" Ya aku tau itu terkesan hanya basa basi " Balas Laura tenang.


" Hm ya kakak benar " Balas Yuna lagi.


" Aku membawa beberapa makanan dan obat2an " Kata Laura menunjuk tas yg ia bawa.

__ADS_1


" Untuk apa ?"Tanya Yuna mengernyit.


" Kau harus tetap sehat " Jawab Laura.


Yuna diam memperhatikan Kakak iparnya yg terlihat punya sesuatu yg mencurigakan.


" Bagaimana anak ku ?" tanya Yuna teringat Sofia.


" Sofia sedang sakit " jawab Laura.


" Sakit ?" Ulang Yuna terbelakak.


" Ya dia demam biasa dan sudah dibawa Vero kerumah sakit " Jawab Laura.


" Kenapa bisa sakit ?? apa kalian tidak menjaganya ?" tanya Yuna melotot.


" Hei jaga bicaramu !" Tegur Laura tegas.


" mm maksud ku kenapa Sofia sakit ?" Kata Yuna meralat kata2nya.


" Sedang musim " Jawab Laura lagi.


Yuna menghela nafas panjang dengan wajah lesu.


Wanita itu terlihat begitu merindukan anaknya,sudah berapa bulan ia mendekam sekalipun Sofia belum pernah menemui dirinya disana padahal Yuna begitu rindu mendekap sang putri.


" Tidak usah sedih,Sofia bahagia bersama kami " Kata Laura bersedekap dada.


" Tolong jaga dia " balas Yuna.


" Hm kami sedang melakukannya " Balas Laura lagi.


Hening....


Keduanya sama2 diam sejenak berpikir dengan isi kepala masing2.


" Kak " Panggil Yuna pelan.


" Hm " Jawab Laura.


" tolong jaga Sofia,hanya dia yg aku punya " kata Yuna memelas.


" Kau sedang menikmati permainan mu sendiri " Balas Laura terkekeh.


" Ya aku akui aku begitu salah telah membohongi kalian,tapi aku tidak pernah berbohong atas rasa cinta ku kepada Sofia " kata Yuna sedih.


" Sofia akan menjadi gadis yg baik dan kami pastikan dia tidak akan meniru kelakuan mu " Balas Laura tegas.


Yuna kembali menunduk,garis kebencian masih terlihat diwajah Laura,wanita itu begitu membencinya tapi karna masih ada Sofia membuat Laura tertahan.


" Baiklah hanya itu saja,aku datang kesini hanya memastikan bahwa kamu menjalani hukuman dengan baik " Kata Laura bangun.


" Aku tidak pernah berbuat aneh selama disini,aku mematuhi perintah agar cepat keluar " Balas Yuna.


Laura mengangguk kecil,wanita itu berjalan keluar karna merasa obrolan mereka sudah selesai.


Sipir kembali datang dengan wajah tenangnya.


" Kau bisa berbagi dengan teman2 mu disel " Kata Sipir menunjuk makanan yg cukup banyak.


" Terima kasih " Balas Yuna mengangguk.


Wanita itu kembali bangun dan berjalan menuju sel sambil membawa plastik makanan yg lumayan banyak.


" Aku harus berterima kasih atau harus menyumpahi wanita itu ?" Batin Yuna bingung sendiri.

__ADS_1


❤❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2