Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Mall


__ADS_3

Beberapa hari tinggal dihotel,Hani selalu menemani Vero.


Lelaki itu terlihat tenang saja Hani mengintilinya,seperti hari ini Vero mengendap2 keluar untuk pergi jalan2.


Cila dan David sedang pergi spa menemani wanita sengklek itu medi pedi.


Vero seperti menerima angin segar dengan perginya pengawas negera tersebut.


" Ayo " Kata Vero membuka pintu lift.


Hani mengangguk tersenyum,gadis itu mengenakan baju kemeja Vero yang kebesaran dengan rok pendek miliknya.


Meski Vero sedikit salah fokus tapi lelaki itu berusaha tetap tenang.


Mereka berdua berdiri didepan lift hingga lift terbuka,masuklah seorang wanita yang mengenakan rok tak kalah pendek dari Hani.


" ehm " Vero berdehem merasa tercekat melihat paha wanita itu seperti menggodanya.


Hani melihat wanita itu dan sedikit kesal.


" Permisi " Kata Hani mengambil posisi ditengah2.


Vero melihat bocah itu dan tersenyum geli.


Hani mendempet disamping Vero memberi jarak kepada gadis itu mendekati Tuannya.


Gadis dengan rok pendek itu menyingkir melihat Hani dengan kesal.


Ting.


Pintu lift terbuka,Vero menarik tangan gadis itu keluar.


" Wahhh " Kata Hani takjub melihat lampu hotel yang terlihat sangat bagus.


" Jangan udik " Tegur Vero.


Hani menunduk mengkrucut dikatai lelaki itu.


Vero mengulum senyum dan terus menarik Hani hingga masuk kesebuah mobil.


" Kita mau kemana Tuan ?" tanya Hani pelan.


Vero menarik rok gadis itu berusaha menutupi paha Hani yang menggodanya.


" Haist,harusnya kau tak usah memakai cd sekalian " Kata Vero kesal.


Hani melotot menutup pahanya dengan tangan.


Vero menghela nafas menarik kemeja gadis itu agar menutupi paha Hani.


" Kita ke Mall " Ucap Vero tegas.


" Aku takut " Kata Hani ngeri.


" Kenapa ?" Tanya Vero mengernyit.


" Mereka pasti mencari ku " Jawab Hani menggigit bibir bawahnya.


" Tidak,tenang saja " kata Vero yakin.


Hani diam melihat wajah yakin lelaki itu.


Mereka pun pergi ke Mall,Hani bersembunyi di punggung Vero saat bertatapan dengan orang2.


Karna tau dengan ketakutan Hani,Vero merangkul gadis itu agar Hani merasa aman.


" Jangan takut,aku tidak akan meninggalkan mu " Kata Vero pelan.


Hani mengangguk dengan senyum kecilnya.


Mereka kemudian masuk ke sebuah butik,Vero membeli baju serba panjang berapa biji untuk gadis itu berganti karna selama di kamar hotel,Hani selalu mengenakan daster ibunya.


" Dah sana ganti baju dulu " Pinta Vero mendorong Hani masuk ke bilik.

__ADS_1


Gadis itu mengangguk membawa beberapa tel baju.


Tak lama Hani keluar,Vero menyelisik dari bawah hingga atas.


" Kau seperti mba2 " Cibir Vero.


" Ini pilihan mu " Kata Hani mengkrucut.


" Dipatung itu bagus kenapa kau kau memakainya menjadi jelek " Kata Vero heran.


" Badan aku dan badan patung berbeda " Kata Hani mengkrucut.


Vero tertawa mengangguk setuju.


Hani kembali berganti lagi hingga berkali kali,meski harus mengeluarkan uang tak sedikit tapi lelaki itu tak perhitungan kepada Hani.


" Sudah pas semuanya ?" Tanya Vero setelah lelah menunggu.


" Hm,semuanya sesuai selera Tuan " Jawab Hani tersenyum.


" Haha oke,aku tidak memilih baju yang seksi karna dada mu sangat rata " Kata Vero santai.


Hani menatap datar lelaki itu,Vero belum melihat dengan langsung tapi lelaki itu sudah menebak yang bukan2.


" Ayo kita cari makan " Kata Vero menarik Hani lagi keluar dari butik.


" Tidak mencari pakaian untuk Tuan ?" Tanya Hani.


" Hm boleh juga " kata Vero tersenyum.


" Cd ku ada yang robek hehe " kata Vero cengengesan.


Hani melotot kaget menutup mulutnya,Vero kembali tertawa menarik tangan gadis itu keluar.


Mereka masuk ke toko pria,Hani sangat malu melihat pria itu tanpa muka menanyakan apakah celana2 itu bagus atau tidak untuk nya.


" Apa warna ini cocok ?" Tanya Vero menunjuk boxer berwarna merah menyala.


" Apakah itu tidak terlalu nampak ?" tanya Hani hati2.


" Apa " Kata Hani melotot kaget.


Vero kembali tertawa ngakak,ntah mengapa mood pria itu sangat baik untuk menjahili Gadis polos itu.


" Yang ini saja bagus ada gambar robotnya " Kata Hani menunjukkan satu.


" Hahah aku sudah terlalu tua untuk memakai ini " Kata Vero terbahak.


" Tapi ini bagus " kata Hani menunduk.


Vero menggeleng pelan,lelaki itu berjalan kekasir membayar belajaannya.


Mereka kembali berjelajah,Hani terlihat sangat ceria diajak jalan2 membuat Vero menghela nafas lega.


Kemarin Vero kira gadis itu sudah kehilangan segala senyumannya tapi ternyata mental Hani patut diacungi jempol.


Saat asik2nya makan es krim di cafe,Hani tiba2 bersembunyi dibelakang Vero.


" Ada apa ?" Tanya Vero kaget.


" Tolong aku Tuan,dia ada disini " Kata Hani terus bersembunyi.


" Siapa ?" tanya Vero bingung.


" Lelaki itu " Jawab Hani pelan.


Vero melotot kaget dan benar saja seorang lelaki sedikit tua berjalan masuk bersama seorang gadis muda.


" Apa itu orang yang membuang mu saat itu ?" Tanya Vero sangat pelan.


" Hm " Jawab Hani mengangguk.


Vero mangut2 mengerti,lelaki itu membuka bungkusan belanjaan mereka dan mengambil kain cukup panjang.

__ADS_1


" Pakai ini " Titah Vero memberi kain itu.


" Untuk apa ?" Tanya Hani bingung.


" Pakai saja sekarang " pinta Vero.


Hani memakainya dengan cepat hingga rambutnya tertutup,beruntung gadis itu sudah mengenakan baju serba panjang yang Vero belikan tadi.


" keluarlah,tapi tutup wajah mu " Kata Vero pelan.


Hani mengangguk dan berusaha tenang.


Deg...


Gadis itu melotot saat pria jahat tersebut tepat berada diseberang mereka.


" jangan takut bersikap biasa saja " Titah Vero lembut.


" Dia melihat ku " kata Hani gemeteran.


" Tidak " Jawab Vero.


Lelaki itu merangkul Hani seolah gadis itu merupakan pacarnya.


Pria itu melihat Vero dan gadis itu menyelisik,Vero tersenyum kepada Hani meski dirinya juga sedikit gemeteran takut ketahuan..


Vero tau sangat rawan membawa Hani keluar karna gadis itu pasti sedang menjadi buronan orang jahat.


" Tuan ayo pulang " ajak Hani tak sanggup.


" Iya,kamu tunggu disini jangan kemana mana " Balas Vero.


" Jangan pergi " Kata Hani menggeleng pelan.


" Kita harus bayar dulu jika tak mau masuk bui " kata Vero gemas.


" biarkan pelayan yang kesini " Kata Hani memohon.


" Iya juga ya " kata Vero terkekeh geli..


Vero pun memanggil pelayan,Hani langsung bersiap siap pergi mengambil kesempatan.


Setelah selesai membayar,Vero merangkul Hani agar lelaki didepan mereka tidak curiga dengan gadis itu.


" Berjalan yang tenang jangan terburu2 " Ucap Vero tegas.


Hani mengangguk,mereka mulai berjalan keluar.


" Berhenti " Ucap seseorang dari arah belakang.


Deg...


Vero dan Hani melotot kaget,Hani memeluk pinggang Vero dengan erat merasa jantungnya akan segera meloncat keluar.


Vero menarik nafas panjang dan berbalik badan.


" Iya " Kata Vero tenang.


" Belanjaan kalian tertinggal " Ucap seorang gadis bersama pria tadi.


Vero melihat kemeja dan terdiam.


" Hah hehe iya,,kelupaan " Kata Vero mengambil dengan cepat.


Gadis itu mengangguk maklum,Hani mencengkram baju Vero yang sedikit menjauh darinya.


Mereka langsung berjalan menjauh meninggalkan cafe itu.


" Huhhh hampir aja " kata Vero menghela nafas lega.


Lelaki itu melihat kesamping melotot Hani tak ada di rangkulannya lagi.


" Loh Hani mana ?" Pekik Vero kelabakan.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2