Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Jujur


__ADS_3

Didalam lift Hani diam seribu bahasa,gadis itu mengambil posisi dipojok agar tak berdempetan dengan Vero.


Hanya ada mereka berdua disana,lift terus melaju.


Vero juga diam tak bersuara.


" Duh kenapa ada dia sih disini ?" Batin Hani deg degan.


Meski sekarang sudah menjadi seorang polisi tapi jiwa perempuannya yg lemah masih melekat dihati,gadis itu belum bisa mengontrol dirinya menjadi seorang wanita elegant apalagi Vero berperan sangat banyak dalam perjalanan hidupnya.


Ting...


Pintu lift terbuka,Hani yg tak sanggup lagi ingin keluar tapi bajunya malah ditarik dari belakang.


" Aaa " Pekik Hani terkejut dan berbalik badan.


" Kau ingin uji nyali ?" tanya Vero datar.


" Apa maksud mu ?" tanya Hani mengernyit


Vero menunjuk keluar dengan mulutnya,Hani membalik tubuh dan diam melihat diluar tak ada siapapun dan ruangan yg mereka henti itu terlihat gelap.


" A a ku ingin keluar " Kata Hani menoleh lagi melihat Vero.


" Ya sudah,kalau bertemu dengan Hantu ajak main tos2an " Ucap Vero datar.


" Hah " pekik Hani kaget.


Lelaki itu melepas baju Hani dan mendorong gadis itu keluar.


Pintu lift akan segera tertutup,Hani melihat sskitar dan seketika bulu kuduknya merinding.


Ruangan itu memang gelap gulita seperti jarang dijamah.


" Aaku ikut " kata Hani berlari masuk lagi.


Vero memutar mata dan menekan tombol tutup.


Pria itu juga bingung kenapa lift mereka bisa berhenti disana padahal tak ada yg memencet tombol.


Lift kembali berjalan,Hani menghela nafas lega dari rasa takutnya.


Vero kembali diam,lelaki itu melihat Hani dari ujung kaki hingga kepala.


Gadis kecil itu sudah dewasa sekarang,bahkan Hani sudah bisa berpenampilan cukup baik dari yg pernah ia kenal dulu.


Tak lama lift kembali terbuka,Vero berjalan keluar duluan.


Hani diam melihat punggung lelaki itu.


Senyum kecil terbit diwajahnya,Vero tak banyak berubah.


Meski sekarang dingin dan seperti sulit tersentuh tapi lelaki itu masih memiliki sikap perduli.


" Vero " panggil Hani sedikit berteriak.


Vero yg berjalan langsung berhenti saat namanya dipanggil.


Pria itu menoleh dan diam melihat Hani menatapnya dari kejauhan.


" Terima kasih " Ucap Hani membungkuk sopan.


Tep....


Pintu lift terkunci,gadis itu menghilang ditelan pintu.


Vero masih diam memperhatikan hingga helaan nafas pria itu hembuskan.


" sama sama " ucap Vero lirih.


Lelaki dewasa itu pun kembali berjalan dan bertemu dengan seorang gadis yg sedang bermain bersama anaknya.


" Pamaannn " Pekik Angel berdiri.


" Sudah selesai ?" tanya Vero tenang.


" Sudah,apa filmnya akan segera main ?" tanya Angel tak sabaran.

__ADS_1


" iya,ayo turun " Jawab Vero.


Angel mengangguk,gadis itu pun berlari mendekati Sofia yg asik bermain loncat2an.


Hari ini Vero meminta Angel untuk menemani Sofia bermain,lantaran Vero tak punya banyak waktu untuk menemani sang putri.


Beruntung Angel sedang gabut jadi gadis itu manut saja apalagi gratisan.


Ketiganya pergi menonton film,Vero terlihat tenang dan biasa saja.


Pria itu ingin menghabiskan hari2 ya bersama sang putri tercinta.


Ditempat lain,Hani duduk sendirian disebuah cafe dalam gedung.


Gadis itu tak jadi menonton film lantaran otaknya sedang tak fokus.


Ntah mengapa bertemu Vero masih membuat gadis itu lemah.


Kadang Hani juga bingung,sebegitu cintanya ia sama Vero hingga sulit melupakan pria tersebut.


" Han " Panggil seorang pria mendekat.


Hani menoleh dan mendapati Reka berjalan cepat kearahnya.


" Duh ternyata kamu disini,kenapa gak masuk ruang bioskopnya ?" tanya Reka kesal.


" Aku gak mau nonton lagi Rek " Jawab Hani lesu.


" Kenapa ? padahal filmnya kamu suka " kata Reka heran.


" Gak sreg lagi " Jawab Hani.


Reka diam sejenak dan duduk bersama gadis tersebut.


" Gara2 Vero ?" tanya Reka lembut.


" Hm,aku belum bisa melupakan dia " Jawab Hani.


" Han,kamu tau kan Vero itu..."


" Dia udah bahagia sama keluarganya,kamu juga dong " kata Reka iba.


" Ntah lah Rek,aku selalu bergantung sama dia,sulit banget loh " kata Hani bingung.


" Ya aku ngerti,tapi kamu juga harus bahagia sama hidup kamu Han,kamu gak capek gini terus ?" tanya Reka kasihan.


Hani mengangguk lemah.


Gadis itu mengakui bahwa dirinya lelah dengan semua drama yg telah terjadi.


Bukan tidak bersyukur hanya saja gadis itu merasa kebahagiaan sangat sulit untuk ia dapatkan.


" Gimana aku bisa nyatain perasaan aku Han kalo liat kamu kayak gini " Kata Reka pelan.


" Hah maksud kamu?" Tanya Hani terkejut.


Reka yg kecoplosan langsung kelabakan sendiri.


" Hehe gak papa aku asal ngomong " Jawab Reka menggaruk kepala.


Hani diam lagi dan melihat sahabatnya.


hanya Reka,yap hanya pria itu yg menemaninya selama ini.


Reka bagaikan sebelah sayapnya,tanpa lelaki itu mungkin Hani akan lebih terpuruk dari sekarang.


Keduanya tak jadi menonton,Reka mencoba mengalihkan ke hal2 lain meski Hani masih terlihat tidak mood.


Jam pulang tiba,keduanya berjalan ke parkiran dengan tangan berayun.


Reka sesekali tersenyum,pria itu senang dengan Hani yg sedikit lebih baik.


" Kita langsung pulang ?" Tanya Hani mendongak.


" Menurut mu,kita bagusnya kemana ?" Tanya Reka balik.


" Hm kemana ya ?? aku sudah kenyang " Jawab Hani.

__ADS_1


" Iya aku juga "Balas Reka.


Keduanya sama2 diam,Hani terus mengayunkan tangannya bersama Reka hingga lelaki itu berhenti melangkah.


" Han " Panggil Reka pelan.


Hani menoleh dan tersenyum kepada pria tersebut.


" Kenapa ?" tanya Hani tenang.


" Aku suka sama kamu " Jawab Reka cepat.


" Hah " Pekik Hani terkejut.


" Aku suka sama kamu Han,ayo menikah " Kata Reka tiba2.


Seketika manik Hani melotot mendengar ajakan asal pria itu


" Kamu gila ya ?" tanya Hani tak percaya.


" Aku serius Han " Jawab Reka.


Hani diam melihat wajah Reka yg memang sedang serius.


" Dah ah ayo balik " Kata Hani menarik tangan Reka.


" Han " Panggil Reka.


" Cukup Rek !" Kata Hani membentak.


Deg...


Reka tersentak mendengar suara keras Hani untuk pertama kalinya.


" Aku akan membenci mu jika kau lakukan ini " Kata Hani tajam.


" Han aku beneran sama kamu " kata Reka melemah.


Hani tak mengubris,gadis itu berjalan cepat kearah jalanan.


Reka memejamkan mata dan berlari mengejar gadis tersebut.


Tanpa keduanya sadari,2 anak manusia melihat adegan tersebut dalam mobil.


Angel melongo begitupun Vero yg juga melihat.


" Mereka kenapa Paman ?" tanya Angel menoleh kearah Vero.


Vero diam tak menjawab.


" Kayaknya mereka berkelahi deh Paman " kata Angel asal tebak.


" Bukan " Jawab Vero.


" Hah terus ngapain ?" tanya Angel kepo.


" Ayo pulang " Jawab Vero mulai menghidupkan mesin mobilnya.


" Nanti,aku belum tau mereka bahas apaan " Kata Angel melarang Vero pergi


" Kamu masih kecil,gak usah ikut2an " Kata Vero tak menghiraukan.


" Siapa bilang aku kecil,aku udah gede paman !! nih !" kata Angel membusungkan dadanya.


" Ehhh " Pekik Vero kelabakan.


Angel merengut,Vero menjitak kepala gadis itu dan meninggalkan lokasi.


" Awas kamu ya macem2 gitu sama cowok,aku aduin sama Mama kamu biar kamu dipasangin kamera pengawas sebadan2 !" gerutu Vero kesal.


" Cih lemah " Cibir Angel mendengus.


" Haisst nih anak kelakuannya !" kata Vero mendumel.


❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2