Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
On Going


__ADS_3

Disebuah rumah tampak heboh mendengar kabar Laura akan melahirkan.


Cila yang sudah berdandan dari subuh terlihat syok bingung harus melakukan apa.


" Gimana ini Ma ?" tanya Vero panik.


" Duhh gimana ini,anak Laura gak mau ketinggalan jadi saksi nikah kali ya mau brojol sekarang " Kata Cila tak habis pikir.


" ck kalo udah waktunya ya mau gimana lagi " Gerutu Vero memutar mata malas.


" Ada apa Yank ?" tanya David mendekat setelah memberi ayam dan bebek makan diikuti oleh Hani yang memanen telurnya.


" Laura mau lahirin Pa " Jawab Vero.


" Apa !" Pekik David melotot.


Pria dengan kaos kutang itu begitu terkejut mendengar kabar tak terduga.


" Beneran Yank ?" tanya Hani ikut syok.


" Ayo kerumah sakit " Ajak David melangkah masuk kamar.


" Tapi nikahnya.." kata Cila bingung.


" Kasih tau temen kamu gak jadi hari ini,undur aja " Jawab David.


" Apa !" pekik Cila melotot.


" Terus kamu mau apa ? tetep kesana saat cucu mu mau lahiran ?" Tanya David kesal.


Hani yang sudah bersanggul cantik diam melihat calon mertuanya bersitegang.


" Ya gak juga " Jawab Cila menggaruk kepala.


" Cepet siapin mobil,telfon Justin mereka dimana " titah David kepada Vero.


Vero mengangguk dan mengambil hapenya disaku seraya berjalan keluar.


" Cepetan Ma,ganti baju kamu mau pake kebaya kerumah sakit " Gerutu David heran.


" Eh iya " Kata Cila kelabakan masuk kekamar.


Keluarga itu pun sangat sibuk,Cila langsung menghubungi temannya dengan semua konsekuensi.


Cila tak mungkin memaksa Abraham untuk datang kesana sedangkan Laura melahirkan anak pertama dan cucu pertama keluarga.


" Maaf ya Nit,suer deh ini gak boongan,kami semua lagi nuju rumah sakit " Kata Cila dimobil.


" Terus ini gimana ? batal ?" tanya Nita syok.


" Gak batal cuma diundur aja " Ujar Cila.


" Terus lauk2nya gimana ?" tanya Nita bingunh.


" Duh kamu sedekahan aja doa selamat gitu,biar ntar nikahnya dikota aja,kami siapin " Kata Cila ikut bingung.


" Beneran ?" tanya Nita.


" Iya tenang aja duit Abraham banyak,nikah digedung juga gak masalah " Jawab Cila.


" Hehe ya udah,tapi gak bohong kan ?" tanya Nita butuh kepastian.


" Iya aman " kata Cila serius.


" Oke deh,kalo gitu aku selamatan aja ya buat Laura lahiran sama alm.suami aku " Kata Nita tenang.


" Ehh bagus itu,ya udah doain ya biar cucu ku selamat sama ibunya " Kata Cila tersenyum.


" Oke " Jawab Nita.


Tut..


Panggilan terputus,Cila menghela nafas dan melihat David yang sibuk berkendara.


" Gimana ?" tanya David fokus.


" Aman,dia baca doa selamat buat Laura sama alm.lakinya " Jawab Cila.

__ADS_1


" Waaah bagus tuh,hitung2 sedekahh " Kata David terkekeh.


" Jadi batal deh Amat punya bapak hari ini " Kata Vero lesu.


Hani terkekeh dan menampar lengan Vero.


Dirumah sakit,2 orang pria berjalan mondar mandir didepan pintu ruangan.


Keduanya menunggu Laura yang sedang diperiksa oleh Dokter.


" Lama sekali " Ucap Justin tak tenang.


Abraham diam melihat anaknya super panik bahkan lelaki itu belum sempat mandi pagi.


" Dia benar2 duplikat ku " Gumam Abraham menggeleng pelan.


Dulu saat Justin akan dilahirkan,Abraham sama paniknya dengan sang anak saat ini.


Masih ia ingat sepintas bagaimana perjuangan istrinya dulu mengeluarkan kepala Justin ke dunia.


tapi nasib malang menimpa mereka saat Justin dewasa,karna terlilit hutang sang istri memilih mengakhiri hidupnya,padahal jika wanita itu sabar sedikit lagi pasti sekarang mereka hidup damai..


" Dad " Tegur Justin melihat Abraham melamun.


" ah iya kenapa ?" tanya Abraham.


" Gimana pernikahan Daddy,mereka pasti sudah menunggu " Tanya Justin.


" Tidak usah dipikirkan,Daddy tak akan bisa mengucap ijab jika Laura belum melahirkan " Ucap Abraham tenang.


" Tapi Dad bagaimana nanti wanita itu marah dan...


" Daddy ikhlas Justin,ini pilihan hidup dan Daddy harus mementingkah yang lebih penting dulu " Potong Abraham.


" Makasih Dad " Ucap Justin terharu.


" Sama2,Daddy udah gak sabar pengen lihat cucu lahir,sampe gemeteran ini " Kata Abraham tersenyum


" Iya Dad aku juga " kata Justin tersenyum malu.


Tak lama suara larian terdengar,kedua lelaki itu menoleh kesamping dan langsung berdiri melihat 2 pasangan mendekat kearah mereka.


" Gak usah lari2 Ma nanti jatuh " kata Justin ngeri.


" Hosh hosh hosh capek " kata Cila memegang lututnya.


David,Vero dan Hani ketinggalan jauh dari perempuan itu,Abraham ingin tertawa tapi ia hanya bisa menahannya dalam hati dengan tingkah absurd sang besan.


" Mana Laura ?" tanya Cila setelah semua nyawa terkumpul.


" Didalam Ma,lagi diperiksa dokter " Jawab Justin.


" Kamu gak ikut ?" Tanya Cila heran.


" Belum dipanggil " Jawab Justin.


Tak lama Dokter keluar,pria itu langsung meminta 2 orang masuk.


Tanpa bicara Laura dan Justin melesat masuk kedalam.


" Antusias banget ya Mama " bisik Hani.


" Iya,maklum cucu pertama " Balas Vero.


" Bearti kalo kita nikah ?" tanya Hani.


" Kedua ketiga ke empat dan seterusnya " Jawab Vero tersenyum.


" Ehh banyak banget " Kata Hani syok.


" Jangan kasih kendor,habis sah gas " Balas Vero memainkan alisnya.


David yang mendengar anaknya menghayal tinggi hanya bisa menggeleng.


" Emang dia pikir ngurus anak kayak ngurus ayam apa,kasih makan selesai " Batin David heran..


Didalam ruangan,terlihat seorang wanita berkeringat dingin berbaring dibrangkar.

__ADS_1


" Udah siap ?" Tanya Cila khawatir.


" Masih pembukaan Ma,sakit banget " Jawab Laura meringis.


Justin dengan lembut menyeka keringt Laura kadang menggosok perut besar wanita itu.


" Harus kuat ya,kerahin semua tenaga kamu " Ucap Cila menyemangati.


" Iya Ma,aduhh " Balas Laura kembali mengeluh.


" Mana yang sakit sayang ?" tanya Justin menelan ludah kasar.


" Semuanya Yank,rasanya tulang aku mau ldran " Jawab Laura.


" Hah " Pekik Justin kaget.


Cila terkekeh mendengar jawaban Laura yang mengundang tawa.


Laura tersenyum dan mencubit pipi suaminya.


" Gara2 kamu nih aku gini " Kata Laura pura2 merajuk.


" Ya habisnya gimana,enak " Cicit Justin.


Cila kembali tertawa dan menampar gemas lengan anaknya.


Saat2 sedang sekarat pun wanita itu malah sempat melawak.


Hampir satu jam Cila dan Justin menemani Laura,Hani yang bosan dengan pembicaraan para lelaki disampingnya,meminta izin masuk ruangan.


Hani mendekati Laura yang sedang berdansa dengan Justin dan Cila menjadi penonton..


" kenapa kesini ?" tanya Cila kaget.


" Mager Ma " Jawab Hani duduk disofa.


" Ya udah,kita nobar aja orang lagi live dansa " Balas Cila santai.


Hani mengangguk pelan,belum panas bokong Hani tiba2 Justin berteriak melihat air mengalir dipaha istrinya.


Sontak suster yang berjaga disana langsung mendekati mereka.


" Udah waktunya Tuan " Ucap Suster.


" Astaga " kata Justin terbelakak.


" Bawa kesini cepat " Pekik Cila panik.


Justin langsung menggendong Laura kebrangkar,suster menyiapkan alat dan memencet tombol darurat dibelakang ranjang.


" Maaf Bu,silahkan keluar hanya boleh satu orang yang menemani " Ucap Suster.


" Gak boleh join Sus ?" tanya Cila.


" Hanya suami Bu,bila tidak ada baru boleh diwakilkan " ucap Suster.


" Ayo Ma " Kata Hani menarik tangan Cila.


" Mama " Rengek Laura mulai takut


" Gak papa sayang,berjuang lah Mama yakin pasti bisa " ucap Cila memegang tangan Laura.


" Aku takut Ma huhu " ucap Laura menangis.


" Justin " panggil Cila.


" Iya Ma " Jawab Justin banjir keringat.


" Temani istrimu,jangan biarkan dia kehilangan semuanya " ucap Cila tegas.


" I iya Ma " Jawab Justin gemeteran.


Dokter mulai memeriksa Laura,Cila terus menatap anak angkatnya dengan bibir bergetar,sungguh ia pun begitu takut saat ini.


" Ma " Tegur Hani.


" Iya kita keluar " Kata Cila menghela nafas panjang dan menutup pintu ruangan..

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2