Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Panas


__ADS_3

Hampir 1 jam Vero baru kembali,lelaki itu membawa cukup banyak makanan untuk mereka makan bersama.


" Sofia mana ?" tanya Vero saat memasuki rumah yg tak ia kenal.


" Udah tidur " jawab Hani.


" Hah " Pekik Vero kaget.


" Gak usah berisik " kata Hani menampar lengan lelaki itu.


" Kok bisa tidur ?" tanya Vero bingunh.


" Gak tau,tadi dia bantuin aku ngelipet baju,eh malah ketiduran " Jawab Hani terkekeh.


Vero mengernyit sejenak melihat Hani yg merasa geli.


" Hm ya udah nanti aku bangunin " Kata Vero tenang.


" Gak usah,tadi dia udah makan snack " Balas Hani.


" Terus ini siapa yg makan ?" tanya Vero menunjuk belanjaannya.


" ya kamu lah " Jawab Hani.


" Hah sendiri ?" Tanya Vero syok.


Hani berlalu begitu saja membuat lelaki itu makin melongo.


" Màna bisa gitu Han,aku gak bisa habisin semuanya " kata Vero menelan ludah kasar.


Hani kembali lagi membawa beberapa pring dan cangkir.


" Udah makan aja,kan tadi laper " Kata Hani santai.


" Iya laper tapi gak rakus juga " Balas Vero.


" Siapa suruh kamu belinya banyak " Kata Hani heran.


" Kan ada Sofia yg habisin " kata Vero mengkrucut.


Hani terkekeh geli,meski Vero sudah sangat dewasa tapi tingkah pria itu masih seperti anak2.


" Nih makan " Kata Hani menyerahkan bungkusan yg sudah ia buka.


" Kamu gak makan ?" tanya Vero sedih.


" Kenyang,aku mau mandi dulu " Jawab Hani bangun.


" Han " Panggil Vero menarik tangan Hani.


Gadis itu tersentak dan deg deg deg....


Jantung Hani mulai berpacu melihat expresi Vero yg dulu sempat ia nikmati.


" Jangan lama2 nanti aku dikira maling sama Tetangga " Kata Vero memecahkan expetasi gadis tersebut.


" Iya " Kata Hani menarik tangannya.


Vero melepaskan gadis itu dan menatap Hani yg berjalan menjauh.


" Huh yg benar saja gue harus habisin ini semua,mana banyak lagi dikasih Mba2 nya " kata Vero menggrutu.


Pria itu mulai makan meski bingung harus memulai dari mana.


Hani masuk kamar sambil memegang dadanya yg masih berdetak.


Bertahun2 berlalu tapi ia masih belum bisa seutuhnya membuang kenangam saat bersama Vero.


" Ya Tuhan apa yg aku rasakan sekarang " Gumam Hani bingung.


Gadis itu mendekati Sofia dan duduk diranjang menatap gadis mungil tersebut tidur dengan lelap.


Wajah Sofia begitu kalem dan ayu,tak ada menampakkan wajah bar2 seperti tingkahnya.


" Hangatnya tangan Papa mu masih seperti dulu ya Via,kamu juga merasa gitu gak ?" Tanya Hani lembut.


Dengan penuh kasih sayang Hani membelai kepala Sofia yg tertidur.


Gadis kecil itu ternyata suka dipeluk saat mengantuk,sama seperti anak lainnya Sofia juga butuh kasih sayang orang tua.


Hani bangun dari duduknya dan menuju kamar mandi.


Gadis itu memutuskan untuk membersihkan diri karna seharian ini aktifitasnya cukup padat.

__ADS_1


Setelah selesai,Hani keluar lagi dan menemui Vero.


Terlihat Vero sibuk menerima telfon dan melupakan makanannya.


" Iya besok saya kerjakan Pak " Ucap Vero tenang.


"......."


" Iya soalnya karyawan saya ada yg gak masuk tadi,jadi belum bisa mengirim data " Balas Vero.


"......."


" Semua ada prosedur Pak,kalo Bapak gak mau bisa cancel saja " Ucap Vero mulai kesal.


"........"


" Ya kita tidak bisa diburu karna semua butuh proses dan hasil karya kita harus memenuhi standard "


"......."


" Iya baiklah,besok saya kabari lagi " Kata Vero tegas.


Tut.


Panggilan terputus sepihak,Vero menaruh hapenya di saku celana dan berbalik badan.


" Hani " Kata Vero kaget bukan main.


" Maaf mengganggu " Kata Hani menunduk sopan.


" Gak papa,udah selesai mandinya ?" tanya Vero mendekat.


" Iya,kenapa belum dimakan ?" Tanya Hani menunjuk belajaan Vero tadi.


" Ada urusan bentar,orang komplain barangnya belum dikirim " Balas Vero.


" Oh masalah kantor ?" Tanya Hani.


" Iya,produksi lagi macet jadi ya lama " Jawab Vero jujur.


Hani mangut2 mengerti,Vero duduk lagi lesehan dilantai.


" Ayo makan bersama " Ajak Vero mendongak.


Kini ia sudah sangat fresh setelah mandi,Vero mulai sibuk menyendokkan makanannya.


Hani diam memperhatikan gerak gerik lelaki tersebut.


" Maaf menyusahkan " Kata Vero disela makannya.


" Menyusahkan ?" Ulang Hani bingung.


" Ya kami menganggu waktu istirahat mu " Jawab Vero.


" Gak papa " Balas Hani ramah.


Hening.....


Keduanya kembali diam,Vero mendongak melihat Hani yg ternyata menatap dirinya.


" Apa kamu baik2 saja ?" tanya Hani sambil menggenggam tangannya dengan kuat.


" Iya aku baik2 saja " Jawab Vero tersenyum.


Hani mengangguk kecil.


" Kau sudah dewasa,bagaimana pekerjaan mu apa menyenangkan ?" tanya Vero mencoba mencari topik.


" Ya lumayan,aku bisa menghidupi diriku sendiri " Jawab Hani.


" Syukurlah,kau gadis yg kuat " Balas Vero.


Hani mengangguk kecil.


" Semua karna kamu juga " Cicit Hani pelan.


Deg....


Vero tersentak mendengar lirihan gadis itu.


" Makan lah yg banyak " Kata Hani bangun dari duduknya.


" Bisa kau temani aku sebentar " Kata Vero mendongak.

__ADS_1


Hani menoleh dan diam melihat lelaki itu.


" Maksud ku temani aku makan " Balas Vero.


Hani diam lagi sambil terus melihat Vero.


" Baiklah " Jawab Hani menyanggupi.


Vero mengangguk dan makan dengan lahap.


" Apa kamu begitu kesepian Vero ? apa yg saja yg telah kamu lalui selama ini ?" Batin Hani ingin tau banyak keadaan lelaki didepannya.


Lama diam akhirnya Vero selesai makan dengan masih banyak menyisakan makanan yg lainnya.


Hani mulai berbenah,ia merasa sedikit canggung diperhatikan oleh Vero tapi Hani berusaha tetap tenang.


" Aku dengar kau berpacaran dengan seorang Dokter " Kata Vero membuka suara lagi.


Deg...


Hani tersentak dan melihat lelaki tersebut.


" Kau tau dari mana ?" tanya Hani.


" Hm kabarnya sudah menyebar,maaf jika ini menyinggung mu " Jawab Vero hati2.


" Kau juga menganggap ku begitu ?" tanya Hani tenang.


" Tidak,aku tau kau gadis yg baik " Jawab Vero.


Hani bangun dan berjalan kedapur.


Vero mengikuti gadis itu hingga masuk kedapur juga.


" Tinggalkan dia Han " Pinta Vero.


" Kau tidak berhak mencampuri urusan ku " balas Hani.


" Kau dalam bahaya Han " Kata Vero serius.


" Aku tidak perduli "


" Han,mereka bukan orang baik2 " Kata Vero mulai kesal.


" Dan kau pikir aku gadis baik2 ?" Tanya Hani berbalik badan.


" Hani " Ucap Vero terkejut.


" Kau tau darimana aku berasal bukan ?" Tanya Hani menantang.


" Untuk apa sebenarnya aku perduli,hidupku sudah berantakan dari awal " Jawab Hani tajam.


" Ìtu bukan dirimu Han " Kata Vero melemah.


" Bukan diri ku ? lalu mana diriku yg selalu dicampakkan ?" tanya Hani mendongak menatap manik Vero..


Jedderrr..


Vero terasa tersambar mendengar ucapan gadis didepannya.


" Tapi kau punya pilihan lain Han " Kata Vero mencoba membujuk.


" Kau tau apa yg aku lalui ? lelaki itu lebih memilih ku daripada istrinya ? kau tau sebahagia apa aku sebenarnya ? aku ini manusia biasa Vero,aku suka dipuja " Kata Hani membuat Vero terbelalak.


" Kamu bukan Hani yg aku kenal !" Kata Vero tajam


" Karna gadis bodoh itu sudah mati sejak lama !" Balas Hani tersenyum miring..


Plakkkkkkkk.....


1 tamparan keras mendarat dipipi sebelah kanan gadis tersebut,Hani menoleh melihat Vero dengan sudut bibir terluka.


" Ya Tuhan " Ucap Vero terkejut bukan main.


" Aku baru kemarin mendapat tamparan ini,sekarang aku mendapatnya lagi karna membela diri ku hahaa " Kata Hani tertawa sumbang.


" Han aku t....."


" Pergi dari rumah ku !" Usir Hani menunjuk keluar.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya

__ADS_1


__ADS_2