
Jam menunjukkan pukul 11 malam,seorang pria baru pulang bekerja.
Arshad masuk kerumah besar dan menatap sekeliling yg sudah gelap.
" Mereka pasti udah tidur " Gumam Arshad pelan.
Lelaki itu berjalan sempoyong dengan membawa tas kerjanya.
Jas sudah dibahu,baju kemeja keluar sebelah dengan lengan terangkat sampai bahu.
Keadaannya terlihat kacau,banyak hal yg harus Arshad kerjakan hingga lelaki itu memilih lembur.
Bekerja diperusahaan besar memang bukan hal yg lazim jika mendapati karyawannya kelelahan.
Tapi hal itu juga sebanding dengan apa yg mereka dapatkan perbulannya dan fasilitas yg disediakan.
Awalnya Arshad memilih tidur dikantor tapi merasa tak nyaman lelaki itu pun memilih pulang saja.
Arshad berhenti dilantai 3 dan melihat masih ada 1 lampu kamar yg belum mati dibalik pintu.
Lelaki itu mendekat dan mengetuk pintu.
" Njelll " Panggil Arshad lesu.
Hening tak ada jawaban.
" Angell " Panggil Arshad lagi.
Tak lama pintu kamar terbuka,keluarlah seorang gadis dengan baju tidur spongebob.
" Kenapa ?" Tanya Angel full dengan masker diwajah
" Kamu ngapain ?" Tanya Arshad sedikit terkejut.
" Medipedi " Jawab Angel datar.
Arshad mengangguk pelan.
" Baru pulang ?" Tanya Angel melihat penampilan lelaki itu.
" Iya,capek Njel " Jawab Arshad lesu.
" Ya udah tidur sana " Balas Angel.
" Kamu ngga keluar ?" tanya Arshad lagi.
" Tadinya mau,tapi kamu ngga bls chat aku,telfon gak diangkat " Sindir Angel.
" Oh maaf,aku tadi kerja gak sempat pegang hape "
" Ya udah,istirahat gih kamu kk orang mau mati besok aja " kata Angel ngeri.
" Hm " Kata Arshad mengangguk.
Lelaki itu pun berjalan lagi menuju kamarnya.
Lantai 3 itu dipenuhi kamar para cucu Reno,semuanya ada disana,sedangkan kamar para orang tua ada dilantai 2 dan 1.
" Huhhh kasian banget si Arshad,masih muda tapi udah kek aki2 " Gumam Angel iba.
" Kenapa tuh anak gak nikah aja atau cari pasangan kek buat ngurusin,masa iya dia ngerengeknya ke aku terus,kalo bukan saudara mah udah aku embat kali ya,tapi kan ini sodara,bisa mati gantung aku kalo nikah sama dia " Gumam Angel ngeri.
Kadang Angel merasa sangat kasihan,lelaki itu punya banyak beban dipundaknya dan orang2 rumah itu seolah percaya Arsyad bisa,Angel yg tiap hari bersama dan melihat aktifitas Arshad merasa tak sanggup,makanya Angel masih bertahan diranah kerjanya meski dibilang sangat tidak pantas untuk seorang cucu konglemerat.
Gadis itu masuk lagi ke kamar dan melanjutkan nonton dramanya.
Angel tak bisa keluar dengan mudah jika tak ada Arshad.
Reno kini sedikit tegas kepada gadis tersebut karna Angel sering bertingkah diluar batas yg Reno tetapkan.
Dikamar Arshad lelaki itu merebahkan badannya dikasur dan menatap langit2 kamar.
Jam terus berdetak,malam mulai terasa dingin.
__ADS_1
" Apa aku nikah aja kali ya,menerima perjodohan Kakek ?" Gumam Arshad mulai teringat.
" Tapi aku gak tau dia siapa,dan pasti aku gak cinta " kata Arshad lelah.
Lelaki itu takut membuat keputusan,Reno sudah menanyai dirinya berulang kali,bukan tanpa sebab mungkin Reno sudah bisa membaca perjalanan hidup Arshad kedepannya.
apalagi lelaki itu menempati posisi yg mulai setara dengan Aktam.
Drt drt.
Hape Arshad berdering,lelaki itu merogoh saku celananya dan melihat nama dilayar.
" Bang Juna " Gumam Arshad pelan.
Tanpa lama,lelaki itu mengangkat panggilan.
" Halo Bang " Sapa Arshad sopan.
" Kamu dimana ?" tanya Juna disberang.
" Dirumah " Jawab Arshad jujur.
" Ayo jalan,abang udah deket dari rumah Kakek " Balas Juna.
" Hah,ngga Bang,aku baru pulang kerja " Kata Arshad kaget.
" Wah2 calon pemimpin baru pulang " Goda Juna.
Arshad diam tak mengubris.
" Bentar aja Syad,sekalian jemput seseorang " Kata Juna terkekeh.
" Siapa Bang ?" Tanya Arshad mengernyit.
" Ada deh,ayo lah bentar doang temenin abang " Jawab Juna.
Arshad kembali diam.
" Huhh ya udah,aku mandi dulu " Kata Arshad pasrah.
" Oke " Bls Juna semangat.
Tut.
Panggilan terptus sepihak,Arshad pun bangun dari tidurannya dan menuju kamar mandi.
Lelaki itu sebenarnya sangat malas,tapi untuk menolak Juna rasanya ia tak bisa karna Juna juga sering membantunya dalam masalah pekerjaan penting terutama berkas dari kantor Bara..
20 menit kemudian,Arshad masuk kemobil.
" Emang ganteng banget nih anaknya Om Aktam " Kata Juna takjub.
Arshad memutar mata dan melihat keluar.
" Hahaha,lets goo Syadd " Pekik Juna semangat.
Mobil mahal itu pun melaju,Arshad tak tau akan dibawa kemana.
Lelaki dengan celana pendek dan kaos oblong tersebut mengikut saja.
Jalanan masih ramai,Juna sedikit ngebut tapi tak membuat takut penumpang disebelahnya.
Mereka tiba disebuah cafe,Juna mulai sibuk dengan ponselnya.
" Kenapa kesini ?" tanya Arshad bingung.
" bentar " kata Juna masih sibuk.
Tak lama manik Arshad melihat 2 orang gadis keluar dari cafe tersebut.
Juna memainkan lampu mobilnya membuat kedua gadis itu mendekat.
" Syad kamu duduk dibelakang ya " Kata Juna cengengesan.
__ADS_1
" Apaan sih Bang " Kata Arshad sedikit kesal.
" Pleasee syadds " kata Juna memohon.
" huh !" Arshad mendengus dan berpindah tempat.
Juna turun dan mempersilahkan kedua gadis itu naik ke mobilnya.
Satu gadis duduk didepan sedangkan satunya lagi duduk disebelah Arshad.
Bau parfum mulai menyegat hidung,Arshad memejamkan mata sejenak mencoba untuk tenang.
" Maaf Ka,boleh geser dikit ?" tanya gadis disebelah Arshad.
Arshad langsung menggeser bokongnya tanpa bicara.
Juna melihat dari kaca dan menggeleng pelan,sang saudara mulai memasang wajah dingin tak tersentuh.
" Kita mau kemana ?" tanya gadis disebelah Juna tersenyum.
" Kamu mau kemana ?" Tanya Juna balik.
" Tempat kemarin gimana ?" tanya gadis itu malu.
" Boleh " jawab Juna tersenyum cerah.
Arshad diam saja tak mengubris.
Lelaki itu benar2 membantu,gadis disampingnya jadi bingung harus berbuat apa.
Mereka pun melaju kencang dijalanan sepi.
15 menit kemudian,mobil berhenti disebuah tempat hiburan.
Kedua gadis itu terlihat senang,Arshad melirik gadis disebelahnya dengan wajah aneh.
" Ayo turun " Ajak gadis disamping Arshad tersenyum manis.
" Ayo syad,kita kesini bentar " Kata Juna menahan tawa.
Arshad langsung trun tanpa menjawab,lelaki itu berjalan duluan membuat Juna menggleng pelan.
" Dia saudara kamu ya ?" Tanya gadis disebelah Juna.
" Iya,jangan heran dia emang gitu " Jawab Juna.
" Ganteng juga ya,tapi dingin banget " Kata gadis bernama Nova tersebut takjub.
" Hm " Jawab Juna mengangguk.
Suasana ramai mulai terasa,Arshad terus masuk dengan wajah datarnya.
Kini lelaki itu tak asing lagi ketempat club,karna sebelumnya ia sudah pernah datang dan menggila bersama Angel.
" Kita duduk disini aja " Ucap gadis bernama Ratna menarik lengan Arshad.
Gadis itu duduk dan membuka blezer yg ia pakai hingga menunjukkan belahan dadanya.
Arshad melihat gadis itu dengan wajah tenang.
" Kamu risih ya ?" Tanya Ratna menatap Arshad.
" Kalo mau telanjang,lakuin aja " Jawab Arshad tenang.
" Hah " Pekik gadis itu syok.
Arshad memanggil pelayan dan memesan minuman.
Ratna menelan ludah kasar dengn sikap lelaki dingin tersebut.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1