Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Pulang


__ADS_3

Deg....


Manik Arshad melotot seketika saat pintu mobil terbuka dan nampaklah seorang gadis sedang menggendong seorang bayi.


" Kamu " ucap Arshad syok.


" Kak Arshad " Ucap Sania ikut syok.


Lelaki itu diam dan detik berikutnya menutup pintu mobil membuat Sania terkejut.


Huaaaaa....


Bayi mungil Histy ikut terkejut dan langsung menangis.


" Cup cup sayang,ayo tidur lagi yok " Kata Sania menenangkan bayi kecil itu.


" Huaa huaaa " Gadis kecil itu terus menangis dengan jantung berdebarnya.


" Aduhhh " kata Sania panik sendiri.


Asik2 nya menidurkan bayi Histy kedatangan Arshad sungguh mengganggu.


Sania turun dari mobil dan mendiamkan sang adik disana.


Arshad diam melihat kepanikan Sania.


Histy keluar dari warung mendengar teriakan anaknya.


" Dia kenapa ?" tanya Histy terkejut.


" Nangis Te,kebangun " Jawab Sania.


" Cup cup sayang,sini sama Mama " kata Histy mengambil alih.


Sania menghela nafas panjang dan menurunkan bajunya yg sempat naik.


" Udah selesai ?" tanya Sania kepada Sutar yg membawa bungkusan.


" Udah Kak " Jawab Sutar menyerahkan bungkusan tersebut.


Sania menerimanya dan melirik Arshad yg diam saja.


" Ayo pulang " Kata Histy setelah bayinya tenang.


" Syad kamu nyetir ya,San kamu duduk didepan " Titah Histy mendekati pintu samping.


" Hah ?" Kata Sania dan Arshad bersamaan.


" Mau aku nyetir sambil nyusuin adek ?" tanya Histy gemas.


Arshad langsung menggeleng cepat.


" Ýa udah cepetan " Balas Histy.


Arshad mengangguk,lelaki itu langsung mendekati kemudi dan masuk kedalam.


" Kamu sama Mama aja,makan es krimnya dibelakang " kata Hìsty kepada Sutar.


" Iya Ma " Jawab Sutar mangut.


Bocah kecil itu pun masuk juga kedalam dan membuka es krimnya.


Sania menelan ludah kasar,sungguh gadis itu tak percaya dengan apa yg ia lihat saat ini.


" Pake sabut pengamannya " kata Arshad tenang.


Sania mengangguk pelan.


Lelaki itu mulai menghidupkan mesin dan menjalankannya.


Hening...


Hanya suara Histy yg sesekali bernyanyi untuk sang putri.


Sania duduk tak tenang,tangannya terasa dingin duduk bersampingan dengan lelaki itu.


Sudah lama sekali mereka tak bertemu tapi sekarang dipertemukan lagi dengan tak sengaja.


" Langsung kerumah apa kerumah Kakak ?" tanya Arshad.


" Kerumah aja Syad,nanti kamu bawa mobilnya " Jawab Histy.


" Kak Serkan ?" tanya Arshad.


" Aman,ada mobil satu lagi sama motor Sania " Jawab Histy.


Arshad mengangguk mengerti,lelaki itu tancap gas.

__ADS_1


Selama dijalan semuanya diam,Sutar dan Histy sibuk masing2.


Sania dan Arshad sama2 diam tak bersuara,sesekali Sania membenarkan posisi duduknya yg kaku.


Arshad memàinkan lehernya,lelaki itu terlihat begitu lelah.


" Mau pake bantal ?" tanya Sania memberanikan diri.


" Ada ?" Tanya Arshad balik.


" Iya " Jawab Sania mengambil bantal disampingnya.


Arshad menerima dan mencoba memasang,Sania diam melihat pria itu fokus kedepan.


" Mau aku bantu ?" Tanya Sania lagi.


" Boleh " Jawab Arshad.


Gadis itu menelan ludah kasar dan melirik Histy.


Terlihat Histy tak menoleh kearah mereka.


Dengan berani,Sania mendekat dan mengambil bantal lalu memposisikan dibelakang Arshad.


Lelaki itu tetap fokus berkendara tanpa melihat Sania sama sekali.


" Geser kesini " Ucap Sania pelan.


Arshad menurut,lelaki itu merundukkan sedikit kepalanya.


Bau parfum Arshad begitu terasa,gadis itu dibuat tak berdaya dengan aura pemikat Arshad yg luar biasa.


" Udah bisa San ?" tanya Histy tiba2 bersuara.


" ehh udah Kak " Jawab Sania tersadar dan mempercepat geraknya.


Arshad mulai nyaman bersender,lelaki itu tersenyum kecil melihat Sania yg sudah kembali ke posisi awal.


" Kita ke mini market dulu Syad,pokok Adek habis " Kata Histy tiba2 teringat.


" Iya Kak " Jawab Arshad.


" Aku ikut ya Ma " Kata Sutar memelas.


" Jangan beli es lagi " Balas Histy sambil mengelap bibir rungis Sutar.


Arshad pun berhenti didepan minimarket.


" Jaga adek ya,dia udah tidur " Kata Histy membaringkan anaknya.


" Iya Kak " Jawab Arshad mengangguk.


Histy dan Sutar pun keluar,tinggallah Sania dan Arshad lagi didalam mobil.


Suasana kembali hening,Sania melihat keluar tak berani menatap sang pemilik manik teduh tersebut.


" Maaf " Ucap Arshad melihat Sania.


" Kenapa Kak ?" tanya Sania menoleh.


" Tadi,aku terkejut " jawab Arshad.


" Oh ya gak papa " Jawab Sania tersenyum tipis.


Arshad diam,lelaki itu mengambil hapenya dan naas baterai masih tinggal 5%.


" **** " Umpat Arshad pelan.


Sania diam menggigit bibir bawahnya.


" Em apa kau punya hape ?" Tanya Arshad hati2.


" Hah punya " Jawab Sania langsung mengambil hapenya dan menyerahkan kepada lelaki itu.


" Apa aku boleh mengirim pesan sama seseorang ?" tanya Arshad lagi.


" Iya " Jawab Sania mengangguk.


Arshad tersenyum,pria itu langsung mengambil hape Sania dan mengetikkan sesuatu.


" Halo " Sapa seseorang disberang.


" Ini aku " Ucap Arshad pelan.


" Arshad ? Kenapa sayang ?" tanya orang tersebut sperti suara seorang wanita.


" Aku belum pulang,masih mengantar Kak Histy " Jawab Arshad.

__ADS_1


" Benarkah ? Lagi dimana ?" tanya wanita itu lagi.


Arshad melirik Sania,gadis itu melihat Arshad sekilas dan membuang muka kesamping merasa tak enak hati.


" Masih dijalan " balas Arshad.


" Ya udah,kamu hati2 ya "


" Hm " Balas Arshad singkat.


Tut.


Panggilan terputus,Arshad menghela nafas dan menyerahkan hape itu kepada Sania.


" Terima kasih " Ucap Arshad tersenyum.


" Sama2 Kak " Jawab Sania sopan.


Tak lama Sutar masuk lagi kedalam dengan tentengan plastik penuh snack.


" Jajan lagi ?" tanya Arshad melihat bocah tersebut.


" Iya,bagi2 sama Kak Sania hehe " Jawab Sutar.


Sania diam,gadis itu meremas tangannya yg terasa dingin.


Histy masuk kedalam dan perjalan mereka pun berlanjut.


Tiba dirumah Serkan,terlihat sang suami tak sendirian berada diteras.


" Waah ada Suci " Ucap Sutar kelabakan.


" Jangan pelit !" Tegur Histy tegas.


" Hehe iya Ma " jawab Sutar cengengesan.


" Terus mobilnya gimana ?" tanya Arshad.


" Bawa aja Syad,nanti aku kasih tau Mas Serkan " Jawab Histy.


Arshad mengangguk,Sania langsung turun begitupun Histy dan Sutar.


Setelah semuanya diangkut,lelaki itu langsung tancap gas.


" Assalamualaikum " Sapa Sania sopan.


" Waalaikumsalam " Jawab keluarga Alexi disana.


Sania tersenyum dan masuk kedalam rumah tanpa banyak bicara.


" Sania kenapa ?" tanya Alexi mengernyit.


" Sania kenapa Yank ?" tanya Serkan melihat sang istri dengan banyak belanjaan.


" Gak kenapa napa " Jawab Histy polos.


" Tapi kenapa aneh ? Berkelahi sama Sutar.?" Tanya Serkan.


" ih gak ada Paa,aku baik2 aja sama Kakak " Sahut Sutar tak terima.


" Kirain " Balas Serkan.


" Faktor hormon mungkin,lagi dapet " kata Salsa positif thingking.


" udah selesai " Jawab Serkan.


" Loh kok kamu tau ?" tanya Alexi syok.


Serkan diam sejenak melihat kepanikan semua orang.


" Kan udah solat berjamaah tadi " Jawab Serkan.


" Oh iya ya,kemarin minta obatnya sama kamu juga " kata Histy teringat.


" Huh kirain " Kata Alexi negative thingking.


Tpwerrrrr....


Lengan Alexi ditampar Serkan membuat lelaki itu kesakitan.


" Ngada2 kamu " Kata Serkan tau isi kepala adiknya.


Alexi terkekeh geli dan mendapat pelototan dari Salsa.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2