Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Nyata


__ADS_3

Sesampainya dilokasi,Daniel langsung masuk kedalam dan alangkah terkejutnya lelaki itu melihat sang kekasih tidak sendirian.


" Hani " Ucap Daniel pelan.


Hani yg membelakangi dirinya sontak berbalik badan dan terdiam.


" Daniel " Gumam Nial juga terkejut.


Glek...


Hani kembali menelan ludah kasar melihat lelaki tersebut sudah sampai apalagi Daniel tidak membawa tangan kosong.


" Nial " Ucap Daniel pelan.


Lelaki itu melangkah mendekat dan berdiri didepan mereka berdua.


" Kau disini " Ucap Nial tersenyum smirk.


Daniel diam melihat istri dan kekasihnya bergantian.


" Kenapa kau disini ?" Tanya Daniel mengernyit.


" oh kalian ingin bertemu ?" tanya Nial balik.


Hani dan Daniel diam.


Nial tersenyum kecil dan bangkit dari duduknya.


" Kak " Panggil Hani menahan tangan wanita itu.


" Aku sudah selesai Hani,maaf menganggu waktu mu " Kata Nial dengan mata berkaca kaca.


Daniel semakin bingung dengan ucapan Nial yg ambigu.


" Aku akan menemui anak ku,dan kau Daniel,terima kasih atas kejelasannya " kata Nial menepuk bahu Daniel.


" Maafkan aku Nial " Kata Daniel pelan.


" Gadis pilihan mu sangatlah baik dan ramah,aku pikir akan beradu otot dengannya,tapi rupanya tidak perlu " Kata Nial terkekeh.


Hani terus diam melihat Nial yg berusaha kuat.


Pikiran Hani terus tak karuan,ia benar2 merasa bimbang dengan percintaan yg begitu rumit.


" Aku sudah mendatangani surat perceraian kita,jadi kau bebas " kata Nial tersenyum.


" Aku akan bertanggung jawab untuk anak kita " Balas Daniel.


" Apa cerai ?" tanya Hani terbelalak.


Keduanya menoleh melihat keterkejutan Hani.


" Bukankah ini yg kau inginkan ?" tanya Nial melihat Hani aneh.


Glek...


Hani menelan ludah kasar melihat Daniel.


" Aku tidak bisa membohongi Nial lagi Han,aku tersiksa " kata Daniel jujur.


Tesss.....


Air mata yg sejak tadi ditahan seketika luruh membasahi wajah Nial.


" Maafkan aku,aku memang brengsek Nial,aku membohongi mu,tapi dari awal aku sudah jujur tapi keluarga mu terus mendesak ku " kata Daniel lemah.


" Apa tidak ada cinta mu untuk ku lagi ?" tanya Nial sedih.


" Aku mencintai anak kita " jawab Daniel.


Nial kembali menangis,Hani yg mendengar drama rumah tangga tersebut juga ikut menangis.


" Kak " Panggil Hani mengambil tangan Daniel.


" Jangan meminta ku untuk melepas mu Hani " kata Daniel menarik tangannya.

__ADS_1


" Kamu gak boleh egois,aku tau ini salah dan aku juga pengen minta maaf sama Kak Nial karna aku kalian seperti ini " ucap Hani menyesal.


" Ni bukan salah kamu dan bukan salah Nial,ini terjadi begitu saja,aku siap dipersalahkan nanti dikeluarga besar mu atas ketidak setiaan ku " kta Daniel kepada Nial.


" Hiks hiks " Nial terus menangis terisak.


Sungguh wanita itu masih menginginkan suaminya kembali apalagi mereka punya bayi kecil yg harus diasuh.


" Aku tidak ingin membohongi mu lagi Nial,mungkin aku bukan suami yg baik untuk kamu,tapi aku janji akan menjadi Ayah yg baik untuk anak kita " kata Daniel memegang bahu Nial.


Nial semakin terisak,wanita itu memeluk Daniel menumpahkan semua rasa sakitnya kepada sang suami.


Lama menangis akhirnya Nial melepaskan Daniel dan melihat Hani.


" Kau gadis yg berani Hani,jika sedikit saja kau bersikeras meminta Daniel untuk mu mungkin aku akan sama kerasnya mempertahankan suami ku,tapi...hiks hiks " Ucap Nial tak sanggup melanjutkan.


Hani diam menunggu lanjutan.


" Tapi kau pilihan Kak Daniel hiks hiks " Lanjut Nial tersedu sedu.


Tes....


Air mata Hani tumpah,sungguh ia tak menyangka kisahnya dengan Daniel akan berujung panjang apalagi terlihat sekali Nial sangat mencintai lelaki tersebut.


" Jika kalian ingin bersama,aku tidak masalah dan untuk mu Daniel,aku harap kau bahagia dan jangan kecewakan anak ku " Pinta Nial berharap.


Daniel mengangguk pelan,wanita itu pun berlalu dari mereka.


Kini tinggallah Hani dan Daniel disana.


Keduanya saling melihat dan duduk bersama.


" ini untuk mu " Ucap Daniel menyerahkan bucket bunga.


Hani menerima dan mencium aroma kembang tersebut,terasa menyegarkan.


" Kau sudah lama bertemu dengannya ?" tanya Daniel.


" Hm tidak " Jawab Hani.


" Dia menunggu ku di minimarket " Jawab Hani jujur.


Daniel mangut mengerti.


" Kak " Panggil Hani lembut.


" Em kau benar sudah berpisah dengannya ?" tanya Hani.


" Ya,aku tidak sanggup lagi Hani membohongi dirinya " Jawab Daniel.


" Tapi kalian ada anak " Kata Hani pelan.


" Anak ku akan mengerti suatu saat nanti " Balas Daniel.


Hani menghela nafas panjang.


" Ayo menikah " Ajak Daniel.


" Hah " Pekik Hani terkejut.


" Aku ingin menikahi mu Han,aku ingin segera menjemput kebahagiaan ini " Kata Daniel serius.


" Kak jangan gila " kata Hani melotot.


" Aku tidak gila Han,aku sudah memikirkannya jauh2 " Balas Daniel.


" Kau baru saja bercerai " Kata Hani merasa ide pria itu tak benar.


" Kau tidak mencintai ku ?" tanya Daniel.


Deg....


Hani diam,gadis itu bingung mau menjawab apa.


" Kau pulanglah " ucap Hani pelan.

__ADS_1


" Hah " Panggil Daniel mengambil tangan Hani.


" Pulanglah dulu Kak,habiskan waktu mu bersama mereka " Pinta Hani.


" Aku tidak bisa lagi " Balas Daniel.


" Kau terlalu fokus dengan ku makanya melupakan mereka " Ucap Hani sedih.


" Apa yg harus aku lakukan ?" tanya Daniel lagi.


" Aku akan memikirkan ini dan memberi keputusan " Jawab Hani.


" Berapa lama ?" tanya Daniel.


" Satu bulan " Jawab Hani.


Daniel diam sejenak mempertimbangkan.


" Baiklah " Kata Daniel setuju.


" Aku akan pulang tapi dalam 1 bulan ini aku akan sering mengunjungi mu " Kata Daniel serius.


Hani mengangguk setuju.


Keduanya pun memesan makanan dan makan bersama dengan isi kepala masing2.


Hani tak bisa memberi keputusan dengan cepat,ia harus benar mempertimbangkan segalanya dengan matang.


Ditempat lain,seorang gadis kecil duduk bermain bersama seorang pria asing yg baru ia temui pagi ini.


Yapk,Ridho mendatangi gadis kecil tersebut disebuah kost yg cukup mewah.


Sofia tak sekolah lantaran Yuna takut gadis kecil itu ditarik paksa oleh kelompok Vero.


" Kau ingin sesuatu ?" tanya Ridho hati2.


" Mama kemana Om ? kenapa lama ?" Tanya Sofia mendongak.


" Mama lagi kerja " Jawab Ridho trrsenyum.


" Gak pulang ya Om ?" tanya Sofia lagi.


" Iya,mungkin malam atau sore ini pulang " Jawab Ridho lembut.


" Mama sibuk ya ? kalo gitu Om mau gak tolongin Via ?" tanya Sofia hati2.


" Apa ?" Tanya Ridho antusiasa.


" Via mau ketemu Papa Om,Via kangen sama Papa " Jawab Sofia sedih.


Deg....


Ridho terkejut dengan permintaan gadis kecil itu.


" Via gak nyaman disini ?" tanya Ridho.


" Iya Om,Via mau papa,soalnya Papa selalu jagain Via " Jawab Sofia jujur.


Ridho memilih diam,lelaki itu begitu tak menyangka dengan ucapan anaknya barusan.


" Hm Via sayang Papa Vero ?" Tanya Ridho hati2.


" Iya Om,kata Papa,Via itu anak tersayang dia " Jawab Sofia tersenyum lebar.


" Gitu ya,em kalo Papa Vero bukan Papa Via gimana ?" Tanya Ridho lagi.


Sofia langsung menunduk membuat Ridho kelabakan sendiri.


" Em maksudnya em anu em..." Ucap Ridho bingung.


Sofia berkaca kaca,gadis itu merasa tak terima jika Vero dianggap asing oleh orang lain.


❤❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2