
Kondisi Hani makin membaik,David membawa calon menantunya pulang untuk dirawat dirumah saja.
David tak tenang jika melepas Hani begitu saja apalagi dengan kondisi menegangkan seperti sekarang.
Gadis itu kini berbaring dikamar ditemani Miska dan Laura.
" Kamu makan dulu ya " kata Miska berjalan mendekat dengan perut besarnya.
" iya Kak,makasih " kata Hani merasa tak enak.
" aku denger kamu dapat beasiswa,selamat ya " Kata Miska mengusap rambut Hani.
" Makasih Kak,harusnya aku menunjukkan itu ke Om Vero tapi..." Kata Hani menggantung.
" Vero sudah tau dan dia sangat bangga " Ucap Laura tersenyum.
" Benarkah ?" tanya Hani terkejut.
" Ya,dia meminta kami menjaga mu,jadi kamu harus nurut ya " kata Laura ramah.
" Iya Kak " jawab Hani semangat.
Miska dan Laura tersenyum,keduanya tak menyangka Hani akan seberuntung itu mendapatkan adik mereka.
Disela sakitnya Hani mulai belajar,setiap hari Justin datang ke sekolah mengambil tugas yang harus dikerjakan gadis itu untuk menebus ketertinggalannya apalagi Hani baru mendapat beasiswa,gadis itu harus menunjukkan bahwa ia berhak mendapatkan beasiswa tersebut.
Keluarga besar Cila sangat sibuk setiap harinya,Miska tak bisa terus berada disana karna ia punya 3 anak yang harus diurus dirumah apalagi ketiga sering berkelahi.
Paling Denis yang bolak balik mengurus kasus adiknya bersama David dan Beni.
Hari ini Miska pamit untuk berangkat bekerja,wanita itu juga sibuk mengurus butik bersama kedua sahabatnya,Miska tak enak hati meninggalkan butik begitu saja karna ia tau 2 sahabatnya juga punya anak dan suami yang harus diurus.
" Aku pamit dulu ya La " Kata Miska mengambil tas tangannya.
" Iya Kak,hati2 dijalan " kata Laura ssdikit ngeri.
" hm,kalian juga hati2 dirumah,lauk dan nasi udah aku masak didapur,jangan lupa dimakan ya " kata Miska ramah.
Laura mengangguk,Miska pun pergi meninggalkan rumah Kakak suaminya.
" Ayo dimakan lagi,nanti Kakak bantu isi pr " Kata Laura kepada Hani.
" Iya Kak " Jawab Hani malu.
Siang harinya,dipenjara Vero kedatangan tamu besar.
Lelaki itu sangat terkejut melihat pria berjas abu itu datang bersama asistennya.
" Paman " Panggil Vero mendekat.
2 lelaki bersama 1 orang pengacara itu menoleh dan terdiam melihat Vero mengenakan baju orange khas nara pidana.
Vero duduk dihadapan ketigany dengan wajah tertunduk.
" Ceritakan apa yang terjadi ?" Ucap Reno bersedekap dada.
" Paman tau dari mana ?" Tanya Vero pelan.
" Dari aunty mu,David dan Cila benar2 keterlaluan,mereka membiarkan kamu mendekam disini " Kata Reno marah.
" Bukan begitu Paman,Mama dan Papa sedang usaha " Jawab Vero membela orang tuanya.
__ADS_1
" Harusnya dia menemui Paman,bukan kucing2an seperti ini " Kata Reno mengebrak meja.
Romi melihat Vero dengn tatapan iba,lelaki itu sangat terkejut mendengar kabar anak gadis yang menganjaknya menikah dulu kini berada dibalik jeruji.
Vero diam tak menjawab karna ia tau Reno orang yang tegas dan keras dibalik sikap sengkleknya.
" Ceritakan dengan jelas apa yang terjadi !" Titah Reno.
Vero mengangguk,lelaki itu pun mulai menjelaskan apa yang terjadi kepadanya dan Hani.
Reno dan Romi mendengar dengan seksama,Vero mendapat banyak pertanyaan dari pengacara Reno dan dijawab jujur oleh lelaki itu.
Hampir 1 jam memberi penjelasan,Reno dan tim menyimpulkan bahwa akan membantu Vero dan menuntut pihak lawan.
" Kamu selama dalam peroses jangan membuat masalah,jika tak penting tak usah di ladeni dengan napi yang lain " Kata Reno tegas kepada ponaannya itu.
" Iya Paman,aku juga tak punya tenaga buat cari masalah " Jawab Vero tersenyum.
" Paman akan berusaha mengeluarkan kamu dari sini,jangan takut " Kata Reno tenang.
Vero mengangguk dan mengucapkan banyak terima kasih.
Reno dan tim pun pulang dan Vero kembali masuk ke sel.
Vero sangat merindukan Hani,selama ia dipenjara Hani belum pernah menjenguknya sama sekali,tapi Vero tak berkecil hati,mendengar Hani dapat beasiswa membuat lelaki itu merasa terharu,karna Hani pernah berjanji kepadanya tentang itu semua dan Vero juga tau kondisi Hani belum memungkinkan untuk keluar rumah.
Diperjalanan,Romi dan Reno sama2 terdiam.
Mereka sibuk dengan pemikiran masing2.
" Pak " Panggil Romi pelan.
" Kenapa kita harus repot2 menolong Vero,bukankah David punya kuasa ?" Tanya Romi penasaran.
" Ini bukan tentang Vero saja " Kata Reno tenang.
" Maksud bapak ?" Tanya Romi mengernyit.
" Kau tau tentang kekasih bocah itu ?" Tanya Reno.
" Saya kurang tau masalah percintaan mereka " Jawab Romi.
" Ya,kita sudah terlalu tua untuk tau masalah anak muda Rom " Kata Reno terkekeh.
Romi ikut tersenyum kecil.
" Aku merasa kasihan kepada gadis itu " Ucap Reno kembali serius.
" Kenapa ? bukan kah tidak ada hubungannya dengan bapak ?" tanya Romi.
" Ya memang,dia hanya lah orang asing " Jawab Reno.
" Tapi,kita sebagai manusia harus bisa memanusiakan orang lain,gadis itu bukan hewan Rom,bahkan seekor hewan pun tak pantas mendapatkan perlakuan kasar,aku lihat Vero juga sayang sama gadis itu makanya nekad membunuh" Kata Reno tegas.
Romi diam melihat wajah serius lelaki itu.
" Tapi Bapak banyak melempar manusia ke kandang macam " Ucap Romi hati2.
" Ya karna mereka pantas mendapatkanya,jika manusia bisa memakan daging hewan,kepada hewan tidak ?" Kata Reno terkekeh.
" Bapak memang kejam " Kata Romi menggeleng.
__ADS_1
" Aku tidak akan berbuat jahat pada orang yang baik Rom,kau tau bukan " Kata Reno malu.
" ya,itu dunia Salders " Kata Romi paham.
" Hahaha,kau memang setia " Kata Reno mencolek dagu Romi.
" Maaf Pak,saya tidak tertarik dengan sesama jenis,milik istri saya lebih menggoda " Kata Romi ngeri.
" Hahahahaah,pletak " Reno menabok gemas kepala asistennya itu membuat Romi kaget.
" Kau kira aku tertarik dengan senjata mu yang mengkrut itu " Kata Reno geli.
Romi mendengus kesal dan menyembunyikan miliknya.
Reno kembali tertawa,lelaki itu merasa sangat terhibur apalagi melihat wajah kesal Romi yang jarang terlihat karna lelaki itu selalu memasang wajah datar penuh muslihat.
Romi menambah kecepatan,sudah malas mendengar bosnya yang banyak bicara.
Sesampainya di rumah Cila,terlihat wanita itu tertidur tengkurap didepan Tv.
" Astaga Cilaaa " Kata Reno kaget melihat wanita itu tidur tak tau tempat.
" Ya ampun " kata Romi ikut kaget.
" hmmm " kata Cila mendongak mendengar suara ramai2.
Wanita itu mengernyit melihat 2 pasang kaki didepannya.
Cila mendongak dan terbelalak melihat Reno tekan pinggang didepannya.
" Bang " kata Cila meloncat kaget.
Perempuan itu langsung bangun mengusap wajahnya.
Romi menggeleng pelan,sudah lama tak terlihat ternyata Cila masih seperti gadis 17 belas tahun yang ia kenal.
" Kenapa tidur disini ?" tanya Reno heran.
" Cape Bang,gak sanggup lagi kekamar jadi mendaratnya disini deh " jawab Cila cengengesan.
" Suami kamu mana ?" tanya Reno ketus.
" Kerja,katanya ada rapat penting " Jawab Cila ngeri.
Reno mengangguk paham,lelaki itu pun memberitahu tujuan mereka datang.
Cila melongo mendengar penjelasan Romi yang aktif bicara.
" Cila kamu dengar saya ?" tanya Romi heran melihat Cila diam dengan manik tak mengedip.
" Ah iya ganteng,eh maksudnya ia Bang " Jawab Cila kelabakan.
" Astaga " Kata Reno menepuk jidatnya kelu melihat keponakannya malah terpesona oleh Romi.
" Hehe sama Mas David aja Bang,aku belum fokus " kata Cila takut2.
Kedua lelaki itu menarik nafas sabar,karna tak ingin keduanya murka,Cila berlari kedapur membuat kopi dan beberapa camilan bahkan menyodorkan lauk makan siang membuat Romi dan Reno tak bisa untuk menahan tawa dengn tingkah ajaib Cila yang bar2.
❤❤❤
Hay guys Jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1