
Didepan pintu,seorang lelaki berdiri sambil membawa kresekan bahan makanan.
Sehabis mengantar Nial,Daniel langsung pulang kerumah dan berlari kebelakang.
Rasa rindunya tak bisa terbendung lagi,lelaki itu ingin segera melihat Hani yg terus menggentayangi kepalanya.
Tok tok...
Pintu kembali diketuk,dengan bermodal satu hape lelaki itu sesekali melihat kebelakang.
Didalam rumah,seorang gadis tertidur dengan pulas dibawah kasur tipisnya.
Hape Hani terus berdering membuat gadis itu merasa terganggu.
Satu dua kali masih oke,3456 membuat Hani mulai jengah.
" Siapa sih ?" Gumam gadis itu menghela nafas sabar.
Hani membuka matanya dan melihat jam dihape.
" Huh setengah 1 " Ucap Hani lesu.
Gadis itu kembali merebahkan hapenya kelantai,belum sempat terpejam manik Hani terbuka lagi karna gedoran pintu dari depan.
Gadis itu bangun dan mengusap wajah sejenak.
Hani menoleh kesamping dan hape gadis itu kembali hidup.
Hani mengambilnya dan melihat nama yg menelfonnya tanpa kenal waktu.
" Kak Daniel " Gumam Hani mengernyit.
" Hannn " Ucap seseorang terdengar lirih dari luar.
Hani mengangkat telfon dan menarik nafas panjang.
" Iya Kak ada apa ?" tanya Hani sedikit kesal.
" Halo Han,buka pintunya dong " Jawab Daniel cepat.
" Kakak didepan ya ?" Tanya Hani heran.
" Iya,cepetan buka pintunya nanti aku dikira mau maling " Jawab Daniel cepat.
" Huh iya iya " jawab Hani malas.
Gadis itu mematikan telfon sepihak dan bangkit dari duduknya.
Hani sangat mengantuk,ia sedang asik terbang ke mimpi tapi lelaki tak tau diri itu malah mengganggu.
Ceklek...
Pintu terbuka,nampaklah seorang lelaki dengan kemeja dongker berdiri didepannya.
" Hehe ayo masuk " Kata Daniel menyelonong masuk begitu saja.
" Eeehh Kak " Kata Hani terkejut.
Daniel langsung duduk dikasur tipis itu sambil tersenyum manis.
" Kakak " kata Hani masih dengan keterkejutannya.
" Ayo masak mie,Kakak laper " kata Daniel membuka keresekan.
" Hah masak mie ?" tanya Hani terkejut.
" Iya,laper mana diluar dingin banget kamu buka pintunya lama !" kata Daniel kesal.
" Ya siapa suruh Kakak nunggu diluar,orang lagi tidur juga " Balas Hani tak kalah kesal.
__ADS_1
Daniel diam,lelaki itu memperhatikan gadis kecil yg terlihat marah2 kepadanya.
" Kenapa malah senyum ?" tanya Hani berkacak pinggang.
" Kamu kk emak2 " jawab Daniel terkekeh.
" Hah " kata Hani menurunkan tangannya.
Daniel menghela nafas dan berbaring dikasur tipis tersebut.
Hani duduk melihat lelaki itu dari ujung kaki hingga kepala.
" Kakak habis pergi main ya ?" Tanya Hani hati2.
" Iya " Jawab Daniel jujur.
" Sama siapa ?" tanya Hani penasaran.
Daniel membuka matanya dan tersenyum kecil.
Hani masih menunggu dengan wajah super polos.
" Dah sana masakin Mie dulu baru cerita " kata Daniel tenang.
" Beneran laper ?" tanya Hani.
" Iyaa " Jawab Daniel gemas.
Hani terkekeh geli,gadis itu pun merangkak mengambil keresekan dan benar saja didalam sana ada beberapa bungkus mie dan telur bahkan lengkap dengan sawi juga.
" Gak usah ketawa,itu sayur bekas dirumah " kata Daniel melihat gelagat aneh Hani.
" hm " jawab Hani menahan tawanya.
Gadis itu berdiri dan berjalan kedapur.
Sebenarnya rumah tersebut punya kamar,tapi Hani tak memakainya karna memang tak ada barang berharga dan Hani tak mau memakan banyak tempat.
Daniel diam,lelaki itu kembali merebahkan tubuhnya dikasur tipis si gadis.
Terasa hangat dan nyaman meski terlihat biasa saja,Daniel merasa hatinya tentram.
" Huh ada apa dengan gadis ini ?kenapa aku bisa sangat menyukainya " Gumam Daniel heran.
Ia kadang bingung juga dengan perasaannya sendiri,Hani begitu ajaib dan indah dimata lelaki yg bisa melihat kesederhanaan tersebut.
Tak lama si gadis kembali dengan mangkuk berisi 2 bungkus mie yg dicampur telur dan sayur.
" Kamu gak makan ?" tanya Daniel.
" Gabung aja males cuci piringnya " Jawab Hani terkekeh.
" Ck dasar pemalas " Cibir pria itu menggeleng.
Hani tersenyum dan duduk berhadapan.
Daniel menghela nafas panjang,ia tau yg ia lakukan saat ini pasti akan menyakiti hati kekasihnya,tapi pria tersebut sulit untuk berjauhan dengan Hani karna Hani sangat bisa mengerti apa yg dia butuhkan.
" Kak " Panggil Hani menegur.
" Hm " Jawab Daniel sadar.
" Kenapa bengong,mie nya dimangkuk bukan dimuka aku " Kata Hani menyadarkan lagi.
" Haha iya " Jawab Daniel tertawa.
Daniel mulai menunduk menyendokkan mie instan itu kedalam mulutnya.
" Huh aku gak boleh banyak2,aku harus diet " Ucap Hani sebelum menyendokkan makanan
__ADS_1
" Hah uhk uhuk uhuk " Daniel seketika terbatuk mendengar gumaman tersebut.
" Kamu diet ?" tanya Daniel melotot.
" Iya Kak,aku mau diet,kan mau masuk polisi " Jawab Hani polos.
" Gak gak,gak usah diet2,apa yg mau didietin badan dah kurus kering begini " Kata Daniel mencubit lengan gadis itu.
Hani mengkrucut,badannya memang kurus tapi gadis itu tak sanggup melihat perutnya yg punya banyak lemak.
" Kamu gak boleh ya tahan2 makan,pokoknya harus sehat 3x sehari makan " Kata Daniel tegas.
" 3x ? haha mana bisa " kata Hani tertawa.
Daniel diam,tawa Hani terlihat sangat miris diwajahnya.
" Udah2,aku gak jadi diet tapi besok temenin joging ya " kata Hani mengalihkan.
" Mau joging ?" tanya Daniel mengernyit.
" Iyà biar sehat " Jawab Hani tenang.
Daniel mengangguk pelan,keduanya pun melanjutkan makan dan sambil mengobrol hangat.
Daniel tak memberitahu Hani bahwa dirinya sudah punya pasangan,ntah apa pikir lelaki itu,Daniel hanya berharap Hani tak pernah menjauh dari nya.
Jam terus berjalan tak terasa sudah jam 3 pagi.
Hani kembali mengantuk begitupun Daniel.
Keduanya duduk bersampingan sambil menyender didinding.
Hani sangat mengantuk tapi Daniel terlihat enggan pulang dari rumah kecil tersebut.
" Han " Panggil Daniel pelan.
" Hm " Jawab Hani setengah sadar.
" Kamu punya pacar ?" tanya Daniel hati2.
" Hm " jawab Hani pelan.
Daniel menoleh dan mendapati gadis itu malah terpejam.
" Yaah malah molor " Ucap Daniel mengkrucut.
Hani begitu mengantuk,kepalanya sudah tungkat tungkit ingin merebahkan diri.
" Hmm aku ngantuk " Ucap Hani menyenderkan kepalanya dibahu lelaki itu..
Daniel diam,perlahan tangannya merangkul Hani dan merebahkan gadis itu hingga kepala Hani berbaring dipaha Daniel.
Dengan lembut pria dewasa itu mengusap kepala gadis kecilnya dengan penuh perasaan.
" Aku rasanya ingin egois Han,sejak ketemu kamu aku merasa banyak perubahan yg terjadi " Ucap Daniel lirih.
Hani tak menjawab,gadis itu terlihat begitu nyaman dengan usapan lembut dikepalanya.
" Tapi ini sulit,aakhh aku ingin sekali bebas " Ucap Daniel menghela nafas panjang.
Pria itu menyenderkan kepalanya ditembok,suasana semakin sepi dan senyap.
udara pun mulai dingin ditambah turun hujan.
" Aku tidur disini saja " Ucap Daniel memutuskan.
Pria itu memejamkan matanya,Daniel tak perduli jika besok mereka terpergok warga dan mengawinkan keduanya.
Malam larut itu membawa sepasang anak manusia tersebut menuju mimpi yg nyata.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.