Cahaya Untuk Suami Ku

Cahaya Untuk Suami Ku
Rumah Besar


__ADS_3

Seorang lelaki mengendap berjalan masuk kerumah besar nan megah,lelaki bemasker tersebut terlihat begitu hati2 seperti seorang maling.


" Semoga gak ada yg lihat " Gumam Prito terus setapak demi setapak.


Hari sudah menjelang sore,biasanya para warga rumah belum pada pulang apalagi istri dan anaknya yg sibuk masing2.


Manik Prito terus memperhatikan sekitar hingga saat akan menaiki tangga suara seseorang terdengar.


" Prito " Sapa ulang lagi seseorang tersebut.


Deg...


Prito melotot dan seketika mematung.


Lelaki itu ingin segera sampai kekamar dan mengendap diri disana.


Ia tak mau warga rumah tau apalagi Prito juga tau mertuanya sedikit sensitif.


" Prito apa itu kamu ?" tanya orang itu mendekat.


Prito berbalik badan dan mencoba tenang.


" Iya Bunda " Jawab Prito tersenyum seolah tak terjadi apa2.


Nisa melihat menantunya dan mengernyit bingung,ada yg berbeda hari ini dengan lelaki tersebut.


" Kamu kenapa pake masker dalam rumah ?" Tanya Nisa mendekat.


" Haachimmmm " Prito tiba2 bersin membuat Nisa berhenti melangkah.


" Uhh aku lagi pilek Bun,jangan dekat2 " Balas Prito sedikit mundur.


" Kok pilek ? padahal tadi pagi kamu baik2 saja " kata Nisa heran.


" Iya Bun,tadi habis dari kantor tiba2 gini " Balas Prito.


" Ya udah,Bunda siapin obatnya " kata Nisa mengerti.


" eeh gak usah Bun " kata Prito panik.


" Kenapa ?" tanya Nisa kembali melihat Prito.


" em tadi udah minum,kayaknya kurang istirahat aja " balas Prito mencari alasan.


" Beneran ? coba Bunda rasain jidat kamu " kata Nisa tak percaya.


" Eeh jangan Bun,haachimmm " kata Prito kembali pura2 bersin.


Nisa menjauhkan wajahnya dan mundur.


" tuh kan Bun,haaaacimmm " Prito berlagak seperti sakit beneran.


Lelaki itu takut jika Nisa tau kondisi wajahnya dan mengadu kepada Reno apalagi jika anak wanita itu.


" Ya udah,sana istirahat aja " kata Nisa ngeri juga.


" Hehe iya Bunda,kalo ada yg cariin aku bilang gak ada ya " kata Prito cengengesan.


" Kalo anak dan istri mu yg cari Bunda gak bisa jawab " kata Nisa tenanv.


" Iya Bun " kata Prito terkekeh.


Wanita itu pun berlalu,memang penghuni abadi rumah besar itu adalah Nisa,karna kini kondisi sang mertua sedang naik turun bedahal dengan Reno yg masih kuat.


Prito langsung melangkh cepat menuju kamarnya.


Pria itu harus bergerak cepat sebelum ketahuan.


Menuju magrib,para anggota satu persatu memasuki pekarangan.

__ADS_1


Mobil Aktam terparkir rapi digarasi,keluarlah 1 orang bocah dengan tas ranselnya.


" Jack bawain Tas Om ya " kata Aktam merapikan isi mobil.


" Males ah,tas aku udah berat " kata Jack menolak.


" eh gak boleh nolak permintaan orang " kata Aktam melotot.


" Ck,aku juga cape Om " kata Jack kesal.


" Ohh gitu ya,ya udah besok Om gak mau lagi jemput kamu les !" Ancam Aktam.


" kok gitu sih,emang harus Om yg jemput aku " Kata Jack geram.


" Makanya nurut " kata Aktam malah adu mulut.


Jack berdecak kesal dan mengambil tas laptop tersebut.


" hati2 itu duit semua " kata Aktam menyindir.


" Aku lempar nih " Ancam Jack beracang2.


" Nih anak ya bener2 " Kata Aktam gemas.


Jack berjalan sambil menyeret tubuhnya masuk kedalam rumah.


Setiap hari memang jadwal Aktam yg jemput Jack les karna lokasi bocah itu tak terlalu jauh dari kantornya,bedahal dengan Ana dan Prito yg sama2 nyebrang.


Tak lama Arshad sampai,pria itu tak sendirian melainkan memboncengi sang Mama.


" Udah disini aja " kata Lulu menepuk bahu sang putra.


" Belum sampe Ma,kejauhan " kata Arshad ingin mengantar ibunya sampai pintu masuk.


" Gak papa itu ada Papa kamu " kata Lulu malu2.


" Haisst pasti Papa mau modus ya " Tuduh Arshad jengah.


" Ih kamu mah " kata Lulu malu.


Pria muda itu pun berhenti dan Lulu turun berjalan mendekati Aktam.


" Jangan parkir disini,motor dibawah sana !" Kata Aktam mengusir anaknya.


" Ck nanti malam mau dipake lagi Pa " kata Arshad malas.


" Nanti mobil Kakek mu mau masuk,Papa gak tanggung jawab kalo diomelin " kata Aktam bersedekap dada.


Arshad memutar mata dan mengembalikan motornya keluar dan parkir di teras kebun.


" Kamu nih,kan muat walaupun mobil Papa masuk " Kata Lulu mencubit paha Aktam.


" Biarin aja,biar dia gak lihat emak bapaknya bermesraan " Kata Aktam menguyel gemas.


" Ihh modus deh kamu Bang " kata Lulu menjauhkan kepala Aktam dari dadanya.


" Hahah biarin,kan aku sayang " kata Aktam mendongak.


Lulu mencebik dan langsung dilahap lelaki itu.


" Eeh Baangg " pekik Lulu kelabakan.


Aktam tak perduli,lelaki itu merengkuh istrinya dan memperdalam *******.


Sejenak keduanya melepas rindu diparkiran redup tersebut hingga Aktam melihat sebuah mobil memasuki rumah.


" Ayo lanjut dikamar " Bisik Aktam menggoda.


Lulu yg ngos2an langsung menampar lengan lelaki itu.

__ADS_1


Keduanya pun berjalan masuk dengan perasaan bahagia.


Mobil satunya lagi sampai,saat mesin mati turunlah sepasang kaki perempuan dengan baju gamisnya.


" Tungguin Na " kata Reno tak mau ditinggal.


" Jack udah dijemput belum Pa ?" tanya Ana khwatir.


" Udah,si Aktam yg jemput " Jawab Reno tenang.


" iya soalnya tadi Prito gak angkat telfon aku " Balas Ana.


Reno mengangguk tenang dan keluar.


Keduanya berjalan memasuki pintu utama,hari ini Ana dan Reno pulang bersama lantaran wanita itu datang kekantor Papanya.


" kamu udah telfon Angel belum ?" Tanya Reno teringat akan cucu perempuannya.


" Tadi dia telfon,katanya Dosen baru sampe jadi mereka masih belajar " Jawab Ana.


" Gak pulang ?" tanya Reno lagi.


" Ntar malam pulang,aku kasih batas jam 9 " Jawab Ana.


" Yakin bakal jam 9 teng sampe rumah ?" Tanya Reno terkekeh.


" Gak sih,tuh anak ngenyel soalnya " jawab Ana ikut terkekeh.


Reno tertawa ngakak,bukan sekali dua kali mereka dikibuli oleh Angel.


Gadis beranjak dewasa itu juga sering kena marah,tapi Angel memasang tampang bodoh,Reno tak heran karna gadis tersebut mengalir darah Ana yg memang bar2.


Keduanya pun memasuki rumah dan sudah ramai didalam sana.


" Halo sayang ku " sapa Reno melihat Nisa duduk sambil ngeteh menatap mereka.


" Hm " jawab Nisa cuek.


" ihh jutek banget sih sayang,gak kangen ya sama suami ?" goda Reno.


Nisa mencebik membuat Ana tertawa geli.


" Dah sana mandi " kata Nisa tenang.


" Iya sayang,ayo mandi bareng " Ajak Reno mengerdipkan matanya.


" Ogah " Balas Nisa jutek.


" wahahahahha " Ana kembali ngakak.


" Kasihaan,Pak Tua ditolak ibu peri " kata Ana mengejek Reno.


Reno mengkrucut dan menghentak kaki kesal berjalan menuju kamar mereka yg kini pindah ke bawah.


" Shutt udah,ketawa mulu,anak suami mu diurus " Tegur Nisa melihat Ana masih menertawakan suaminya.


" Haha iya Bunda " jawab Ana menunduk hormat.


Nisa menggeleng pelan,tingkah Reno dan Ana makin kesini makin begitu mirip.


Suaminya pun semakin tua semakin alay membuat Nisa kadang malu sendiri dengan anak cucunya..


" Mending aku susul,gawat kalo merajuk beneran " Gumam Nisa ngeri.


Wanita tua itu berjalan cepat mengejar suaminya yg masih ambek ambekan.


❤❤❤


Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2